Strategi Keuangan Universitas Oxford

Peringkat broker opsi biner:

5+ Strategi Mencapai Tujuan Keuangan, Salah Satunya Dengan Aplikasi Finansialku

Penasaran tidak sih bagaimana mengatur strategi untuk mencapai tujuan keuangan?

Banyak orang berasumsi mencapai tujuan keuangan sangatlah sulit untuk dicapai. Namun hal ini nyatanya disebabkan oleh keterbatasan mereka dalam mengatur keuangan.

Jika Anda ingin mencapai tujuan keuangan, cobalah simak beberapa langkah mudahnya berikut ini.

Seberapa Penting punya Tujuan Keuangan?

Banyak orang yang menyepelekan tujuan keuangan, “Ngapain buat tujuan keuangan? Saya hanya ingin kaya, banyak uang.”

Namun saya ingin berbagi pendapat dengan Anda. Menurut saya, mereka yang tidak memiliki tujuan keuangan adalah mereka yang tidak tahu jelas langkah yang harus diambil.

Bayangkan apabila Anda mengikuti maraton, namun tidak mengetahui seberapa jauh harus berlari. Bagaimana perasaan Anda? Tidak peduli seberapa besar hadiah yang ditawarkan, tentu Anda menjadi ragu dalam melangkah.

Peringkat broker opsi biner:

Disinilah tugas dari tujuan, dimana tujuan akan mengarahkan Anda. Tujuanlah yang akan menjadi dasar sebuah rencana.

Sebagai contoh, saat Anda membuat tujuan keuangan untuk menabung sebanyak 1 juta rupiah per tahun, Anda harus tahu instrumen investasi apa yang cocok, berapa tingkat pengembalian yang sesuai, dan sebagainya.

Itu hanya satu contoh dari banyak contoh lainnya. Dari sinilah saya merasa bahwa tujuan keuangan itu sangat penting dalam merencanakan keuangan.

Dengan demikian, orang yang bilang tujuan keuangan itu tidak penting dan hanya bercita-cita untuk memiliki banyak uang akan lebih sulit mencapainya ketimbang mereka yang punya tujuan keuangan jelas.

Memangnya seperti apa strategi dalam mencapai tujuan keuangan agar dapat sesuai dengan harapan Anda?

Melalui artikel ini, Finansialku mengajak Anda membuat tujuan keuangan yang jelas dan terukur. Setelah itu, Anda bisa mencapainya dengan mengaplikasikan 5+ strategi berikut ini:

5+ Strategi Mencapai Tujuan Keuangan

Seperti telah diungkapkan sebelumnya, Anda harus memiliki tujuan yang jelas dalam pengelolaan keuangan ini.

Finansialku sendiri penasaran nih sebenarnya apakah yang menjadi tujuan dari pengelolaan keuangan setiap orang, terutama viewer situs Finansialku.

Nah, oleh karena itu Finansialku disini ingin bertanya:

“Apa sebenarnya tujuan Anda mengelola keuangan pribadi Anda?”

Berikan jawaban Anda pada kolom komentar di bawah ya, terima kasih.

Nah, setelah mengetahui dengan jelas tujuan keuangan Anda kini saatnya mengatur strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Finansialku merangkum 5+ strategi mencapai tujuan keuangan dalam poin berikut ini:

#1 STEP 1: ASSESSMENT

Dalam perencanaan keuangan untuk mencapai sebuah tujuan tertentu, dibutuhkan langkah pertama yakni assessment.

Assessment dilakukan untuk mengetahui seperti apa kondisi keuangan Anda saat ini. Anda kemudian dapat menghitung seberapa jauh Anda menuju tujuan keuangan dan berapa waktu yang tersedia untuk mencapainya.

Disini Anda sebaiknya mencari tahu mengenai kondisi keuangan Anda dengan sejelas mungkin, misalnya mencakup beberapa komponen berikut:

  • Pemasukan
  • Pengeluaran
  • Aset dan tabungan
  • Pemasukan pasif
  • Utang dan kewajiban (angsuran), dan masih banyak lagi.

Anda bahkan bisa mengecek kesehatan keuangan Anda dengan mudah menggunakan fitur aplikasi Finansialku. Dengan demikian, Anda akan mengetahui perencanaan keuangan seperti apa yang sebaiknya dibuat.

Jika Anda pengguna baru, Aplikasi Finansialku tersedia GRATIS bagi Anda. Yuk download aplikasi Finansialku sekarang dari Google Play Store atau dengan klik tautan berikut ini:

Nah, jika Anda sudah men-download aplikasinya, Anda bisa memanfaatkan fitur financial health check-up atau disebut juga cek kesehatan finansial untuk mengetahui posisi keuangan Anda saat ini.

#2 STEP 2: MONEY MANAGEMENT

Setelah mengetahui kondisi keuangan Anda saat ini, kini saatnya pengelolaan keuangan riil-nya. Manajemen keuangan adalah salah satu tools penting dalam mencapai tujuan finansial.

Manajemen keuangan adalah kegiatan merencanakan, mengatur, mengarahkan, dan mengawasi aktivitas finansial seperti pengadaan dan pemanfaatan dana baik bagi perusahaan maupun pribadi.

Seperti kata Kepher Petra dari Universitas Kisii, manajemen keuangan adalah salah satu bidang yang fokus pada penggunaan modal, uang pinjaman, dan dana bisnis lainnya secara efisien dan efektif serta proses pengambilan keputusan yang tepat untuk memaksimalkan keuntungan dan penambahan nilai suatu entitas.

Jika banyak yang berpendapat manajemen keuangan hanya untuk perusahaan atau bisnis saja, kami justru beranggapan bahwa manajemen keuangan pribadi pun penting.

Dengan manajemen keuangan, segala hal yang akan inginkan, termasuk kebutuhan Anda sendiri dan keluarga selalu terencana dengan detail.

Anda akan merencanakan keuangan bukan hanya kebutuhan pokok, namun untuk aspek lain dalam kehidupan seperti pergi berlibur, membeli aset, serta masih banyak lagi.

Oleh karena itulah, aplikasi Finansialku siap membantu Anda mengelola keuangan. Salah satu fitur yang paling penting dalam pengelolaan keuangan adalah fitur pencatatan keuangan dan anggaran.

Dengan fitur tersebut Anda dimungkinkan mengetahui seluruh arus kas Anda setiap bulan dengan pengelolaan maksimal menggunakan anggaran yang ada.

Anda juga akan sangat terbantu dalam merencanakan keuangan untuk kebutuhan masa depan dengan berbagai fitur pembelian barang, seperti fitur dana membeli rumah, kendaraan, hingga dana pensiun.

Dari sini Anda akan dipandu untuk berjalan di jalan yang sesuai untuk mencapai tujuan keuangan Anda, tapi jangan lupakan step selanjutnya, yaitu goal setting.

#3 STEP 3: GOAL SETTING

Anda juga sebaiknya melakukan review dan analisis secara berkala untuk mengetahui apakah nilai dan tujuan keuangan Anda masih relevan dari waktu ke waktu.

Ingatlah bahwa kebutuhan berubah seiring waktu, dan perubahan kebutuhan ini bisa saja mengubah tujuan keuangan Anda.

Sebaiknya Anda melihat kembali apakah nilai yang Anda anggap penting berubah apa tidak, dan bagaimana dampaknya terhadap tujuan keuangan Anda. Jika memang dibutuhkan perubahan, lakukanlah daripada dibiarkan berlarut-larut.

Hal ini sebaiknya dilakukan secara berkala, misalnya setahun sekali. Anda tidak akan menyangka berapa banyak hal yang berubah hanya dalam satu tahun.

Dengan goal setting, Anda akan bisa terus berjalan sesuai dengan tujuan yang relevan dan tidak banyak membuang-buang waktu untuk sesuatu yang sia-sia.

#4 STEP 4: CREATING A PLAN

Setelah mengetahui tujuan keuangan dengan jelas, kini Anda siap membuat perencanaan keuangan sesuai dengan tujuan tersebut. Anda disini melihat ke depan, dan membayangkan seperti apakah keuangan masa depan yang Anda ingin capai dengan tujuan dan pengelolaan yang ada.

Disini tugas Anda adalah membuat rencana akan apa yang sebaiknya Anda lakukan untuk mencapai tujuan keuangan.

Sebagai contoh, jika tujuan Anda adalah mengumpulkan dana pernikahan sebesar Rp300 juta dalam 5 tahun, apa yang harus Anda lakukan?

Apakah Anda akan bersenang-senang dan mengambil Kredit Tanpa Agunan (KTA) saja 5 tahun lagi? Ataukah Anda akan mulai mencari jenis tabungan atau instrumen investasi dengan tingkat pengembalian tinggi? Berapa banyak uang yang perlu diinvestasikan setiap bulannya?

Nah, inilah yang akan Anda tuliskan dengan jelas, seperti apa tindakan yang harus dilakukan dan produk keuangan apa yang sesuai.

Intinya, pengelolaan keuangan juga membantu Anda merencanakan kebutuhan masa depan dan mulai bertindak dengan segera. Hasilnya adalah masa depan Anda lebih terjamin.

Contohnya saja dana pensiun. Dana pensiun bukan sebuah hal yang bisa direncanakan hanya dalam beberapa bulan. Dibutuhkan proses panjang untuk merencanakan dana pensiun demi masa pensiun yang sejahtera.

Oleh karena itu, segera kelola keuangan Anda yuk, agar masa depan Anda pun lebih baik dan sejahtera.

#5 STEP 5: EVALUATE ALTERNATIVES

Pernahkah Anda menonton film laga dan mendengar pertanyaan, “What is the plan B?”

Artinya Anda harus selalu memiliki rencana cadangan, sebagai alternatif apabila rencana utama Anda gagal mencapai tujuan. Pertimbangkan kondisi keuangan Anda saat ini, nilai-nilai pribadi, dan kondisi kehidupan Anda untuk mengetahui rencana cadangan mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Sebagai contoh, banyak perencana keuangan menyarankan kliennya untuk tidak menyimpan uang di satu pundi saja. Artinya, jangan berinvestasi atau menabung hanya pada satu instrumen.

Hal ini disebabkan oleh tingginya risiko untuk hanya memiliki satu rencana, dimana apabila pundi tersebut gagal, Anda sudah kehabisan uang untuk melanjutkan langkah Anda.

Dengan menyebar uang ke beberapa pundi sekaligus, Anda sudah memiliki rencana cadangan. Terutama apabila satu pundi gagal, Anda tahu bahwa Anda bisa mengupayakan pundi lainnya untuk menutupi kegagalan tersebut.

#6 STEP 6: MONITORING

Bagaimana hasil rencana Anda? Apakah sukses atau gagal?

Agar bisa meminimalisasi kegagalan sejak dini, Anda sebaiknya melakukan pemantauan secara berkala. Kemudian lakukan perubahan apabila dibutuhkan.

Sebagai contoh, anggap Anda sudah memiliki sebuah tujuan dan memanfaatkan logam mulia sebagai instrumen investasi Anda. Anda kemudian dengan tenang membiarkan emas aman di lemari Anda, tanpa memperhatikan harganya. Anda berpikir, “Sudah, tinggal tunggu 10 tahun lagi, pasti sudah berlipat ganda emas ini.”

Suatu hari harga emas jatuh dan menyebabkan Anda tidak bisa mencapai tujuan Anda. Anda kemudian panik dan mencari rencana cadangan apa yang bisa menyelamatkan investasi Anda.

Padahal, banyak data dan tools yang bisa membantu Anda memantau seperti apa investasi Anda. Misalnya saja, Anda bisa melihat kondisi-kondisi seperti apa yang akan mempengaruhi harga emas.

Kemudian Anda harus terus memantau dan melihat fluktuasi tersebut. Dan Anda bisa meminimalisasi risiko kerugian dengan pemantauan ini.

Dalam kasus tadi, anggaplah Anda sudah mengetahui akan terjadi penurunan harga, maka Anda sebaiknya segera menjual emas Anda dan mencari instrumen investasi lain.

Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati.

Capai Tujuan Keuangan Pribadi Anda

Jangan pernah beranggapan bahwa tujuan keuangan itu tidak penting. Melalui pembahasan di atas, Anda tentu sudah paham seberapa penting untuk menentukan tujuan keuangan, membuat rencana, hingga melakukan tindakan untuk mencapai tujuan itu.

Mulailah mengaplikasikan beberapa strategi di atas agar Anda juga bisa mencapai tujuan keuangan pribadi Anda.

Apabila strategi ini terbukti berhasil, jangan lupa bagikan pengalaman Anda pada kolom komentar di bawah. Kami sangat menghargai sharing pengalaman Anda. Terima kasih!

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai 5+ strategi mencapai tujuan keuangan pribadi lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Visi, Tujuan dan Strategi Keuangan Inklusif

Pengertian Keuangan Inklusif

Keuangan inklusif atau financial inclusion adalah kondisi ketika setiap anggota masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat (PERPRES RI Nomor 82 tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif).

Menurut Bank Dunia (2020), keuangan inklusif merupakan kondisi ketika setiap anggota masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Keuangan inklusif merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Tingginya keuangan inklusif menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam jasa keuangan formal dan sebaliknya. Rendahnya keuangan inklusif menunjukkan rendahnya partisipasi masyarakat dalam jasa keuangan formal.

Berikut definisi dan pengertian keuangan inklusif dari beberapa sumber buku:

  • Menurut Sanjaya (2020), keuangan inklusif merupakan penyediaan akses bagi masyarakat termarginalkan (lebih kepada masyarakat miskin) dengan tujuan agar dapat memiliki dan menggunakan layanan sistem keuangan.
  • Menurut Radyati dan Nindita (2020), keuangan inklusif adalah suatu keadaan dimana semua orang memiliki akses terhadap layanan jasa keuangan yang berkualitas dengan biaya terjangkau dan cara yang menyenangkan, tidak rumit serta menjunjung harga diri dan kehormatan.
  • Menurut Salim (2020), keuangan inklusif merupakan suatu keadaan dimana mayoritas individu dapat memanfaatkan jasa keuangan yang tersedia serta meminimalisir adanya kelompok individu yang belum sadar akan manfaat akses keuangan melalui akses yang telah tersedia tanpa biaya yang tinggi.
  • Menurut Kementerian Keuangan (2020), keuangan inklusif adalah bentuk strategi nasional keuangan inklusif yaitu hak setiap orang untuk memiliki akses dan layanan penuh dari lembaga keuangan secara tepat waktu, nyaman, informatif, dan terjangkau biayanya, dengan penghormatan penuh kepada harkat dan martabat.

Visi, Tujuan dan Manfaat Keuangan Inklusif

Visi nasional keuangan inklusif adalah mewujudkan sistem keuangan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, pemerataan pendapatan dan terciptanya stabilitas sistem keuangan di Indonesia.

Adapun tujuan keuangan inklusif berdasarkan visi nasional keuangan inklusif adalah sebagai berikut (Setiawan, 2020):

  1. Menjadikan strategi keuangan inklusif sebagai bagian dari strategi besar pembangunan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, pemerataan pendapatan dan stabilitas sistem keuangan. Kelompok miskin dan marjinal merupakan kelompok yang memiliki keterbatasan akses ke layanan keuangan. Tujuan keuangan inklusif adalah memberikan akses ke jasa keuangan yang lebih luas bagi setiap penduduk, namun terdapat kebutuhan untuk memberikan fokus lebih besar kepada penduduk miskin.
  2. Menyediakan jasa dan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Konsep keuangan inklusif harus dapat memenuhi semua kebutuhan yang berbeda dari segmen penduduk yang berbeda melalui serangkaian layanan holistik yang menyeluruh.
  3. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai layanan keuangan. Hambatan utama dalam keuangan inklusif adalah tingkat pengetahuan keuangan yang rendah. Pengetahuan ini penting agar masyarakat merasa lebih aman berinteraksi dengan lembaga keuangan.
  4. Meningkatkan akses masyarakat ke layanan keuangan. Hambatan bagi orang miskin untuk mengakses layanan keuangan umumnya berupa masalah geografis dan kendala administrasi. Menyelesaikan permasalahan tersebut akan menjadi terobosan mendasar dalam menyederhanakan akses ke jasa keuangan.
  5. Memperkuat sinergi antara bank, lembaga keuangan mikro, dan lembaga keuangan non bank. Pemerintah harus menjamin tidak hanya pemberdayaan kantor cabang, tetapi juga peraturan yang memungkinkan perluasan layanan keuangan formal. Oleh karena itu, sinergi antara Bank, Lembaga Keuangan Mikro (LKM), dan Lembaga Keuangan Bukan Bank menjadi penting khususnya dalam mendukung pencapaian stabilitas sistem keuangan.
  6. Mengoptimalkan peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk memperluas cakupan layanan keuangan. Teknologi dapat mengurangi biaya transaksi dan memperluas sistem keuangan formal melampaui sekadar layanan tabungan dan kredit. Namun pedoman dan peraturan yang jelas perlu ditetapkan untuk menyeimbangkan perluasan jangkauan dan risikonya.

Sedangkan manfaat keuangan inklusif adalah sebagai berikut:

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: