Trik Binary Higher Lower Cara baca titik jenuh candlestick options

Peringkat broker opsi biner:

Gudang Tips dan Trik Forex Binary

Laman

Kamis, 18 Juni 2020

Cara membaca candle

Candlestick chart alias grafik mirip batang-batang lilin lampu ini sekarang dipakai dimana aja, padahal dulu sebelum tahun 1980-an boleh dibilang cuma orang-orang Jepang yang pakai grafik model begini. Ilmu yang lama tersembunyi di Jepang. Steve Nison pada tahun 1980-an memperkenalkan grafik lilin ini ke dunia Barat dan akhirnya populer sampai sekarang. Karena berasal dari Jepang, beberapa bentuk atau pola candlestick masih menggunakan istilah aslinya dalam bahasa Jepang namun beberapa lagi sudah diganti dengan istilah dalam bahasa Inggris.

Dengan mengamati bentuk-bentuk grafik lilin ini tanpa indikator apa pun kita bisa mengambil keputusan BUY atau SELL. Lebih baik lagi jika kita menggunakan juga indikator-indikator agar lebih Efektif. Menggunakan sistem trading dengan disiplin dan dengan manajemen uang dan manajemen risiko yang baik juga psikologi trading yang sehat ditambah pengetahuan akan bentuk-bentuk candlestick.

Intinya kita harus tahu 2 hal aja yaitu bentuk-bentuk candlestick yang menandakan harga akan berbalik arah (kalo sekarang harga lagi naik ya tunggu aja bentuk candlestick pertanda harga akan turun, juga sebaliknya) juga bentuk-bentuk pertanda harga masih berlanjut naik atau turun.
Bentuk-bentuk candlestick pertanda harga akan berbalik arah atau berlanjut banyak banget, bisa puyeng kalo harus diinget semua. Lagian gak perlu juga semua dihapal karena beberapa bentuk jarang nongol pula. Yang dibahas di sini bentuk-bentuk candlestick (candlestick pattern) yang sering muncul dan gampang dikenal. Pertama kita membahas bentuk candlestick standar dulu ya. Lihat gambar di bawah nih:

Jika harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan maka candle digambar putih, berarti harga naik. Sebaliknya jika harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan maka candle digambar hitam, berarti harga turun. Garis yang mirip sumbu lilin itu di ujungnya adalah harga tertinggi dan harga terendah, biasa disebut shadow (bayangan). Ada juga yang menyebut wick (sumbu) atau tail (ekor). Beberapa software trading ada yang menggambar candle putih dengan warna hijau dan candle hitam dengan warna merah.Sekarang kita bahas dulu bentuk-bentuk candlestick yang mengisyaratkan harga akan berbalik arah (reversal).

Sekilas Belt Hold mirip inverted hammer dan hanging man tetapi bedanya adalah tubuh Belt Hold panjang dan ekor sangat pendek. Mirip marubozu. Belt Hold putih (Bullish Belt Hold) muncul setelah trend turun dan pertanda harga akan naik. Belt Hold hitam (Bearish Belt Hold) muncul setelah trend naik dan pertanda harga akan turun.

Peringkat broker opsi biner:

Engulfing yang berarti “menyelubungi” adalah pola candle dimana candle kedua (kanan) seolah-olah menyelubungi atau menutupi candle pertama (kiri). Candle yang ditutupi (kiri) nggak harus seluruhnya (tubuh dan bayangannya) tetapi minimal tubuhnya saja. Namun kalau seluruhnya ditutupi itu lebih baik atau lebih signifikan (berbalik arahnya lebih kuat). Secara psikologis, candle dengan tubuh lebih kecil (kiri) mengisyaratkan bahwa pasar sudah kehilangan momentum dan arah pasar belum jelas. Selain itu akan ada kelanjutan trend sebelumnya atau berbalik arah. Bearish Engulfing (Engulfing Turun) muncul setelah trend naik dan Bullish Engulfing (Engulfing Naik) muncul setelah trend turun.

Sekilas Harami mirip Engulfing. Bedanya kalo Harami candle yang lebih kecil ada di kanan dan bentuk tubuhnya jauh lebih pendek ketimbang candle yang di kiri. Harami dalam bahasa Jepang artinya perempuan hamil. Lihat saja, mirip perempuan hamil kan? Candle yang di kanan adalah perutnya. :) Bentuk ini muncul karena harga sudah sampai ke titik jenuh di penghujung trend. Ada candle yang tinggi (kiri) diikuti oleh candle yang kecil (kanan). Tubuh dari candle yang kecil kurang dari separuh tubuh candle yang besar. Candle yang tinggi mencerminkan harga terbaik untuk memperoleh profit dari trend sebelumnya sedangkan candle yang kecil (perutnya) menunjukkan bahwa kondisi pasar sudah mulai jenuh dan ingin melakukan pembalikan. Posisi candle kecil harus berada di antara harga pembukaan dan penutupan candle besar. Kadang-kadang candle yang kecil bisa juga berupa doji. Warna candle yang besar dan yang kecil harus berlawanan. Itulah harami. Bullish Harami (Harami Naik) muncul di penghujung trend turun dan Bearish Harami (Harami Turun) muncul di penghujung trend naik. Oya, ada yang menyebut pola Harami ini dengan nama “Pregnant”. Sama aja artinya. Pada Harami kedua candle berbeda warna.

Tweezer (jepitan) adalah bentuk pembalikan arah yang sering muncul dan gampang dikenal. Di ujung trend naik muncul Tweezer Top yang memiliki harga tertinggi sama (High-nya sama). Di Ujung trend turun muncul Tweezer Bottom yang memiliki harga terendah sama (Low-nya sama). Jika muncul Tweezer trend akan selalu berbalik arah. Tweezer Top dan Tweezer Bottom Dibentuk oleh 2 candle hitam dan putih.

Bentuk Star ini dibentuk oleh tiga candle. Kunci bentuk ini adalah candle tengah yang berupa spin top atau doji. Jika berupa doji maka disebut Morning Doji Star dan Evening Doji Star. Morning Star merupakan indikasi pembalikan arah menuju trend naik, sedangkan Evening Star menuju trend turun. Ada lagi bentuk Morning Doji Star yang dojinya agak jauh di bawah yang disebut “Bullish Abandoned Baby” dan Evening Doji Star yang dojinya agak jauh di atas yang disebut “Bearish Abandoned Baby”. Morning Star atau Bintang Pagi berarti matahari terbit yang akan terus naik hingga siang (bullish) dan Evening Star atau Bintang Senja berarti matahari terbenam yang akan terus turun hingga malam tiba (bearish).

Sekarang kita akan membahas bentuk-bentuk candlestick yang mengisyaratkan harga masih akan berlanjut naik atau turun. Saat trend naik dan muncul bentuk-bentuk ini maka harga kemungkinan besar akan terus naik, begitu juga sebaliknya saat trend turun. Bentuk atau pola ini biasa disebut pola kontinuitas atau pola kelanjutan.

Three White Soldiers (tiga serdadu putih) adalah tiga marubozu putih yang muncul berurutan. Biasanya muncul saat harga sedang turun. Setiap candle ditutup pada level makin tinggi. Three Black Crows (tiga gagak hitam) adalah tiga marubozu hitam yang muncul berurutan. Biasanya muncul saat harga sedang naik. Setiap candle ditutup pada level makin rendah. Setelah muncul Three White Soldiers atau Three Black Crows biasanya harga koreksi dulu setelah itu melanjutkan lagi trend (naik atau turun). Three White Soldiers biasanya sih muncul saat harga berada pada posisi yang rendah cukup lama, muncullah Three White Soldiers atau harga melejit ke atas. Sreeet. Three Black Crows ya kebalikannya, biasanya muncul saat harga berada di posisi puncak cukup lama, muncullah Three Black Crows atau harga merosot tajam ke bawah.

Formasi Advancing Soldiers dibentuk dengan 4 candle. Bullish Advancing Soldiers muncul setelah trend naik dan pertanda harga akan turun. Bearish Advancing Soldiers muncul setelah trend turun dan pertanda harga akan naik. Candle pertama panjang seperti marubozu tetapi ada ekor di atas dan bawah kemudian diikuti spin top. Nah ini yang bisa menjebak. Kalau baru dua seperti ini kita pikir Harami yang terbentuk tetapi kemudian muncul lagi candle ketiga yang juga berupa spin top dan diikuti candle keempat yang mirip candle pertama.

Falling Three dibentuk oleh sebuah bearish body (candle hitam) yang cukup panjang kemudian diikuti spin top putih. Sampai di sini terbentuklah bullish Harami. Namun setelah itu muncul lagi spin top kedua (bisa hitam bisa putih) dan diikuti spin top ketiga yang juga putih lalu diikuti bearish candle kembali yang cukup panjang yang harga penutupannya lebih rendah dari candle hitam panjang yang pertama. Jika terbentuk formasi lima candle seperti ini (falling three) harga akan berlanjut turun.
Rising Three adalah kebalikannya. Para trader mulai menutup posisi buy mereka (take profit) karena sudah melihat candle putih panjang diikuti spin top hitam (bearish harami sudah terbentuk). Setelah trader melihat dua candle berikutnya yaitu candle ketiga (spin top hitam) yang harga penutupannya masih di atas harga pembukaan candle putih panjang sebelumnya, mereka ramai-ramai buka posisi buy lagi sehingga terbentuklah candle putih yang cukup panjang. Jika terbentuk formasi lima candle seperti ini (rising three) harga akan berlanjut naik.

Tips Belajar Membaca Sinyal Candlestick Akurat Secara Mudah

Trik Mudah Belajar Memprediksi Pergerakan Harga dengan Pola Candlestick

Candlestick adalah grafik yang populer dan paling banyak digunakan dalam platform trading.Namun karena begitu banyak macam macam bentuk candlestick lengkap (doji,body dll)dan membentuk pola serta artinya yang berbeda,kadang kita kesulitan untuk membaca artinya.

Tetapi jangan khawatir kita akan membahas trik dan tips mudah membaca sinyal dari candlestick tanpa harus menghafal seluruh bentuk bentuk pola candlestick yang ada.

Dengan mengetahui cara membaca candlestick (untuk trading Forex,bitcoin,iq option,bahkan untuk trading binary option 1 menit),kita dapat mengenali pola candlestik yang paling menguntungkan untuk meraih profit.

Belajar membaca candlestick tidak hanya menghafal dan mengetahui pola polanya saja.Telah banyak tersedia bahan pembelajaran misalnya buku,ebook pdf dll, yang berisi beratus ratus pola candlestick.

Dengan setiap masing masing pola memiliki keterangan serta informasinya untuk memprediksi/mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya dari pergerakan trading forex.

Pada faktanya dengan menghafal ratusan pola atau formasi candlestick tidak juga membuat perbedaan yang signifikan terhadap performa trading kita.

Banyak sekali pola candlestick diantaranya: Three black crow,Unique Three River Bottom,Concealing Baby Swallow dan entah masih banyak lagi ,dan apapun itu namanya.Terlalu banyak dan jadi pusing ,sehingga menurut saya sangat tidak praktis.

Aslinya kita tidak perlu untuk menghafal semua pola candle untuk melakukan analisa candlestick.

Kita hanya butuh mengerti gambaran besar cara membaca candlestick,karena sebenarnya masing masing candle telah dapat menginformasikan struktur harga,kekuatan trend dan dinamika buyer melawan seller serta prediksi kemana harga akan bergerak selanjutnya.

Langkah Belajar Membaca Candlestick Paling Mudah Tanpa Menghafal

Kita harus memiliki cara pandang yang bebar terlebih dahulu dalam melihat pergerakan harga dengan chart candlestick pada trading forex maupun binary option.

Kita anggap pergerakan harga yang terjadi tersebut adalah karena perang antara Buyer dan Seller.

Setiap bentuk candles adalah suatu pertempuran/perang selama masa perang.

Dan ke empat elemen dari candlesticklah sebagai tanda memberitahu siapa yang kuat,siapa yang mundur serta siapa yang memegang kendali dan siapa yang mempunyai peluang terbesar untuk memenangkan peperangan selanjutnya.

2.Memahami Gambaran Besar Ketika Melakukan Analisa Candlestick

Perlu diketahui dan ditekankan bahwa candlestick tidak bisa diamati hanya dalam satu pola saja,tanpa mengetahui dinamika harga sebelumnya.

Analisa candlestick harus diperhatikan dengan mempertimbangkan juga pergerakan harga lampau/sebelumnya.

Karena setiap waktu kita mencoba membaca candlestick ataupun pola harga,kita harus mempertanyakan beberapa hal penting berikut:

  • Apakah ukuran candlestick saat ini lebih kecil atau lebih besar dari candlestick sebelumnya?
  • Apakah perubahan ukuran candlestick tersebut berarti?
  • Apakah perubahan terjadi ketika sesi trading aktif?,contohnya candlestick pada pasar pair mata uang EUR sering mengecil pada saat sesi Asia karena volume tradingnya juga kecil?.

Point point tersebut sangatlah penting untuk dipegang agar kita dapat terhindar dari pemikiran sempit yang akan membatasi pemahaman gambaran besarnya.

Dengan bermodal pegangan tersebut,selanjutnya kita akan mengupas 4 elemen penting untuk membaca candlestick.

Inilah 4 Elemen Dasar Panduan Dalam Membaca Candlestick

  • Badan besar dan ekor pendek mengindikasikan pergerakan harga kuat
  • Semakin panjang Badan dan semakin kecil ekornya semakin besar pula kekuatannya

Ukuran dari badan candlestick merupakan point paling awal yang bagus,karena kita bisa mendapat banyak informasi darinya, yaitu:

  • Panjang badan dari candlestick menginformasikan kekuatan salah satu pihak (buyer/seller)
  • Ukuran badan candlestick yang memanjang bermaksud menunjukan menguatnya suatu momen
  • Ketika badan candlestick mengecil bermaksud menunjukan melemahnya suatu momentum

Kesimpulannya:Panjang badan candlestick menunjukan seberapa jauh harga sudah bergerak selama durasi candle tersebut (time frame per candle yang digunakan)

2.Panjang Sumbu Candlestick/ Ekor Candlestick

  • Ekor panjang dan posisi badan diujung menunjukan melemahnya pergerakan trend berpotensi terjadinya pembalikan arah.

Panjang sumbu dari candlestick menunjukkan volatilitas pergerakan harga:

  • Sumbu panjang menandakan bahwa harga bergerak cepat selama durasi candlestick terkait,namun mengalami penolakan disebabkan adanya perlawanan.
  • Apabila sumbu bertambah panjang,artinya volatilitas semakin meningkat,Biasanya terjadi pada akhir sebuah trend,sebelum harga akan berbalik arah atau disaat harga mendekati Support/Resistance penting.

3.Rasio Panjang Badan dan Sumbu Candlestick.

  • Ekor di kedua sisi (atas bawah) dan badan ditengah menandakan keraguan pasar dan kekuatan seller dan buyer seimbang.
  • Semakin panjang ekor dan semakin kecil badan candle menunjukan keraguan pasar yang berlarut.

Nah ,dari sini kita sudah mendapat gambaran besar untuk membaca candlestick:

  • Panjangan mana,Badan candlestick atau Sumbu candlestick?
  • Ketika terjadi trend dengan momentum tinggi,kita akan sering menemukan munculnya candlestick berbadan panjang dengan sumbu lebih kecil.
  • Ketika pasar sedang dalam ketidakpastian dan volatilitas meningkat sehingga badan candlestick mengecil tetapi sumbu candlestick lebih panjang.

4.Posisi Badan Candlestick

Elemen ini adalah pengembangan dari elemen diatas:

  • Apakah kita menemukan candlestick bersumbu panjang dengan posisi badan berada disalah satu ujungnya?Hal ini artinya mencerminkan perlawanan.
  • Candlestick dengan posisi badan candlestick berada ditengah tengan dengan terdapat sumbu diatas bawahnya manandakan kondisi keraguan pasar.
  • Dengan mengetahui dan memehami semua penjelasan elemen diatas tadi,maka kita akan bisa membaca candlestick tanpa harus menghafal bentuk dan nama namanya masing masing.

Penampilan warna candlestick pada tiap tiap platform trading dapat saja berbeda beda,namun intinya sama.

Dengan mengetahui dan memahami 4 elemen dasarnya,maka kita tetap dapat membaca sinyal candlestick dengan akurat,meskipun berbeda tampilan warnanya.

Contoh study kasus Analisa Candlestick

Dengan modal pemahaman tentang keempat elemen dasar analisa candlestick,sekarang kita bisa menggunakannya untuk menganalisa grafik harga.

Pada gambar diatas ,pergerakan harga menunjukan keadaan pasar sideways,berikut cara kita membaca candlestick pada kondisi tersebut:

  • Harga bergerak turun pada sisi kiri dengan candlestick Bearish yang kuat dan tidak ada satupun muncul candlestick Bullish ditengah tengahnya.
  • Selanjutnya,panjang badan candlestick mulai mengecil,namun ekornya/sumbu candlestick semakin panjang,ini artinya momentum pergerakan sedang melemah.
  • Selanjutnya harga bergerak kearah titik Support sebelumnya,dan saat ini berubah menjadi resistance dan candlestick menunjukkan penolakan/perlawanan harga pada titik tersebut.
  • Ketika pergerakan harga mendekati titik Support dibawah,dan badan candlestick semakin mengecil serta ekor/sumbu candlestick semakin banyak yang muncul.Hal ini artinya menandakan kondisi keraguan pasar,dan kemungkinan harga mampu menembus titik Support kecil.
  • Sebelum pergerakan harga menembus garis Support,harga menampilkan barisan candlestick bearish (turun) saja,yang artinya momentum pergerakan harga menurun/downtrend semakin kuat.

Contoh 3

Pada contoh ini,terbentuknya pola candlestick pin bar pada akhir trend.Dan pola pin bar termasuk pola dasar untuk menentukan kapan pergerakan harga akan berbalik arah/reversal.

Berikut analisa dari gambar diatas:

  • Pada saat Uptrend (arah naik),analisa candlestick melihat badan candlestick yang terlihat memanjang dan sumbunya kecil.
  • Selanjutnya muncul dua candlestick dengan ekor panjang kebawah,artinya harga berusaha bergerak kebawah,tetapi tekanan Seller masih kurang kuat.
  • Setelah perlawanan seller tadi gagal,muncul badan candlestick semakin kecil,sehingga menandakan bahwa pergerakan trend sudah mulai melemah.
  • Dan dari situ kemudian muncul candlestick Bearish balasan dengan ukuran badan candle yang panjang,artinya menandakan akan terjadi pembalikan arah harga untuk kebawah/reversal.

Nah itulah trik cara membaca candlestick dengan mudah tanpa harus menghafal bentuk dan macam macam polanya.

Tetapi jika anda masih ingin mengetahui apa saja bentuk dan macam macam pola candlestick secara lengkap bisa baca pada artikel berikut ini klik => Macam Macam Bentuk Pola Candlestick Lengkap Beserta Artinya

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: