Tinjauan Strategi Perdagangan Fx – Miliki solusi untuk trading yang lebih mudah dan sederhana

Peringkat broker opsi biner:

Tips Strategi Trading Sederhana

Dibaca Normal 4 menit

Kalau ada strategi trading sederhana dan mudah, mengapa harus cari yang sulit-sulit? Berikut ini uraian beberapa strategi trading paling simpel untuk pemula.

Kalau ada strategi mudah dan sederhana, mengapa kita harus cari yang sulit-sulit!? Keunggulan sebuah strategi trading tidak terletak pada seberapa sulitnya strategi itu atau berapa banyak indikator teknikal yang dipasang. Sebaliknya, seringkali justru strategi trading sederhana dengan satu atau dua indikator lebih profitable. Seperti apa strategi trading sederhana itu? Simak beberapa diantaranya di sini.

Strategi Trading Sederhana 1: MA Crossover

Apakah Anda pernah mendengar nama “Moving Average“? Ini adalah indikator teknikal paling sederhana yang bisa ditemukan dan dipasang dengan mudah di semua platform trading, termasuk Metatrader4 (MT4). Cara menggunakannya untuk trading pun sangat mudah.

Anda cukup memasang beberapa MA di platform, masing-masing dengan Period dan warna yang berbeda-beda. Misalnya, Period 5 (MA-5) dan Periode 20 (MA-20). Selanjutnya, amati persimpangan antara kedua MA itu untuk mendapatkan sinyal trading. Contohnya seperti pada gambar berikut ini, MA-5 dan MA-20 dipasang pada pair USD/JPY timeframe 15 Menit (M15).

  • Buy, jika MA-5 bergerak melintasi MA-20 ke arah atas.
  • Sell, jika MA-5 bergerak melintasi MA-20 ke arah bawah.

Simpel bukan!? Anda dapat mengubah-ubah timeframe dan period Moving Average yang digunakan, sesuai dengan kenyamanan. Sedangkan Target Profit dan Stop Loss bisa diatur sesuai selera. Umpamanya dengan menentukan pips tertentu, misalnya 5-15 pips dari harga Open Position (OP).

Peringkat broker opsi biner:

Boleh juga menentukan jarak beberapa candle, misal jika menggunakan candle M15, maka jarak 3-5 candle dari OP akan Close posisi, baik itu profit maupun loss. Alternatif lainnya, pasang Pivot Point, Fibonacci Retracement, ataupun sesuai aturan Risk/Reward Ratio yang Anda gunakan.

Strategi Trading Sederhana 2: Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah pita pengukur volatilitas harga yang biasanya dipasang mengapit garis Simple Moving Average (SMA). Ketika pita Bollinger Bands yang berada di atas dan di bawah SMA menyempit, maka itu artinya pergerakan harga signifikan akan terjadi dalam waktu dekat.

Oleh karena itu, langkah pertama untuk menjalankan strategi trading ini adalah memasang Bollinger Bands. BB biasanya sudah terlampir dalam platform trading MT4, jadi pemasangannya semudah mencari menu Indicators, lalu pilih Bollinger Bands.

Setelah dipasang, akan tampil seperti pada screenshot di bawah ini. Di sini telah terpasang Bollinger Bands pada pair EUR/GBP timeframe 2 Jam (H4) dengan setting Periods 20 dan Standard Deviations 2.

Aturannya, pertama-tama pastikan dulu bahwa Bollinger Bands memang sedang menyempit, mengapit SMA dan harga dengan ketat di tengah-tengahnya. Setelah itu:

  • Buy, jika ada candle tertutup sepenuhnya di atas garis SMA.
  • Sell, jika ada candle tertutup sepenuhnya di bawah garis SMA.
  • Tempatkan Stop Loss pada level high atau low di candle sebelumnya.

Itu adalah cara paling sederhana untuk menggunakan Bollinger Bands. Teknik yang lebih kompleks untuk memaksimalkan profit dapat disimak pada artikel Strategi Trading Double Bollinger Bands.

Strategi Trading Sederhana 3: Heiken Ashi Pada SubWindow

Strategi trading sederhana kedua ini tidak memanfaatkan indikator teknikal yang sudah lazim ada di platform trading Anda. Pada Metatrader4, sudah ada Heiken Ashi, tetapi apabila memasangnya maka akan secara otomatis merubah tampilan dan Anda tak bisa lagi melihat pergerakan harga pasar biasanya. Jadi, perlu mencari custom indicator dari sumber lain. Untuk itu, Anda dapat mengunduh indikator Heiken Ashi pada SubWindow yang sudah disediakan Seputarforex.

Tampilan Heiken Ashi ini mirip dengan grafik Candlestick, tetapi lebih rapi dan mudah dibaca. Cara membedakan candle Bullish, candle Bearish, dan pembalikan harga (reversal) pun lebih simpel.

Sebagaimana bisa dilihat pada Heiken Ashi yang dipasang pada pair AUD/USD timeframe 15 Menit (M15) di atas, kondisi pasar Bullish ditunjukkan dengan warna hijau. Kondisi Bearish terlihat dari warna candle merah. Sedangkan pembalikan harga signifikan disinyalkan oleh munculnya candle ramping berbentuk salib mirip doji.

Peluang trading terbaik adalah ketika pembalikan harga, yaitu saat trend Bullish berubah menjadi Bearish, atau dari Bearish menjadi Bullish.

Sebagai pelengkap Heiken Ashi, Anda bisa memasang indikator teknikal lain pula pada jendela trading. Tapi ingat, tak perlu gunakan terlalu banyak indikator. Agar tetap bisa membaca grafik pergerakan harga, 1-3 indikator saja sudah cukup memadai.

Bagi Anda yang ingin memperdalam wawasan mengenai dunia trading, serta bertanya langsung pada trader berpengalaman, silahkan bergabung di forum tanya jawab berikut.

Parmadita mengenal forex mulai tahun 2020. Sejak saat itu, menggali beragam pengetahuan dan pengalaman terkait forex dari berbagai sumber, baik tentang indikator teknikal biasa, psikologi trading, maupun Expert Advisor.

Strategi perdagangan Indonesia hadapi tantangan global

Selasa, 3 Februari 2020 01:34 WIB

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Jakarta (ANTARA News) – Udara dingin yang bisa mencapai minus tujuh pada pagi hari di Davos, Swiss, tidak menyurutkan lebih dari seribu CEO perusahaan besar dari berbagai belahan dunia mengikuti pertemuan tahunan World Economic Forum yang berlangsung sejak 21-24 Januari 2020

Ajang tahunan WEF menjadi penting bagi mereka dalam mengambil keputusan bisnis ke depan karena dalam forum itu dibahas berbagai tren, tantangan, dan solusi dan peluang di tahun ini.

Tahun ini organisasi yang didirikan profesor di bidang bisnis dari Universitas Jenewa, Swiss, Klaus Schwab itu mengambil tema besar diskusi “The New Global Context” yang tidak hanya membahas masalah ekonomi, tapi juga politik, sosial, lingkungan, dan teknologi.

Namun sejak awal, Klaus Schwab menegaskan bahwa pertemuan tahunan yang tidak hanya dihadiri CEO, tapi juga akademisi, tokoh politik dan pemerintahan, serta lembaga swadaya masyarakat dan jurnalis itu, bukan hanya untuk menginventaris masalah, tapi juga mencari solusi.

“Kita datang di sini untuk menangani berbagai tantangan regional dan domestik,” katanya pada pembukaan forum tersebut.

Ia berharap dari interaksi para pemimpin perusahaan, tokoh, dan akademisi, serta LSM, dan jurnalis itu akan menghasilkan salah satunya kesepakatan dan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan, di tengah tantangan global yang makin berat.

Tantangan tersebut antara lain berasal dari harga minyak mentah dunia yang cenderung menurun dan krisis di sejumlah negara yang belum berakhir, sehingga mempengaruhi perubahan bisnis dan pertumbuhan ekonomi global.

Dalam diskusi awal terkait ekonomi makro terungkap bahwa negara berkembang akan mendapat tantangan besar untuk menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Hal itu terkait dengan perlambatan ekonomi global, proses pemulihan ekonomi Amerika Serikat, krisis di Eropa yang bisa muncul sewaktu-waktu, penurunan harga minyak dunia, serta perlambatan laju pertumbuhan ekonomi China yang selama ini menjadi motor penggerak pertumbuhan global.

Pada diskusi dengan pembicara antara lain Co-founder and Managing Director The Carlyle Group David M. Rubenstein, Deputy Managing Director International Monetary Fund (IMF) Min Zhu, CEO SOHO China Zhang Xin, Vice-Chairman GE Hong Kong SAR John Rice, dan ekonom asal Jerman Axel Weber itu juga terkemuka tantangan lain di bidang ekonomi berupa risiko penggelembungan aset di beberapa beberapa negara, inflasi tak terkendali, kegagalan mekanisme sistem keuangan, dan krisis ekonomi pada sebagian negara utama di dunia.

Dari semua itu yang paling mengkhawatirkan adalah penurunan harga minyak mentah yang menyentuh angka di bawah 50 dolar AS/barel, serta keengganan AS memangkas produksi shale oil, yang bakal mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia.

Salah satu negara yang diperkirakan akan “terpukul” oleh tantangan global yang masih berat itu adalah adalah Rusia. Perekonomian negeri Beruang Merah itu diperkirakan tumbuh di bawah proyeksi 4,8 persen pada tahun ini.

Ekonomi Domestik

Lalu bagaimana dampak ekonomi global tersebut terhadap Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil yang juga hadir pada WEF nampak tidak khawatir dengan hal tersebut. Ia yakin kekuatan ekonomi domestik masih besar untuk menghadapi tantangan global yang bakal menghadang

Apalagi ia menilai pembicaraan mengenai Indonesia sangat positif di forum dunia itu. Pada sejumlah diskusi banyak pembicara yang mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah terutama di bidang reformasi birokrasi dan perbaikan iklim investasi. .

“Saya melihat pesan Presiden Joko Widodo tentang perbaikan iklim investasi di Indonesia sudah tersebar luas di sini (WEF),” ujar Sofyan.

Oleh karena itu ia tidak ragu investasi asing ke Indonesia bakal terus mengalir. Apalagi sejumlah negara maju melonggarkan likuiditas mereka.

Sofyan justru mengkhawatirkan penurunan pertumbuhan ekonomi Tiongkok karena negeri Tirai Bambu itu merupakan salah satu tujuan utama ekspor komoditas Indonesia.

Pada 2020, misalnya, ekspor Indonesia ke Tiongkok mencapai 22,6 miliar dolar AS dan pada Januari-Oktober 2020 nilai ekspor telah mencapai 14,6 miliar dolar AS.

Sofyan mengakui ada kecenderungan ekspor Indonesia menurun, tidak hanya karena perlambatan ekonomi Tiongkok, namun juga akibat pemerintah melarang ekspor bahan tambang dalam keadaan mentah (primer). Selama ini ekspor Indonesia ke Tiongkok didominasi produk bahan primer, termasuk tambang dan perkebunan.

Namun jangka menengah dan panjang, ia yakin dengan pelarangan ekspor bahan mentah, maka nilai ekspor Indonesia akan meningkat karena harga komoditas bakal naik setelah diolah terlebih dahulu di dalam negeri.

Hal senada dikemukakan Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel yang juga hadir di WEF. Ia menilai tantangan global yang semakin berat, merupakan peluang untuk menunjukkan kekuatan ekonomi dan pasar domestik.

“Pasar domestik kita yang besar adalah insentif dan bisa dimanfaatkan lebih maksimal di tengah tantangan global saat ini,” katanya di sela-sela pertemuan bilateral dengan sejumlah negara di Davos.

Untuk itu, ia akan mengoptimalkan semua perangkat yang ada di Kementerian Perdagangan untuk melindungi pasar dalam negeri, mendorong investasi, dan mendukung penguatan industri nasional.

Kendati demikian, Rachmat menegaskan pihaknya juga akan terus mencari peluang-peluang baru untuk menggenjot ekspor produk manufaktur bernilai tambah tinggi guna memenuhi target kenaikan ekspor tiga kali lipat dalam lima tahun ke depan.

Untuk itu, meski baru tiga bulan sejak pelantikan menjadi Menteri Perdagangan, ia langsung memanggil para pejabat perwakilan perdagangan di luar negeri — yang terdiri dari 24 atase perdagangan, 19 pejabat Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC), konsul perdagangan di Hong Kong, dan kantor dagang dan ekonomi di Taiwan — guna membuat strategi ekspansi pasar ekspor.

“Pejabat perwakilan perdagangan di luar negeri harus berperan aktif dan inovatif meningkatkan ekspor di negara akreditasi masing-masing,” ujar Rachmat yang juga mantan anggota Komite Inovasi Nasional (KIN) itu.

Keseriusan itu juga terlihat ketika ia meminta secara khusus Atase Perdagangan Indonesia di Jenewa, Swiss, Nugraheni Prasetya Hastuti untuk mencari peluang baru ekspor produk manufaktur.

“Tolong cari peluang-peluang lain untuk meningkatkan ekspor kita ke Swiss,” pintanya ketika berada di Bandara Zurich sebelum kembali ke tanah air pascamenghadiri pertemuan WEF di Davos, beberapa waktu lalu.

Permintaan Rachmat itu terkait strategi jangka menengah Kementerian Perdagangan untuk mengubah struktur komoditas ekspor. Selama ini ekspor nonmigas Indonesia didominasi produk primer (bahan mentah) yang mencapai 63 persen, sedangkan produk manufaktur hanya 37 persen.

Ke depan struktur itu akan diubah menjadi 65 persen produk manufaktur dan 35 persen produk primer. “Untuk mencapai target itu, saya akan berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri, Teknologi, dan Riset itu.

Sejauh ini pihaknya telah menginventarisasi 60 produk untuk mendukung perubahan struktur ekspor tersebut, antara lain berupa produk jasa, produk kreatif, produk kulit, elektronik, tekstil, kimia, kayu dan mebel, serta produk logam yang permintaannya masih tinggi di dunia, di samping mampu menyerap tenaga kerja yang besar.

Perubahan itu juga sejalan dengan prediksi Bank Dunia dalam “Commodity Price Forecast” yang menyebutkan indeks harga komoditas enegi akan turun dari 123,2 pada 2020 menjadi 121,9 pada 2020. Sedangkan indeks harga produk manufaktur naik dari 109 pada 2020 menjadi 115,4 pada 2020.

Oleh karena itu ia mengajak seluruh kekuatan terutama di jajaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk bekerja lebih keras dan tangkas, bahkan kalau perlu melewati rintangan yang berbahaya sekalipun agar target 300 persen kenaikan ekspor bisa tercapai.

“Seperti suatu ungkapan dalam Bahasa Itali yang pernah dipopulerkan Bung Karno, Vivere Pericoloso, yang berarti hiduplah secara berbahaya. Kemendag bercita-cita besar meningkatkan daya saing hingga dapat melipatgandakan ekspor nonmigas selama 2020,” ujarnya.

Oleh Oleh Risbiani Fardaniah
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: