Strategi Aksi Harga Forex – Memahami Komponen Pergerakan Harga

Peringkat broker opsi biner:

Mengenal Berbagai Komponen Pergerakan Harga Di Forex

Forexindonesia.org,-Orang bilang, tak kenal maka ta’aruf (kenalan). Bagi trader forex, hal ini berlaku bagi mengenal komponen pergerakan harga. Setiap hari, seorang trader akan berjibaku dengan pergerakan harga naik, turun, mendatar, dan seterusnya, di pasar forex; masa komponen pergerakan harga saja tidak tahu!?

Trader forex boleh jadi memiliki perbedaan pandangan mengenai faktor-faktor pembentuk harga. Apakah itu faktor fundamental, atau teknikal, atau sentimen pasar saja? Namun, komponen pergerakan harga terdiri dari enam hal yang berlaku umum:

1. Trend.
Trend ialah kecenderungan pergerakan harga ke arah tertentu. Biasanya, dikenali ada dua jenis trend: Bullish (naik/uptrend) dan Bearish (turun/downtrend). Pasar tidak selalu berada dalam kondisi trending. Bisa juga pasar mengalami masa sideways/ranging ketika harga bergerak naik turun dalam kisaran terbatas, atau choppy ketika pergerakan harga naik turun dengan tajam tetapi tanpa kecondongan ke arah tertentu.

2. Volatilitas.
Volatilitas merujuk pada besarnya fluktuasi pergerakan harga secara periodik. Umpamanya, ada pernyataan, “volatilitas tertinggi pair EUR/USD tahun 2020 mencapai 1000 pips”, itu artinya dalam waktu setahun, pergerakan naik dan turun EUR/USD secara kumulatif sejumlah 1000 pips.

3. Momentum.
Momentum merupakan percepatan atau perlambatan laju pergerakan harga. Pergerakan harga bisa makin cepat ketika ada momentum tertentu, misalnya melewati momen perilisan berita fundamental berdampak tinggi, atau ketika menemui level harga bulat tertentu yang dianggap sebagai ambang teknikal penting.

4. Siklus Pasar.

Tahukah ketika pasar cenderung ramai dan harga-harga mahal di masa mendekati lebaran? Atau ketika mall biasanya sepi di hari Senin, tetapi penuh sesak di hari Sabtu-Minggu? Kecenderungan berulang itu dinamakan siklus pasar. Dalam forex juga terdapat siklus pasar. Siklus dapat dilihat dari pergerakan harga jangka panjang.

Contohnya, dari pemantauan pergerakan harga EUR/USD tahun 1997-2007, ditemukan bahwa pair ini cenderung melemah di bulan Januari, karena ia melemah dalam 9 diantaranya dan hanya menguat di 2 diantaranya. Di sisi lain, USD/CHF biasanya menguat pada bulan Januari, dengan performa menguat pada 9 diantaranya, dan hanya melemah pada 2 sisanya.

5. Kekuatan Pasar

Kekuatan Pasar mengacu pada seberapa banyak transaksi yang mendukung trend, volatilitas, momentum, maupun siklus pasar. Sebagaimana diketahui, di pasar forex pun ada masanya sepi dan ramai. Semakin ramai, tentu kekuatan pasar yang mendorong pergerakan harga akan makin perkasa.

Peringkat broker opsi biner:

6. Support dan Resistance
Support dan Resistance merupakan level-level dimana harga cenderung “memantul“, atau dengan kata lain, tingkat harga yang sering menjadi perhentian ketika bergerak naik-turun.

Pemahaman mengenai keenam komponen pergerakan harga di forex ini akan membantu setiap trader mengenal kondisi pasar saat ia bertrading, serta menentukan strategi dan manajemen risiko yang sesuai.

Memahami Komponen Pergerakan Harga

Dibaca Normal 5 menit

Agar dapat mengetahui pergerakan harga di pasar forex dengan lebih baik, maka ada baiknya Anda ketahui dulu beberapa komponennya. Apa saja itu?

Walaah, gak usah bingung-bingung kalau mau trading. Apapun pemahaman sistem maupun cara tradingnya, yang penting hasilnya hijau, oke lah

Yah, memang ada sih temen trader yang berpendapat demikian, saya pun sepakat. Namun, sebaiknya kita mesti mempunyai pemahaman maupun sistem trading yang dapat dipertanggungjawabkan. Well, bukan maksud hati membuat segalanya jadi ruwet. Hanya saja, meskipun modal yang kita kelola itu modal kita sendiri, tetap saja segala keputusan yang kita ambil harus dilandasi dengan pertimbangan rasional apabila kita menganggap forex sebagai bisnis.

Berdasarkan uraian di atas, maka hal krusial bagi seorang trader adalah memahami komponen pergerakan harga. Tentu saja dari pemahaman tersebut, kemudian akan diambil kesimpulan tentang posisi apa yang akan diambil, berapa Take Profit dan berapa Stop Loss.

Bagi seorang trader fundamental, komponen pergerakan harga bisa diketahui dengan memantau isu-isu maupun berita global, serta melakukan prediksi awal tentang reaksi market terhadap hal tersebut. Sementara bagi trader teknikal, pemahaman akan komponen pergerakan harga lebih mengacu pada data-data historis.

Hal ini disesuaikan dengan keyakinan dasar mereka, bahwa segala sesuatu terjadi berdasarkan kejadian yang telah lalu dan bahwa history selalu berulang, termasuk juga dalam pergerakan harga. Oleh karena itu, mari kita mengenal berbagai komponen pergerakan harga sebagai berikut:

1. Tren

Tren didefinisikan sebagai kecenderungan harga untuk bergerak dalam satu arah. Secara sederhana, tren dibedakan menjadi 3 macam:

  • Uptrend, yaitu pergerakan harga yang naik secara bertahap.
  • Downtrend, yaitu pergerakan harga yang menurun secara bertahap.
  • Ranging atau Sideways, yakni saat harga menunjukkan konsolidasi akibat adanya tarik-menarik antara pihak seller vs. buyer. Pada kondisi ini, arah tren sulit untuk diketahui karena harga hanya bergerak naik-turun dalam kisaran tertentu.

2. Volatilitas

Besarnya jarak antara fluktuasi (naik turunnya) harga secara periodik disebut volatilitas. Volatilitas tinggi berarti harga naik tinggi dengan cepat lalu tiba-tiba turun dengan cepat pula, sehingga memunculkan selisih sangat besar antara harga terendah dan harga tertinggi dalam suatu waktu. Di sisi lain, volatilitas yang lebih rendah berarti nilai tukar tidak banyak berfluktuasi, dan perubahannya cenderung kecil dari waktu ke waktu.

3. Momentum

Momentum ini ada hubungannya dengan tren pada poin pertama di atas. Agar tidak salah atau telat entry, maka kita perlu tahu dulu kekuatan tren yang sedang terjadi. Kekuatan inilah yang dinamakan momentum. Dengan bantuan momentum, kita dapat mengetahui apakah tren akan berlanjut (momentum menguat) atau justru berbalik (ditandai dengan melemahnya momentum).

4. Kekuatan Pasar

Intensitas dari opini pasar yang berhubungan dengan sebuah harga, dengan melihat posisi pasar yang diambil oleh beragam pelaku pasar, disebut kekuatan pasar atau sentimen pasar. Dalam pasar forex, sentimen ini berpengaruh cukup signifikan terhadap kondisi pasar yang sedang diperdagangkan. Sentimen yang negatif biasanya akan melemahkan pasar, sementara sentimen positif cenderung memperkuat pergerakan harga di pasar.

5. Siklus

Yaitu kecenderungan harga pasar untuk bergerak dalam pola siklus tertentu. Salah satu teori analisa yang mengulas pola pergerakan harga dalam siklus tertentu adalah Elliot Wave. Di sini, harga dipetakan dalam 5 gelombang utama dan 3 gelombang koreksi. Jika harga sudah membentuk semua gelombang-gelombang tersebut, maka trennya akan berlanjut.

6. Support Resistance

Ketika para trader menganggap level harga saat ini sudah terlalu tinggi, maka mereka akan cenderung mengakhiri aksi buy dan melakukan profit-taking. Tindakan inilah yang menyebabkan harga turun setelah mencapai level tinggi tertentu, atau biasa disebut sebagai Resistance. Sebaliknya, ada level harga yang oleh para trader dianggap sudah cukup rendah, sehingga mereka yang sell akan melakukan profit-taking. Sebagai akibatnya, harga akan terkoreksi naik dari suatu level yang dikenal sebagai Support.

Penutup

Overall, pemahaman akan hal-hal tersebut merupakan suatu keharusan untuk bisa mengambil keputusan yang tepat dalam bertrading. Tidak perlu khawatir tentang dari mana memperoleh data maupun cara mengolah data yang kita butuhkan tersebut. Bisa dikatakan, kita sungguh beruntung ada di zaman dimana segala macam informasi dari banyak sumber bisa diolah dan disajikan secara real-time, sehingga kita bisa melakukan trading dengan mudah plus menyenangkan.

Kita bisa memanfaatkan trading platform maupun bantuan software untuk mengetahui lebih jauh tentang berbagai komponen pergerakan harga. Anda tinggal klik untuk menampilkan indikator yang diinginkan, yang pada dasarnya menyajikan informasi tentang komponen-komponen pergerakan harga di atas.

Yang terpenting adalah bagaimana Anda memahami apa yang ditunjukkan oleh indikator tersebut. Ada banyak sekali indikator yang bisa Anda gunakan untuk membaca komponen pergerakan harga. Misalnya untuk membaca tren, Anda bisa menggunakan Parabolic SAR, atau bisa juga “keluarga” Moving Average. Untuk volatilitas dan momentum, Anda bisa gunakan MACD, Relative Strength Index (RSI) dan sejenisnya. Untuk siklus dan Support Resistance, Anda bisa gunakan Fibonacci ataupun Pivot Point. Dan untuk kekuatan pasar, Anda bisa lihat langsung di candlestick. Simple kan? Semuanya sudah tersedia diujung jari, kok.

Jadi, tugas Anda hanyalah memilih dan memahami beberapa kegunaan indikator di atas. Selanjutnya, Anda bisa mengambil keputusan tepat berdasarkan pemahaman yang diperoleh terhadap data dan indikator tersebut. Dengan menggunakan dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan, apapun hasil yang kita peroleh, kita bisa ambil manfaatnya. Yah. syukur-syukur kalo profit. Kalaupun loss, dari situ bisa kita ambil pelajaran supaya lain kali tidak terulang lagi kesalahan yang sama.

Setelah mengetahui beberapa komponen pergerakan harga pasar forex di atas, maka langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah menganalisa data dengan bantuan indikator teknikal. Berikut ini adalah 4 jenis indikator teknikal yang penting dan paling banyak diandalkan oleh para trader.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: