Uang Digital Syariah, Pengantar sistem perdagangan piramida

Peringkat broker opsi biner:

BERDAGANG UANG DIGITAL, PANDANGAN ULAMA BEBERAPA NEGARA

K ita akan mengungkap pandangan beberapa Ulama dari beberapa negara yang tentang perdagangan dan investasi dalam uang digital atau Uang Virtual atau disebut juga cryptocurrency,

Meski mereka dijuluki Ulama dunia , jangan kita berekspektasi besar bahwa mereka akan mengeluarkan opininya dengan pendekatan yang tajam dan mendalam soal mata uang, Karena sepertinya memang hanya sedikit Ulama islam yang mendalami sistem mata uang menurut Islam, dan sistem ekonomi global korup yang diciptakan dan diberlakukan oleh globalis sejak akhir perang dunia 2, yaitu mereka mengganti sistem kolonialisme klasik dengan dengan sistem penjajahan ekonomi baru.

Jika anda mengerti kalimat terakhir dalam alinea diatas, kami yakin anda adalah salah satu orang langka yang mendapat hidayah.

Saat ini sudah hampir 1500 jenis mata uang digital diluncurkan oleh fihak yang tidak jelas siapa dibelakangnya karena semuanya datang dan dikendalikan dari luar negeri dan diakui tanpa campur tangan dan keterlibatan pemerintah manapun.

Diantara ribuan jenis uang digital itu BitCoin menempati urutan teratas didunia . Pemerintah Indonesia sendiri sejak Januarai 2020 telah resmi melarang transaksi Bitcoin diIndonesia. tapi aneh dan lucunya, meski pemerintah mengaku tidak ada keterlibat didalamnya, tapi anehnya, faktanya Bitcoin bisa interkoneksi faktanya Bitcoin bisa interkoneksi dengan bank bank resmi bahkan juga dengan Bank milik pemerintah.

Para Ulama dari beberapa negara yang kita kutip pendapatnya dibawah ini tidak mengkaji mata uang dari secara detail, Semuanya hanya melihat secara sederhana dari adanya unsur spekulasi dan dimanfaatkan untuk pencucian uang hasil kejahatan, namun paling tidak bisa menjadi referensi tambahan bagi yang berniat atau yang sudah melakukan investasi dalam uang virtual ini.

Peringkat broker opsi biner:

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (QS. Al Maidah: 90).

Padahal hadits menyebut inti daripada riba adalah justru ada pada pertukaran mata uang. Dari mata uang yang tidak halal dan pertukaran antar mata uang itu, akan muncul inti transaksi ribawi terganas didunia.

Yang lumayan agak bagus pendapatnya adalah dari otoritas agama Turki yang berpendapat bahwa sebuah mata uang harus bernilai stabil dan tahan terhadap inflasi. Meski mereka tidak menjelaskan seperti apa sharusnya mata uang menurut Islam.

Dibagian akhir artikel ini kita coba kaji beberapa Hadist tentang larangan perdagangkan uang yang selama ini gagal difahami karena memang agak sulit diambil maknanya. Mudah mudahan memberikan pencerahan.

Terakhir, kami sangat menyarankan untuk menyimak Ceramah Seikh Imran Hosein tentang mata uang , dan bahkan beliau telah memperingatkan akan munculnya Uang digital ini sejak belasan tahun lalu , sejak belum muncul mata uang paling aneh didunia ini. Pada bagian akhir artikel itu kita telah tulis kesimpulannya untuk memudahkan memahaminya. Silahkan baca dengan cermat artikel itu karena dari Ceramah SIH itu, kita akan mendapat banyak hal yang selama ini kita tidak bisa fahami tentang mata uang.

1.Pandangan Ulama Arab Saudi Sheikh Assim Al Hakim , Agustus 2020

Ulama Arab Saudi Assim al-Hakeem menyatakan keprihatinannya atas penggunaan bitcoin, beliau mengklaim bahwa hal itu dilarang menurut hukum Islam.

Alasannya? “Kami tahu bahwa bitcoin saat bertansaksi anda akan tetap anonim … yang berarti bahwa itu adalah gerbang terbuka bagi pencucian uang, uang obat-obatan dan uang haram,” kata al-Hakeem.

Al-Hakeem juga menunjukkan bahwa karena bitcoin adalah mata uang modern, belum pernah dibahas oleh para Ulama di masa lalu.

“Bitcoin adalah sesuatu yang baru dan baru dan ada banyak masalah serius dalam hal berurusan dengannya … apakah itu dari segi asal muasalnya atau juga dari aspek keberlanjutan dan keamanannya,” kata al-Hakeem.

Beliau mempertanyakan peningkatan nilai bitcoin yang dramatis dalam semalam.

Seperti hari ini (12/8/17), satu bitcoin yang tadinya bernilai 0,1 sen sekarang melonjak setara dengan $ 11.000 plus Ini konyol, ini bukan sesuatu yang fisik yang bisa Anda sentuh,” tambahnya.

Bitcoin dilarang di bawah hukum Islam karena “ambigu” (bermakna ganda) dan memberikan kesemapatan transaksi anonimitas (tanpa nama) bagi para penjahat”

“Seorang Muslim seharusnya tidak terlibat dalam transaksi yang meragukan seperti itu, yang hanya ingin untuk menghasilkan uang dengan cepat, untuk menghasilkan keuntungan yang cepat. Ini bukan konsep Islam,” kata al-Hakeem.

2.Pandangan Otoritas Agama di Turki , November 2020

Otoritas Direktorat agama Turki (Diyanet) menyatakan Bitcoins adalah tidak Islami dan memperingatkan warganya agar tidak memperdagangkan mata uang digital paling populer di dunia ini.

“Membeli dan menjual mata uang virtual tidak sesuai dengan agama karena nilai mereka terbuka terhadap adanya spekulasi, mereka dapat dengan mudah digunakan dalam aktivitas ilegal seperti pencucian uang dan mereka tidak berada di bawah pengawasan dan pengawasan negara,” Demikian dikatakan Direktorat Agama Turki (Diyanet),

Ditambahkan bahwa Bitcoin juga belum diberi wewenang oleh negara Turki (untuk melakukan transaksi).

Ulama ini berpendapat , agar mata uang menjadi halal maka dia harus bersifat deflatif, yang berarti harus tahan terhadap inflasi dan memliki harga pasar yang stabil.

3.Pandangan Ulama Besar Mesir Sheikh Shawki Allam, Januari 2020

Mufti (Ulama) Agung Mesir Shawki Allam telah mengeluarkan fatwa baru yang melarang perdagangan salah satu kriptocurrency terkemuka di dunia dan menyatakannya dilarang dalam Islam.

“Bitcoin dilarang di Syariah karena hal itu menyebabkan kerugian bagi individu, kelompok, dan institusi,” Kata Mufti Besar Mesir Shawki Allam mengatakan pada hari Senin, seperti dikutip oleh suratkabar Ahram.

Ulama Mesir itu membandingkan pertukaran perdagangan kriptocurrency dengan perjudian, yang dilarang dalam Islam “karena tanggung jawab langsungnya dalam kehancuran finansial bagi individu.”

Dia menambahkan bahwa bitcoin dapat berdampak negatif terhadap keselamatan hukum bagi orang-orang yang memperdagangkannya, dan memberikan kemudahan dalam transaksi pencucian uang dan perdagangan selundupan.

Kajian Hadist Perdagangan Uang (admin aaz)

Untuk memahami hal ini paling tidak harus menelaah dua buah Hadist berikut.

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ يَدًا بِيَدٍ فَمَنْ زَادَ أَوِ اسْتَزَادَ فَقَدْ أَرْبَى الآخِذُ وَالْمُعْطِى فِيهِ سَوَاءٌ

“Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Barangsiapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba. Orang yang mengambil tambahan tersebut dan orang yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1584)

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِي سَلَّامٍ الْحَبَشِيُّ قَالَ سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ أَبِي كَثِيرٍ يَقُولُ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَبْدِ الْغَافِرِ يَقُولُ سَمِعْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ يَقُولُ جَاءَ بِلَالٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِتَمْرٍ فَقَالَ مِنْ أَيْنَ لَكَ هَذَا فَقَالَ كَانَ عِنْدِي تَمْرٌ رَدِيءٌ فَبِعْتُهُ بِهَذَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَّهْ عَيْنُ الرِّبَا عَيْنُ الرِّبَا فَلَا تَقْرَبَنَّهُ وَلَكِنْ بِعْ تَمْرَكَ بِمَا شِئْتَ ثُمَّ اشْتَرِ بِهِ مَا بَدَا لَكَ

Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Sa’id] berkata; telah menceritakan kepada kami [Mu’awiyah bin Abu Salam Al Habasyi] berkata; aku mendengar [Yahya bin Abu Katsir] berkata; aku mendengar [Uqbah bin Abdul Ghafir] berkata; aku mendengar [Abu Sa’id Al Khudri] berkata;

“Bilal datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa kurma, lalu beliau bersabda: “Dari mana engkau dapatkan kurma ini?” maka Bilal menjawab; “Aku mempunyai kurma yang jelek, lalu aku menjualnya (menukarkan) dengan kurma ini, ” maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Celakah kamu, ini adalah riba, ini adalah riba, Jangan sampai engkau mendekatinya. Akan tetapi juallah dahulu kurma milikmu sesukamu, setelah itu belilah apa yang engkau inginkan dengan uang penjualan tersebut.”(HR. Ahmad No.11167)

Kesimpulan dari kedua Hadist tersebut adalah :

  1. Bahwa ada dua jenis benda yang boleh (disunahkan) untuk dijadikan alat tukar (mata uang) yaitu Logam mulia dan bahan makanan pokok.
  2. Bahwa suatu mata uang harus secara fisik bisa dilihat dan dipegang dengan tangan.
  3. Bahwa suatu mata uang harus mempunyai nilai Intrinsik, yaitu mengandung nilai sesuai harganya.
  4. Bahwa antar mata uang hanya boleh dipertukarkan tanpa mengambil keuntungan. Artinya mata uang tidak boleh diperjual belikan, Jika mengambil keuntungan transaksi itu menjadi Riba. (Disimbolkan bahwa mengambil keuntungan dalam pertukaran Kurma baik dengan Kurma jelek) .
  5. Bahwa antar mata uang hanya boleh dipertukarkan dengan nilai yang tetap.(disimbolkan takaran tetap sama). Misalnya, di Amerika Serikat 1 gram emas bisa ditebus dengan 20US$ sedang 1 gram emas diIndonesia harus ditebus dengan Rp500.000 , maka Kurs US$ itu harusnya tetap di RP.10.000/US$, atau hanya boleh berubah oleh perubahan harga emas.
  6. Jika memperjual belikan mata uang yang halal saja adalah Riba, maka sudah pasti memperjualkan uang Digital sudah pasti haram. selain karena memang mengandung unsur perjudian (untung-untungan).

Pengertian uang, sejarah, fungsi, syarat, jenis, dan teorinya

Tidak semua orang tahu pengertian uang. Padahal setiap hari mencarinya. Hampir segala barang di dunia dapat dibeli dengan benda pemilik nama lain duit itu. Jangankan saat hidup, sebelum lahir dan sesudah meninggal pun banyak kebutuhan manusia yang masih memerlukan uang.

Bahan pembuatan uang dari kertas dan logam biasa. Bukan sutra, emas, ataupun perak. Meski begitu, nilai uang sangat tinggi. Silakan tukar saja dengan barang lain. Uang pasti dihargai sesuai nominal yang tertera. Padahal, harga bahan atau nilai intrinsiknya lebih murah.

Fungsi uang sangat banyak. Bukan hanya sebagai alat jual dan beli. Sejarah uang juga panjang. Mulai dari sistem barter sampai kebutuhan manusia akan alat tukar perdagangan. Detailnya akan uangindonesia.com uraikan di bawah. Kali saja Anda penasaran syarat dan jenis-jenis uang masa depan.

Pengertian uang

Dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

Dalam ekonomi tradisional, pengertian uang didefinisikan sebagai alat tukar. Tidak hanya uang seperti sekarang ini, benda lain seperti emas, perak, bahkan garam pun bisa dijadikan uang barang. Syaratnya ialah benda itu diterima secara umum oleh seluruh masyarakat setempat.

Ilmu ekonomi modern mendefinisikan pengertian uang lebih luas lagi. Bukan hanya sebagai alat pembayaran jual beli barang, jasa, dan kekayaan lain, melainkan juga pembayaran utang. Beberapa ahli menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

Sejarah uang

Jangankan uang kerts dan logam sekarang, pertukaran barang secara barter pun dulu belum dikenal manusia. Kehidupan saat itu tidak sekompleks sekarang. Manusia memenuhi kebutuhan sendiri-sendiri dengan sangat sederhana

Mereka pergi berburu jika lapar. Butuh pakaian tinggal membuat dengan bahan kulit binatang ataupun pohon. Ingin makan makanan lain, pergi ke hutan untuk mencari dan memetik buah yang diinginkan. Begitu seterusnya.

Namun seiring waktu berjalan, kebutuhan hidup manusia tambah banyak. Apa yang mereka peroleh tidak bisa memenuhi kebutuhan sendiri secara menyeluruh.maka dicarilah cara tukar-menukar barang antara individu satu dengan yang lain. Cara ini dikenal sebagai sistem barter.

Sistem barter

Sistem barter digunakan cukup lama, hingga berabad-abad. Sampai akhirnya manusia mendapati kendala pada sistem tersebut karena kehidupan lebih kompleks lagi.

Kendala pada sistem barter misalnya sulit ketemunya dua orang pemilik barang yang saling membutuhkan satu sama lain. Misal, Si A punya buah dan butuh ikan, ketemunya dengan B yang punya ikan tetapi butuhnya bukan buah, melainkan pakaian.

Uang barang

Menghadapi masalah seperti di atas, manusia memikirkan lagi hingga menemukan solusi baru. Yaitu menggunakan benda-benda tertentu sebagai alat tukar. Benda yang ditetapkan biasanya yang dapat diterima secara umum. Contohnya pada orang Romawi zaman dulu menggunakan garam.

Kalau diilustrasikan pada si A dan B di atas, maka seperti ini. A menemui penghasil garam dan menukarnya dengan buah. Setelah garam dimiliki, barulah menemui B yang memiliki ikan. Meskipun butuhnya pakaian, B menerima garam karena sudah ditetapkan sebagai uang barang. Sehingga B pun akan lebih mudah lagi menukarnya dengan orang lain yang memiliki pakaian.

Meski lebih mudah dari sistem barter, seiring perkembangan kehidupan manusia yang lebih kompleks, sistem uang barang memiliki kelemahan juga. Hal ini karena uang barang tidak mempunyai pecahan kecil sehingga kesulitan menentukan nilai, penyimpan dan pengangkutan yang susah, dan mudah hancur atau tidak tahan lama.

Akhirnya dicarilah benda yang mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:

  • Diterima secara umum
  • Lebih mudah dibawa, dan tahan lama

Pada waktu itu pemilik uang logam berhak penuh atas uang tersebut. Ia bebas menimbun sebanyak-banyaknya bahkan menempa untuk dijadikan perhiasan pun tak ada larangan. Hingga muncul ketakutan pedagangan makin maju tidak bisa dilayani oleh uang logam. Hal ini mengingat jumlah emas dan perak yang terbatas.

Lagi pula, uang logam juga akan menemui kendala lain jika dalam transaksi tukar-menukar menukar berskala besar. Jumlah yang dibutuhkan makin banyak tentu akan menyulitkan dipindahtangankan. Sampai akhirnya terciptalah uang kertas.

Namun, jangan salah. Uang kertas yang beredar saat itu adalah bukti kepemilikan emas atau perak. Kertas-kertas itu dijamin seratus persen oleh emas dan perak yang tersimpan pada pandai. Sewaktu-waktu uang ini dapat ditukar kembali dengan jaminannya secara penuh.

Pada perkembangan selanjutnya, inilah yang menjadi cikal bakal uang yang kita pakai seperti sekarang ini. Orang-orang tidak lagi menggunakan emas secara langsung untuk transaksi. Mereka lebih suka memakai kertas-kertas bukti tersebut.

Fungsi uang

Sudah dijelaskan di atas, fungsi uang sebagai perantara pertukaran barang dengan barang, menghindari sistem barter yang banyak menemui kendala, sehingga diharapkan transaksi perdagangan menjadi lebih mudah. Namun, secara lebih rinci dibedakan menjadi dua. Yaitu fungsi asli dan fungsi turunan.

Fungsi asli dibagi menjadi tiga:

  1. Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran
  2. Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) : Menunjukan nilai barang/ jasa (alat penunjuk harga), dan sebagai satuan hitung yang mempermudah pertukaran.
  3. Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta).

Fungsi turunan dibagi menjadi:

  1. Uang sebagai alat pembayaran yang sah.
  2. Uang sebagai alat pembayaran utang.
  3. Uang sebagai alat penimbun kekayaan.
  4. Uang sebagai alat pemindah kekayaan.
  5. Uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi

Syarat-syarat uang

Suatu benda dapat dijadikan sebagai uang jika memenuhi syarat-syarat berikut:

  1. Benda itu harus diterima secara umum (acceptability)
  2. Untuk memenuhi kriteria poin 1, benda tersebut harus bernilai tinggi atau setidaknya dijamin oleh pemerintah
  3. Terbuat dari bahan yang bisa tahan lama (durability)
  4. Kualitasnya sama (uniformity)
  5. Jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang tersebut
  6. Tidak mudah dipalsukan (scarcity)
  7. Mudah dibawa (portable)
  8. Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility)
  9. Memiliki cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).

Jenis uang

Berdasarkan jenisnya, uang dibagi menjadi dua. Yaitu uang kartal dan uang giral.

  • Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari (common money).
  • Uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan, contoh cek.

Uang menurut bahan pembuatannya

  • Uang logam

Adalah uang yang terbuat dari logam. Dipilih menggunakan logam karena bisa tahan lama. Pada awal kemunculannya dibuat dengan bahan emas atau perak. Semakin tinggi kadarnya semakin tinggi pula daya tukarnya. Dengan begitu uang seperti ini memiliki tiga nilai: Nilai intrinsik, yaitu nilai bahannya. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercetak/tercantum pada uang tersebut. Nilai tukar, yaitu nilai daya tukarnya. Misal Rp500.00 nilai tukarnya dapat permen, Rp10.000.00 nilai tukarnya bisa dapat sepiring nasi.

Yaitu uang yang terbuat dari bahan kertas. Uang jenis ini hanya memiliki nilai nominal dan nilai tukar yang tinggi, sedangkan nilai intrinsiknya tidak. Begitu juga pada zaman sekarang, uang logam dibuat dengan logam biasa sehingga nilai intrinsiknya tidak sebanding dengan nilai nominal.

  • Uang penuh (full bodied money). Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut.
  • Uang tanda (token money). Uang tanda adalah apabila nilai yang tertera pada uang lebih tinggi daripada nilai bahan yang digunakan untuk membuatnya. Dengan kata lain nilai nominal lebih besar daripada nilai intrinsik. Misal, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00.

Teori nilai uang

Teori nilai uang dibagi menjadi dua. Yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis.

  • Teori uang statis

Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai uang yang diakibatkan perkembangan ekonomi. Teori ini dibuat dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan seperti: apakah sebenarnya uang? Mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar?

Teori ini meliputi:

  1. Teori metalisme. Teori yang hampir sama dengan pengertian nilai intrinsik.
  2. Teori konvensi. Teori yang menyatakan uang bisa diterima secara umum di masyarakat karena atas dasar perjanjian/mufakat.
  3. Teori nominalisme. Teori ini menyatakan diterimanya uang berdasarkan nilai daya belinya.
  4. Teori negara. Teori ini menyatakan bahwa uang adalah benda yang ditetapkan oleh negara yang berfungsi sebagai alat tukar dan alat bayar. Jadi nilainya pun ditetapkan oleh pemerintah yang diatur oleh undang-undang.
  • Teori uang dinamis

Kalau teori diatas tidak mempersoalkan perubahan nilai uang, maka teori uang dinamis ini adalah sebaliknya.

Teori ini meliputi:

  1. Teori kuantitas. Pada teori ini David Ricardo menyatakan kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Kemudian Irving Fisher menyempurnakan teori diatas dengan menyatakan tidak hanya tergantung pada jumlah saja, melainkan juga pada kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang memengaruhi nilai uang.
  2. Teori persediaan kas. Teori ini menyatakan bahwa perubahan nilai uang tergantung dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
  3. Teori ongkos produksi. Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.

Itulah pembahasan tentang uang. Mulai dari pengertian, sejarah, fungsi, syarat, jenis, dan sampai teorinya. Jika ada yang salah, ingin megoreksi, menambahkan informasi lain, atau pun sekadar bertanya, silakan tuliskan di kolom komentar bawah.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: