Strategi Perdagangan Sp500 – Saham Teknologi Seret Wall Street ke Zona Merah – Bisnis

Peringkat broker opsi biner:

Saham Teknologi Seret Wall Street ke Zona Merah

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (15/10/2020), terseret oleh saham teknologi di tengah kekhawatiran atas suku bunga dan pendapatan perusahaan.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 89,44 poin atau 0,35% ke level 25.250,55, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 kehilangan 16,34 poin atau 0,59 persen ke 2.750,79 dan Nasdaq Composite turun 66,15 poin atau 0,88% ke 7.430,74.

Indeks S&P 500 berada befluktuasi sepanjang perdagangan tetapi bergerak secara definitif lebih rendah dalam setengah jam terakhir perdagangan. Adapun indeks Dow Jones berbalik arah.

Indeks teknologi turun 1,6% dan membebani S&P 500, sementara sektor defensif seperti real estat, konsumen dan utilitas menahan pelemahan indeks S&P lebih lanjut.

Indeks saham utama melonjak tajam pekan lalu, yang menyebabkan penurunan persentase mingguan tertajam dalam tujuh bulan terakhir. Keprihatinan investor telah meningkat mengenai dampak tarif impor pada laba perusahaan dan meningkatnya biaya pinjaman karena musim laporan laba kuartal ketiga akan dimulai pekan ini.

Rata-rata perusahaan pada indeks S&P 500 diperkirakan akan melaporkan pertumbuhan laba 21,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya, turun dari dua kuartal sebelumnya, menurut data I/B/E/S dari Refinitiv.

Peringkat broker opsi biner:

Sementara itu, Departemen Keuangan merilis data pada hari Senin yang menunjukkan bahwa pemerintah federal AS menutup tahun fiskal 2020 dengan defisit terbesar sejak tahun 2020.

Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun berada di 3,1557%, bertahan di atas level tertinggi bulan September tetapi di bawah level yang mendorong aksi jual pekan lalu.

“Pasar dalam mode wait and see. Investor Ini menunggu laporan penghasilan, Fed, dan menunggu data ekonomi dari China untuk melihat apakah ada hal-hal yang stabil,” kata Keith Lerner, kepala analis pasar di SunTrust Advisory Services di Atlanta, seperti dikutip Reuters.

Saham Apple Inc turun 2,1% dan paling membebani ketiga indeks utama Wall Street setelah Goldman Sachs mengatakan ada beberapa tanda permintaan konsumen yang melambat dengan cepat di China, yang dapat mempengaruhi permintaan iPhone musim gugur ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Saham Teknologi Seret Wall Street ke Zona Merah

Jakarta, CNBC Indonesia – Aksi jual saham-saham teknologi membuat beberapa indeks acuan Wall Street terpaksa ditutup melemah pada perdagangan hari Rabu (5/9/2020). Investor juga menantikan dimulainya ronde baru perundingan dagang Amerika Serikat (AS) dan Kanada di hari yang sama.

Indeks yang sarat teknologi, Nasdaq Composite anjlok 1,2% ke 7.995,17 dan mencatatkan hari terburuknya sejak 15 Agustus lalu. Saham Facebook, Amazon, Netflix, dan Alphabet semuanya melemah diikuti saham Microsoft dan Twitter.

S&P 500 turun 0,3% ke posisi 2.888,6 dengan sektor teknologi amblas 1,5%. Namun, Dow Jones Industrial Average berhasil menguat tipis 0,09% menjadi 25.974,99 dipimpin oleh saham Caterpillar.

Saham-saham teknologi berguguran karena CEO Twitter Jack Dorsey dan COO Facebook Sheryl Sandberg bersaksi di hadapan Kongres AS mengenai campur tangan di pemilu dan upaya menghentikan penyalahgunaan platform media sosial, CNBC International melaporkan.

Departemen Kehakiman AS juga mengatakan Jaksa Agung Jeff Sessions akan bertemu dengan jaksa-jaksa negara bagian bulan ini untuk membicarakan kekhawatiran mengenai perusahaan teknologi yang diduga merusak kompetisi dan secara sengaja menghambat pertukaran gagasan yang bebas di platform mereka.

Saham Netflix anjlok 6,2% sementara Amazon dan Microsoft keduanya turun dalam lebih dari 2%. Saham Facebook dan Twitter jatuh masing-masing 2,3% dan 6,1%.

Sementara itu, Dow Jones berhasil menguat setelah para pejabat AS dan Kanada memulai lagi pertemuan mereka hari Rabu. Mereka mencoba menyelesaikan perbedaan pendapat di antara kedua negara dan mencapai satu kesepakatan dagang.

Pertemuan lanjutan itu dilakukan setelah kedua negara gagal mencapai kata sepakat untuk menggantikan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) hari Jumat pekan lalu.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: