Strategi Perdagangan Internasional Di Indonesia – Strategi Perdagangan Internasional Indonesia

Peringkat broker opsi biner:

Strategi Indonesia Hadapi Situasi Perdagangan Global

26 Nov 2020, 15:13 WIB Diperbarui 26 Nov 2020, 15:13 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Situasi ekonomi global yang tengah bergejolak turut mempengaruhi perdagangan internasional. Banyak negara yang mengalami penurunan pertumbuhan ekspor.

Bahkan, pertumbuhan perdagangan global diprediksi turun menjadi 1,1 persen dari sebelumnya 3,6 persen di 2020.

Lalu apa saja strategi Indonesia untuk menghadapi kondisi tersebut?

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag, Kasan Muhri, mengungkapkan pihaknya memiliki enam strategi jangka pendek untuk menjaga perdagangan Indonesia di kancah internasional.

“Konteks perdagangan global tidak hanya perang dagang dan tensi perdagangan. Banyak hal membuat perdagangan global membuat terjadi situasi cenderung proteksionime. Bisa sifatnya tarif, bisa juga sifatnya nontarif. Ini banyak yang dihadapi,” kata dia dalam acara proyeksi ekonomi 2020 Kabinet Baru dan Ancaman Resesi, di JS Luwansa, Jakarta, Selasa (26/11).

Peringkat broker opsi biner:

Adapun strategi jangka pendek tersebut di antaranya adalah, pertama, meratifikasi 13 perjanjian yang conclude dan menyelesaikan 11 perjanjian perdagangan internasional.

“Mengendalikan impor secara selektif dengan mengutamakan bahan baku penolong tujuan ekspor dan investasi, menggiatkan dukungan kepada daerah dan industri atau investasi yang berorientasi ekspor,” ujarnya.

Kemudian menyederhanakan 18 permendag ekspor-impor.

“Enam sudah selesai, 12 dalam proses. Ini termasuk penyederhanaan regulasi,” ujarnya.

Perjanjian Perdagangan Bebas

Selanjutnya adalah peningkatan peran free trade agreement center (FTA center) di lima daerah, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan dalam rangka utilitasi FTA/CEPA yang sudah pada tahap implementasi,” ujarnya.

Langkah berikutnya adalah menggiatkan misi dagang ke pasar nontradisional dan pemanfaatan perjanjian perdagangan, serta perwakilan perdagangan di luar negeri (atase/ITPC) lebih aktif sebagai business agent.

Sementara itu, untuk strategi jangka menengah adalah penyelesaian sengketa dagang di dispute settlement body (DSB) WTO dalam rangka mengamankan kebijakan perdagangan Indonesia dan akses produk di luar negeri.

“Kedua, optimalisasi pemanfaatan instrumn Trade Remedies dalam rangka melindungi industri dalam negeri termasuk pengamanan hambatan ekspor di pasar luar negeri,” ujarnya.

Selanjutnya adalah peningkatan branding dan peningkatan SDM UKM ekspor.

“Saya ingin sampaikan bahwa walaupun kondisi ekonomi global yang sekarang termasuk ancaman WTC dengan penaglaman menghadapi krisis, maka Indonesia bisa hadapi ini dengan baik. Saya juga mengharapkan sinergi kerja sama pemerintah dan pelaku usaha untuk menjalankan peran akselerasi perekonomian Indonesia 5 Tahun ke depan,” tutupnya.

Memahami Posisi Indonesia Pada Jalur Perdagangan Internasional

NEWSWANTARA – Letak geografis Indonesia yang diapit oleh dua benua dan dua samudera, serta posisinya yang berada pada jalur lalu lintas perdagangan internasional akan mampu mendatangkan sebuah keuntungan tersendiri secara ekonomis bagi Indonesia dalam menjalin suatu hubungan diplomasi dengan berbagai negara di seluruh belahan dunia, yang nantinya hal tersebut akan berdampak besar bagi Indonesia terlebih di era keterbukaan seperti sekarang ini.

Memanfaatkan posisi strategis Indonesia sebagai jalan diplomasi akan memberi kesempatan bagi Indonesia dalam mempererat jalinan kerjasama dengan negara lain. Memilih dan memilah kepentingan Indonesia dalam negosiasi merupakan sebuah langkah yang nantinya harus diambil oleh pemerintah dalam menciptakan suatu hubungan simbiosis mutualisme, mengingat Indonesia terletak di world cross position.

Dibutuhkan strategi percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi nasional dalam mengedepankan penguatan konektivitas antar pulau, terutama pulau-pulau terluar. Konektivitas ini hanya bisa terwujud apabila transportasi laut di negara kepulauan terus diperankan secara signifikan.

Mengingat Luas negara Indonesia yang mencapai 5,8 juta km 2 yang terdiri dari 3,1 juta km 2 perairan dan 2,7 juta km 2 perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI). Ini artinya Indonesia memilki luas perairan sebesar 70 persen dari luas total wilayahnya. Untuk itu tol laut yang dicanangkan oleh pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Sebagai negara kepulauan yang membutuhkan lebih banyak lagi ‘jembatan nusantara’, Indonesia bergantung dari penghubung antar pulau. Kelancaran dalam pendistribusian akan membantu dalam kelancaran ekonomi di suatu daerah. Tidak hanya itu, ketimpangan harga dapat diatasi hingga pemerataan di setiap daerah nantinya dapat terwujud.

Transportasi laut sangat vital peranannya dalam mendukung konektivitas antar pulau di Indonesia yang tidak tergantikan oleh transportasi udara maupun darat. Persoalan bagi Indonesia tidak sekedar bagaimana mengembangkan angkutan laut yang kompetitif, tetapi juga bagaimana mengembangkan pelabuhan yang ada di Indonesia agar dapat memenuhi standar internasional.

Faktor standarisasi pelabuhan inilah yang menjadi salah satu penyebab utama kurang kompetitifnya ekonomi Indonesia, dikarenakan 70 persen dari ekspor barang dan komoditas Indonesia harus melalui pelabuhan Singapura.

Saat ini Indonesia telah memiliki sebuah kawasan pelabuhan strategis dengan standarisasi internasional yang terletak di Sabang, namun dalam pelaksanaannya kawasan Sabang tersebut belum bekerja secara optimal dan masih dalam tahap pengembangan.

Pengembangan kawasan Sabang dengan standar internasional diharapkan dapat menjadi role model dalam pengembangan pelabuhan lain yang ada di kawasan Indonesia, hal itu dikarenakan kawasan Sabang memiliki posisi geografis yang strategis bagi jalur perdagangan dan pelayaran internasional. mengingat terletak pada jalur masuk bagian barat antara Kawasan Asia Pasifik dan Asia Barat Daya.

Kawasan sabang bisa dijadikan sebagai pintu masuk Selat Malaka, Sabang dilalui rata-rata 50,000 kapal kontainer setiap tahunnya. Kedalaman laut secara alami di Pelabuhan Sabang yang mencapai 22 meter membuat kawasan ini siap untuk menerima kedatangan kapal raksasa generasi masa yang akan datang.

Letak strategis Indonesia pada jalur perdagangan internasional tidak bisa dipandang sebelah mata, ini dikarenakan 50% armada kapal dunia melewati selat malaka dan sekitar 50,000 kapal ‘pedagang besar’ lewat selat ini setiap tahunnya. Untuk itu pengoptimalan pelabuhan-pelabuhan yang nantinya akan menjadi konektivitas antar pulau di Indonesia bahkan dunia sangat dibutuhkan.

Dari posisi Indonesia yang berada di jalur strategis perdagangan Internasional menjadi peluang besar dalam hal peningkatan sektor perekonomian dan sangat penting untuk ditindak lanjuti, mengingat dorongan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: