Strategi Trading yang Menguntungkan

Peringkat broker opsi biner:

Strategi Mudah Trading Tanpa Indikator yang Menguntungkan

Penulis: Dwiya Freelancer ( January 13, 2020 – 2:57 am ) Filed Under: Artikel, Pengetahuan, Teknik Trading Tagged With: #indikator, trading forex, trading tanpa indikator

Setiap trader forex memiliki teknik trading yang berbeda. Ada trader yang trading menggunakan indikator. Ada juga trader yang lebih nyaman trading tanpa indikator. Nah tentunya sebagian dari kita bertanya-tanya dari kedua teknik ini mana yang lebih baik?. Untuk itulah pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang strategi mudah trading tanpa indikator. Langsung saja kita mulai pembasannya ya..

Bisakah Trading Tanpa Indikator?

Sebagian besar sistem trading forex yang banyak dibagikan pasti menggunakan bantuan indikator, baik itu secara teknikal maupun fundamental. Namun tahukah anda jika ada sebagian yang mengklaim bisa trading tanpa harus menggunakan indikator. Hal ini tentunya membuat anda bertanya-tanya apa bisa trading tanpa indikator?

Sebelum itu, pertama-tama kita harus tahu dulu apa itu indikator. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, indikator adalah sesuatu yang dapat memberikan atau menjadi petunjuk atau keterangan. Dalam dunia trading forex sendiri, indikator ini mengacu pada tools bantuan dalam menganalisa harga. Tools ini bisa berupa chart pergerakan harga itu sendiri, indikator teknikal baik bawaan atau bisa juga berupa custom indikator (moving average, MACD, stochastic dan sejenisnya) dan juga indikator yang berupa faktor ekonomi/fundamental.

Dari sini tentunya kita sudah bisa melihat jika secara umum aktifitas analisa dan trading tidak bisa lepas dari yang namanya indikator. Namun jika indikator yang dimaksud di sini adalah indikator teknikal bawaan metatrader, maka anda bisa trading tanpa indikator.

Apa Saja yang Diperlukan Jika Trading Tanpa Indikator

Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang harus anda lakukan untuk bisa trading tanpa indikator:

Peringkat broker opsi biner:
  1. Pertama-tama anda harus membersihkan grafik anda. Hapus semua indikator yang ada di dalam metatrader
  2. Kedua gambar garis tren pada timesheet mingguan
  3. Ketiga lakukan hal yang sama setiap harinya

Awalnya anda akan sangat asing saat melihat grafik tanpa indikator ini, namun lama kelamaan-andapun akan terbiasa dengan sendirinya. Saat trading tanpa indikator, ada beberapa hal yang harus anda cermati, seperti:

  • Kedudukan dari harga saat itu
  • Arah umum kemana harga akan berjalan
  • Kinerja dari masa lalu dan hubungannya dengan kedudukan saat ini

Dengan melakukan hal-hal di atas, tentunya akan lebih memudahkan anda saat trading tanpa indikator. Bagi pemula yang terbiasa trading dengan indikator, awalnya hal ini mungkin akan terlihat susah dan rumit. Namun jika anda sudah terbiasa dan menghabiskan banyak waktu di depan grafik tanpa indikator, hal ini akan lebih mudah bagi anda.

Strategi dalam Trading Tanpa Indikator yang Menguntungkan

Berikut ini adalah beberapa strategi trading tanpa indikator yang bisa anda pakai saat trading. Dengan strategi ini tentunya anda kan bisa terhindar dari kegagalan dan bisa mendapatkan keuntungan. Langsung saja simak daftarnya berikut ini:

Strategi Pertama, Mengidentifikasi Kenaikan dan Penurunan Pergerakan Mata Uang Asing

Dalam setiap pergerakan dari mata uang asing, tentunya selalu ada kenaikan dan penurunan. Cara mengidentifikasinya adalah dengan identifikasi swing. Identifikasi ini bisa dilakukan dengan cara melihat titik-titik pembalikan di atas chart yang terdiri dari level low dan high, anda bisa mulai mengkategorikan menjadi higher low (HL), higher higher (HH), Lower Higher (LH) atau Lower lower (LL). Jika anda sudah mengetahui pergerakan harga, maka anda akan lebih mudah dalam bertrading.

Strategi Kedua, Identifikasi Pasar

Saat trading tentunya sangat penting bagi seorang trader untuk mengidentifikasi pasar terlebih dahulu. Dengan begitu kita akan mengetahui apakah keadaan pasar sedang sepi atau ramai yang bisa menjadi penentu lancarnya trading anda. Jika anda memperhatikan pasar saat kondisi swing, hal ini bisa mempermudah anda dalam mengidentifikasi keuntungan anda dalam trading. Dari sini anda bisa membuat keputusan apa anda harus melakukan trading atau tidak.

Strategi Ketiga, Identifikasi Titik Pembalikan Harga

Hal ini dilakukan supaya anda tahu apa saja yang sedang terjadi dalam pasar dan trend apa yang sedang terjadi dalam pergerakan pasar. Dengan mengidentifikasi titik pembalikan harga, anda juga bisa mengoreksi apabila ada beberapa titik pembalikan yang akan memberikan kerugian untuk anda. Bahkan anda juga bisa menentukan level-level seperti level resistance dan support yang akan memberikan kemudahan bagi anda untuk mengidetifikasi.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda..

Strategi Trading yang Paling Menguntungkan | Swing Trading

Kenali Pengertian Saham

Saham adalah surat berharga bukti kepemilikan kita terhadap suatu perusahaan. Saham yang bisa kita beli adalah saham terbuka dari perusahaan yang diperdagangkan di BEI (Bursa Efek Indonesia). Setiap kali membeli saham maka minimum pembelian adalah 1 lot, sama dengan 100 lembar saham. Jangan dibayangkan bila kamu akan menerima beratus-ratus lembar saham, big no!. Saham kamu akan secara otomatis dicatat dalam database digital.

Saham diterbitkan sebagai upaya perusahaan mengumpulkan modal secara terbuka. Perusahaan menerbitkan saham pertama di IPO (Initial Public Offering) yang mana masyarakat dapat membeli saham yang ditawarkan. Modal yang terkumpul lantas akan dipergunakan untuk kepentingan perusahaan. Masyarakat yang membeli saham disebut investor. Para investor berhak mendapat bagian dari keuntungan perusahaan. Berikut ilustrasi untuk penjelasan di atas:

Sebuah Perusahaan Tas Bagus pada tahun 2020 membuka IPO (Intial Public Offering) dengan tujuan ingin melunasi hutang perusahaan sebesar Rp 100 miliar. Kemudian Tas Bagus menerbitkan saham publik sebanyak 650 juta lembar, saham Tas Bagus di IPO seharga Rp 250 per lembar. Besaran saham publik yang ditradingkan adalah 15%. Tas Bagus mengumpulkan modal sebesar Rp 162,5 miliar. Dari IPO dana tersebut disalurkan kepada Tas Bagus. 15% saham yang dimiliki oleh masyarakat boleh diperjual belikan di bursa saham. Sampai disini transaksi sudah bukan milik Tas Bagus lagi, melainkan milik si pembeli saham.

Kenapa Harga Saham Bisa Naik Turun?

Setiap saham akan dihargai berbeda-beda, itulah yang menyebakan harga saham dapat naik dan turun. Harga saham bisa dipengaruhi dari kinerja perusahaan, image perusahaan, atau bisa juga karena track record perusahaan. Saham tidak bisa diprediksi 100%, maka dari itu penting menganalisa perusahaan sebelum membeli saham.

Para investor saham akan membeli saham di harga rendah dan menjualnya kembali di harga yang tertinggi. Jual beli saham ada yang berjangka pendek seperti (satu hari, seminggu, atau sebulan), ada juga yang berinvestasi di jangka menengah ( tiga bulan, enam bulan, atau satu tahun, banyak juga investasi jangka panjang ( lima tahun, sepuluh tahun, bahkan lebih). Keuntungan atau kerugian dari transaksi jual beli saham dilihat dari selisihnya. Selisih hasil jual beli saham adalah capital gain.

Modal : Harga Beli = Saham (Lembar)

Harga Jual x Saham = Selisih – Modal

Bagaimana Menganalisa Saham?

Analisa Fundamental, kita harus menganalisis nilai perusahaan pada saat ini dan ekspektasi nilai perusahaan di masa depan. Calon pembeli bisa menganalisa melalui laporan keuangan yang para investor bisa akses. Perusahaan besar dengan fundamental yang bagus belum tentu memiliki stock yang bagus juga. Masih ada faktor-faktor lainnya yang harus dipertimbangkan. Setelah tahu nilai dari suatu perusahaan lantas kita bisa membandingkan dengan harga saham perusahaan tersebut saat ini. Tujuan dari analisa fundamental adalah membeli saham dari perusahaan bagus dengan harga murah. Umumnya analisa ini dilakukan untuk investasi jangka panjang.

Analisa Teknikal, yang menjadi fokus bukan harga suatu perusahaan melainkan pergerakan harga dan aktivitas jual-beli perusahaan tersebut. Analisa teknikal cocok diterapkan untuk pembelian investasi jangka pendek. Investor dapat membeli saham berdasarkan trend supply and demand, juga chart dan grafik saham. Tujuan dari analisa teknikal ini supaya kita bisa membeli saham yang berpotensi naik hingga tahap resistance atau bahkan break-out, sebelum para investor lain mengincarnya.

Apa itu IHSG?

Indeks Harga Saham Gabungan, semua harga saham publik akan diinformasikan pada IHSG. Indeks pasar saham di bursa efek. Tiap saham yang diperjual belikan di bursa memiliki kode empat huruf. Semakin besar nilai kapitalisasi pasar, maka saham tersebut mampu menggerakkan IHSG.

Cara Bermain Saham

Dalam bermain saham tentunya investor harus memiliki strategi. Secara pribadi saya suka dengan strategi swing trading. Swing trading umumnya strategi yang dilakukan saat investor menginginkan keuntungan dalam jangka pendek (sehari atau seminggu, sepuluh hari, atau bahkan seratus hari). Bermain saham dengan strategi mencari momentum yang tepat untuk membeli dan menjual saham.

Swing Trading

Kamu harus paham trend apa yang sedang terjadi di pasar. Jangan lupa menganalisa dimensi, dimanakah market yang ingin kamu beli sahamnya dan tentukan komoditinya. Kamu harus tahu bahwa saham memiliki recistance dan support dalam sebuah range. Recistance merupakan wilayah batas atas harga saham dari harga saham terkini. Sementara support merupakan wilayah batas bawah harga saham dari harga saham saat ini. Dengan memanfaatkan recistance dan support para swing trader biasanya bermain cepat untuk meraih keuntungan. Swing trading umumnya dipilih jika trader ingin menciptakan uang besar.

Ketika harga saham perusahaan tertentu turun ke wilayah support, saat itulah trader biasa berbelanja saham (buy on weakness). Karena saat suatu saham turun maka saham tersebut juga akan melaju keatas. Begitu harga saham terus melaju naik hingga mencapai batas recistance maka saat itulah trader mengambil keuntungan dengan cara menjual sahamnya.

Ada juga strategi swing trading yang disebut trading breakout. Apa itu trading breakout? Saat harga saham menembus batas recistance , disitulah trader bisa membeli saham dengan nilai baru. Karena saat harga saham mampu mencapai breakout recistance, maka harga saham akan mencapai level recistance yang baru. Namun jika kamu takut terlalu mahal dalam membeli saham, kamu bisa membeli setengahnya. Sehingga kamu tidak mengambil resiko terlalu besar.

Dalam menjual saham menggunakan strategi swing trading, kamu bisa memasang posisi bertahap atau sekaligus. Misalkan pada hari pertama kamu membeli saham. Hari yang ke dua kamu menjual 10% dari saham. Hari ke lima kamu menjual sebesar 40% saham. Kemudian hingga hari yang ke sepuluh kamu menjual seluruh saham yang kamu punya. Hal ini bisa kamu lakukan jika pergerakan pasar menunjukkan pergerakan signifikan positif dari suatu saham. Sehingga apabila saham menembus nilai breakout, kamu tidak perlu membeli harga saham yang baru. Tapi teknik ini cukup spekulatif. Lebih amannya trader menjual saham pada posisi saham di batas recistance. Sebenarnya pada tahap ini trader sudah mendapatkan keuntungan.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: