Strategi Perdagangan Untuk Bitcoin – Leading indicator

Peringkat broker opsi biner:

Strategi Trading Bitcoin yang Terbukti Membawa Keberhasilan

Bagaimana sih strategi trading Bitcoin agar mendapat keuntungan besar?

Tentunya Anda para investor juga pernah mempertanyakan hal ini bukan?

Mari jadikan investasi Anda lebih menguntungkan dengan mengenal beberapa strategi trading Bitcoin yang terbukti membawa keberhasilan berikut ini!

Trading Bitcoin Itu Sulit?

Pasar cryptocurrency atau mata uang digital terkenal akan rentang fluktuasi harganya yang ekstrim. Hal ini juga yang menyebabkan mereka menarik untuk dilakukan, namun sulit untuk dipelajari.

Tidak perlu dipungkiri lagi bahwa mayoritas orang melakukan trading Bitcoin untuk memperoleh keuntungan.

Dengan demikian, jelas bahwa Anda tidak bisa asal-asalan melakukannya, melainkan harus memahami teknik dasarnya terlebih dahulu.

Peringkat broker opsi biner:

Teknik paling mendasar dimulai dengan mengenal kondisi pasar yang umumnya terbagi menjadi 3 kondisi berikut:

#1 Kondisi Pasar Super Positif

Kondisi pasar super positif merupakan sebuah kondisi di mana harga Bitcoin cenderung akan terus naik sepanjang hari.

Sebagai contoh suatu pagi harga Bitcoin adalah Rp42.000.000, namun 3 jam kemudian naik menjadi Rp42.100.000, dan 5 jam berikutnya naik kembali menjadi Rp42.300.000, dan demikian seterusnya.

Dengan mengingat prinsip trading Bitcoin yakni, “Membeli di harga yang rendah dan menjualnya di harga yang lebih tinggi”, maka bisa dibilang kondisi pasar seperti ini sangat mendukung.

Anda bisa menikmati kenaikan sedikit demi sedikit hingga kenaikan pasar menjadi jenuh.

Saat pasar jenuh, beristirahatlah membeli sejenak hingga harga bisa turun kembali.

#2 Kondisi Pasar Super Negatif

Berkebalikan dari kondisi pasar pertama tadi, kondisi pasar super negatif menunjukan penurunan harga dalam perdagangan Bitcoin.

Sebagai contoh suatu pagi harga Bitcoin adalah Rp42.000.000, namun 3 jam kemudian turun menjadi Rp41.900.000, dan 5 jam berikutnya turun kembali menjadi Rp41.700.000, dan demikian seterusnya.

Saat kondisi pasar sedang seperti ini, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk membeli karena kemungkinan besar Anda akan mengalami kerugian. Kecuali Anda memang memikirkan investasi jangka panjangnya.

Namun, bukan berarti kondisi pasar ini tidak bisa membawa keuntungan lho!

Sebagai contoh, saat Anda memiliki 2 Bitcoin dengan harga beli Rp42.000.000, kemudian harga turun menjadi Rp41.900.000. Anda kemudian menyadari bahwa ada kecenderungan harga akan turun kembali menjadi Rp41.700.000.

Pada saat itulah Anda bisa menjual 2 Bitcoin dengan harga Rp41.900.000, sehingga Anda memperoleh Rp83.800.000.

Dengan uang tersebut, Anda kemudian bisa membeli kembali Bitcoin saat harganya sedang turun menjadi Rp41.700.000. Alhasil Anda memperoleh 2.01 Bitcoin.

Setelah itu, beristirahatlah hingga ada pergerakan naik pada harga Bitcoin, dan mulailah lakukan trading kembali.

Mengingat pada jangka panjang demand Bitcoin semakin meningkat sehingga harganya pun berpotensi untuk terus naik.

#3 Kondisi Pasar Stagnan

Kondisi ketiga dalam trading Bitcoin adalah saat kondisi pasar stagnan alias harga Bitcoin seolah tidak berubah.

Umumnya kondisi pasar seperti ini membuat para investor bosan. Eits, namun jangan salah kondisi pasar ini juga bisa memberikan keuntungan bagi Anda lho!

Hal ini mungkin terjadi bagi para pedagang Bitcoin yang melakukan scalping (perdagangan pada kondisi jangka waktu yang sangat pendek, kurang dari 1 jam dengan frekuensi sering dan dengan target penjualan kecil).

Pergerakan harga saat kondisi stagnan sangat mudah diprediksi, yakni dengan memasukkan jaring harga beli di low dan tentukan harga jual sedikit lebih tinggi dari harga tadi. Secara otomatis Anda akan memperoleh keuntungan dengan cara ini.

Dengan demikian, jangan pernah merasa bosan atau jenuh dengan kondisi stagnan.

Justru Anda bisa memanfaatkannya dengan cara di atas di mana Anda akan terus memperoleh notifikasi transaksi berhasil dan mendapat keuntungan sedikit demi sedikit.

Sebagai trader Bitcoin, bukan hanya kondisi pasar saja yang perlu diperhatikan. Anda juga harus menentukan strategi yang akan digunakan.

Selain itu, jangan sampai Anda lupa akan salah satu hal yang paling penting dalam keuangan, yaitu perencanaan.

Lakukan perencanaan keuangan sedini mungkin agar kebebasan finansial dapat tercapai.

Miliki panduannya dengan men-download ebook Finansialku berikut! GRATIS!

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Anda bisa mengetahui hal apa saja yang harus direncanakan secara keuangan saat ini dan masa mendatang. Lakukan sekarang juga!

Strategi Trading Bitcoin Agar Membawa Keberhasilan

Dibutuhkan pengalaman untuk dapat melihat proses trading Bitcoin secara menyeluruh, di mana Anda akan belajar dari kesalahan dan bagaimana solusi untuk mengatasinya.

Melalui beberapa pengalaman trader Bitcoin, maka diperoleh 5 strategi yang perlu Anda perhatikan saat melakukan jual beli atau trading Bitcoin sebagai berikut:

#1 Day Trading

Day trading merupakan strategi trading Bitcoin di mana Anda membuka dan menutup trading dalam jangka waktu satu hari.

Tujuannya adalah untuk membuat keuntungan secara cepat dari intraday price movements.

Strategi ini menghindari biaya dan risiko yang terasosiasi dengan menahan posisi lebih dari sehari. Namun, dibutuhkan perhatian dan fokus penuh untuk menjalankan strategi ini.

Jadi strategi ini bisa Anda gunakan saat Anda menyediakan waktu cukup untuk berjual beli.

#2 Scalping

Scalping merupakan salah satu bentuk dari day trading dengan frekuensi tinggi, di mana tujuan Anda adalah untuk memperoleh profit kecil dari jual beli dalam jumlah besar.

Strategi ini mencakup posisi opening yang sejalan dengan trend, dan kerap kali masuk dan keluar pasar berkali-kali seiring perkembangannya.

Individual trades akan ditahan hanya dalam beberapa detik hingga menit paling lama, sehingga bisa dibilang strategi ini adalah strategi dengan jangka waktu paling pendek.

Scalping bisa dibilang sebagai strategi jual beli yang efektif dalam menangani aset dengan rentang fluktuasi harga (volatilitas) yang ekstrim seperti Bitcoin.

Hal ini berlaku demikian karena Anda memperoleh keuntungan di awal dan meminimalisasi kerugian dengan posisi closing secepatnya jika pasar berubah.

#3 Trend Trading

Layaknya scalping, trend trading merupakan sebuah jenis trading yang menggunakan posisi opening yang sejalan dengan trend.

Namun bedanya adalah tujuan Anda yakni untuk memaksimalkan profit dengan menahan posisi open selama yang Anda bisa, daripada berpindah posisi dengan cepat.

Strategi ini bisa berlaku jangka pendek, medium, hingga panjang karena trend bisa berkembang dalam jangka waktu manapun.

Menggunakan strategi ini artinya Anda membutuhkan pemahaman akan indikator teknis yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi trend, termasuk dampak dari berita terbaru dan event ekonomi di pasar.

#4 Swing Trading

Swing trading memfokuskan pada osilasi harga dalam sebuah trend, bertujuan untuk memperoleh profit semaksimal mungkin dalam volatilitas pasar dengan cara bergerak di kedua arah seiring trend berkembang.

Meski strategi yang satu ini membuka lebih banyak peluang untuk memperoleh profit, namun Anda akan kesulitan berjual beli pada pergerakan harga yang pasti.

Hal ini juga disebabkan oleh kesulitan mengindentifikasi pergerakan atau swing yang akan terjadi.

Serupa dengan trend trading, strategi ini membutuhkan pemahaman akan indikator teknis dan faktor yang akan mempengaruhi pergerakan pasar.

#5 Position Trading

Position trading mencakup kegiatan menahan posisi untuk jangka waktu lebih dari satu hari, biasanya bisa mencapai berminggu-minggu, bulan, hingga bertahun-tahun.

Alasannya adalah Anda ingin posisi dengan lebih sedikit jual beli dibandingkan strategi lain yang telah disebutkan sebelumnya.

Jika Anda mencari posisi jangka panjang dalam strategi trading Bitcoin, strategi ini sangat sesuai. Sebagai contohnya adalah dengan mempertimbangkan teknologinya, rate of adoption, dan competitor.

#6 Automated Trading

Automated trading adalah cara trading dengan memanfaatkan program yang berjalan otomatis layaknya robot yang telah diprogram. Di sini Anda bukan lagi pengeksekusi kapan dilakukannya jual beli, tapi robot tersebut.

Jangan khawatir, robot sudah diprogram dengan algoritma trading sehingga tidak akan asal jual beli.

Anda bisa memprogram robot dengan Application Programming Interface (API), yaitu protokol untuk membangun aplikasi di atas sistem tertentu, misalnya untuk membangun BOT di atas Bitcoin Exchange.

Jadi intinya, BOT yang akan menggantikan Anda memantau pergerakan Bitcoin. Layaknya trading manual dengan membaca candle stick, Anda akan membuat algoritma sehingga BOT mampu melakukannya.

Anda berperan sebagai pilot awalnya, dan BOT yang akan melanjutkannya.

Tetapi, karena perkembangan Bitcoin sangat cepat, maka BOT mungkin saja tidak lagi bekerja maksimal dan tidak bisa membaca arah.

Nah, pada saat inilah Anda harus evaluasi dan mengubah algoritma sesuai perkembangan saat itu. Sampai akhirnya BOT bisa dinamis membaca situasi saat itu dan terus menjadikan dirinya harus profit ketika transaksi.

Bonus: Tips dalam Trading Bitcoin dan Cryptocurrency Lainnya

Sebuah strategi berguna dalam pengambilan keputusan, namun masih banyak faktor lain yang bisa menentukan kesuksesan Anda sebagai trader.

Misalnya saja pengalaman, sifat disiplin, dan dengan memanfaatkan beberapa tips berikut ini:

#1 Pelajari Soal Bitcoin

Dalam berinvestasi, serupa dengan investasi manapun, Anda harus mengetahui seluk beluknya dengan jelas sebelum mulai bermain di dalamnya.

Terlebih pada pasar Bitcoin yang terus berkembang, tentunya selalu ada informasi baru yang bisa Anda peroleh.

Sebagai contohnya, jika Anda ingin mempelajari Bitcoin, Anda bisa langsung mengunjungi situs Finansialku.com dan membaca artikel-artikel terbaru tentang Bitcoin, misalnya saja yang satu ini:

#2 Menentukan Tujuan dengan Jelas

Serupa dengan investasi manapun, Anda harus memiliki tujuan yang jelas sebelum melakukan investasi tersebut.

Dengan demikian Anda tahu betul ke mana arah yang ingin dituju dan bagaimana memosisikan diri Anda.

Idealnya, ada 2 pandangan umum dalam perdagangan Bitcoin, yaitu:

  • Hanya ingin mengumpulkan Bitcoin, dan
  • Ingin mengejar keuntungan dengan cara berjual beli

Jika Anda memutuskan untuk menjadi seorang trader Bitcoin, maka Anda harus memfokuskan diri untuk mengumpulkan keuntungan, bukan mengumpulkan Bitcoin.

#3 Menentukan Target

Saat berjual beli Bitcoin, Anda perlu meninggalkan jauh-jauh yang namanya sifat serakah.

Anda perlu memiliki rasa puas akan pencapaian Anda alih-alih selalu haus akan sesuatu yang lebih.

Salah satu cara mudah untuk menghindari keserakahan ini adalah dengan menentukan target penjualan di awal sehingga saat target tercapai Anda bisa merasakan kepuasan.

#4 Cerdas Menganalisis Kondisi Pasar

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, terdapat beberapa kondisi pasar yang akan mempengaruhi teknik trading Bitcoin.

Nah, saat Anda mampu menganalisis kondisi pasar dengan baik, maka Anda bisa menentukan apa tindakan yang sebaiknya dilakukan demi memperoleh keuntungan.

Di sinilah emosi yang stabil kembali berpengaruh, karena Anda harus melandaskan tindakan akan kondisi pasar dan data, bukan dengan emosi.

#5 Mampu Mengestimasi Harga Pasar

Di sini Anda perlu memahami beberapa indikator tertentu untuk dapat membantu Anda mengestimasi harga di masa depan.

Jika Anda sebelumnya pernah bermain jual beli forex, maka poin kelima ini umumnya mudah.

Namun bagi Anda yang masih pemula, jangan khawatir! Berikut beberapa tips dalam mengestimasi harga pasar di Indonesia:

  • Harga Bitcoin di Bitcoin Exchange Indonesia jarang sekali berada di bawah pasar Rusia dikarenakan pasar yang positif dengan supply yang terbatas.
  • Bitcoin Exchange di Indonesia bisa dibilang “follower” karena trader-nya tidak mau rugi namun takut untuk mengambil risiko. Mereka cenderung melihat harga luar terlebih dahulu sehingga bisa memanfaatkan harga internasional di ticker. Dengan demikian Anda bisa menebak harga yang akan terjadi.
  • Harga Bitcoin di Indonesia cenderung jarang berada di atas harga Bitcoin di negara penguasa Bitcoin (Amerika, Jepang, Eropa). Hal ini disebabkan masyarakat Indonesia yang belum terlalu spekulatif dan aktif layaknya negara tersebut. Dengan demikian saat pasar Indonesia berada di atas harga rata-rata pasar Bitcoin, maka bisa diestimasikan bahwa harga Bitcoin di Indonesia akan jatuh atau menurun.

Bagaimana? Apakah tips-tips tersebut bermanfaat? Aplikasikan dan buktikan tips ini bermanfaat dalam trading Bitcoin sekarang juga!

Kesimpulan

Bagi mereka yang baru memulai trading Bitcoin, tentunya merasakan kesulitan luar biasa.

Terutama karena Bitcoin memang tergolong sebagai suatu hal yang masih baru dan asing di kalangan masyarakat, serta karena asumsi dibutuhkan modal besar untuk membeli Bitcoin yang harganya sangat tinggi ini.

Namun, kami berharap Anda bisa memanfaatkan beberapa strategi trading Bitcoin beserta tips-tips di atas untuk memperoleh keuntungan lebih dalam berjual beli Bitcoin.

Intinya, Anda bisa memulai dari jumlah yang kecil terlebih dahulu agar bisa meminimalisasi kerugian.

Setelah Anda mengetahui celah-celahnya dan menemukan strategi terbaik dalam trading Bitcoin, Anda bisa meningkatkan jumlah yang diperjualbelikan.

Selamat mencoba dan semoga sukses!

Disclaimer: Penyebutan merek pada artikel ini hanya bertujuan sebagai sarana edukasi, bukan untuk tujuan-tujuan lainnya.

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai strategi trading Bitcoin yang terbukti membawa keberhasilan lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini.

4 strategi trading Bitcoin yang dapat Anda gunakan

Tim Luno

20 Feb 2020 • lama baca 4 menit

Banyak strategi trading Bitcoin yang digunakan trader, tapi apakah semuanya terbukti berhasil? Semuanya tergantung eksekusi dan persiapan trading . Di bawah ini, kami rangkum strategi trading yang secara umum dikenal di dunia aset kripto seperti Bitcoin.

Arbitrage

Arbitrage adalah strategi trading yang memanfaatkan selisih harga suatu aset kripto di dua Exchange yang berbeda. Strategi ini dilakukan dengan cara beli di satu Exchange dengan harga murah lalu menjualnya di Exchange lain yang harganya lebih tinggi secara simultan.

Mari analogikan harga masker di berbagai negara berbeda, tergantung jumlah permintaan dan penawaran ( demand dan supply ) di masing-masing negara. Misalkan harga satu kotak masker di Indonesia Rp 200 ribu sedangkan di Tiongkok Rp 350 ribu karena permintaan masker di Tiongkok lebih tinggi diaripada Indonesia. Disinilah teknik arbitrage dapat digunakan, yaitu membeli masker di Indonesia lalu Anda jual di Tiongkok dan dilakukan berulang-ulang.

Namun barang perdagangan barang fisik di lintas batas negara membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan waktu lama. Sedangkan di dunia kripto, arbitrage jauh lebih mudah dilakukan karena perpindahan aset kripto seperti Bitcoin dari satu Exchange ke Exchange lainnya dapat diproses dalam hitungan menit.

Secara sederhana, prosesnya adalah:

  • Beli BTC di Exchange A
  • Kirim BTC ke Dompet (Wallet) Exchange B
  • Tukarkan BTC dengan IDR kemudian lihat berapa profit yang Anda dapat.

Misalnya Anda memiliki modal sebesar Rp 10 juta yang Anda depositkan untuk beli Bitcoin di Exchange A dan Exchange B.

Harga BTC Exchange A : $9900

Harga BTC Exchange B : $10.000

ROI: (10.000 – 9900) / 9000 = 1,11%

Maka jika Anda lakukan arbitrage Rp10.000.000 maka ROI-nya adalah sekitar Rp111.000. Tapi ROI tersebut masih dalam bentuk gross (keuntungan kotor) jadi jangan lupa untuk cek biaya ( fee ) di masing-masing Exchange. Perlu Anda ketahui juga bahwa margin dari strategi ini biasanya tipis (dibawah 1%), untuk menyiasatinya pastikan Anda memilih Exchange dengan fee yang rendah seperti Luno (0.2% untuk taker dan 0% untuk maker).

Leading indicator

Strategi lainnya yang dapat Anda gunakan adalah melihat indikator saat terjadi pergerakan harga dalam periode tertentu atau periode yang Anda inginkan. Di dunia trading ada yang dikenal dengan istilah leading indicator yaitu sebuah indikator yang digunakan banyak trader untuk memberikan sinyal beli / jual ( buy/sell ) pergerakan harga Bitcoin guna membantu Anda mengantisipasi pergerakan harga di masa depan.

Misalnya jika Anda ingin beli atau jual Bitcoin, Anda dapat juga harus melihat leading indicator dengan cara memperhatikan pergerakan harga di Bitcoin di Exchange lain.

Biasanya kecepatan pergerakan harga Bitcoin di beberapa Exchange tidak persis sama karena pergerakan harga Bitcoin dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran di masing-masing Exchange yang tentunya berbeda-beda.

Sebut saja terdapat dua Exchange, yaitu Exchange A dan Exchange B. Karena permintaan dan penawaran di Exchange B lebih tinggi, harga di Exchange B akan lebih dahulu bergerak ketimbang Exchange A. Saat Anda ingin beli Bitcoin di Exchange A, perhatikan pergerakan harga di Exchange B. Jika harga di Exchange B mulai bergerak naik, biasanya Exchange A pun akan ikut bergerak naik. Sebelum Exchange A ikut naik, di sinilah Anda berpeluang untuk beli Bitcoin dan ketika tren di Exchange B menunjukkan tren harga terus naik, maka Anda dapat jual Bitcoin yang sudah Anda beli sebelumnya. Beberapa Exchange yang digunakan trader Indonesia sebagai leading indicator harga bitcoin adalah Bitstamp dan Binance.

Market timing

Di artikel kami sebelumnya kami pernah sampaikan bahwa penting bagi seorang trader untuk memperhatikan pergerakan harga karena dapat mempengaruhi kondisi pasar. Ada beberapa tren pasar yang biasanya digunakan para trader sebagai indikasi waktu yang tepat untuk beli atau jual.

Bull dan Bear market

Bull market terjadi ketika pembeli lebih banyak daripada penjual atau nilai pembelian lebih tinggi dari nilai penjualan (permintaan lebih tinggi daripada penawaran), maka saat itulah terjadi tren bullish.

Dalam trend ini, bull (pembeli) lebih memainkan peranannya karena naiknya permintaan akan membuat harga Bitcoin pun akan berangsur naik.

Jika penjual lebih banyak dari pembeli, atau penawaran lebih banyak dari permintaan, maka harga Bitcoin pun akan mulai turun. Tren pasar seperti ini disebut Bear market.

Breakout

Pergerakan harga di bursa atau Exchange Bitcoin manapun tidak pernah terus-menerus naik saja atau turun saja selamanya. Ada “garis batas” atau level tertentu yang kemungkinan dapat menghalangi laju tren harga. Namun, justru di sinilah peluang Anda untuk memanfaatkan level-level tersebut sebagai patokan harga untuk mengeksekusi market order baik jual atau beli.

“Garis batas” tersebut disebut Support dan Resistance. Support merupakan level terendah pada grafik harga Bitcoin dimana trader akan tertarik untuk beli karena harga dianggap murah. Sedangkan Resistance adalah level tertinggi yang menarik minat trader untuk menjual karena harga dianggap tinggi.

Bounce

Selain itu ada juga yang disebut dengan bounce yaitu memanfaatkan pantulan pergerakan harga ketika mencapai support atau resistance.

Lalu, mengapa tidak langsung jual tepat di level resistance atau beli tepat di level support?

Karena Anda memerlukan konfirmasi bahwa support atau resistance tersebut belum tembus. Pergerakan harga naik atau turun bisa saja sangat fluktuatif dan cepat hingga langsung menembus salah satu level tersebut. Pantulan inilah yang menjadi sinyal bahwa level support atau resistance masih kuat.

Selain memantul ( bounce) support dan resistance juga dapat berakhir dimana harga akan menembus ( break ) level-level tertentu. Pada saat seperti itu Anda masih bisa mencoba breakout trading dimana Anda memanfaatkan tembusnya support dan resistance dengan asumsi bahwa tembusnya support atau resistance cenderung diikuti oleh rally .

Market making

Berikutnya adalah market making (orang yang melakukan strategi ini disebut market maker). Strategi ini memanfaatkan pergerakan naik-turunnya harga yang cepat untuk mendapatkan keuntungan. Market maker atau Scalpers biasanya tidak melihat pergerakan harga jangka panjang, tapi hanya melihat level supply & demand pasar dalam time frame atau jangka waktu yang singkat.

Sebetulnya, strategi umum yang diterapkan market maker adalah beli di harga rendah, jual di harga tinggi dalam waktu sesingkat mungkin.

Seorang market maker tidak membeli/menjual Bitcoin di harga pasar. Mereka biasanya membuat Limit Order (perintah untuk membeli/menjual Bitcoin di harga tertentu). Misalnya harga Bitcoin sekarang adalah Rp 138 juta. Market maker akan membuat limit order harga beli di Rp 137 juta, dan harga jual di Rp 139 juta. Selisih dari harga jual dan harga beli ini yang disebut sebagai Market Maker Spread. Market maker dapat mengambil keuntungan dalam keadaan market naik/turun selama ada pembeli dan penjual di harga spread tersebut.

Cut-loss

Bagaimana jika ternyata harga turun terus ( downtrend )?

Jika Anda seorang market maker, salah satu strategi untuk menyiasati pergerakan harga yang fluktuatif adalah dengan melakukan cut-loss. Misalnya, Anda beli 0,1 BTC di harga Rp 139 juta / BTC kemudian harga turun menjadi Rp 138 juta / BTC. Daripada melakukan HODL, Anda dapat melakukan strategi cut-loss yaitu dengan menjual Bitcoin Anda saat harga turun agar dana hasil jual Bitcoin Anda dapat Anda gunakan kembali untuk beli Bitcoin.

Jual/beli Harga Modal Jumlah BTC
Beli Rp 139 juta Rp 13.900.000 0,1
Jual Rp 138 juta Rp 13.800.000 0
Beli Rp 133 juta Rp 13.800.000 0,103759

Dari tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa meskipun harga turun Anda masih mendapatkan keuntungan. Tapi hal ini berlaku jika Anda trading Bitcoin berulang-ulang selama harga menunjukkan tren turun.

Dari penjelasan kami di atas, strategi apa yang paling Anda sukai? Sampaikan pendapat Anda kepada kami melalui Instagram atau Facebook kami. Jika Anda ingin tahu lebih banyak lagi tentang trading Bitcoin, kami memiliki beberapa artikel yang bisa Anda baca di sini . Namun jika Anda ingin trading Bitcoin atau aset kripto lainnya di Luno, Anda dapat klik tombol di bawah ini.

Tim Luno

Kami menulis semua hal tentang cryptocurrency untuk mengedukasi dan membuka lebih banyak mata serta pandangan tentang cryptocurrency. Blog kami menyampaikan pandangan Luno dan berbagai opini dan karakter unik di tim kami. Kami tidak akan pernah memberi Anda nasihat atau tips tentang keuangan, dan kami mendorong Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum membeli atau terlibat dalam bursa cryptocurrency apapun. Dunia cryptocurrency adalah dunia yang menantang dan harga di pasar bisa berubah dalam hitungan detik, jadi lakukanlah investasi cryptocurrency Anda dengan bijak. Sampaikan kepada kami pendapat Anda tentang blog kami melalui Twitter kami @lunomoney

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: