Tarif Forex Untuk Tahun 2020 – Ekonomi Eropa Bangkit , Bagaimana Nasib Euro Hari Ini

Peringkat broker opsi biner:

Ekonomi Eropa Bangkit 2020, Bagaimana Nasib Euro Hari Ini?

Jakarta, CNBC Indonesia – Mata uang euro berakhir melemah pada perdagangan Selasa kemarin (7/5/19), tetapi masih bisa memperbaiki posisinya menjauhi dari level terlemah secara harian.

Mata uang 19 negara Uni Eropa ini mengakhiri perdagangan pada Selasa di level US$ 1,1190 (-0,06%), dengan level terendah harian US$ 1,1166.

Namun pada perdagangan Rabu pagi ini (8/5/19), euro terlihat bergerak menguat. Pada pukul 8:35 WIB, euro diperdagangkan di kisaran US$ 1,1196, mengutip kuotasi MetaTrader 5.

Sama-sama Safe Haven, Kenapa Yen Selalu Unggul Lawan Dolar?
Pasar Forex Sesi AS, Dolar Kembali Bersinar
Sudah Terlalu Dalam, Tren Koreksi Obligasi RI Mulai Terbatas
Rupiah Menguat di Kurs Tengah BI, Tapi Terlemah Asia di Spot

Tekanan euro pada Selasa kemarin karena adanya tekanan akibat proyeksi pertumbuhan ekonomi Jerman yang dipangkas tajam.

Dalam proyeksi ekonomi, Komisi Eropa memprediksi produk domestik bruto (PDB) Jerman hanya tumbuh 0,5% di tahun ini, jauh lebih rendah dari prediksi Februari lalu sebesar 1,1%.

Perang dagang Amerika Serikat (AS) – China dikatakan menjadi penyebab penurunan proyeksi tersebut. Perekonomian Jerman ditopang oleh sektor manufaktur dan ekspor, akibat adanya perang dagang ekspor dari Negeri Panzer itu menjadi terhambat.

Peringkat broker opsi biner:

Proyeksi PDB zona euro secara keseluruhan di tahun ini juga dipangkas menjadi 1,2% dari sebelumnya 1,3%.

Namun untuk tahun 2020, perekonomian Zona Euro diprediksi akan bangkit. Selain itu tingkat pengangguran juga akan terus menurun, meski inflasi dikatakan masih di level saat ini atau di bawah target 2% dari bank sentral Eropa, European Central Bank (ECB).

Komisi Eropa memprediksi PDB Zona Euro tahun 2020 sebesar 1,5% dan tingkat pengangguran akan turun menjadi 7,3%, dibandingkan prediksi tahun ini sebesar 7,7%.

Inflasi tahun depan juga diperkirakan sebesar 1,4%, tidak terlalu jauh dengan proyeksi ECB sebesar 1,5%.

Proyeksi membaiknya perekonomian tahun depan tersebut memberikan tenaga bagi euro untuk bangkit pada perdagangan hari ini terhadap dolar AS, meski fokus utama masih tertuju pada isu-isu terbaru terkait perundingan dagang AS – China.

Jika ada kabar bagus dari kedua belah pihak, yang menghindarkan dari babak baru perang dagang, euro berpeluang melanjutkan penguatan.

Begitu juga sebaliknya jika ada indikasi kuat AS akan menaikkan tarif impor dari China pada Jumat nanti, mata uang 19 negara ini bisa anjlok lagi.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(tas)

Ekonomi Global Diprediksi Makin Lesu, Bagaimana Nasib Indonesia?

Pertumbuhan ekonomi sejumlah negara maju diproyeksi melambat lebih dalam pada tahun depan akibat perang dagang antara AS dan Tiongkok yang masih berlanjut.

Pertumbuhan ekonomi global, terutama negara-negara maju diperkirakan akan melambat lebih dalam pada tahun depan seiring berlanjunya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Meski demikian, ekonomi Indonesia dinilai masih berpeluang tumbuh lebih baik.

Direktur Eksekutif Departemen BI Onny Widjanarko menjelaskan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini berdasarkan proyeksi BI akan melambat dari 3,6% pada tahun lalu menjadi 3,2%. Sementara pada tahun depan, pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan hanya akan naik tipis menjadi 3,3%.

Bank Sentral juga memproyeksi pertumbuhan ekonomi AS pada tahun ini akan melambat dari 2,9% tahun lalu menjadi 2,3% pada tahun ini dan 2% pada tahun depan. Demikian pula dengan ekonomi Tiongkok yang diperkirakan hanya akan tumbuh 6,2% tahun ini dan 6,1% pada tahun depan, melambat dari tahun lalu 6,6%.

Nasib ekonomi negara kawasan Eropa pun menurut Onny, tak akan lebih baik. Menurut proyeksi BI, ekonomi Eropa hanya akan tumbuh 1,1% tahun ini dan membaik menjadi 1,4% tahun depan.

“Dengan situasi kondisi ekonomi global, pertumbuhan Indonesia turut terpengaruh . Pertumbuhan ekonomi kita tetap bagus tapi naiknya tidak strong (kuat),” ujar Onny di Kuta, Bali pada Jumat (28/9).

Menurut Onny, pertumbuhan konsumsi rumah tangga saat ini masih cukup baik, meskipun tidak terlalu kuat. Rata-rata pertumbuhan konsumsi rumah tangga sejak 2020 sebesar 5%. Konsumsi rumah tangga ini, menurut dia, bakal tetap menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Konsumsi rumah tangga stabil. Indeks keyakinan konsumen naik dan turun, tetapi masih cukup kuat, terutama konsumsi masyarakat penghasilan di atas Rp 5 juta. Kemudian untuk masyarakat menengah dan bawah di bantu dengan bantuan sosial,” kata dia.

BI memproyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun depan akan berada di batas tengah kisaran 5,1%-5,5%. Sementara tahun ini, pertumbuhan ekonomi diproyeksi berada di batas bawah kisaran 5,1$-5,4%.

Adapun pemerintah memperoyeksi tahun ini ekonomi akan tumbuh pada kisaran 5,1%, turun dari target APBN 2020 sebesar 5,3%. Tahun depan, pemerintah memproyeksi petrumbuhan ekonomi sebesar 5,3%.

“PMI (Purchasing Manufacture Index) masih menurun, untuk investasi belum kuat. Namun, investasi bangunan cukup baik. Kinerja ekspor juga ,” kata dia.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro juga memproyeksi pertumbuhan ekonomi global bakal melambat tahun depan. Namun, jauh dari resesi seperti yang dikhawatikan banyak pihak.

“Ekonomi global belum ada tanda-tanda ke arah resesi. Resesi terjadi jika dua kali berturut-turut mengalami penurunan ekonomi, Indonesia sendiri jauh dari resesi karena sejauh ini respon kebijakan BI cukup baik,” kata dia.

Ia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan berada pada kisaran 5,22% dan meningkat pada tahun depan menjadi 5,37%. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih akan ditopang oleh pertumbuhan konsumsi.

Pertumbuhan Ekonomi

Dapatkan informasi terkini seputar ekonomi dan bisnis langsung lewat email Anda

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: