Strategi Eksekusi Perdagangan Manajemen Risiko dalam Perdagangan Forex

Peringkat broker opsi biner:

Strategi Eksekusi Perdagangan Manajemen Risiko dalam Perdagangan Forex

Strategi perdagangan adalah algoritma dan aturan-aturan yang bisa diikuti pedagang untuk mendapatkan hasil yang bisa diharapkan dan keuntungan. Bagian ini menampilkan beragam strategi mata uang, arbitrase dan scalping, prinsip-prinsip dan aturan-aturan dasarnya. Strategi-strategi daripada pesanan pending dan Alligator klasik dan keuntungan-keuntungan penggunaan mereka ditekankan disini. Baik bagi para pemula dan para pedagang yang sudah berpengalaman akan menemukan strategi yang mereka suka disini.

Strategi pada Berita: untuk ahli waris Nathan Rothschild

Dengan menggunakan hasil akhir daripada pertempuran Waterloo bisa dianggap sebagai spekulasi keuangan terbesar dan sebagai contoh perdagangan yang berhasil dengan menggunakan strategi pada berita. Perdagangan spekulasi dalam periode daripada lonjakan-lonjakan informasi sangatlah menguntungkan dan bisa dilakukan oleh pedagang manapun, tanpa berdasarkan pada perangkat yang digunakan, pengalaman dan besaran setoran awal di akun anda.

Selalu di dalam trend atau strategi tepat pada volume tik

Cara yang benar untuk menggunakan mekanisme korelasi volume membuat pedagang mampu untuk menangkap kesempatan daripada uang “pintar” yang sangat banyak ketika mereka masuk ke dalam bursa. Strategi tepat daripada analisa volume tik yang kami sajikan ini adalah sebuah alternative untuk perdagangan jangka pendek dan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan berbarengan dengan para pengendali pasar.

Strategi Ichimoku: Keuntungan untuk pendekar bijaksana

Statistik perdagangan jangka panjang menunjukkan bahwa strategi perdagangan Ichimoku hampir tidak pernah memberikan hasil yang negative. Kerumitan eksternal daripada konstruksi grafik ini sangat membuat para pemula segan menggunakannya, tetapi anda harus tahu bahwa ia mampu memberikan keuntungan yang stabil pada instrument keuangan manapun untuk mereka yang dengan gigih menginvestasikan waktu mereka untuk mempelajarinya.

Strategi Martingale: Menguntungkan tetapi beresiko tinggi

Yang dimaksud dengan strategi klasik Martingale ialah pedagang menambah besaran lot pada saat pedagang tersebut melihat bahwa ia harus menambahkan transaksi berikutnya. Dengan seperti ini, bahkan setelah terjadinya beberapa posisi yang kalah, ketika titik TP sudah terkena, maka sang pedagang akan mendapatkan bukan hanya bahwa semua kerugian tertutupi, tetapi juga mendapatkan keuntungan.

Peringkat broker opsi biner:

Strategi-strategi forex untuk para pemula: “Grid” dan pencarian untuk trend

Kebanyakan pedagang pada awal daripada karir mereka langsung terjun untuk mempelajari strategi-strategi perdagangan yang rumit, dimana mereka akan menerima banyak informasi yang diluar kemampuan mereka. Pengalaman telah membuktikan bahwa sangat lebih efektif untuk berpindah dari yang sederhana ke rumit.

Strategi Forex yang sederhana tapi efektif tanpe menggambar ulang

Tidak ada pedagang yang berpengalaman akan menolak fakta bahwa kunci keberhasilan dalam perdagangan Forex ialah untuk menciptakan suatu strategi yang bisa dihandalkan untuk menentukan waktu-waktu yang optimal untuk membuat suatu transaksi dengan keakuratan yang tinggi dan tidak menggambar ulang.

Strategi Forex yang termudah relevan senantiasa

Beberapa tahun belakangan ini, popularitas bursa Forex diantara para spekulan bertumbuh secara cepat, tetapi sangat disayangkan tidak semua orang bisa memberikan waktu yang cukup untuk mempelajari teknik-teknik yang rumit, jadi strategi perdagangan Forex yang sederhana tetap menjadi suatu alternatif yang terbaik.

Strategi Penggaris: Mengelola uang dengan mudah

Strategi penggaris ini berfokus pada grafik harian dan memiliki satu tujuan – untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dari setiap pergerakan harga. Sangat disayangkan, versi awal daripad teknik ini hanya cocok untuk para pedagang yang sudah banyak berpengalaman, jadi kita disini akan melihat beberapa daripada varian strategi ini yang telah dimodifikasi.

Strategi Three Candles: Perpaduan antara Price Action dengan Indikator-Indikator

Seperti yang anda bisa tebak dari namanya, strategi Three Candles ini berdasarkan daripada pola-pola yang saling terkait dengan metode Price Action, jadi ia dengan sempurna menggabungkan kesederhanaan, efektivitas dan fleksibilitas, karena model-model seperti ini bisa digunakan pada instrumen keuangan apapun.

Strategi Pedagang Malas: Sedikit Bekerja, Banyak Untung

Hampir semua pedagang di dalam hatinya memimpikan untuk tidak melakukan apapun dan mendapatkan bayaran tanpa bekerja, jadi kita tidak akan membahas tentang hal bahwa “berdagang sebagai pekerjaan” dan mari kita melihat apa itu yang dinamakan strategi Lazy Trader (pedagang yang malas).

Strategi Inception: Berdagang Sebelum Makan Siang

Strategi inception adalah satu dari sekian banyak variasi dari “London Bombings”, seperti namanya maka ia berdagang menggunakan order pending setelah jam pembukaan bursa di London, tetapi ia berbeda dengan yang lain karena dia hanya digunakan untuk berdagang dengan pasangan mata uang EUR/USD dan AUD/USD.

London Bombings: Permainan Yang Lebih Unggul

Strategi perdagangan ini telah menjadi dan tetap menjadi populer karena kemudahannya dan efektifitasnya yang tinggi. Rahasia daripada strategi ini ialah fakta bahwa pergerakan pertama sebelum pembukaan pasar di London menentukan pergerakan akan pasangan mata uang pada hari itu.

Strategi Genesis Matrix:Berdagang Impulsif Dengan Indikator

Strategi Genesis Matrix belum terlalu lama baru diketahui banyak orang, dengan beberapa pedagang yang telah mengoptimalisasikan strategi ini untuk digunakan berdagang pada opsi binary, karena kualitas sinyal daripada strategi ini lebih tinggi daripada strategi-strategi lainnya yang menggunakan algoritma yang serupa.

Strategi Another Simple System: Tidak Unik tapi Efisien

Hari ini kita akan mengulas tentang sebuah strategi berdasarkan indikator yang dinamakan Another Simple System, yang pertama kali muncul dan menyebar dengan cepat pada tahun 2020, dan awalnya digunakan untuk berdagang dengan pasangan mata uang EUR/USD dengan menggunakan RSI, rata-rata bergerak dan “level pembulatan”.

Pentingnya Manajemen Resiko Dalam Forex

5 / 5 ( 3 ) Manajemen resiko atau yang dikenal dengan istilah risk management, merupakan salah satu hal yang terpenting dalam dunia trading forex. Karena forex merupakan bisnis untuk menghasilkan uang, dan sama seperti bisnis lainnya, anda harus belajar untuk mengontrol resiko kerugian (potential loss).

Sayangnya, banyak trader yang meremehkan hal ini karena terburu-buru ingin terjun langsung trading tanpa memperhitungkan resiko. Jika anda trading forex tanpa menggunakan aturan manajemen keuangan, hal ini sama saja dengan berjudi.

Manajemen resiko tidak hanya akan melindungi anda dari kerugian, tapi akan memampukan anda untuk bertahan dalam dunia trading forex dalam jangka waktu panjang. Trading forex merupakan suatu permainan probabilitas, yang berarti anda harus menggunakan setiap faktor sebaik-baiknya untuk memperbesar kemungkinan anda untuk menang.

Ada berbagai faktor yang harus anda perhatikan dalam hal manajemen resiko:

Modal
Dalam bisnis trading forex, agar dapat menghasilkan uang kita memerlukan uang sebagai modal finansial. Dalam bisnis, modal yang tidak cukup (undercapital) merupakan satu kesalahan yang umum, begitu pula dalam dunia trading forex. Jika anda tidak dapat membuka akun dengan jumlah modal yang cukup besar, lebih baik bersabar, kumpulkan uang terlebih dahulu sambil belajar trading secara benar sampai anda betul-betul siap secara finansial.

Drawdown & Kekalahan Beruntun
Jika anda memiliki uang sebesar $1000 dan rugi sebesar $500. Anda telah kehilangan uang sebesar 50%. Dalam dunia trading forex, hal ini dikenal dengan istilah drawdown. Drawdown merupakan kondisi dimana modal anda berkurang setelah mengalami kekalahan secara beruntun, dan umumnya dinyatakan dalam angka persentase.

Dalam dunia trading forex, kita harus memiliki keunggulan dalam menghadapi pasar. Dengan alasan ini-lah maka para trader menggunakan sistem trading. Sistem trading yang unggul 70% kelihatannya merupakan suatu cara yang baik untuk diterapkan, namun apakah untuk setiap 100 transaksi anda akan menang 70 kali?

Dapatkah anda memastikan dari 70 transaksi tersebut akan menghasilkan profit? Tentu saja tidak bisa. Anda bisa saja kalah 30 kali berturut-turut pada masa awal trading dan selanjutnya menang 70 kali. Ini tetap termasuk sistem trading yang unggul 70%. Namun anda harus bertanya pada diri sendiri, apakah modal anda masih cukup untuk terus trading bila mengalami kekalahan beruntun 30 kali.

Tidak peduli sistem trading forex apa yang anda pakai, anda dapat saja mengalami kekalahan beruntun. Bahkan para trader profesional pun bisa mengalami kekalahan beruntun, namun pada akhirnya tetap saja profit karena mereka menggunakan manajemen keuangan yang benar. Pada setiap transaksi, mereka hanya akan menggunakan sebagian kecil dari modal-nya sebagai resiko, sehingga meskipun mengalami kekalahan beruntun mereka bisa bertahan. Drawdown merupakan realitas yang tidak dapat dihindari. Kunci kesuksesan seorang trader forex terletak pada penerapan rencana trading yang memungkinkan ia tetap bertahan meskipun mengalami kekalahan beruntun, dan manajemen resiko merupakan bagian dari rencana trading yang harus dilaksanakan secara disiplin.

Sebagai contoh, berikut tabel perbandingan antara penggunaan persentase resiko kecil dan persentase resiko besar terhadap suatu modal.

Faktor Resiko 2% vs. 10% Untuk Setiap Transaksi

Terlihat perbedaan nyata antara menggunakan 2% sebagai resiko versus 10% pada tiap transaksi.

Jika anda mengalami kekalahan beruntun 19 kali, dengan 10% resiko maka modal yang tersisa hanya $301. Ini berarti Anda kehilangan 85% dari modal awal. Tapi bila anda menerapkan 2% resiko, masih ada sisa modal sebesar $1391, hanya kehilangan 30% dari modal awal. Bahkan Jika anda hanya kalah beruntun sebanyak 5 kali, dengan resiko 10% sisa uang anda menjadi $1312, tapi resiko 2% anda masih punya modal sebesar $1845. Perbedaan yang cukup besar!

Anda perlu menerapkan manajemen resiko secara benar sehingga bila anda melalui masa drawdown karena kekalahan beruntun, anda tetap memiliki modal yang cukup untuk bisa bertahan. Di samping itu, semakin besar kekalahan yang anda alami (semakin banyak modal berkurang) akan semakin sulit untuk kembali breakeven ke jumlah modal semula. Maka anda perlu amat berhati-hati dalam menerapkan manajemen keuangan.

Rasio Reward-to-Risk (Untung-Rugi)
Cara lain agar dapat meningkatkan kesempatan memperoleh profit yakni dengan cara trading hanya bila anda berpotensi meraih keuntungan 3 kali lipat dari kerugian. Bila anda memakai rasio reward-to-risk sebesar 3:1, maka semakin besar kesempatan anda untuk profit.

Perhatikan tabel berikut ini:

Pada contoh di atas terlihat jika anda hanya menang 50% maka anda masih mendapatkan profit sebesar $1000. Jika anda trading forex dengan rasio untung-rugi yang baik maka kesempatan anda untuk profit semakin besar bahkan bila persentase menang anda lebih sedikit.

Tapi dalam pelaksanannya ada hal yang perlu anda waspadai. Jika anda seorang scalper dan anda mengambil resiko kerugian sebesar 3 pips setiap transaksi. Dengan menggunakan rasio untung-rugi 3:1 berarti target profit setiap transaksi adalah 9 pips. Tapi ingat, ada faktor spread yang harus anda perhitungkan!

Jika anda mengurangi jumlah posisi anda, anda dapat memperlebar jarak Stop Loss untuk mencapai rasio untung-rugi yang anda inginkan. Bila anda memperbesar jumlah resiko kerugian sebesar 50 pips, maka target untung anda menjadi 150 pips, sehingga mendekati rasio 3:1 seperti yang anda inginkan semula.

Pada kenyataannya, rasio untung-rugi bukanlah suatu hal yang pasti, karena harus disesuaikan dengan timeframe, kondisi market, dan entri/exit poin anda. Masuk akal bagi seorang trader jangka panjang untuk menggunakan rasio untung-rugi 10:1, sementara bagi seorang scalper rasio 0.7:1 mungkin lebih menguntungkan.

Berkaitan dengan resiko yang harus dihadapi apabila kita ingin memulai investasi di forex, dibutuhkan kiat-kiat khusus untuk memperkecil, atau bahkan membalikkan posisi kita yang tadinya minus menjadi kembali positif dan memperoleh untung, antara lain sebagai berikut:

1. Cut loss: Merupakan aksi menutup posisi Anda yang berlawanan dengan pergerakan harga pasar. Cut loss
dipakai untuk membatasi kerugian yang dialami sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.

Misalnya, pada pair GBPUSD, kita Open Buy pada harga 1.8000. Membuka posisi Buy berarti kita mengharapkan harga naik melebihi 1.8000 agar dapat memperoleh untung. Harapan kita harga bergerak misalnya hingga 1.8100 sehingga kita dapat memperoleh profit 100 point. Ternyata harga bergerak berlawanan dengan yang kita harapkan, harga bergerak turun terus menerus dari 1.8000 menjadi 1.7980 dan masih menunjukkan tendensi turun.

Daripada kita mengalami kerugian lebih lanjut dan akhirnya mengalami margin call maka lebih baik posisi ditutup meskipun kita menanggung kerugian 20 point (1.8000 menjadi 1.7980 = -20 point). Aksi ini dinamakan cut loss yaitu menutup posisi yang merugi guna mencegah kerugian yang lebih besar.

2. Switching: Aksi ini mirip dengan cut loss, tetapi bedanya setelah menutup posisi kita yang merugi, kita
membuka posisi baru dengan arah yang sama dengan pergerakan harga pasar.
Pada contoh yang sama dengan cut loss diatas, maka kita menutup posisi kita di 1.7980 kemudian kita membuka posisi baru Open Sell karena harga cenderung mengalami penurunan. Dengan demikian apabila harga terus turun katakanlah mencapai 1.7900 maka secara keseluruhan kita mengalami loss 20 point namun memperoleh profit sebesar 80 points (1.7980-1.7900 = 80) sehingga total kita masih memperoleh profit 60 points.

3. Averaging: Cara ini membutuhkan modal ekstra agar dapat mempertahankan posisi yang telah kita buka yang ternyata
bergerak berlawanan dengan harga pasar.
Pada contoh yang sama dengan Cut Loss diatas, maka bila kita hendak melakukan aksi averaging maka kita membuka posisi baru namun dalam hal ini tidak seperti switching yang menutup posisi kita yang mengalami kerugian lalu membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi kita yang sebelumnya dengan alasan harga telah bergerak turun. Pada averaging kita tidak menutup posisi kita yang telah dibuka (pada kasus ini Open Buy) lalu bahkan kita menambahinya dengan membuka posisi baru dengan arah yang sama yaitu Open Buy kembali. Mengapa? Bukankah kita sudah Open Buy sebelumnya dan mengalami kerugian, lalu mengapa melakukan Open Buy kembali? Alasannya sederhana, kita berharap karena harga telah turun maka harga akan kembali naik sehingga ketika kita melakukan aksi Open Buy yang kedua diharapkan harga bergerak naik bahkan melampaui Open Buy kita yang pertama sehingga kita memperoleh keuntungan ganda.

Ketiga manajemen resiko diatas sangat sederhana dan mudah untuk dilaksanakan. Akan tetapi apakah dengan mengetahui ketiga manajemen resiko tersebut kita dipastikan tidak mengalami loss? Jawabannya tentu saja tidak. Apabila Anda cermati, ketiga manajemen resiko diatas bertumpu pada satu hal yaitu kemampuan dalam menganalisa pergerakan harga. Manajemen resiko bahkan tidak pernah menjadi efektif jika kita tidak mampu melakukan analisa dengan benar dan akurat. Jadi, mengetahui analisa adalah keharusan dalam memulai investasi di forex trading.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: