Strategi Konservasi Keanekaragaman Hayati Surrey

Peringkat broker opsi biner:

Little Story From The Ocean

Save our ocean

STRATEGI KONSERVASI DI DUNIA

Pada masa menuju milenium ketiga, dunia mengalami kemunduran terhadap kekayaan sumberdaya alamnya, baik hayati dan non hayati. Penyebab utama terhadap permasalahan ini adalah karena terus berlangsungnya proses pembangunan di negara-negara berkembang tanpa memperhatikan kelestarian lingkungannya.

Pembangunan adalah suatu upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan dan kenyamanan hidupnya melalui modifikasi sumberdaya alam dengan menerapkan perkembangan ilmu pengetahuan yang tela ada. Terkadang banyak negara yang hanya mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi untuk melaksanakan program pembangunannya. Namun secara tidak sadar, telah menguras seluruh kekayaan alamnya hingga tidak dapat diperbaharui kembali.

Di saat inilah, perlu dilakukannya pelaksanaan pembangunan yang memperhatikan kelestarian lingkungannya. Pemeliharaan lingkungan ini agar seluruh sumberdaya alamnya tetap eksis dengan kekayaan keragaman hayatinya dan dapat dinikmati sampai kepada generasi selanjutnya. Pembangunan yang dimaksud adalah pembangunan yang berkelanjutan. Dan tentunya kegiatan konservasi harus menjadi program prioritas, selain pembangunan kawasan/wilayah.

Di beberapa negara berkembang, terutama yang memiliki kekayaan alam hayati yang besar, seringkali keliru dalam pemanfaatan sumberdaya alamnya. Misalnya terjadi alih fungsi, yang sebelumnya berupa lahan pertanian kemudian di ubah menjadi lahan pemukiman/industry, tanpa memperhatikan kompensasi realokasi lahan konservasinya. Bahkan banyak masyarakat yang hidup di pedesaan kurang memahami pemanfaatan sumberdaya alam yang ramah lingkungan. Mereka sering memanfaatkan tanaman-tanaman hutan sebagai bahan kayu bakar maupun furniture, tanpa sadar telah mengurangi daya dukung hutan dalam menampung air tanah di saat hujan.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi, terutama sector industry yang cukup pesat, mendorong tingginya tingkat permintaan ketersediaan energy dan mineral lainnya, sehingga semakin menipisnya cadangan energy di bumi.

Penurunan kualitas sumberdaya hayati terlihat pada bentuk dan ukuran spesies yang pernah ada pada tahun 1980 dengan tahun 2000. Dan di prediksi pada tahun 2020, banyak spesies yang akan terancam punah.

Peringkat broker opsi biner:

Untuk itulah, sebagaimana telah uraikan di atas, saat ini program konservasi menjadi perhatian seluruh dunia. Karena ketersediaan sumberdaya alam yang semakin menipis, akan mengancam kelangsungan hidup manusia di bumi.

Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan konservasi ini adalah :

  1. Memelihara proses ekologi dan system pendukung kehidupan
  2. Menjaga dan meningkatkan keberagaman genetic
  3. Mengarahkan pemanfaata sumberdaya alam terhadap spesies dan lingkungan ekosistemnya secara berkelanjutan

Hambatan Pelaksanaan Konservasi

Walaupun seluruh manusia yang hidup di planet bumi ini menyadari bahwa kondisi bumi sedang mengalami penurunan kualitas sumberdaya alamnya, namun tetap kerusakan demi kerusakan terhadap lingkungan tetap saja terjadi.

Beberapa hambatan yang sering dihadapi antara lain adalah :

  1. Pada beberapa wilayah pemerintahan, kegiatan konservasi hanya dianggap sebagai kegiatan suatu sektor tertentu, sedangkan di sektor lainnya, kegiatan eksploitasi sumberdaya alam yang berdampak pada kerusakan ekosistem tetap terjadi.
  2. Program-program pembangunan yang dilaksanakan di negara-negara berkembang cenderung fokus pada peningkatan infrastruktur dan sektor industri. Akibatnya sering tidak memperhatikan kelestarian lingkungannya. Sedangkan upaya konservasi cenderung lebih fokus pada kegiatan yang bersifat instan, tetapi tidak tepat pada sasaran yang diharapkan. Misalkan untuk menjaga kelimpahan stok ikan di laut, yang diupayakan bukan memperbaiki ekosistemnya, tetapi lebih kepada menebar benih ikan tertentu.
  3. Banyak industri tumbuh tanpa di sertai dengan upaya analisa dampak lingkungannya. Sehingga efek yang ditimbulkan (polutan) yang masuk ke dalam ekosistem makhluk hidup terlambat diantisipasi upaya konservasinya.
  4. Di beberapa negara bahkan tidak banyak mendukung keberadaan organisasi/lembaga lingkungan dalam pelaksanaan pengawasan lingkungannya. Sehingga organisasi yang ada tidak mampu menimbulkan efek terhadap kebijakan Pemerintahannya dalam upaya konservasi.
  5. Masih ada Pemerintahan belum banyak memahami kebutuhan terhadap upaya konservasi sumberdaya alamnya.

Strategi Konservasi

Berdasarkan kondisi sebagaimana dijelaskan pada pembahasan sebelumnya, maka diperlukan strategi untuk mencapai sasaran konservasi, diantaranya sebagai berikut :

  1. Menentukan tujuan dan sasaran konservasi
  2. Menentukan program dan kegiatan prioritas untuk mencapai sasaran konservasi
  3. Menyiapkan upaya dan tindakan yang berskala nasional maupun local
  4. Meninjau kebijakan masa lalui terkait konservasi alam, kebijakan konservasi dari lintas sektoral dan upaya integrasi kebijakan-kebijakantersebut agar langkah selanjutnya dapat lebih efektif dan lebih berkualitas
  5. Menyiapkan metode monitoring yang terintegrasi antara pemanfaatan sumberdaya hayati di darat maupun di laut melalui improvisasi pengelolaan perencanaan dan prosedur untuk mengalokasikan pengelolaan lahan.
  6. Mempersiapkan organisasi yang mampu mengelola konservasi lahan di daratan maupun lautan.
  7. Mempersiapkan tenaga terampil dan kegiatan yang berorientasi terhadap riset
  8. Mengikutsertakan masyarakat umum dalam perencanaan dan pelaksanaan konservasi serta program edukasi dan sosialisasi yang lebih intensif terkait konservasi lingkungan.
  9. Mengarahkan masyarakat pedesaan sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan konservasi sekaligus membantu menjaga keberlangsungan usahanya

Pelaksanaan Konservasi

Pembangunan dan konservasi harus berjalan beriring agar upaya manusia dalam meneruskan kelangsungan hidupnya di bumi tetap berjalan dengan baik. Sebelum melakukan kegiatan konservasi sebagaimana strategi di atas, perlu diketahui leih awal tentang system ekologi dan sistem pendukung kehidupan manusia.

Manusia tetap hidup menempati bumi pada dasarnya adalah upaya memanfaatkan ekosistem-ekosistem di sekelilingnya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung misalnya manusia memanfaatkan hasil pertanian dan perikanan sebagai bahan konsumsi pangan, hasil hutan sebagai bahan pembuat rumah, dan sebagainya. Sedangkan pemanfaatan secara tidak langsung misalnya oksigen sebagai senyawa yang dibutuhkan bernafas dihasilkan oleh hutan maupun fitoplankton di laut, NaCL (garam) dihasilkan laut untuk penyedap rasa, dan sebagainya.

Sistem ekologi yang sangat berpengaruh bagi manusia ada 3 (tiga) : Ekosistem Pertanian, Ekosistem Hutan dan Ekosistem Laut. Produktifitas yang tinggi dari ketiga ekosistem tersebut yang mendukung kehidupan manusia sampai dengan saat ini.

Namun dengan pemanfaatan yang terus menerus dan kurang memperhatikan kelestarian lingkungannya, membuat daya dukung ketiga ekosistem tersebut menjadi menurun.

Menurunnya jumlah lahan pertanian akibat alih guna lahan menjadi pemukiman ataupun industri, banjir, gempa bumi, bahkan dengan penggunaan pestisida yang berlebihan akan merusak keseimbangan ekosistem.

Hutan sebagai habitat tempat hidupnya beragam flora dan fauna. Namun dengan pemanfaatan hasil hutan yang berlebihan oleh manusia, alih guna lahan karena kepentingan pembangunan (pembangunan jalan). Terganggunya keseimbangan hutan mengakibatkan system hutan sebagai penyimpan cadangan air (reservoir) menjadi rusak.

Pada ekosistem pantai dan laut, manusia banyak memanfaatkan kekayaan yang terkandung di dalamnya. Baik sumberdaya hayati maupun non hayati. Namun aktifitas manusia terhadap sumberdaya pantai dan laut telah banyak merubah struktur ekosistemnya. Eksploitasi berlebihan dengan penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, telah banyak merusak kelimpahan dan keanekaragaman sumberdaya ikan. Pemanfaatan barang tambang dan mineral yang terkandung di dalam laut, secara tidak lansung telah menimbulkan dampak dengan adanya polutan hasil sisa-sisa penambangan. Namun ada juga kerusakan yang diakibatkan bencana alam, misalkan bleaching pada terumbu karang, tsunami, el nino dan sebagainya.

Kegiatan prioritas dalam upaya konservasi alam terbagi ke dalam dua kerangka besar, yakni mempertahankan keberagaman genetic dan pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan.Dengan semakin tingginya tingkat keberagaman genetic akan menghindari kepunahan spesies tertentu akibat eksploitasi yang berlebihan. Keberagaman genetic dapat dipertahankan melalui penetapan kawasan lindung, selektifitas terhadap komposisi spesies. Konservasi untuk keberagaman genetik, terutama fokus pada spesies yang berasal dari genera monotypic.

Kekayaan genetik ini secara umum biasanya banyak dimanfaatkan untuk kepentingan kesehatan. Sejauh ini industri kesehatan sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Keanekaragaman hayati dapat memberikan alternatif pilihan bahan obat-obatan bagi kesehatan manusia. Namun, permasalahan yang terjadi saat ini adalah terjadinya penurunan terhadap kualitas genetik spesies. Penurunan kualitas genetik ini disebabkan karena perubahan system ekologis sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Upaya untuk menjaga tingkat keberagaman genetik ini diantaranya adalah dengan melakukan riset dalam kaitannya menemukan varietas baru terhadap produksi hasil pertanian maupun budidaya perikanan. Penemuan spesies baru dan melaksanakan kegiatan riset terhadap manfaatnya bagi manusia, dapat memberikan pilihan baru sebagai produk alternative bagi manusia.

Terkait pengelolaan sumberdaya yang berkelanjutan, sebelumnya hal yang harus dipersiapkan adalah menentukan potensi produksi dan memastikan tidak terjadinya over exploited. Beberapa alternative untuk penerapan konservasi diantaranya adalah penerapan area lindung berdasarkan closed season, mengatur perdagangan dunia terkait perdagangan flora dan fauna yang dilindungi dan membuat konsesus terhadap pemanfaatan produksi dari hasil hutan.

STRATEGI KONSERVASI GLOBAL

Secara umum keberhasilan suatu konservasi bergantung pada kebijakan pemerintah dalam melaksanakan kegiatan konservasi. Pemanfaatan sumberdaya alam oleh industry, rumah tangga dan sektor lainnya akan berjalan seimbang dengan kelestariannya jika kebijakan penerapan konservasi alam dilakukan sejak awal sebelum sumberdaya itu di eksploitasi sampai dengan pasca eksploitasi. Akan semakin lebih kuat lagi jika konservasi dilakukan secara komprehensif dan integrasi dengan seluruh kawasan di dunia. Mengingat setiap system ekologis memiliki ketergantungan antar wilayah. Tingkat keberhasilan suatu konservasi adalah jika di suatu wilayah kegiatan pembangunannya tetap tumbuh dan daya dukung lingkungannya tetap terjaga.

Dari berbagai uraian dan penjelasan dapat disimpulkan beberapa hal, sebagai berikut :

  1. Pelaksanaan pembangunan harus diikuti dengan kegiatan konservasi lingkungannya
  2. Ruang lingkup konservasi : keberagaman genetik, spesies, habitat, dan ekosistem
  3. Kegiatan konservasi harus dilaksanakan seluruh eksekutif dan diikuti dengan legislasi yang mendukung melalui aturan
  4. Konservasi akan lebih baik jika dilakukan dalam skala yang lebih luas (nasional / regional / internasional)

Bahan Referensi

FAO & UNESCO. The World Strategies Conservation. FAO. 1980.

Keanekaragaman Hayati: Pengertian, Manfaat, Contoh Upaya Pelestarian

Keanekaragaman Hayati – Sekilas apakah Anda pernah berpikir mengapa manusia meskipun sama nama memiliki karakter dan ciri khasnya masing-masing? Mungkin beberapa kali pernah terlintas pikiran tersebut. Sebenarnya simpel saja si, coba sesekali Anda bercermin di depan kaca kemudian bentuk rambut, wajah, dan anggota badan lainnya. Pastinya akan berbeda bukan dengan orang lain?

Kok bisa berbeda ya? Mengapa ada yang rambutnya lurus lembut, ikal, keriting dan ada juga yang mengembang. Perbedaan di antara Anda dengan yang lainnya ini dikenal dengan istilah keanekaragaman hayati.

Hal tersebut adalah keberagaman yang ada pada makhluk hidup sebagai dasar atau ciri yang dapat diketahui dengan observasi dan juga pengamatan. Lebih jelasnya Anda bisa membaca beberapa hal di bawah ini:

Pengertian Keanekaragaman Hayati

Berdasarkan pendapat dari Primak Et Al di tahun 1998 di dalam Kuswanda 2009 menjelaskan bahwasanya “keanekaragaman hayati adalah kekayaan atau bentuk kehidupan di bumi, baik tumbuhan, hewan, mikroorganisme, genetika yang dikandungnya, maupun ekosistem, serta proses-proses ekologi yang dibangun menjadi lingkungan hidup”.

Frasa dari hal tersebut sendiri acap kali dikenal dengan istilah biodiversitas. Biodiversitas biasanya bisa Anda temukan di lingkungan sekitar. Bahkan setiap makhluk hidup yang Anda temui juga termasuk diantaranya. Pasalnya mereka bisa menggambarkan adanya beberapa perbedaan yang ada pada satu makhluk hidup dengan lainnya. perbedaan ini akan saling menyeimbangkan.

Manfaat Keanekaragaman Hayati

Meskipun keanekaragaman hayati menggambarkan suatu perbedaan, nyata perbedaan yang ada justru memberikan manfaat cukup banyak bagi berlangsungnya kehidupan. Penasaran kira-kira apa saja yang bisa didapatkan dari perbedaan tersebut, di bawah ini beberapa ulasan lengkapnya:

Sumber Pangan

Adanya keanekaragaman yang ada di sekitar Anda ternyata menjadi sumber pangan atau makanan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Seperti yang sudah diketahui manusia membutuhkan sumber energi yang digunakan untuk aktivitas dan berasal dari makanan.

Meskipun begitu, manusia tidak dapat membuat atau memproduksi bahan makanannya sendiri. Makanan yang selama ini Anda konsumsi sebenarnya diperoleh dari makhluk hidup lainnya seperti hewan dan tumbuhan. Coba bayangkan jika hewan ataupun tumbuhan tidak ada akankah Anda tetap bisa mendapatkan nutrisi yang cukup? Tentu saja tidak bukan?

Sumber Sandang

Manfaat yang kedua keanekaragaman hayati yakni sebagai sumber sandang untuk manusia. Sandang atau yang dikenal dengan pakaian adalah kebutuhan dasar untuk manusia dan bisa dibuat dengan serat dari beberapa jenis hewan serta tumbuhan misalnya saja kapas, pohon pisang abaka, ulat sutera, bulu dari domba, biri-biri, rami, sisal, jute dan lainnya, beberapa contohnya adalah:

Masyarakat dari suku Dani yang ada di Lembah Baliem Papua memakai tanaman labu air agar bisa membuat koteka untuk laki-laki serta wanita Papua. Mereka juga memakai tumbuhan wen dan kem agar bisa membuat pakaian.

Dengan berkembangnya teknologi yang ada seperti saat ini banyak olahan yang bisa dibuat misalkan saja kulit sapi jadi sepatu, kulit buaya jadi tas, kulit domba jadi jaket, ulat sutera jadi kain, bulu untuk aksesoris dan lainnya.

Sumber Papan

Adanya keanekaragaman di Indonesia ternyata juga bisa memberikan manfaat untuk masyarakat Indonesia dalam proses pembangunan tempat tinggal, utamanya bagi proses pembuatan rumah adat yang dilakukan oleh masyarakat tradisional Indonesia. Umumnya masyarakat akan memakai bambu untuk membangun rumah dan membuat jendela, bagian atap, serta tiang.

Beberapa contoh dari tumbuhan yang kerap dipakai dalam proses pembangunan rumah misalnya adalah pohon kelapa, pohon jati, pohon meranti, pohon nangka, kayu ulin, bambu, dan gebang. Sedangkan proses pembuatan atap dan dinding rumah dari keanekaragaman hayati tumbuhan adalah berikut.

  • Jenis tumbuhan spesies palem-paleman misalnya trigillarium, nypa fructicans, oncosperma, dan oncosperma horridum biasanya akan dipakai untuk membuat rumah pada kawasan Kalimantan dan Sumatera.
  • Tumbuhan alang-alang biasanya akan digunakan untuk membuat atap di pulau Bali, daerah Nusa Tenggara dan Pulau Timur lainnya.

Sumber Pemenuh untuk Kebutuhan Sekunder

Kebutuhan sekunder manusia tentunya sangat beragam dan salah satunya adalah kebutuhan untuk merasakan liburan dan juga refreshing. Adanya keanekaragaman hayati di Indonesia sendiri bisa Anda manfaatkan untuk sarana melepas penat karena lelah menjalani rutinitas padat sehari-hari. Ada banyak objek yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut antara lain adalah gunung, danau, dan pantai.

Sumber untuk Membuat Obat-obatan

Keanekaragaman di Indonesia sepertinya memang cukup menguntungkan dengan adanya sekitar 30.000 spesies jenis tumbuhan. Dari jumlah tersebut sekitar 900 spesies dipakai sebagai tanaman obat sedangkan 250 spesies tanaman obat dipakai sebagai bahan dasar dalam industri obat herba lokal. Di bawah ini adalah tumbuhan dan hewan yang digunakan untuk membuat obat.

  • Pohon Kina atau Cinchona calisaya dan cinchona officianlis kulitnya memiliki kandungan alkaloid kina atau quinine yang berfungsi untuk membantu menyembuhkan penyakit malaria
  • Madu yang berasal dari lebah berfungsi untuk meningkatkan daya tahan dari tubuh manusia
  • Buah mengkudu atau Morind citrifolia berfungsi untuk menurunkan tekanan dari darah tinggi
  • Buah merah atau Pandanus conoideus berfungsi sebagai obat dari penyakit kanker, kolesterol dan juga diabetes.
  • Ular, bagian dagingnya dan lemaknya digadang-gadang bisa mengobati berbagai penyakit kulit yakni gatal-gatal

Bahan Pembuatan Kosmetik

Salah satu manfaat yang cukup menguntungkan lainnya dari keanekaragaman hayati adalah sebagai bahan yang digunakan untuk membuat kosmetik. Beberapa perusahaan kosmetik yang ada di Indonesia bisa dengan mudah memperoleh bahan-bahan tersebut dan dijadikan kosmetik, misalnya:

  • urang-aring, pandan, minyak kelapa, mangkohan, lidah buaya dapat digunakan sebagai pelumas maupun penghitam rambut
  • bunga mawar, kayu cendana, kemuning, bunga melati, bunga kenanga dsb dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat wewangian.

Sebagai Aspek Kebudayaan

Keanekaragaman di Indonesia ini ternyata bisa menjadi keanekaragaman dari suku dan juga budayanya. Kira-kira ada sekitar 350 suku di Indonesia yang mana memiliki budaya, adat dan kepercayaan yang berbeda. Setiap ritual dari masing-masing suku yang ada di Indonesia juga menggunakan jenis hewan dan tumbuhan yang berbeda-beda sesuai dengan kepercayaan dan pedomannya.

Tingkatan Keanekaragaman Hayati

Biodiversitas atau keanekaragaman hayati pada dasarnya bisa terjadi pada tingkatan yang ada dalam sebuah kehidupan. Hal ini bisa saja dimulai dari organisme yang berada pada tingkat paling rendah hingga organisme di tingkat paling tinggi. Secara umum atau garis besar biodiversitas di bagi jadi tiga tingkatan. Di bawah ini adalah tingkatan tersebut:

Keanekaragaman Gen

Keanekaragaman pada tingkat gen pada dasarnya menjadikan variasi di antara individu dalam satu spesies sama. Misalnya saja begini, perbedaan yang ada pada varietas tanaman padi. Anda tentunya juga sudah paham bukan jika ada banyak sekali jenis padi yang bisa ditemukan misalnya saja padi rojo lele, bulog, pandan wangi, IR, Kapuas, IPB 3 dan lainnya.

Tanaman lain juga memiliki keanekaragaman hayati yang sama. Misalnya saja pada tanaman buah mangga dengan biodiversitas gen yang mencolok, maka ada jenis mangga Mangifera indica atau yang dikenal dengan varietas harum manis, mangga bali, mangga gadung, dan juga mangga manalagi.

Bukan hanya tanaman manusia justru mengalami biodiversitas gen yang paling mencolok di antara makhluk hidup lainnya. Meskipun termasuk pada spesies Homo Sapiens, nyata bentuk manusia satu dengan lainnya tetap saja berbeda.

Biodiversitas biasanya ada karena terdapat variasi gen yang tentunya berbeda pada satu makhluk hidup satu dengan lainnya meskipun satu jenis. Gen sendiri merupakan materi yang ada di dalam kromosom pada makhluk hidup sebagai sistem pengendali bersifat organisme.

Gen ini menjadi penyebab adanya variasi yang tampak atau dikenal dengan fenotipe serta variasi tidak tampak atau genotipe. Susunan gen pada setiap makhluk hidup tentunya berbeda sebab gen pada dasarnya adalah hasil campuran antara gen betina dengan gen jantan pada saat berada di dalam proses perkawinan.

Keanekaragaman Spesies

Cukup berbeda dengan tingkat keanekaragaman hayati gen, selanjutnya ada keragaman pada tingkat individu atau spesies yang menjadi salah satu gambar adanya jumlah serta variasi dari organisme. Lalu mengapa bisa terjadi keanekaragaman pada individu ataupun spesies?

Bisa saja, sebab hal ini terjadi karena adanya pengaruh dari kandungan genetik dengan habitat makhluk hidup. Contoh seperti ini keanekaragaman individu atau spesies yang ada di Arecaceae atau palem-paleman. Jika dilihat sekilas memang beberapa tanaman dalam spesies ini sama.

Padahal semuanya individu atau jenis tanaman tersebut berbeda. Misalnya saja pohon aren dengan nama latin Arenga pinnata serta pohon Pinang latinnya Areca catechu. Keduanya memiliki tempat hidup atau habitat yang berbeda pohon aren tumbuh di daerah pegunungan dengan struktur daun yang berbeda.

Sedangkan pohon pinang bisa juga tumbuh di dataran rendah. Berdasarkan perbedaan tersebutlah tanaman memiliki ciri khusus pada setiap individu atau spesiesnya.

Keanekaragaman Ekosistem

Semua makhluk hidup pasti akan berinteraksi dengan lingkungannya. Baik itu dari faktor secara biotik atau antibiotik, Faktor biotik sendiri adalah bagian-bagian yang terdapat dalam ekosistem dan merupakan makhluk hidup seperti tumbuhan, manusia dan hewan.

Sedangkan faktor abiotik adalah bagian dari ekosistem yang tidak terdapat pada makhluk hidup seperti halnya iklim, tanah, cahaya, tingkat keasaman tanah, kandungan mineral yang ada di dalam tanah, dan ari. Semua makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya, baik itu faktor biotik maupun faktor abiotik.

Faktor biotik merupakan bagian-bagian dalam ekosistem yang merupakan makhluk-makhluk hidup misalnya tumbuhan, sedangkan faktor abiotik merupakan bagian dalam ekosistem yang tidak hidup misalnya iklim, cahaya, air, tanah, tingkat keasaman tanah, dan kandungan mineral dalam tanah.

Kedua faktor dari ekosistem sangatlah beragam, jadi tidak heran lagi jika ekosistem satu dengan yang lainnya tersusun dari faktor tersebut bisa memiliki perbedaan. Dibawah ini adalah jenis dari ekosistem dalam keanekaragaman hayati:

Ekosistem Lumut

Ekosistem lumut adalah ekosistem dengan mayoritas lingkungan yang ditumbuhi tumbuhan lumut. Umumnya ekosistem ini ada di kawasan dengan temperatur rendah, misalnya saja di puncak gunung, bukti dan daerah yang berdekatan dengan kutub. Hewan yang tinggal dan hidup pada ekosistem ini biasanya adalah hewan dengan bulu tebal dan sangat toleran dengan suhu dingin.

Ekosistem Hutan dengan Daun Jarum

Ekosistem hutan dengan daun berbentuk jarum ini biasanya berada pada daerah sub tropis. Ekosistem yang ada biasanya tumbuh di dalam suhu yang tergolong rendah.

Ekosistem Hutan dari Hujan Tropis

Seperti halnya dengan namanya ekosistem ini tentu berada di kawasan daerah tropis yang mana ditunjukkan dengan ciri khas utama berupa tumbuhan yang bentuknya beraneka ragam.

Ekosistem ini umumnya mempunyai keanekaragaman hayati yang paling besar. Indonesia misalnya, kawasan ini memiliki ekosistem jenis hutan hujan tropis dan dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversity sebab memiliki banyak hampir jutaan spesies makhluk hidup.

Ekosistem Padang Rumput

Ekosistem padang rumput didominasi rerumputan dan biasanya ada pada daerah yang mempunyai iklim tergolong cukup kering. Ekosistem ini bisa ditemukan dengan mudah pada kawasan hutan-hutan yang ada di Afrika.

Ekosistem Padang Pasir

Ekosistem Pantai

Sebelumnya penjelasan mengenai ekosistem yang ada di kawasan darat saja. Nah kali ini juga ada kawasan pantai atau berdekatan dengan laut yang mana didominasi oleh hewan laut yang bisa hidup di laut sekaligus di darat seperti kepiting. Selain itu juga ada hewan darat lainnya seperti burung pantai dan aneka jenis serangga.

Contoh Keanekaragaman Hayati

Contoh dari keanekaragaman hayati bisa dilihat dari tingkat jenis yang aman dapat Anda temukan pada berbagai organisme dalam satu famili atau keluarga. Kadang kala memang sulit untuk membedakan diantara satu dengan lainnya dalam satu keluarga sebab ciri fisik yang dimiliki hampir sama. berikut ini beberapa contoh tersebut:

Keluarga Felidae

Apabila Anda pernah pergi ke suatu kebun binatang pasti akan melihat banyak hewan seperti harimau, singa, atau mungkin juga citah dan kucing. Apakah Anda tahu hewan tersebut meskipun berbeda ternyata termasuk pada satu keluarga atau family, yaitu Felideae atau dikenal dengan kucing-kucingan. Jika dilihat sekilas masing-masing hewan memiliki bentuk tubuh berbeda, namun fisiologisnya memiliki banyak kesamaan.

Keluarga Terong atau Solanaceae

Solanaceae atau yang dikenal dengan keluarga terong-terongan ternyata juga mempunyai keragaman hayati pada tingkat spesies. Perbedaan ini termasuk cukup menarik untuk dilakukan pengamatan. Tanaman cabai, terong, lenca, tomat, melon, semangka, dan tanaman lainnya mempunyai buah yang bentuk maupun rasanya saling berbeda. Bukan sekadar itu, bentuk dari tanaman secara morfologis pun berbeda.

Keluarga Jahe-jahean atau Zingiberaceae

Famili Zingiberaceae mempunyai keanekaragaman hayati tergolong cukup banyak. Anda pun dapat menemukan berbagai jenis tanaman yang masuk ke dalam keluarga satu dan mereka saling berbeda satu dengan lainnya misalnya:

  • Tanaman Bengle atau Zingiber cassumunar Roxb
  • Tanaman Bengle hantu atau Zingiber ottensi Val
  • Tanaman Gandasuli atau Hedychium coronarium koen.
  • Tanaman Jahe atau Zingiber officinalis Rosc
  • Tanaman Kencur atau Kaemferia galangal L
  • Tanaman Kunyit atau Curcuma democtica Val
  • Tanaman Lempuyang atau Zingiber aromaticum Val
  • Tanaman Lempuyang gajah atau Zingiber zerumbet (L.) J.E. Smith
  • Tanaman Lengkuas atau Curcuma demostica Val
  • Tanaman Lengkuas malaka atau Alpinia malaccensis Rosc
  • Tanaman Pacing atau Costus specious (Koen.) J.E. Smith
  • Tanaman Parahulu atau Amomum aculeatum Roxb
  • Tanaman Temu giring atau Curcuma heyneane Val. & V. Zijp
  • Tanaman Temu hitam atau Curcuma aeruginosa Roxb
  • Tanaman Temu kunci atau Boesenbergia pandurata Schlecht
  • Tanaman Temu lawak atau Curcuma xanthorriza Roxb
  • Tanaman Temu putih atau Kaempferia rotunda L
  • Tanaman Temu putri atau Curcuma petiole Roxb
  • Tanaman Temung atau Clausena excavate Burm.f.

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Upaya pelestarian sebenarnya bisa dilakukan dengan beberapa cara. Namun ada dua metode yang kerap digunakan yakni metode insitu dan metode eksitu. Seperti apa metode tersebut? Langsung saja simak ulasannya di bawah ini:

Metode Insitu

Insitu merupakan sebuah upaya pelestarian dari keanekaragaman hayati, yang mana langsung dilakukan pada alam tempat dari flora dan fauna itu berada. Metode ini, memberikan perlindungan pada kawasan yang dianggap mempunyai ekosistem unik atau flora dan fauna yang ada terancam punah.

Biasanya dilakukan dengan pembuatan suaka marga satwa, cagar alam, hutan suaka alam dan taman nasional. Berikut penjelasan dari masing-masing.

  • Suaka marga satwa merupakan sebuah upaya perlindungan terhadap ekosistem yang dinilai mempunyai keunikan. Keunikan tersebut berisi berbagai jenis flora serta fauna yang wajib untuk dilindungi.
  • Taman nasional merupakan sebidang tanah yang memperoleh perlindungan mutlak pemerintah. Tanah ini biasanya isinya adalah ekosistem- ekosistem terlindungi.
  • Cagar alam merupakan keadaan alam yang memiliki sifat khas berasal dari flora maupun fauna di dalamnya. Cagar alam juga mempunyai ekosistem yang wajib untuk dilindungi.
  • Hutan suaka alam merupakan hutan yang mempunyai ekosistem terlindungi di dalamnya. Hutan suaka alam pun biasa dikenal dengan nama hutan lindung.

Metode Eksitu

Metode eksitu merupakan metode pelestarian dari keanekaragaman hayati yang dilakukan menggunakan cara pengambilan fauna serta flora dari wilayah aslinya. Tujuannya adalah konservasi, perlindungan, dan juga pengembang biakan.

Metode ini pun dilakukan ketika ekosistem dari tempat flora dan fauna tersebut tinggal sudah hancur total maupun rusak, sehingga membutuhkan waktu agar dapat tinggali kembali. Metode eksitu juga upaya konservasi menggunakan cara koleksi spesies langka, sehingga masa hidup dari hewan atau tumbuhan tersebut bisa lebih lama.

Dalam metode eksitu, ada beberapa cara, yaitu menggunakan kebun binatang, taman safari, serta taman hutan raya.

Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Indonesia adalah termasuk dari tiga negara yang mempunyai keanekaragaman hayati tinggi. Dua negara lain yaitu Brazil dan Zaire. Akan tetapi jika dibandingkan Brazil dan Zaire, Indonesia mempunyai keunikan tersendiri.

Keunikan yang ada adalah mempunyai tingkat keanekaragaman hayati tinggi, Indonesia mempunyai areal tipe indo-malaya luas dan tipe oriental Australia, serta peralihannya. Selain itu, Indonesia memiliki banyak hewan serta tumbuhan langka dan spesies endemik.

Kini Anda tidak perlu merasa bingung mengapa satu dengan yang lainnya bisa berbeda. Ya bisa saja sebab semuanya adalah pembeda yang akan menimbulkan keanekaragaman hayati. Bahkan Indonesia juga termasuk negara yang memiliki keanekaragaman cukup tinggi.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: