Uang Digital Adalah

Peringkat broker opsi biner:

Apa Yang Dimaksud Dengan Cryptocurrency (Mata Uang Digital)?

Perkembangan mata uang digital atau cryptocurrency begitu cepat dan agresif.

Fundstrat Global melacak terdapat sekitar 630 uang digital di pasar. Jumlah itu belum termasuk produk investasi berbasis uang digital.

Perkembangan teknologi keuangan ini mulai mengguncang layanan keuangan dan sistem pembayaran global.

Namun, sebenarnya apa yang dimaksud dengan mata uang digital atau cryptocurrency ini? Berikut ulasannya!

Apa yang dimaksud dengan Cryptocurrency (Mata Uang Digital)

Cryptocurrency sudah ada sekitar sepuluh tahun lalu dan kini telah menjadi cukup populer, tersebar luas, serta dilingkupi juga atas banyak kontroversi dari perkembangan yang inovatif.

Mengutip dari situs Coinmarketcap.com, saat ini sudah ada 904 jenis mata uang kripto dan yang paling terkenal adalah Bitcoin.

Peringkat broker opsi biner:

Bitcoin ini pun berhasil mengerek harga mata uang kripto yang lain.

Cryptocurrency adalah mata uang digital di mana transaksinya dapat dilakukan dalam jaringan (online).

Tidak seperti halnya mata uang kertas yang dicetak, cryptocurrency didesain dengan memecahkan soal-soal matematika berdasarkan kriptografi.

Mata uang digital biasanya bersifat terdesentralisasi. Artinya, secara umum jauh lebih aman daripada yang sifatnya terpusat.

Nilai mata uang digital berbasis kriptografi berasal dari kelangkaannya, dan proses penciptaannya melalui pemecahan matematika yang rumit, nilai enkripsinya unik, dan kepercayaan dan penggunaannya juga berasal dari keseluruhan komunitasnya.

Cryptocurrency yang pertama kali hadir dan meraih kesuksesan adalah Bitcoin, yang ditemukan oleh Satoshi Nakamoto.

Kesuksesan Bitcoin ini menjadi inisiator munculnya tipe-tipe baru cryptocurrency yang mencoba untuk berkompetisi dengan Bitcoin.

Kapitalisasi pasar Bitcoin dan beberapa cryptocurrency populer lainnya seperti Litecoin, Ethereum, Dogecoin, dengan cepat mendekati US$100 miliar atau setara dengan Rp1,334 triliun.

Bagaimana Cara Cryptocurrency bekerja?

Satoshi Nakamoto telah berhasil menemukan sebuah sistem yang revolusioner yaitu sistem yang berfungsi untuk memudahkan transaksi uang digital terdesentralisasi.

Sistem uang terdesentralisasi adalah sebuah jaringan yang mampu menghubungkan para penggunanya tanpa kebutuhan perantara atau pihak ketiga atau otoritas pusat seperti perbankan atau pemerintah.

Hanya dengan smartphone berbasis Android atau laptop yang terhubung dengan internet, Anda dapat mengirim dan menerima uang dari manapun dan ke mana pun di seluruh dunia.

Menariknya lagi, hal tersebut dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, tidak bergantung pada hari kerja bank atau hari kerja pemerintah, tidak ada downtime dan transaksi dapat dilakukan dalam hitungan menit.

Masalah yang sedang kita hadapi pada sistem terpusat adalah terkait dengan perlunya biaya lebih untuk membayar jasa pada pihak ketiga sebagai perantara.

Selain itu, peran pihak ketiga yang sekarang dimainkan oleh bank atau pemerintah pasti terdiri dari sekumpulan aturan dan batasan-batasan tertentu, sehingga dapat dikatakan masih jauh dari efisiensi dan efektivitas.

Masalah tersebutlah yang dicoba diselesaikan oleh teknologi yang sekarang diperkenalkan dengan nama Blockchain.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang blockchain:

Mekanisme Blockchain

Blockchain merupakan platform di mana mata uang digital cryptocurrency dijalankan.

Cryptocurrency, kosakata turunan dari kata cryptography atau kriptografi (bahasa persandian), merujuk kepada sebuah kesepakatan dari para pengguna dan proses penyimpanan yang diamankan oleh sandi-sandi yang kuat.

Fungsi dari teknologi blockchain adalah untuk mengatur dan menjaga setiap penambahan data yang tersimpan pada tiap-tiap blok.

Blok-blok yang menyimpan data tersebut akan berhubungan satu sama lain dan membentuk jaringan terdesentralisasi atau peer to peer Networks (P2P).

Dalam blockchain, setiap data yang telah disimpan atau dicatat tidak dapat di sunting maupun dipalsukan.

Sederhananya, sistem ini memungkinkan Anda untuk mengirim emas melalui email.

Jaringan P2P adalah jaringan kesepakatan, oleh karena itu sistem ini mampu menghadirkan sistem pembayaran dan proses transaksi yang benar-benar baru dan efisien dalam bentuk uang digital.

Sebagai ilustrasi, cryptocurrency seperti Bitcoin terdiri dari jaringan-jaringan mandiri.

Tiap jaringan yang mandiri tersebut memiliki catatan yang lengkap tentang sejarah semua transaksi yang terjadi serta setiap saldo yang dimiliki oleh setiap akun pemilik Bitcoin.

Pada akhir setiap transaksi dan setelah adanya konfirmasi, suatu transaksi akan langsung, dapat diketahui oleh semua jaringan yang terhubung dengan jaringan blockchain tersebut.

Sebuah transaksi akan selalu berisi penjelasan bahwa telah terjadi transaksi dari A memberikan sejumlah Bitcoin kepada B dan kemudian ditandatangani secara digital oleh A dengan memberikan private key (dalam bentuk sandi alfanumerik) ke dalam sistem.

Setelah ditandatangani oleh A, maka transaksi itu akan secara otomatis diumumkan pada jaringan.

Informasi tersebut dikirimkan dari satu jaringan mandiri kepada seluruh jaringan mandiri yang lainnya yang tergabung dalam sistem.

Konfirmasi merupakan tahapan yang paling krusial serta kritikal dalam sistem cryptocurrency.

Konfirmasi adalah segalanya. Ketika sebuah transaksi tidak dikonfirmasi, maka akan ada kemungkinan bahwa transaksi tersebut sedang dibajak atau dipalsukan.

Ketika sebuah transaksi telah dikonfirmasi, maka transaksi tersebut akan disimpan dalam sebuah tempat yang disebut “Blocks”.

Catatan tentang transaksi tersebut tidak dapat diganggu gugat, tidak dapat diubah dan tidak dapat dibajak atau dipalsukan. Catatan transaksi tersebut telah dianggap sebagai catatan yang permanen dari sejarah keseluruhan transaksi, inilah yang disebut dengan Blockchain atau rantai blok.

Blockchain mungkin dapat dikatakan mirip dengan buku besar yang tersedia dalam jaringan atau online, di mana setiap transaksi dicatat dan dapat dilihat oleh keseluruhan pengguna jaringan internet.

Bedanya dengan perbankan, buku besar bank disimpan dan dimiliki oleh bank itu sendiri, sedangkan pada blockchain semua orang bahkan yang bukan pengguna sekalipun dapat mengakses buku besar tersebut.

Serangkaian proses inilah yang sebenarnya menunjukkan bahwa cryptocurrency sama sekali tidak membutuhkan manusia atau kepercayaan antara para penggunanya.

Hanya dengan menggunakan pengamanan yang berupa algoritma matematika yang kompleks yang menjanjikan keamanan dan ketidakmungkinan untuk dimanipulasi.

Pekerjaan para Penambang Cryptocurrency

Pertama dan paling penting adalah semua orang dapat melakukan cryptocurrency mining atau menambang mata uang digital. Mereka yang melakukan ini disebut sebagai miner atau penambang.

Para penambang dibutuhkan karena memang secara alami dalam sistem jaringan terdesentralisasi ini tidak memiliki otoritas pusat untuk melakukan pembagian tugas.

Selain itu, cryptocurrency membutuhkan sebuah sistem untuk mencegah setiap bentuk perbuatan curang atau penyalahgunaan jaringan.

Sebagai contoh, seseorang mungkin saja menciptakan ribuan jaringan mandiri (peers) dan menyebarkan transaksi yang palsu, maka hal tersebut tentu dapat merusak sistem sehingga merugikan orang banyak.

Oleh karena itu, para penambang dibuat seolah-olah bekerja sama dengan jalan mengkonfirmasi dan memverifikasi setiap catatan dan transaksi yang terjadi pada sistem.

Dengan demikian, apabila ada yang memalsukan data transaksi atau berbuat curang, sistem dapat mengetahui dan memberikan hukuman secara langsung, tepat dan akurat sesuai dengan logika-logika matematika yang ada pada sistem tersebut.

Untuk menjadi seorang penambang, Anda perlu memecahkan sebuah teka-teki kriptologi yang berupa persoalan-persoalan matematika rumit yang telah diatur oleh pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto.

Apabila kalian berhasil memecahkan teka-teki tersebut, maka sebagai penambang Anda akan membangun sebuah block dan menambahkannya pada sistem blockchain.

Para penambang juga diberikan izin untuk menambahkan transaksi cryptocurrency ke dalam sistem yang akan secara otomatis memberikan sejumlah Bitcoin kepadanya.

Inilah satu-satunya cara valid untuk menghasilkan Bitcoin “baru”. Bitcoin baru hanya dapat dihasilkan dari proses seorang penambang berhasil memecahkan teka-teki kriptologi sebagaimana dijelaskan di atas.

Tingkat kesulitan penambang akan bertambah seiring dengan naiknya kebutuhan kekuatan listrik yang dimiliki oleh para penambang.

Bagaimana Menentukan Harga dari Sebuah Cryptocurrency

Harga sebuah cryptocurrency sangat bergantung kepada mekanisme pasar.

Pasar cryptocurrency adalah pasar yang memiliki tingkat perubahan (volatilitas) dan fluktuasi yang sangat cepat berubah dan ekstrem, bahkan dalam waktu beberapa jam saja sebuah cryptocurrency dapat mencapai kenaikan harga sampai dengan 1000%.

Harga dari setiap mata uang digital tersebut sama seperti produk-produk pada umumnya, yaitu tergantung kepada permintaan dan penawaran.

Jika banyak orang melakukan permintaan terhadap suatu mata uang tertentu sedangkan penawarnya tidak begitu banyak, maka nilainya akan meningkat.

Seperti Bitcoin misalnya, jumlah total keseluruhan Bitcoin disediakan oleh sistem adalah 21 juta.

Oleh karena itu, suplai dari Bitcoin akan menurun dari waktu ke waktu dan akan menyentuh puncak suplainya pada tahun 2140.

Hal inilah yang juga menjelaskan mengapa nilai Bitcoin selalu lebih tinggi jika dibandingkan mata uang digital lainnya.

Cryptocurrency dapat dimanfaatkan untuk beberapa kegiatan. Untuk saat ini, baru ada 3 kegiatan transaksi yang dapat Anda lakukan menggunakan cryptocurrency, yaitu:

#1 Jual Beli Bitcoin di Pasar Bursa

Kegiatan ini sangat menjanjikan keuntungan baik untuk profesional ataupun bagi para pemula.

Karena pasar bursanya masih dapat dikatakan sebagai suatu hal yang baru, di mana arbitrase dan margin trading masih dimungkinkan terjadi secara luas dan sesering mungkin.

Harga mata uang yang masih berubah-ubah secara drastis memainkan peran yang sangat penting untuk mendatangkan investor-investor baru ke dalam pasar ini.

Dibandingkan dengan pasar bursa finansial yang konvensional, pasar cryptocurrency dapat dikatakan sangat bebas hambatan dan sangat mudah untuk bergabung ke dalamnya.

Anda dapat langsung mendaftar, menukarkan mata uang fiat Anda untuk sejumlah Bitcoin, dan langsung dapat memulai kegiatan trading mandiri.

Namun perlu diwaspadai, Bitcoin bukanlah mata uang fiat, yang artinya naik turunnya harga tidak akan bergantung atau dipengaruhi oleh ekonomi maupun kebijakan sebuah negara.

Berbeda pula dengan pasar saham pada umumnya, tidak ada pasar yang resmi untuk Bitcoin.

Ratusan pasar crypto yang tersebar di seluruh dunia yang dapat Anda akses 24 x 7.

Karena tidak adanya pasar resmi, maka hal tersebut memiliki konsekuensi tidak adanya harga resmi untuk mata uang digital ini.

#2 Pengeluaran Personal

Anda dapat menggunakan mata uang digital untuk membeli barang apapun, selama perusahaan-perusahaan ini menerima pembayaran menggunakan mata uang digital.

#3 Penggalangan Dana Massal (Crowdfunding)

Anda bisa memberikan sesuatu pada komunitas dengan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan penggalangan dana massal atau crowdfunding.

Keuntungan dengan memberikan donasi melalui Bitcoin adalah Anda tidak akan dikenakan biaya untuk transaksi tersebut dan uang yang Anda berikan tidak akan diberikan apabila proyek yang Anda danai tidak memenuhi atau mencapai kriteria.

Anda juga dapat menarik kembali donasi jika memang dirasakan tidak sesuai dengan tujuan awal Anda melakukan donasi.

Pahami dan Mulai Belajar Berinvestasi Cryptocurrency

Jadi Anda sudah tahu ‘kan apa itu cryptocurrency?

Apakah Anda tertarik untuk berinvestasi dengan mata uang digital dan bermain di pasar crypto?

Jika iya, Anda harus memahami risikonya terlebih dahulu. Silakan pelajari dan pahami risiko investasi mata uang digital di artikel ini.

Tetap waspada dan selalu pertimbangkan risiko yang ada sebelum berinvestasi apapun!

Apakah Anda sudah mulai berinvestasi mata uang digital atau cryptocurrency? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

Kenalan dengan Uang Digital: Pengertian dan Kerugiannya

Pasti kamu udah nggak asing lagi dengan sebutan yang satu ini. Yup, Uang elektronik atau uang digital memang tengah merajai kehidupan kita semua.

Gak cuma berguna untuk memudahkan berbagai pembayaran yang biasanya harus dilakukan pakai cash, metode uang elektronik juga banyak memudahkan sebagian besar masalah kita.

Dalam bentuknya yang paling awal, perdagangan adalah sistem penukaran satu barang atau jasa dengan barang lain (biasa disebut barter). Lukisan pada dinding kuno dan manuskrip menunjukkan bahwa manusia dahulu terlibat dalam perdagangan kulit binatang dan daging untuk penukaran layanan dan barang lainnya.

Secara bertahap, ide mata uang mulai muncul. Masyarakat primitif menggunakan kerang atau manik-manik sebagai uang. Di Mesopotamia dan Mesir, batangan emas digunakan sebagai uang tunai tetapi harus diukur setiap kali perdagangan dilakukan.

Kemajuan perkembangan keuangan, diperkirakan dimulai sekitar 700 hingga 500 SM. Koin yang dibuat dari emas dan perak mulai bermunculan dan digunakan sebagai mata uang baru yang bisa dihitung. Koin-koin ini segera menjadi standar untuk perdagangan pada sekitar 500 SM.

Hal ini mulai mengembangkan perdagangan antar negara. Karena logam mulia memiliki nilai standar di seluruh dunia, pada akhirnya negara-negara surplus mau menjual barang mereka ke negara lain yang membutuhkan.

Sementara dasar-dasar perdagangan tetap konstan hingga kini, pada abad terakhir perubahan besar dalam struktur dan sifat perdagangan semakin berkembang.

Sampai awal 1900-an, sebagian besar bisnis dikuasai oleh usaha pribadi seperti pedagang yang menjual barang dan jasa kepada penduduk setempat. Tak lama, perusahaan mulai banyak bermunculan dan mendorong didirikannya toko-toko dan perusahaan ritel.

Dengan perkembangan perekonomian yang cepat, sebagian besar pembayaran konsumen di seluruh dunia sekarang mulai berpindah ke cara digital. Perkembangan teknologi di era ini pun jauh lebih pesat (eksponensial) ketimbang puluhan hingga ratusan tahun lalu.

Walaupun sudah tau sedikit tentang uang elektronik, ternyata ada banyak banget fungsi, keuntungan-kerugian hingga fakta menarik tentangnya yang tentu saja wajib kamu ketahui.

Apa saja ya kira-kira? Yuk kenalan langsung sama uang digital di bawah sini.

Apa itu Uang Digital Sebenarnya?

Mata uang digital adalah bentuk mata uang yang hanya tersedia dalam bentuk digital atau elektronik, dan tidak dalam bentuk fisik. Ini juga disebut electronic currency, atau cyber cash.

Mata uang digital tidak berwujud dan hanya dapat dimiliki dan ditransaksikan menggunakan komputer atau smartphone yang terhubung ke Internet. Sebaliknya, mata uang fisik, seperti uang kertas dan koin memiliki wujud dan transaksi hanya mungkin dilakukan oleh pemegangnya yang memiliki kepemilikan fisik.

Kalau kamu bertanya, apakah kartu kredit atau debit termasuk uang digital? Jawabannya iya. Yang ada bentuk fisiknya disini hanyalah kartunya, bukan uangnya atau isi rekeningnya. Bedakan dengan uang kertas atau koin yang memang si “uang” nya berwujud fisik.

Seperti halnya mata uang standar, mata uang digital dapat digunakan untuk membeli barang serta membayar layanan dan tagihan tertentu.

Mari kita ambil contoh, mungkin ada orang Amerika yang melakukan pembayaran dalam mata uang digital ke rekanan jauh yang berada di Singapura, asalkan mereka berdua terhubung ke jaringan yang sama, transaksi dalam mata uang digital akan berlangsung dengan mudah.

Mata uang digital menawarkan banyak keuntungan. Karena pembayaran dalam mata uang digital dilakukan langsung antara pihak yang bertransaksi tanpa perlu perantara, transaksi jenis ini biasanya instan dan berbiaya murah.

Tarif ini tentunya jauh lebih murah dibandingkan dengan metode pembayaran tradisional yang melibatkan bank atau lembaga lainnya. Transaksi elektronik berbasis mata uang digital juga memiliki bukti penggunaan uang yang diperlukan untuk menunjukan transparansi dalam transaksi.

Database uang digital dapat disimpan di satu tempat (centralized, rekening bank) di mana ada sebuah pusat kendali atas jumlah uang beredar, atau bisa juga tersebar (decentralized, misalnya bitcoin), di mana kendali atas jumlah uang beredar berasal dari berbagai sumber.

Sejarah Terciptanya Uang Digital

Pada tahun 1983, sebuah makalah penelitian oleh David Chaum memperkenalkan gagasan uang digital.

Pada tahun 1990, ia mendirikan DigiCash, sebuah perusahaan uang elektronik, di Amsterdam untuk mengkomersialkan ide-ide dalam penelitiannya. Namun, perusahaan ini akhirnya bangkrut pada 1998.

Yang lainnya ada E-gold. E-gold sendiri adalah uang Internet pertama yang banyak digunakan, diperkenalkan pada tahun 1996, dan tumbuh menjadi beberapa juta pengguna sebelum Pemerintah AS menutupnya pada tahun 2008.

Pengguna layanan e-gold menggunakan istilah “mata uang digital” untuk menggambarkan pembayaran peer to peer dalam berbagai instrumen.

Asal-usul mata uang digital juga diduga berasal dari Dot-com Bubble pada kisaran tahun 1990-an.

Perkembangan uang digital tidak berhenti di sini begitu saja. Pada tahun 1997, Coca-Cola menawarkan pembelian dari mesin penjual otomatis (vending machine) menggunakan pembayaran mobile.

PayPal juga turut meluncurkan layanan dalam mata uang USD pada tahun 1998. Layanan mata uang digital lain yang dikenal adalah Liberty Reserve, yang didirikan pada 2006.

Cara ini memungkinkan pengguna mengonversi dolar atau euro ke Dolar Liberty Reserve atau Euro, dan menukarnya dengan satu sama lain dengan biaya 1%.

Beberapa perusahaan pengembang mata uang digital dianggap menggunakan skema ponzi untuk pencucian uang, mereka lalu dituntut oleh pemerintah AS dan dilarang untuk beroperasi lagi.

Pada tahun 2009, Bitcoin diluncurkan, yang menandai dimulainya mata uang digital berbasis blockchain yang terdesentralisasi tanpa server pusat, dan tidak ada aset berwujud yang disimpan sebagai cadangan. Bitcoin juga dikenal sebagai cryptocurrency.

Mata uang digital berbasis blockchain terbukti tahan terhadap upaya pemerintah untuk mengaturnya, karena tidak ada organisasi pusat atau orang dengan kekuatan besar untuk mematikan penggunaan cryptocurrency.

Keuntungan Menggunakan Uang Digital

1. Jauh Lebih Murah

Ketika kamu mulai membandingkan uang digital dengan beberapa metode pembayaran yang paling banyak tersebar (seperti PayPal), kamu mungkin akan kaget dengan biaya transfernya yang jauh lebih rendah.

Keuntungan semacam ini tentunya sangat membantu, mengingat biaya uang digital standar yang berkisar antara 0 dan 1 persen juga jauh lebih rendah daripada biaya kartu kredit.

Perbedaan-perbedaan ini sangat besar bahkan untuk transaksi yang lebih kecil, dan menjadi lebih dan lebih substansial saat nilai transaksi berjalan.

Dengan kata lain, mulai menggunakan uang digital adalah sebuah ide yang baik untuk dilakukan sesegera mungkin.

2. Meminimalisir Penipuan

Berbeda dengan kepercayaan populer bahwa pencurian aset fisik adalah hal paling berbahaya. Di era informasi sekarang ini, kehilangan informasi pribadi atau memberikan identitas ke pihak ketiga yang tidak dikenal secara online bisa jauh lebih berbahaya.

Dengan menggunakan uang digital, kamu tidak dipaksa untuk memberikan informasi pribadi seperti nama atau alamat.

Di sisi lain, hal ini mungkin tidak bisa dilakukan dengan metode pembayaran standar seperti kartu kredit. Karena alasan ini, banyak orang yang mulai membiasakan diri untuk seimbang menggunakan uang digital atau uang tunai.

Bahkan, beberapa peneliti telah berspekulasi bahwa uang digital mungkin bisa menggantikan uang tunai di masa depan nanti.

3. Transaksi Apapun Tanpa Batas

Dunia bisnis internasional semakin terjalin dari waktu ke waktu. Kamu mungkin sudah tahu, memulai usaha atau bisnis di luar negeri, memiliki partner internasional, atau bahkan memindahkan sumber daya manusia (pekerja) yang kamu punya ke perusahaan yang jaraknya ratusan kilometer kini sudah sangat umum terjadi.

Menurut para ahli di SEO GWM, hal yang sama berlaku untuk aspek lain dari infrastruktur bisnis yang sedang kamu kembangkan, seperti digital marketing, yang membutuhkan tenaga kerja yang sangat terampil serta alat yang canggih.

Di sisi lain, bertransaksi menggunakan mata uang digital juga jauh lebih murah, mudah dan bahkan menghemat waktu. Ini menjadi solusi ideal yang sangat berguna untuk dunia yang serba cepat seperti sekarang.

4. Mudah Dilacak

Detail pembayaran disimpan dalam database khusus pedagang. Baik pedagang dan pelanggan memiliki akses mudah ke informasi ini. Hal ini menghindari ambiguitas dan kebingungan saat melacak pembayaran.

5. Kenyamanan dan Aksesibilitas

Pelanggan tidak perlu lagi membawa uang tunai atau mengunjungi ATM. Bahkan, mereka bahkan tidak perlu hadir secara fisik untuk membayar! Pelanggan dapat membayar kapan saja dari bagian dunia mana saja.

Kerugian dari Uang Digital

1. Kurang Terpercaya

Salah satu hal yang menghalangi uang digital untuk mendapatkan kepercayaan dari pengguna adalah kenyataan bahwa metode ini masih relatif baru, dan belum sepenuhnya bisa diterima oleh masyarakat.

Walaupun di beberapa tahun terakhir uang digital sudah mulai dikenal, diakui, memiliki standar, serta meningkat di segi fungsionalitas, tetapi masih banyak yang meragukan kemampuan uang digital untuk dibawa ke pasar terbuka.

2. Harga yang Tidak Tentu

Sejauh ini banyak orang yang sudah paham keuntungan dari uang digital. Namun, masih ada beberapa kelemahan yang perlu dieksplorasi.

Salah satu kerugian yang harus dipertimbangkan adalah harganya cukup fluktuatif, yang berarti bahwa investasi kamu bisa berjalan dua arah.

Dengan kata lain, dengan harga yang berubah setiap hari, tidak ada yang tahu berapa perubahan nilai investasi kamu dalam waktu seminggu atau bahkan besok.

Bagi mereka yang mengikuti tren cryptocurrency, uang digital akan terlihat menjanjikan, mengingat bagaimana harga tampaknya terus naik. Namun, kurangnya riset mendalam bisa berakibat fatal. Karena itulah, beberapa orang masih mendukung metode pembayaran tradisional, terlepas dari semua kekurangannya.

Kritik Terhadap Penggunaan Uang Digital

Banyak mata uang digital yang bermunculan, mungkin sebagian diantaranya tidak mudah digunakan atau dipertukarkan. Bank umumnya juga tidak menerima atau menawarkan layanan untuk menggunakan uang digital.

Ada kekhawatiran bahwa uang digital sangat berisiko karena volatilitas yang sangat tinggi dan potensi skema ponzi yang agak berbahaya.

Regulasi di berbagai negara telah memperingatkan para pengguna uang digital, dan beberapa diantaranya telah menerapkan aturan konkrit untuk mencegah tindak kejahatan dan penipuan.

Uang digital tidak berwujud. Semakin anonim mata uangnya, semakin menggiurkan pula bagi penjahat. Bitcoin juga telah banyak dikritik karena bukti transaksi berbasis sistem yang kurang efisien. Berbeda dengan uang standar pada umumnya yang memiliki sistem sentralisasi dan dapat ditutup atau disita oleh pemerintah kapan saja.

Kesimpulan dari Penggunaan Uang Digital

Dari yang awalnya barter kulit hewan dan pasar perdagangan biasa, hingga toko ritel dan toko digital modern, ada pola jelas yang terlihat: bisnis cenderung bergerak ke arah baik untuk membuat kehidupan konsumen lebih mudah dan nyaman.

Saat ini, melalui inovasi dan kemajuan teknologi yang berkelanjutan, konsumen dapat membeli hampir semua barang dari mana saja di seluruh dunia.

Pada akhirnya, jelas bahwa uang digital memiliki potensi untuk merevolusi pergerakan dunia bisnis. Namun ini bukan pertama kalinya potensi sebesar ini terbuang sia-sia.

Meskipun uang digital menawarkan banyak manfaat yang tidak dimiliki modal ventura (uang standar pada umumnya), beberapa pemilik bisnis belum merasa nyaman untuk beralih sepenuhnya ke uang digital. Dengan kata lain, hambatan mata uang digital untuk memiliki kedudukan sama seperti uang standar bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga mindset.

Jadi gimana nih? Apa kamu tertarik untuk beralih sepenuhnya ke penggunaan uang digital? Atau masih betah pakai uang cash biasa?

Yuk share pengalaman ketika pakai uang digital kamu pada kolom komentar di bawah ini!

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: