Sistem Perdagangan Minyak Nova – AS Lancarkan Perang Dagang ke Uni Eropa Mulai 18 Oktober

Peringkat broker opsi biner:

Mendag Sebut RI Siap Perang Dagang dengan Uni Eropa

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan siap melakukan perang dagang jika ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) diharamkan di Uni Eropa. Uni Eropa saat ini tengah berencana mengeluarkan larangan penggunaan CPO sebagai bahan baku biofuel.

“Kalau perang dagang sudah dilakukan kami siap,” kata Enggar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (8/3).

Enggar menyebut, Indonesia bisa membalas Uni Eropa dengan menahan produk impor asal negara-negara tersebut untuk masuk ke Indonesia. Dalam waktu dekat, Enggar berencana bertemu dengan Duta Besar Perancis untuk Indonesia membahas keinginan pemerintah mempertimbangkan kembali izin produk susu bubuk asal negara tersebut.

Lihat juga:

“Kita diganggu sawitnya saya ganggu tuh mulai dari wine-nya. Kemudian Duta besar Perancis sudah mau bertemu, saya akan bilang sedang mempertimbangkan produk susu bubuk mereka. Toh izin impor di saya,” tegas Enggar.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tetap akan melakukan lobi ke Uni Eropa.

“Iya akan jelaskan karena mesti jelaskan apa dampaknya itu, kami kan sudah moratorium apa namanya kelapa sawit,” kata Luhut.

Peringkat broker opsi biner:
Lihat juga:

Luhut menyebut pengurangan ekspor sawit yang cukup besar ke Uni Eropa dapat berdampak pada petani kelapa sawit di Indonesia. Saat ini, menurut dia, ada sekitar 16 juta petani kelapa sawit di Indonesia.

“Kelapa sawit ini kan ada 16 juta petani kecil kita. Kalau dilarang ya terbunuh petani kita. Jadi kami perbaiki lahan gambut dan masalah lingkungannya,” terang Luhut.

Selain itu, kelapa sawit, meurut dia, juga memiliki potensi penerimaan negara yang besar, yakni mencapai US$50 miliar dalam kurun tiga sampai empat tahun kedepan. (agi/agi)

Perang Dagang, Perusahaan Minyak AS Minta Bebas Tarif Impor

Jakarta, CNN Indonesia — Perang dagang yang dikobarkan Presiden Amerika Donald Trump terus menimbulkan dampak. Kali ini dampak dialami oleh perusahaan energi dan minyak di Amerika.

Kebijakan perang dagang yang dilakukan Trump terhadap China dan Negara lain mulai membuat perusahaan minyak dan energi Negeri Paman Sam tersebut kelimpungan. Pasalnya, karena kebijakan perang dagang tersebut mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk impor pipa untuk mendukung kegiatan produksi mereka.

Atas masalah itulah perusahaan energi dan minyak Amerika memutuskan untuk ramai- ramai mengajukan pembebasan tarif impor baja.

Dilansir dari Reuters, Selasa (19/6) Kementerian Perdagangan Amerika sampai saa t ini sudah menerima 21 dokumen permohonan pengecualian tarif impor yang diajukan pelaku usaha terkait perang dagang yang dilakukan Trump.

Nah, dari 21 ribu tersebut, 500 di antaranya berkaitan dengan pipa minyak dan material lain yang terkait pertambangan. Berkas permohonan tersebut antara lain diajukan oleh Plains All American Pipeline, Hess Corp, dan Kinder Morgan Inc.

Lihat juga:

Dalam surat permohonannya, Plains menyatakan bahwa permohonan diajukan karena sampai saat ini tidak ada satu pabrikan di AS yang mampu memproduksi pipa sesuai spesifikasi yang diinginkan oleh perusahaan.

Saat ini, hanya tiga pipa pabrikan di dunia yang mampu memproduksi pipa tersebut. Chief Executive Plains, Greg Armstrong menyatakan, kalau kebijakan pembebasan tarif tidak dilakukan, perang dagang yang dikobarkan Trump akan mengganggu produksi minyak dan energi Amerika.

Maklum saja, hasil studi dari industri pipa di Amerika tahun lalu menunjukkan pengenaan tarif bea masuk baja bisa mengerek biaya produksi karena 77 persen komponen industri pipa baja Amerika masih impor.

Berdasarkan studi S&P Global Platts, harga lembaran baja AS telah melonjak sekitar 50 persen sejak tahun lalu.

Sementara itu untuk Kinder Morgan mengajukan pengecualian tarif untuk pipa gas alam Gulf Coast Express senilai US$1,75 miliar dari Texas Barat ke Pantai Teluk AS. Dalam surat permohonan, mereka menyatakan bahwa pengajuan dilakukan karena di Amerika hanya satu perusahaan yang mampu memenuhi spesifikasi pipa yang mereka pesan.

Lihat juga:

Satu perusahaan itu pun tidak bisa memenuhi volume kebutuhan pipa yang diminta Kinder Morgan.

Sementara itu untuk Hess, permohonan pengecualian tarif diajukan dengan alasan keamanan dan keselamatan. Mereka lebih nyaman dan aman menggunakan pipa buatan Jepang untuk proyek offshore Stampede di Teluk Meksiko.

“Tanpa kemampuan untuk menggunakan produk tersebut, kami tidak akan bisa menjamin ketahanan terhadap karat di operasional laut dalam menggunakan produk baja lain yang tersedia. Hal itu berpotensi mengorbankan keselamatan dan perlindungan terhadap lingkungan,” kata perusahaan tersebut dalam surat permohonan pengecualian tarif yang mereka ajukan.

Kementerian Perdagangan AS berjanji untuk menindaklanjuti surat permohonan dalam 90 hari sejak permohonan tersebut diajukan. Pemerintah AS menawarkan pengembalian tarif yang dibayarkan jika permohonan tersebut dikabulkan.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: