Strategi Put dan Call dengan Price Action

Peringkat broker opsi biner:

Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action

Dibaca Normal 5 menit

Formasi bar pada price action mencerminkan sentimen para pelaku pasar, dan bisa memberikan petunjuk awal atau sinyal arah pergerakan harga selanjutnya.

Pada dasarnya price action adalah rentetan pergerakan harga dari waktu ke waktu, dan analisa price action dilakukan dengan mengamati formasi bar candlestick.

Berikut ini beberapa istilah dalam trading dengan price action:

Disebut juga dengan ‘bullish bar’, yaitu bar dengan level high yang lebih tinggi dari high sebelumnya (higher high) dan level low yang lebih tinggi dari low sebelumnya (higher low). Rentetan dari up bar pada gambar diatas menunjukkan pergerakan uptrend. Pada umumnya harga penutupan dari up bar tersebut lebih tinggi dari harga pembukaannya, tetapi bisa juga lebih rendah seperti yang tampak pada bar candlestick berwarna hitam pada rentetan up bar gambar diatas. Meski demikian bar tersebut termasuk dalam up bar karena level tertinggi dan terendahnya masih lebih tinggi dari level tertinggi dan terendah bar sebelumnya. Rentetan up bar tersebut menunjukkan bahwa saat itu buyer atau ‘the bulls’ sedang mengendalikan pasar.

Disebut juga dengan ‘bearish bar’, yaitu bar dengan level high yang lebih rendah dari high sebelumnya (lower high) dan level low yang juga lebih rendah dari low sebelumnya (lower low). Rentetan down bar pada gambar diatas menunjukkan pergerakan downtrend, dan menunjukkan bahwa saat itu seller atau ‘the bears’ sedang mengendalikan pasar.

Peringkat broker opsi biner:

Inside Bar adalah bar dengan level high yang lebih rendah dari high sebelumnya dan level low yang lebih tinggi dari low sebelumnya. Banyak trader yang menganggap bar dengan level high atau low yang sama dengan bar sebelumnya sebagai inside bar. Formasi bar yang seperti ini menunjukkan ketidak-pastian pasar atau keadaan konsolidasi dimana buyer dan seller saling menunggu, jika menembus level tertinggi bar sebelumnya maka buyer yang menang dan sebaliknya jika menembus level low bar sebelumnya maka seller yang menang dan mengendalikan pasar.

Outside Bar disebut juga dengan ‘mother bar’, yaitu bar yang ‘menelan’ inside bar, atau pada formasi engulfing bar adalah bar yang ‘menelan’ bar sebelumnya. Pada prinsipnya outside bar adalah bar dengan level high yang lebih tinggi dari level high bar sebelumnya atau bar sesudahnya, dan level low yang lebih rendah dari level low bar sebelumnya atau bar sesudahnya.

Dalam istilah candlestick, kombinasi formasi outside bar dan inside bar sering disebut juga dengan ‘harami’. Pada contoh diatas level penutupan outside bar lebih tinggi dari level pembukaannya yang menunjukkan buyer sedang mengendalikan pasar sebelum terjadi konsolidasi.

Sinyal Trading Dari Price Action

Formasi bar pada price action mencerminkan sentimen para pelaku pasar, dan bisa memberikan petunjuk awal atau sinyal arah pergerakan harga selanjutnya. Sinyal atau isyarat dari price action biasanya ditunjukkan oleh terbentuknya pin bar yang merupakan bar dengan ekor (sumbu) yang lebih panjang dari body-nya. Semakin panjang ekor berarti semakin kuat sentimen penolakan pada level harga tertentu.

Dalam keadaan pasar yang sedang trending, pin bar biasanya mengisyaratkan akan terjadinya pergerakan reversal atau yang berlawanan dengan trend saat ini, dan pin bar tersebut sering dinamakan pin bar reversal. Berikut beberapa pin bar reversal dimana salah satunya gagal (failed) atau merupakan sinyal trading yang salah (false signal):

Faktor-Faktor Pendukung Sinyal Trading Dari Price Action

Untuk menghindari kemungkinan kesalahan seperti pada gambar di atas, maka diperlukan faktor-faktor pendukung yang mengkonfirmasi sinyal trading dari price action tersebut. Sehingga, trader bisa memilih sinyal yang probabilitasnya paling tinggi, yaitu yang dikonfirmasi oleh beberapa faktor pendukung.

Konfirmator atau faktor pendukung tersebut adalah level-level support dan resistance, arah trend serta indikator teknikal. Indikator yang sering digunakan adalah moving average untuk mengkonfirmasikan arah trend. Berikut contoh sinyal trading (pin bar) dengan 3 faktor pendukung:

Tampak pin bar yang terbentuk dikonfirmasi oleh 3 faktor, yaitu: arah trend (downtrend), penolakan oleh resistance garis horisontal (gagal menembus resistance tersebut), dan juga penolakan oleh resistance dinamis yaitu area antara kurva indikator exponential moving average (EMA) 21 dan ema 8. Dengan demikian probabilitas keberhasilan entry sell setelah pin bar adalah tinggi.

Jika tidak dalam kondisi trending pasar sedang berkonsolidasi. Pola-pola konsolidasi yang umum adalah sideways (ranging), segitiga (triangle), pennant dan lainnya. Ada kalanya pasar bergerak dalam range yang sempit dengan pola yang tidak menentu, keadaan ini dinamakan choppy yang sulit untuk diprediksi dan sebaiknya dihindari. Berikut contoh sinyal trading dari price action untuk kondisi trending dan ranging:

Tampak harga menembus level terendah outside bar yang berarti seller kembali mengendalikan pasar. Hal ini juga didukung oleh penembusan level support.

Bila Anda ingin memahami lebih jauh tentang price action, mendapatkan penjelasan yang lebih praktis, Anda bisa menonton video berikut:

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Strategi Put dan Call dengan Price Action

(Note: yang dimaksud ‘bar’ disini adalah satuan pada keseluruhan sebuah candle stick, jadi body plus ekornya.)

Pada trend pergerakan harga yang kuat (baik uptrend atau downtrend) formasi pin bar bisa sangat akurat, terutama pin bar yang terbentuk pada level-level support atau resistance yang signifikan. Ciri formasi pin bar adalah adanya sebuah bar yang ‘menonjol’ keluar diantara bar-bar lain yang menghimpit, yang menunjukkan terjadinya penolakan terhadap trend. Gambar dibawah adalah bentuk candle dari bearish pin bar dan bullish pin bar, dan contoh bullish pin bar yang terbentuk pada pergerakan harga uptrend, diawali dengan terbentuknya dua buah bullish pin bar pada akhir downtrend. Untuk pasar yang downtrend analisanya sama, hanya pin bar yang terbentuk adalah bearish pin bar.
Sangat dianjurkan untuk menggunakan strategi ini hanya pada time frame daily chart.

Formasi bar fakey (false) mengindikasikan penolakan pada level yang dianggap signifikan. Seolah-olah harga bergerak mengikuti trend yang sedang terjadi, tetapi kemudian berbalik arah. Acapkali setelah formasi fakey terbentuk, harga berbalik arah dengan kuat. Formasi bar fakey untuk uptrend ditunjukkan seperti pada gambar dibawah. Ciri utamanya terdiri dari inside bar, diikuti oleh bar false break yang terbentuk dan ditutup pada level range inside bar. Entry point adalah pada bar berikutnya saat bergerak melebihi level tertinggi inside bar ( atau level terendah untuk fakey downtrend / bearish).
Pada gambar dibawah tampak formasi bar fakey uptrend. Sebelum terjadi fakey harga tengah bergerak keatas, kemudian turun dan setelah terjadi penolakan pada formasi fakey, harga kembali bergerak naik.

Formasi inside bar mengindikasikan trend continuation, walau kadang bisa juga menunjukkan pembalikan. Tetapi cara mudah untuk penerapan dalam trading adalah pada trend continuation. Pada gambar dibawah terlihat formasi inside bar, dimana candlestick yang kecil secara utuh berada dalam range candle yang besar disampingnya. Inside bar menunjukkan konsolidasi pasar yang singkat, sebelum akhirnya terjadi breakout pada arah trend yang sedang dominan. Seperti pada gambar tampak bahwa sebelum breakout terjadi level support (garis merah) telah ditembus, kemudian terjadi konsolidasi singkat sebelum meluncur kebawah dengan kuat.
Strategi ini sangat bagus diterapkan pada daily dan weekly chart, dengan setup: risk kecil dan reward yang besar.

Seperti diperlihatkan pada ketiga contoh diatas, analisa dalam trading forex tidak harus komplek dan ruwet dengan menggunakan berbagai macam indikator pada trading chart sehingga terkesan membingungkan. Jika telah mempelajari setup price action secara keseluruhan, kita akan lebih percaya diri dalam trading, tetapi, diperlukan kesabaran, dedikasi dan disiplin untuk benar-benar memahaminya.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: