Sistem Jaminan Perdagangan Yang Adil –

Peringkat broker opsi biner:

Ikhtiar Menghapus Jerat Tengkulak dari Kehidupan Petani Kopi

Mayoritas petani masih terjerat para tengkulak. Sistem perdagangan yang adil atau fair trade merupakan kunci bagi kesejahteraan petani.

Kehidupan para petani kopi tak seharum aroma minuman tersebut. Mayoritas para petani tak memiliki posisi tawar dalam menentukan harga jual kopi, yang membuat kehidupan mereka melarat meski bisnis minuman pahit tersebut terus menggeliat.

Ratusan para petani kopi di desa Loa, kecamatan Paseh, Bandung, Jawa Barat tercatat sebagai kaum miskin yang mengandalkan subsidi pangan dari pemerintah. Mereka secara rutin menerima bantuan beras rakyat miskin (raskin) yang kini berubah nama menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Desa Loa merupakan salah satu daerah penghasil kopi arabika jenis premium Java Preanger dengan jumlah produksi 1000 ton per tahun. Melaratnya para petani kopi karena transaksi kopi tak adil yang diterapkan tengkulak.

Salah satu petani di desa Loa, Acu Sujana (67) menyebut harga jual buah kopi hasil panen berwarna merah yang disebut cherry (ceri) dihargai Rp 8 ribu per kilogram. Pendapatan tersebut pun masih dipotong biaya angkut Rp 2 ribu per kg.

Petani membayar para kuli angkut yang membawa ceri dalam karung dari perkebunan yang berada di kawasan pegunungan hingga ke pinggir jalan yang dapat diakses kendaraan. Para tengkulak menemui petani di pinggir jalan, membayar ceri dalam karung dan mendistribusikan ke banyak tempat.

Peringkat broker opsi biner:

Bila dihitung kasar, pendapatan Acu sekali panen sekitar Rp 36 juta untuk produksi sekitar 6 ton per tahun dari lahan seluas satu hektare. Pendapatan tersebut untuk membiayai kehidupan selama setahun karena panen kopi hanya setahun sekali, biasanya pada Mei-Juli.

Para petani kopi ini kerap berupaya memberikan harga yang lebih baik kepada para penjual lainnya. Namun, rupanya para penjual tersebut saling bekerja sama membentuk harga yang merugikan petani.

Acu menyebut sekitar 12 penjual atau tengkulak yang beroperasi di Desa Loa ini menguasai pasar penjualan dan distribusi kopi. “Mereka kompak menawarkan harga yang sama,” kata Acu.

Selama belasan tahun proses jual beli ini berlangsung. Tidak ada pilihan lain bagi Acu dan petani lainnya. Mereka tak mengetahui jalur penjualan alternatif, selain itu hanya tengkulak yang dapat memberikan bayaran dengan cepat.
Dengan menjual kepada tengkulak, petani hanya perlu menjalani proses pemetikan ceri kopi. Para tengkulak pun bersedia menerima ceri kopi dalam kualitas apa pun, baik bagus dan jelek.

Padahal apabila petani melakukan penyortiran dan pengolahan, harga jual yang diterima dapat mencapai 10 kali lipat. Pendiri Koperasi Kopi Mitra Malabar Dhanny Rhismayaddi menyebut kopi jenis Java Preanger – seperti yang dihasilkan dari desa Loa- bila diolah dengan baik dapat menghasilkan roasted bean dengan harga sekitar Rp 70-75 ribu tiap kilogram.

Untuk mendapatkan roasted bean berkualitas, petani memang harus melalui berbagai proses dimulai dari menyortir, mengupas hingga menyanggrai (roasting) ceri. Tiap empat kilogram ceri menghasilkan satu kilogram roasted bean.

Ketiadaan alat membuat petani bekerja secara manual yang memakan waktu 2-3 bulan. Waktu tersebut terlalu lama buat petani yang harus menanggung biaya kebutuhan sehari-hari buat keluarganya. “Kami tidak punya alat untuk memprosesnya. Kami hanya bisa menjemur mengandalkan matahari dan proses manual untuk menyortir dan mengupas,” kata Acu.

Dhanny menyatakan koperasi dapat menjadi alternatif buat para petani kopi untuk meningkatkan pendapatannya. Dengan bergabung bersama koperasi, para petani akan mendapatkan banyak pengetahuan baru mengolah kopi, mendapatkan pinjaman serta menjual dengan harga lebih baik.

Sebanyak 95% petani kopi di pegunungan Malabar di Jawa Barat belum tergabung dalam dalam koperasi. “Dengan bergabung di koperasi petani sangat diuntungkan. Tanpa koperasi, petani pasti dikerjain tengkulak,” kata Dhanny.
Mayoritas petani kopi yang tak tergabung dalam koperasi ini hidup dalam kemiskinan karena terjerat dalam jebakan tengkulak. “Sedangkan sisanya yang berhasil ini, mereka adalah anggota koperasi kopi,” ujar Dhanny.

Bukan hanya di Malabar, nasib petani kopi di daerah lain pun serupa. Padahal menurut Coffee Development Report 2020, jumlah petani kopi tidaklah sedikit sebanyak 1,3 juta. Berikut Databoks:

Sistem Perdagangan yang Adil

Selain koperasi, tawaran untuk meningkatkan harga jual dengan memanfaatkan platform e-commerce, salah satunya KopiTani. CEO KopiTani Arif mengungkapkan ide menggagas platform yang mempertemukan petani kopi langsung dengan para pembelinya ia dapat setelah dari tempatnya bekerja dahulu yakni di perusahaan eksportir kopi.

Ia melihat adanya kesenjangan antara hasil yang didapat perusahaan dengan yang dibayarkan kepada petani.“Perusahaan membeli kopi dari petani dengan harga yang sangat murah. Saya melihat ada ketimpangan,” ujar Arif.

Arif menjelaskan, harga yang timpang tersebut salah satunya dikarenakan keberadaan tengkulak yang memperpanjang rantai pembelian. Terdapat rangkaian panjang operasi tengkulak dalam transaksi kopi. Semakin panjang rantai pasokannya, semakin sedikit pula harga yang dibayarkan oleh petani.

Melalui website KopiTani, para pembeli dapat langsung memilih dan memesan langsung biji kopi green bean (belum diroasting). Petani kemudian mengirimkan biji kopi yang dipesan yang didominasi oleh pemesanan dari pulau Jawa dengan harga yang lebih baik bila menjual kepada tengkulak.

Selain KopiTani, platform Scopi (suistainable Coffee Platform of Indonesia) yang tergabung dalam perkumpulan kopi dunia atau Global Coffee Platform (GCP) memberikan penyuluhan kepada para petani kopi dalam untuk memproses penanaman kopi yang baik atau Good Agriculture Practices (GAP) serta proses pengolahan setelah dipanen (post-harvest).

Scopi memberikan edukasi kepada petani dengan para pengajar yang disebut Master Trainers dibekali dengan National Sustainable Curriculum atau buku modul pelatihan untuk petani. Hingga saat ini Scopi melatih 7.757 petani kopi Robusta dan 8.482 petani Arabika dari seluruh Indonesia.

Master trainers ini sendiri merupakan para ahli tanaman yang berasal dari organisasi keanggotaan yang berada di bawah Scopi yang berjumlah lebih dari 40 perusahaan. Penyuluhan dan edukasi yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan produksi dan budidaya tanaman kopi oleh petani.

Ketua Dewan Pengurus SCOPI Moenardji Soedargo menyatakan potensi kopi nasional beberapa tahun terakhir belum maksimal. “Ini sangat mengkhawatirkan karena produksi kopi nasional tidak bisa mengimbangi kebutuhan konsumsi nasional,” kata Moenardji beberapa waktu lalu.

Sistem perdagangan yang adil atau fair trade merupakan kunci bagi kesejahteraan petani. Sistem fair trade yang diberlakukan di beberapa negara Eropa memberikan perhatian pada kesejahteraan produsen melalui keadilan dalam pembayaran, kondisi tempat kerja yang layak, kesetaraan, serta transparansi.

Menurut komunitas Fairtrade Indonesia, perdagangan dalam sistem fair trade ini menyediakan pilihan yang lebih baik untuk para produsen kopi. Produk perdagangan dibawah ketentuan fair trade biasanya diberi tanda di setiap kemasan produknya. Harga produk yang dipasarkan lewat fair trade ini juga biasanya cenderung lebih tinggi, karena ada jaminan untuk menyejahterakan petaninya.

Sayangnya di Indonesia, sistem fair trade ini belum berjalan optimal. Hingga saat ini, komunitas Fairtrade baru menaungi 23 koperasi di daerah Gayo, dan sebuah koperasi daerah di Situbondo.

Sistem Ekonomi Campuran : Komponen, Keuntungan dan Kerugian

Sistem perekonomian yang dianut oleh tiap-tiap negara jelas sangat bervariasi tergantung kebutuhan dan kebijakan pemerintah dan badan terkait. Salah satu sistem perekonomian yang akan dikupas berikut ini adalah Sistem Ekonomi Campuran.

Dalam suatu badan perekonomian, terdapat sistem pasar dari alokasi sumber daya dan perdagangan di mana kebijakan pasar bebas jalan berdampingan dengan intervensi dari pemerintah. Implikasinya, Sistem Ekonomi Campuran dapat muncul ketika pemerintah mengintervensi mekanisme pasar bebas dengan membuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), peraturan-peraturan, subsidi, tarif dan kebijakan pajak.

Definisi lainnya, Sistem Ekonomi Campuran adalah sistem yang menggabungkan karakteristik pasar, kebijakan dan ekonomi tradisional. Sistem ini juga memiliki beberapa karakteristik kebijakan ekonomi di bidang strategis. Hal Ini dimaksudkan agar pemerintah dapat melindungi rakyat dan mekanisme pasarnya.

Ditarik dari sejarahnya, Sistem Ekonomi Campuran memiliki komponen-komponen yang teralokasi di dalam lembaga publik, lembaga swasta, eksekutif, legislatif, yudikatif dan kebijakan-kebijakan. Tidak ada seperangkat komponen ekonomi yang ideal, standar atau khas. Komponen-komponen yang teralokasi tersebut dapat termasuk subsidi pemerintah, biaya, pajak, program dan peraturan, BUMN, jaminan sosial atau program kesehatan nasional.

Keuntungan

  • Pendistribusian barang dan jasa ke tempat yang paling dibutuhkan. Hal ini juga membuat harga memengaruhi tingkat penawaran dan permintaan.
  • Memberikan keuntungan kepada produsen yang berhasil menciptakan efisiensi dalam bisnisnya. Hal ini juga berarti pelanggan mendapatkan nilai atau pelayanan terbaik untuk setiap harga yang mereka bayar.
  • Mendorong inovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih kreatif, murah dan efisien.
  • Mengalokasikan modal kepada produsen yang paling inovatif dan efisien secara otomatis.
  • Sistem Perekonomian Campuran juga meminimalisir kerugian dari mekanisme ekonomi pasar. Ekonomi pasar dapat mengabaikan bidang-bidang seperti pertahanan, teknologi dan kedirgantaraan. Peran pemerintah yang lebih besar memungkinkan mobilisasi cepat ke daerah-daerah prioritas ini.
  • Perkembangan ekonomi akan cenderung berjalan dengan lebih cepat karena adanya persaingan bebas yang nantinya akan membuat banyak variasi produk muncul di pasaran dengan detail yang berbeda-beda.

Kerugian

  • Jika proporsi “kebebasan” dalam mekanisme pasar terlalu besar, itu dapat membuat produsen yang kurang kompetitif semakin tertinggal tanpa dukungan pemerintah.
  • Pemerintah memiliki tanggungjawab yang lebih besar dibandingkan pihak swasta.
  • Perencanaan industri yang terpusat oleh pemerintah juga dapat menciptakan masalah. Sebagai contoh, industri pertahanan dapat menjadi bersifat monopolistik atau oligarki dan disubsidi pemerintah. Itu dapat membuat negara mempunyai banyak utang dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
  • Pihak swasta tidak dapat memaksimalkan keuntungannya karena ada intervensi dari pemerintah.
  • Meskipun pemerintah berperan aktif dalam perekonomian, tetapi tetap saja masalah ekonomi terjadi, seperti inflasi, pengangguran dan lainnya.
  • Pertumbuhan ekonomi cenderung lebih lambat jika dibandingkan dengan sistem ekonomi liberal.
  • Pembatasan sumber produksi yang dimiliki oleh pemerintah serta swasta sulit ditentukan.
  • Pemerataan pendapatan cukup sulit untuk diwujudkan.

Kesimpulan

Pembuatan kebijakan publik dalam Sistem Ekonomi Campuran harus dapat menyeimbangkan perhatian kepada kebebasan individu dalam berbisnis dengan kebutuhan akan masyarakat secara adil. Menyeimbangkan perhatian tersebut dengan integritas dan hukum prosedural membutuhkan partisipasi dari berbagai segmen sosial khususnya dari para pemangku kepentingan (stakeholders) secara aktif dan dinamis demi terciptanya sistem ekonomi yang adil dan sesuai.

Oleh karena itu, keberhasilan sistem ekonomi campuran bergantung pada integritas dukungan pemerintah dan segmen sosial tersebut terkait prinsip-prinsip etika belas kasih, empati dan penghormatan terhadap hak individu dan minoritas. Tanpa dukungan semacam itu, sistem ekonomi campuran dapat berubah menjadi sistem pemerintahan koersif yang dimanipulasi oleh para pemangku kepentingan yang mendominasi.

Sebagai akuntan yang juga termasuk pelaku ekonomi, Anda harus “melek” dan paham mengenai jenis-jenis sistem ekonomi yang diterapkan di negara-negara yang berbeda sebagai faktor eksternal. Dengan memahaminya, Anda dapat memutuskan kebijakan terkait jalannya perusahaan Anda dengan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal tersebut. Selain faktor eksternal, tentunya Anda harus memikirkan faktor internal yang salah satunya adalah persiapan laporan keuangan.

Dengan Jurnal, Anda dapat mengatur pelaporan keuangan perusahaan Anda dengan mudah. Jurnal adalah software akuntansi online yang menyediakan berbagai fitur-fitur terkait pencatatan sampai pelaporan keuangan. Dengan Jurnal, Anda dapat melihat rasio keuangan sebagai bahan evaluasi manajemen bagi kelangsungan hidup perusahaan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Jurnal, silahkan klik di sini.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: