Sistem Perdagangan Bahasa Yang Mudah, Jual beli uang digital

Peringkat broker opsi biner:

Apa Yang Dimaksud Dengan Cryptocurrency (Mata Uang Digital)?

Perkembangan mata uang digital atau cryptocurrency begitu cepat dan agresif.

Fundstrat Global melacak terdapat sekitar 630 uang digital di pasar. Jumlah itu belum termasuk produk investasi berbasis uang digital.

Perkembangan teknologi keuangan ini mulai mengguncang layanan keuangan dan sistem pembayaran global.

Namun, sebenarnya apa yang dimaksud dengan mata uang digital atau cryptocurrency ini? Berikut ulasannya!

Apa yang dimaksud dengan Cryptocurrency (Mata Uang Digital)

Cryptocurrency sudah ada sekitar sepuluh tahun lalu dan kini telah menjadi cukup populer, tersebar luas, serta dilingkupi juga atas banyak kontroversi dari perkembangan yang inovatif.

Peringkat broker opsi biner:

Mengutip dari situs Coinmarketcap.com, saat ini sudah ada 904 jenis mata uang kripto dan yang paling terkenal adalah Bitcoin.

Bitcoin ini pun berhasil mengerek harga mata uang kripto yang lain.

Cryptocurrency adalah mata uang digital di mana transaksinya dapat dilakukan dalam jaringan (online).

Tidak seperti halnya mata uang kertas yang dicetak, cryptocurrency didesain dengan memecahkan soal-soal matematika berdasarkan kriptografi.

Mata uang digital biasanya bersifat terdesentralisasi. Artinya, secara umum jauh lebih aman daripada yang sifatnya terpusat.

Nilai mata uang digital berbasis kriptografi berasal dari kelangkaannya, dan proses penciptaannya melalui pemecahan matematika yang rumit, nilai enkripsinya unik, dan kepercayaan dan penggunaannya juga berasal dari keseluruhan komunitasnya.

Cryptocurrency yang pertama kali hadir dan meraih kesuksesan adalah Bitcoin, yang ditemukan oleh Satoshi Nakamoto.

Kesuksesan Bitcoin ini menjadi inisiator munculnya tipe-tipe baru cryptocurrency yang mencoba untuk berkompetisi dengan Bitcoin.

Kapitalisasi pasar Bitcoin dan beberapa cryptocurrency populer lainnya seperti Litecoin, Ethereum, Dogecoin, dengan cepat mendekati US$100 miliar atau setara dengan Rp1,334 triliun.

Bagaimana Cara Cryptocurrency bekerja?

Satoshi Nakamoto telah berhasil menemukan sebuah sistem yang revolusioner yaitu sistem yang berfungsi untuk memudahkan transaksi uang digital terdesentralisasi.

Sistem uang terdesentralisasi adalah sebuah jaringan yang mampu menghubungkan para penggunanya tanpa kebutuhan perantara atau pihak ketiga atau otoritas pusat seperti perbankan atau pemerintah.

Hanya dengan smartphone berbasis Android atau laptop yang terhubung dengan internet, Anda dapat mengirim dan menerima uang dari manapun dan ke mana pun di seluruh dunia.

Menariknya lagi, hal tersebut dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, tidak bergantung pada hari kerja bank atau hari kerja pemerintah, tidak ada downtime dan transaksi dapat dilakukan dalam hitungan menit.

Masalah yang sedang kita hadapi pada sistem terpusat adalah terkait dengan perlunya biaya lebih untuk membayar jasa pada pihak ketiga sebagai perantara.

Selain itu, peran pihak ketiga yang sekarang dimainkan oleh bank atau pemerintah pasti terdiri dari sekumpulan aturan dan batasan-batasan tertentu, sehingga dapat dikatakan masih jauh dari efisiensi dan efektivitas.

Masalah tersebutlah yang dicoba diselesaikan oleh teknologi yang sekarang diperkenalkan dengan nama Blockchain.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang blockchain:

Mekanisme Blockchain

Blockchain merupakan platform di mana mata uang digital cryptocurrency dijalankan.

Cryptocurrency, kosakata turunan dari kata cryptography atau kriptografi (bahasa persandian), merujuk kepada sebuah kesepakatan dari para pengguna dan proses penyimpanan yang diamankan oleh sandi-sandi yang kuat.

Fungsi dari teknologi blockchain adalah untuk mengatur dan menjaga setiap penambahan data yang tersimpan pada tiap-tiap blok.

Blok-blok yang menyimpan data tersebut akan berhubungan satu sama lain dan membentuk jaringan terdesentralisasi atau peer to peer Networks (P2P).

Dalam blockchain, setiap data yang telah disimpan atau dicatat tidak dapat di sunting maupun dipalsukan.

Sederhananya, sistem ini memungkinkan Anda untuk mengirim emas melalui email.

Jaringan P2P adalah jaringan kesepakatan, oleh karena itu sistem ini mampu menghadirkan sistem pembayaran dan proses transaksi yang benar-benar baru dan efisien dalam bentuk uang digital.

Sebagai ilustrasi, cryptocurrency seperti Bitcoin terdiri dari jaringan-jaringan mandiri.

Tiap jaringan yang mandiri tersebut memiliki catatan yang lengkap tentang sejarah semua transaksi yang terjadi serta setiap saldo yang dimiliki oleh setiap akun pemilik Bitcoin.

Pada akhir setiap transaksi dan setelah adanya konfirmasi, suatu transaksi akan langsung, dapat diketahui oleh semua jaringan yang terhubung dengan jaringan blockchain tersebut.

Sebuah transaksi akan selalu berisi penjelasan bahwa telah terjadi transaksi dari A memberikan sejumlah Bitcoin kepada B dan kemudian ditandatangani secara digital oleh A dengan memberikan private key (dalam bentuk sandi alfanumerik) ke dalam sistem.

Setelah ditandatangani oleh A, maka transaksi itu akan secara otomatis diumumkan pada jaringan.

Informasi tersebut dikirimkan dari satu jaringan mandiri kepada seluruh jaringan mandiri yang lainnya yang tergabung dalam sistem.

Konfirmasi merupakan tahapan yang paling krusial serta kritikal dalam sistem cryptocurrency.

Konfirmasi adalah segalanya. Ketika sebuah transaksi tidak dikonfirmasi, maka akan ada kemungkinan bahwa transaksi tersebut sedang dibajak atau dipalsukan.

Ketika sebuah transaksi telah dikonfirmasi, maka transaksi tersebut akan disimpan dalam sebuah tempat yang disebut “Blocks”.

Catatan tentang transaksi tersebut tidak dapat diganggu gugat, tidak dapat diubah dan tidak dapat dibajak atau dipalsukan. Catatan transaksi tersebut telah dianggap sebagai catatan yang permanen dari sejarah keseluruhan transaksi, inilah yang disebut dengan Blockchain atau rantai blok.

Blockchain mungkin dapat dikatakan mirip dengan buku besar yang tersedia dalam jaringan atau online, di mana setiap transaksi dicatat dan dapat dilihat oleh keseluruhan pengguna jaringan internet.

Bedanya dengan perbankan, buku besar bank disimpan dan dimiliki oleh bank itu sendiri, sedangkan pada blockchain semua orang bahkan yang bukan pengguna sekalipun dapat mengakses buku besar tersebut.

Serangkaian proses inilah yang sebenarnya menunjukkan bahwa cryptocurrency sama sekali tidak membutuhkan manusia atau kepercayaan antara para penggunanya.

Hanya dengan menggunakan pengamanan yang berupa algoritma matematika yang kompleks yang menjanjikan keamanan dan ketidakmungkinan untuk dimanipulasi.

Pekerjaan para Penambang Cryptocurrency

Pertama dan paling penting adalah semua orang dapat melakukan cryptocurrency mining atau menambang mata uang digital. Mereka yang melakukan ini disebut sebagai miner atau penambang.

Para penambang dibutuhkan karena memang secara alami dalam sistem jaringan terdesentralisasi ini tidak memiliki otoritas pusat untuk melakukan pembagian tugas.

Selain itu, cryptocurrency membutuhkan sebuah sistem untuk mencegah setiap bentuk perbuatan curang atau penyalahgunaan jaringan.

Sebagai contoh, seseorang mungkin saja menciptakan ribuan jaringan mandiri (peers) dan menyebarkan transaksi yang palsu, maka hal tersebut tentu dapat merusak sistem sehingga merugikan orang banyak.

Oleh karena itu, para penambang dibuat seolah-olah bekerja sama dengan jalan mengkonfirmasi dan memverifikasi setiap catatan dan transaksi yang terjadi pada sistem.

Dengan demikian, apabila ada yang memalsukan data transaksi atau berbuat curang, sistem dapat mengetahui dan memberikan hukuman secara langsung, tepat dan akurat sesuai dengan logika-logika matematika yang ada pada sistem tersebut.

Untuk menjadi seorang penambang, Anda perlu memecahkan sebuah teka-teki kriptologi yang berupa persoalan-persoalan matematika rumit yang telah diatur oleh pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto.

Apabila kalian berhasil memecahkan teka-teki tersebut, maka sebagai penambang Anda akan membangun sebuah block dan menambahkannya pada sistem blockchain.

Para penambang juga diberikan izin untuk menambahkan transaksi cryptocurrency ke dalam sistem yang akan secara otomatis memberikan sejumlah Bitcoin kepadanya.

Inilah satu-satunya cara valid untuk menghasilkan Bitcoin “baru”. Bitcoin baru hanya dapat dihasilkan dari proses seorang penambang berhasil memecahkan teka-teki kriptologi sebagaimana dijelaskan di atas.

Tingkat kesulitan penambang akan bertambah seiring dengan naiknya kebutuhan kekuatan listrik yang dimiliki oleh para penambang.

Bagaimana Menentukan Harga dari Sebuah Cryptocurrency

Harga sebuah cryptocurrency sangat bergantung kepada mekanisme pasar.

Pasar cryptocurrency adalah pasar yang memiliki tingkat perubahan (volatilitas) dan fluktuasi yang sangat cepat berubah dan ekstrem, bahkan dalam waktu beberapa jam saja sebuah cryptocurrency dapat mencapai kenaikan harga sampai dengan 1000%.

Harga dari setiap mata uang digital tersebut sama seperti produk-produk pada umumnya, yaitu tergantung kepada permintaan dan penawaran.

Jika banyak orang melakukan permintaan terhadap suatu mata uang tertentu sedangkan penawarnya tidak begitu banyak, maka nilainya akan meningkat.

Seperti Bitcoin misalnya, jumlah total keseluruhan Bitcoin disediakan oleh sistem adalah 21 juta.

Oleh karena itu, suplai dari Bitcoin akan menurun dari waktu ke waktu dan akan menyentuh puncak suplainya pada tahun 2140.

Hal inilah yang juga menjelaskan mengapa nilai Bitcoin selalu lebih tinggi jika dibandingkan mata uang digital lainnya.

Cryptocurrency dapat dimanfaatkan untuk beberapa kegiatan. Untuk saat ini, baru ada 3 kegiatan transaksi yang dapat Anda lakukan menggunakan cryptocurrency, yaitu:

#1 Jual Beli Bitcoin di Pasar Bursa

Kegiatan ini sangat menjanjikan keuntungan baik untuk profesional ataupun bagi para pemula.

Karena pasar bursanya masih dapat dikatakan sebagai suatu hal yang baru, di mana arbitrase dan margin trading masih dimungkinkan terjadi secara luas dan sesering mungkin.

Harga mata uang yang masih berubah-ubah secara drastis memainkan peran yang sangat penting untuk mendatangkan investor-investor baru ke dalam pasar ini.

Dibandingkan dengan pasar bursa finansial yang konvensional, pasar cryptocurrency dapat dikatakan sangat bebas hambatan dan sangat mudah untuk bergabung ke dalamnya.

Anda dapat langsung mendaftar, menukarkan mata uang fiat Anda untuk sejumlah Bitcoin, dan langsung dapat memulai kegiatan trading mandiri.

Namun perlu diwaspadai, Bitcoin bukanlah mata uang fiat, yang artinya naik turunnya harga tidak akan bergantung atau dipengaruhi oleh ekonomi maupun kebijakan sebuah negara.

Berbeda pula dengan pasar saham pada umumnya, tidak ada pasar yang resmi untuk Bitcoin.

Ratusan pasar crypto yang tersebar di seluruh dunia yang dapat Anda akses 24 x 7.

Karena tidak adanya pasar resmi, maka hal tersebut memiliki konsekuensi tidak adanya harga resmi untuk mata uang digital ini.

#2 Pengeluaran Personal

Anda dapat menggunakan mata uang digital untuk membeli barang apapun, selama perusahaan-perusahaan ini menerima pembayaran menggunakan mata uang digital.

#3 Penggalangan Dana Massal (Crowdfunding)

Anda bisa memberikan sesuatu pada komunitas dengan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan penggalangan dana massal atau crowdfunding.

Keuntungan dengan memberikan donasi melalui Bitcoin adalah Anda tidak akan dikenakan biaya untuk transaksi tersebut dan uang yang Anda berikan tidak akan diberikan apabila proyek yang Anda danai tidak memenuhi atau mencapai kriteria.

Anda juga dapat menarik kembali donasi jika memang dirasakan tidak sesuai dengan tujuan awal Anda melakukan donasi.

Pahami dan Mulai Belajar Berinvestasi Cryptocurrency

Jadi Anda sudah tahu ‘kan apa itu cryptocurrency?

Apakah Anda tertarik untuk berinvestasi dengan mata uang digital dan bermain di pasar crypto?

Jika iya, Anda harus memahami risikonya terlebih dahulu. Silakan pelajari dan pahami risiko investasi mata uang digital di artikel ini.

Tetap waspada dan selalu pertimbangkan risiko yang ada sebelum berinvestasi apapun!

Apakah Anda sudah mulai berinvestasi mata uang digital atau cryptocurrency? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

Pengertian uang, sejarah, fungsi, syarat, jenis, dan teorinya

Tidak semua orang tahu pengertian uang. Padahal setiap hari mencarinya. Hampir segala barang di dunia dapat dibeli dengan benda pemilik nama lain duit itu. Jangankan saat hidup, sebelum lahir dan sesudah meninggal pun banyak kebutuhan manusia yang masih memerlukan uang.

Bahan pembuatan uang dari kertas dan logam biasa. Bukan sutra, emas, ataupun perak. Meski begitu, nilai uang sangat tinggi. Silakan tukar saja dengan barang lain. Uang pasti dihargai sesuai nominal yang tertera. Padahal, harga bahan atau nilai intrinsiknya lebih murah.

Fungsi uang sangat banyak. Bukan hanya sebagai alat jual dan beli. Sejarah uang juga panjang. Mulai dari sistem barter sampai kebutuhan manusia akan alat tukar perdagangan. Detailnya akan uangindonesia.com uraikan di bawah. Kali saja Anda penasaran syarat dan jenis-jenis uang masa depan.

Pengertian uang

Dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

Dalam ekonomi tradisional, pengertian uang didefinisikan sebagai alat tukar. Tidak hanya uang seperti sekarang ini, benda lain seperti emas, perak, bahkan garam pun bisa dijadikan uang barang. Syaratnya ialah benda itu diterima secara umum oleh seluruh masyarakat setempat.

Ilmu ekonomi modern mendefinisikan pengertian uang lebih luas lagi. Bukan hanya sebagai alat pembayaran jual beli barang, jasa, dan kekayaan lain, melainkan juga pembayaran utang. Beberapa ahli menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

Sejarah uang

Jangankan uang kerts dan logam sekarang, pertukaran barang secara barter pun dulu belum dikenal manusia. Kehidupan saat itu tidak sekompleks sekarang. Manusia memenuhi kebutuhan sendiri-sendiri dengan sangat sederhana

Mereka pergi berburu jika lapar. Butuh pakaian tinggal membuat dengan bahan kulit binatang ataupun pohon. Ingin makan makanan lain, pergi ke hutan untuk mencari dan memetik buah yang diinginkan. Begitu seterusnya.

Namun seiring waktu berjalan, kebutuhan hidup manusia tambah banyak. Apa yang mereka peroleh tidak bisa memenuhi kebutuhan sendiri secara menyeluruh.maka dicarilah cara tukar-menukar barang antara individu satu dengan yang lain. Cara ini dikenal sebagai sistem barter.

Sistem barter

Sistem barter digunakan cukup lama, hingga berabad-abad. Sampai akhirnya manusia mendapati kendala pada sistem tersebut karena kehidupan lebih kompleks lagi.

Kendala pada sistem barter misalnya sulit ketemunya dua orang pemilik barang yang saling membutuhkan satu sama lain. Misal, Si A punya buah dan butuh ikan, ketemunya dengan B yang punya ikan tetapi butuhnya bukan buah, melainkan pakaian.

Uang barang

Menghadapi masalah seperti di atas, manusia memikirkan lagi hingga menemukan solusi baru. Yaitu menggunakan benda-benda tertentu sebagai alat tukar. Benda yang ditetapkan biasanya yang dapat diterima secara umum. Contohnya pada orang Romawi zaman dulu menggunakan garam.

Kalau diilustrasikan pada si A dan B di atas, maka seperti ini. A menemui penghasil garam dan menukarnya dengan buah. Setelah garam dimiliki, barulah menemui B yang memiliki ikan. Meskipun butuhnya pakaian, B menerima garam karena sudah ditetapkan sebagai uang barang. Sehingga B pun akan lebih mudah lagi menukarnya dengan orang lain yang memiliki pakaian.

Meski lebih mudah dari sistem barter, seiring perkembangan kehidupan manusia yang lebih kompleks, sistem uang barang memiliki kelemahan juga. Hal ini karena uang barang tidak mempunyai pecahan kecil sehingga kesulitan menentukan nilai, penyimpan dan pengangkutan yang susah, dan mudah hancur atau tidak tahan lama.

Akhirnya dicarilah benda yang mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:

  • Diterima secara umum
  • Lebih mudah dibawa, dan tahan lama

Pada waktu itu pemilik uang logam berhak penuh atas uang tersebut. Ia bebas menimbun sebanyak-banyaknya bahkan menempa untuk dijadikan perhiasan pun tak ada larangan. Hingga muncul ketakutan pedagangan makin maju tidak bisa dilayani oleh uang logam. Hal ini mengingat jumlah emas dan perak yang terbatas.

Lagi pula, uang logam juga akan menemui kendala lain jika dalam transaksi tukar-menukar menukar berskala besar. Jumlah yang dibutuhkan makin banyak tentu akan menyulitkan dipindahtangankan. Sampai akhirnya terciptalah uang kertas.

Namun, jangan salah. Uang kertas yang beredar saat itu adalah bukti kepemilikan emas atau perak. Kertas-kertas itu dijamin seratus persen oleh emas dan perak yang tersimpan pada pandai. Sewaktu-waktu uang ini dapat ditukar kembali dengan jaminannya secara penuh.

Pada perkembangan selanjutnya, inilah yang menjadi cikal bakal uang yang kita pakai seperti sekarang ini. Orang-orang tidak lagi menggunakan emas secara langsung untuk transaksi. Mereka lebih suka memakai kertas-kertas bukti tersebut.

Fungsi uang

Sudah dijelaskan di atas, fungsi uang sebagai perantara pertukaran barang dengan barang, menghindari sistem barter yang banyak menemui kendala, sehingga diharapkan transaksi perdagangan menjadi lebih mudah. Namun, secara lebih rinci dibedakan menjadi dua. Yaitu fungsi asli dan fungsi turunan.

Fungsi asli dibagi menjadi tiga:

  1. Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran
  2. Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) : Menunjukan nilai barang/ jasa (alat penunjuk harga), dan sebagai satuan hitung yang mempermudah pertukaran.
  3. Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta).

Fungsi turunan dibagi menjadi:

  1. Uang sebagai alat pembayaran yang sah.
  2. Uang sebagai alat pembayaran utang.
  3. Uang sebagai alat penimbun kekayaan.
  4. Uang sebagai alat pemindah kekayaan.
  5. Uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi

Syarat-syarat uang

Suatu benda dapat dijadikan sebagai uang jika memenuhi syarat-syarat berikut:

  1. Benda itu harus diterima secara umum (acceptability)
  2. Untuk memenuhi kriteria poin 1, benda tersebut harus bernilai tinggi atau setidaknya dijamin oleh pemerintah
  3. Terbuat dari bahan yang bisa tahan lama (durability)
  4. Kualitasnya sama (uniformity)
  5. Jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang tersebut
  6. Tidak mudah dipalsukan (scarcity)
  7. Mudah dibawa (portable)
  8. Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility)
  9. Memiliki cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).

Jenis uang

Berdasarkan jenisnya, uang dibagi menjadi dua. Yaitu uang kartal dan uang giral.

  • Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari (common money).
  • Uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan, contoh cek.

Uang menurut bahan pembuatannya

  • Uang logam

Adalah uang yang terbuat dari logam. Dipilih menggunakan logam karena bisa tahan lama. Pada awal kemunculannya dibuat dengan bahan emas atau perak. Semakin tinggi kadarnya semakin tinggi pula daya tukarnya. Dengan begitu uang seperti ini memiliki tiga nilai: Nilai intrinsik, yaitu nilai bahannya. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercetak/tercantum pada uang tersebut. Nilai tukar, yaitu nilai daya tukarnya. Misal Rp500.00 nilai tukarnya dapat permen, Rp10.000.00 nilai tukarnya bisa dapat sepiring nasi.

Yaitu uang yang terbuat dari bahan kertas. Uang jenis ini hanya memiliki nilai nominal dan nilai tukar yang tinggi, sedangkan nilai intrinsiknya tidak. Begitu juga pada zaman sekarang, uang logam dibuat dengan logam biasa sehingga nilai intrinsiknya tidak sebanding dengan nilai nominal.

  • Uang penuh (full bodied money). Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut.
  • Uang tanda (token money). Uang tanda adalah apabila nilai yang tertera pada uang lebih tinggi daripada nilai bahan yang digunakan untuk membuatnya. Dengan kata lain nilai nominal lebih besar daripada nilai intrinsik. Misal, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00.

Teori nilai uang

Teori nilai uang dibagi menjadi dua. Yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis.

  • Teori uang statis

Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai uang yang diakibatkan perkembangan ekonomi. Teori ini dibuat dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan seperti: apakah sebenarnya uang? Mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar?

Teori ini meliputi:

  1. Teori metalisme. Teori yang hampir sama dengan pengertian nilai intrinsik.
  2. Teori konvensi. Teori yang menyatakan uang bisa diterima secara umum di masyarakat karena atas dasar perjanjian/mufakat.
  3. Teori nominalisme. Teori ini menyatakan diterimanya uang berdasarkan nilai daya belinya.
  4. Teori negara. Teori ini menyatakan bahwa uang adalah benda yang ditetapkan oleh negara yang berfungsi sebagai alat tukar dan alat bayar. Jadi nilainya pun ditetapkan oleh pemerintah yang diatur oleh undang-undang.
  • Teori uang dinamis

Kalau teori diatas tidak mempersoalkan perubahan nilai uang, maka teori uang dinamis ini adalah sebaliknya.

Teori ini meliputi:

  1. Teori kuantitas. Pada teori ini David Ricardo menyatakan kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Kemudian Irving Fisher menyempurnakan teori diatas dengan menyatakan tidak hanya tergantung pada jumlah saja, melainkan juga pada kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang memengaruhi nilai uang.
  2. Teori persediaan kas. Teori ini menyatakan bahwa perubahan nilai uang tergantung dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
  3. Teori ongkos produksi. Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.

Itulah pembahasan tentang uang. Mulai dari pengertian, sejarah, fungsi, syarat, jenis, dan sampai teorinya. Jika ada yang salah, ingin megoreksi, menambahkan informasi lain, atau pun sekadar bertanya, silakan tuliskan di kolom komentar bawah.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: