Sarana Investasi Terbaik Kenali Berbagai Jenis Instrumen Investasi Ini!

Peringkat broker opsi biner:

Kenali Berbagai Instrumen Investasi Ini Beserta Untung-Ruginya

Kenali Berbagai Instrumen Investasi Ini Beserta Untung-Ruginya – Investasi adalah hal penting yang harus dilakukan seseorang untuk melindungi nilai asetnya.

Bayangkan sebuah ilustrasi di mana Anda memiliki uang Rp100 juta dan memutuskan untuk menyimpannya dalam kartu debit Anda.

Dengan rata-rata inflasi dalam setahun 3%, 10 tahun kemudian harta yang Anda miliki di tabungan nilai riilnya akan menurun menjadi sekitar Rp70 jutaan.

Hal tersebut belum termasuk biaya administrasi yang harus Anda bayar setiap bulannya kepada bank tempat Anda menyimpan uang tersebut.

Dengan demikian, nilai riil uang yang selalu menurun mengharuskan kita untuk menginvestasikan aset yang kita miliki.

Saat ini terdapat berbagai jenis instrumen investasi yang bisa Anda coba. Dalam artikel ini, kami ingin mengenalkan Anda pada berbagai jenis instrumen tersebut.

Peringkat broker opsi biner:

Kenalilah cara kerja berbagai instrumen berikut dan ketahui untung-ruginya!

Mengenal Berbagai Instrumen Investasi Beserta Untung-Ruginya

1 Deposito

Bentuk investasi yang paling lazim digunakan orang adalah deposito berjangka. Hampir setiap bank memiliki produk investasi ini. Cara kerjanya pun amat sederhana dan gampang dipahami awam.

Jadi Anda diminta menyetor sejumlah dana kepada bank dalam jangka waktu tertentu, biasanya mulai dari 3 bulan hingga 10 tahun. Selama jangka waktu tersebut, Anda akan dijanjikan sejumlah bunga.

Sebagai contoh, sebagian besar bank biasanya memberikan bunga sekitar 6% dalam setahun untuk deposito berjangka.

Anda harus menaruh minimum modal agar bisa mulai investasi lewat instrumen ini. Sebagian bank menetapkan modal minimal sebesar Rp500 ribu per bulan hingga Rp5 juta per tahun.

Kelebihan jenis investasi ini adalah tingkat pengembaliannya yang tetap, sehingga risikonya lebih rendah. Anda akan mendapatkan keuntungan yang relatif lebih pasti lewat instrumen ini.

Sementara itu, kekurangannya adalah Anda tidak dapat mencairkan uang yang telah didepositokan sebelum tenornya berakhir. Bila pun Anda ingin mencairkannya, Anda akan dikenakan penalti sekian persen sebagai konsekuensinya.

2 Saham

Selain deposito, saham merupakan produk investasi yang sangat populer hingga saat ini.

Secara teknis, ketika Anda membeli saham di bursa, itu artinya Anda membeli sekian persen kepemilikan perusahaan yang menjual sahamnya.

Dengan membeli surat kepemilikan tersebut, Anda memiliki kekuatan untuk menentukan komisaris dan arah kebijakan perusahaan, tentu akan sangat bergantung pada besaran persentase kepemilikan saham.

Semakin besar persentase kepemilikan Anda, semakin besar pula kekuatan Anda dalam perusahaan itu. Biasanya, keuntungan dari investasi saham berasal dari dua sumber.

Pertama, berasal dari capital gain. Jadi, katakanlah Anda membeli 100 lembar saham dengan harga Rp10 juta hari ini. Keesokan harinya, ternyata 100 lembar tersebut valuasinya meningkat menjadi Rp15 juta.

Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan imbal hasil sebesar Rp5 juta dikurang biaya administrasi dan pajak bila Anda memutuskan menjual saham Anda.

Anda bisa mendapatkan capital gain dalam hitungan hari, bahkan jam, bergantung sentimen pasar pada emiten yang sahamnya Anda miliki. Pada prinsipnya, capital gain didapatkan ketika Anda ‘beli murah, jual mahal’ .

Kedua, selain capital gain , Anda bisa mendapatkan keuntungan berupa dividen . Dividen merupakan sebagian keuntungan perusahaan yang diberikan kepada pemilik saham.

Besaran keuntungan ini sangat bergantung pada persentase kepemilikan Anda pada perusahaan yang memberikan dividen.

Sayangnya, tidak semua perusahaan rutin memberikan dividen. Namun biasanya perusahaan plat merah rutin memberikan labanya untuk pemilik saham.

Tidak seperti deposito, kelemahan instrumen investasi ini adalah pada tingkat pengembaliannya yang tidak menentu.

Anda bisa saja mendapat keuntungan sangat tinggi, namun bisa juga tidak mendapat untung sama sekali atau malah merugi.

Hal ini bergantung pada banyak faktor, mulai dari kinerja perusahaan, kondisi ekonomi, hingga kondisi psikologis pasar saham. Cermati dan analisislah faktor-faktor tersebut agar investasi Anda maksimal.

Dan rutinlah melakukan analisis teknikal terkait laporan historikal keuangan perusahaan, faktor global, pergerakan mata uang, kondisi ekonomi dan politik nasional, dan faktor-faktor lainnya yang ada di media.

3 Cryptocurrency

Cryptocurrency atau mata uang digital merupakan instrumen investasi yang relatif baru, namun sangat populer belakangan ini.

Bagaimana tidak, nilai salah satu mata uang digital, bitcoin, dalam waktu 5 tahun terakhir meningkat secara ekstrem menjadi US$9.566. Padahal pada tahun 2020, bitcoin hanya memiliki nilai US$5-7 per kepingnya.

Itu artinya, dalam waktu 5 tahun mereka yang memiliki bitcoin 100 keping pada tahun 2020 sudah bisa jadi jutawan.

Mata uang digital tidak memiliki bentuk fisik, tapi Anda tetap bisa menggunakannya untuk bertransaksi secara digital/virtual. Mata uang ini pun bisa ditukar ke dalam bentuk fisik.

Cara kerja instrumen investasi ini mirip seperti capital gain saham. Anda membeli murah dan berekspektasi menjualnya dengan harga yang lebih mahal.

Selain membeli, Anda bisa mendapatkan mata uang ini dengan cara ‘menambang’.

Tentu ‘menambang’ di sini berarti ‘menambang’ secara virtual. Jadi Anda diminta untuk memecahkan kode enskripsi yang rumit untuk mendapat sekian mata uang digital.

Bila tidak mau repot memecahkan kode tersebut secara manual, Anda bisa memasang program khusus di komputer Anda sebagai bantuan. Tapi untuk menjalankan program ini Anda harus memiliki kapasitas komputer yang tinggi.

Keuntungan investasi lewat mata uang digital memang sangat tinggi. Namun seiring dengan tingginya tingkat keuntungan, risiko instrumen pun ikut tinggi.

Tidak seperti saham, mata uang digital tidak punya basis ekonomi riil.

Bila Anda berinvestasi di saham, Anda bisa melihat kinerja emiten yang sahamnya Anda beli dan potensi pasarnya.

Sementara ketika berinvestasi pada instrumen ini, Anda sepenuhnya harus memperhatikan sentimen pasar cryptocurrency . Bila sentimennya positif, maka nilai cryptocurrency akan naik. Namun bila negatif, maka hal sebaliknya akan terjadi.

Tingkat fluktuasi mata uang ini terhadap mata uang fisik juga cukup tinggi. Sebagai ilustrasi, harga 1 bitcoin Anda pagi ini bisa saja bernilai US$9.566, tapi siangnya Anda bisa mendapati bitcoin tersebut berubah nilainya menjadi US$9.500, dan sorenya menjadi sebesar US$10.000.

Hal tersebut membuat risiko pada instrumen ini sulit diprediksi!

4 Reksadana

Kalau Anda tidak mau repot meluangkan waktu menganalisis kondisi pasar uang untuk mengetahui instrumen mana yang kira-kira menguntungkan, maka salurkanlah modal investasi Anda melalui reksadana.

Cara kerja instrumen ini mirip seperti saham. Jadi, Anda membeli sekian lembar reksadana dari perusahaan yang Anda percaya. Nanti, uang yang Anda berikan kepada mereka akan dikelola oleh manajer investasi.

Uang tersebut akan diputar dan hasil keuntungannya akan diberikan kepada Anda setelah dipotong dengan jasa dan sebagian keuntungan yang diambil perusahaan reksadana.

Tersedia varian reksadana yang bisa Anda beli. Varian yang Anda beli bisa berpengaruh pada sektor apa manajer investasi akan menyalurkan uang Anda.

Bila Anda memutuskan membeli reksadana saham, artinya manajer investasi akan mengelola sebagian besar uang Anda pada sektor saham.

Sementara bila Anda membeli reksadana pendapatan tetap, maka sebagian besar uang Anda akan disalurkan ke instrumen obligasi.

Instrumen ini cenderung lebih aman dibanding Anda mengelola langsung portofolio saham atau obligasi Anda, sebab manajer investasi meluangkan waktu lebih banyak untuk menganalisis berbagai instrumen investasi untuk Anda dan sudah pasti mereka ahli di bidangnya.

Dari segi risiko, reksadana sama halnya seperti saham dan obligasi. Tetap ada risiko kerugian akibat kegagalan perusahaan atau pesimisme pasar.

Selain itu, keuntungan yang Anda dapatkan juga harus dipotong untuk membayar manajer investasi, perusahaan reksadana, dan pajak.

5 Obligasi

Instrumen yang satu ini mirip seperti deposito. Bedanya, imbal hasil yang bisa Anda dapatkan cenderung dinamis.

Ketika Anda membeli obligasi atau surat utang, Anda akan mendapat kepastian mengenai berapa nominal imbal hasil atau kupon dengan jumlah yang ‘cenderung pasti’.

Imbal hasil tersebut cenderung pasti karena Anda bisa menjual obligasi yang Anda miliki di pasar sekunder. Sebagai contoh, bayangkan ilustrasi berikut:

Anda memutuskan untuk membeli obligasi Rp100 juta dalam jangka waktu 1 tahun dengan bunga 6%.

Itu artinya Anda akan mendapat imbal hasil sebesar Rp6 juta atau total kembalian sebesar Rp106 juta ketika sudah jatuh tempo.

Namun, sebelum jatuh tempo selesai, Anda memiliki peluang untuk menjual surat obligasi tersebut, misalkan, dengan harga Rp101 juta.

Itu artinya, Anda memutuskan untuk mengambil untung hanya 1% saja. Hal ini memungkinkan Anda untuk mengurangi risiko penurunan nilai riil surat utang Anda akibat inflasi atau perusahaan gagal bayar.

Anda juga bisa membeli obligasi yang dikeluarkan pemerintah yang memiliki risiko sangat rendah. Risiko obligasi pemerintah sangat rendah sebab pemerintahan relatif tidak mungkin gagal bayar dibanding perusahaan.

Sebagaimana sudah disinggung sedikit, risiko dari instrumen investasi ini terletak pada inflasi tahunan. Inflasi selalu berarti bahwa terjadi depresiasi atas nilai uang.

Sebagai ilustrasi, sebut saja inflasi dalam setahun adalah 3%, sementara kupon obligasi tahunan Anda adalah 6%.

Artinya, secara riil, keuntungan yang Anda dapatkan hanyalah 3%. Variabel inflasi yang tidak menentu adalah penyumbang terbesar risiko instrumen investasi ini.

6 P2P Lending

Terakhir, produk yang bisa Anda coba adalah investasi online peer to peer lending (P2P lending ). Produk yang memungkinkan Anda berinvestasi secara daring ini memang relatif baru di Indonesia.

Kendati demikian, Anda bisa mendapatkan imbal hasil yang cukup besar dan keamanan yang relatif terjamin.

Sebagai contoh, di KoinWorks Anda bisa mendapatkan keuntungan bunga flat sebesar 9-20% dalam setahun.

Dari segi keamanan, KoinWorks menyediakan dana proteksi yang bisa digunakan untuk mengganti kerugian modal pokok yang tersisa bila sewaktu-waktu debitur gagal bayar.

Kendati demikian, individu atau perusahaan yang gagal bayar di KoinWorks masih terhitung rendah, yakni di bawah 0,5%.

Kelebihan investasi pada sektor ini adalah cara kerjanya yang mudah dipahami.

Perusahaan P2P lending bertindak sebagai marketplace di mana Anda bisa menentukan individu/perusahaan mana yang akan Anda pinjami uang.

Anda juga bisa melihat seberapa besar persentase imbal hasil, tenor, dan skor kreditnya berbagai individu/perusahaan dari aplikasi dan website perusahaan P2P lending .

Selain itu, Anda bisa mulai investasi dengan modal yang relatif rendah. Di KoinWorks Anda bisa mulai investasi dengan modal minimal mulai dari Rp100 ribu tanpa nominal maksimal.

Dari segi risiko sebenarnya mirip seperti obligasi. Faktor inflasi menentukan seberapa besar imbal hasil riil yang akan Anda dapatkan dalam jangka panjang.

Sementara itu, risiko gagal bayar oleh Peminjam tetap mungkin terjadi di sektor investasi ini.

Kesimpulan

Nah itu dia berbagai jenis instrumen investasi yang bisa Anda coba. Setiap sektor investasi memang memiliki risiko. Semakin tinggi keuntungannya, maka semakin besar risiko yang Anda hadapi.

Bila Anda seorang yang berani mengambil risiko tinggi, saham dan cryptocurrency adalah sarana investasi yang cocok untuk Anda.

Namun bila Anda mencari moda investasi yang aman, maka deposito, obligasi, dan reksadana lebih disarankan.

Dan bila Anda ingin mulai investasi dengan modal rendah, namun imbal hasil tinggi, maka investasi lewat KoinWorks dapat menjadi sarana terbaik.

Diversifikasikanlah portofolio Anda untuk mengurangi risiko investasi Anda, karena bila sewaktu-waktu salah satu investasi Anda mengalami kegagalan, Anda masih sangat mungkin mendapatkan keuntungan investasi di sektor lain.

Seperti kata pepatah, “jangan taruh semua telur Anda dalam satu keranjang!”.

7 Baca Juga

Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survei singkat berikut: Isi Survei .

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.

10 Jenis Instrumen Investasi

By margaretp
Post date

Investasi merupakan penanaman modal berupa uang atau barang berharga lainnya dengan tujuan untuk melipatgandakan kekayaannya. Selain untuk menambah kekayaan, investasi juga bermanfaat untuk meminimalkan tekanan inflasi. Dengan berinvestasi, nilai kekayaan yang dimiliki seseorang dapat lebih menyesuaikan dengan nilai inflasi. Bentuk-bentuk investasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu Investasi pada Aktiva Riil dan Investasi pada Aktiva Finansial.

Investasi pada Aktiva Riil

Investasi pada Aktiva Riil yaitu investasi yang bentuk fisiknya dapat dilihat secara langsung. Contoh invenstasi ini adalah sebagai berikut:

1. Emas

Emas sebagai uang yang sesungguhnya merupakan suatu jenis investasi yang terus berkembang. Investasi ini merupakan jenis investasi yang paling aman karena merupakan aset nyata yang dalam jangka panjang nilainya selalu naik dan jarang mengalami penurunan secara signifikan. Di pasar, emas dijual dalam dua bentuk yaitu emas batangan dan perhiasan emas. Selain dipengaruhi oleh banyaknya permintaan dan penawaran serta ketersediaan tambang emas, harga emas juga dipengaruhi oleh naik turunnya nilai mata uang USD.

2. Properti

Investasi properti tergolong salah satu investasi yang banyak diminati karena nilai properti yang cenderung naik dari tahun ke tahun. Selain dari kenaikan nilainya, investasi ini juga sangat menguntungkan karena jika dikelola dapat memberikan pemasukan tetap per bulan atau per tahun. Properti dapat disewakan dalam bentuk dikontrakkan atau dibuat tempat kos. Kenaikan harga properti dipengaruhi oleh inflasi, lokasi serta penawaran dan permintaan. Di Indonesia, dalam hal penawaran dan permintaan saat ini masih terjadi kesenjangan yang cukup signifikan karena pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus meningkat.

Investasi pada Aktiva Finansial

Investasi pada Aktiva Finansial yaitu Investasi yang berupa surat-surat berharga. Investasi pada Aktiva Finansial dapat dikategorikan dalam Investasi di Pasar Uang dan Investasi di Pasar Modal sebagai berikut:

Investasi di Pasar Uang

1. Deposito

Deposito merupakan penyimpanan dana di bank dalam jangka waktu tertentu. Layaknya tabungan di bank, deposito juga memberi imbalan berupa bunga deposito. Berdasarkan waktu pembayaran bunganya, deposito dibagi menjadi Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito. Deposito berjangka adalah deposito yang bunganya didapat saat jatuh tempo.

Deposito jenis ini merupakan jenis yang paling umum dijumpai. Sedangkan Sertifikat Deposito adalah deposito yang bunganya didapat saat menyetorkan dana di awal. Sertifikat deposito adalah jenis deposito yang dapat diperjualbelikan karena nama nasabah tidak tertulis. Deposito merupakan jenis investasi yang aman namun dengan pengembalian sedikit. (Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Menabung di Bank)

2. Valuta Asing

Investasi Valuta Asing adalah investasi memperjualbelikan mata uang antara negara yang satu dengan negara yang lain. Valuta asing yang banyak dipakai dalam investasi ini biasaya merupakan valuta asing negara-negara yang memiliki peranan cukup besar dalam dunia internasional seperti USD, GBP dan EUR. Dalam investasi ini, kurs mata uang yang selalu berubah-ubah dengan cepat akibat pergerakan ekonomi yang berubah-ubah merupakan faktor utama penentu keuntungan atau kerugian. Tingkat likuiditas, pergerakan yang cepat dan keuntungan yang tinggi membuat valuta asing menjadi investasi yang banyak diminati. Dalam melakukan investasi ini, investor perlu senantiasa aktif memantau naik turunnya nilai mata uang internasional. Investasi valuta asing termasuk investasi yang memiliki resiko tinggi namun juga pengembalian yang tinggi.

3. Sertifikat Bank Indonesia

Sertifikat Bank Indonesia adalah surat hutang yang diterbitkan oleh Bank Indonesia untuk mengontrol kestabilan nilai Rupiah. Sertifikat ini dijual kepada bank-bank di Indonesia atau broker-broker yang ditunjuk setiap hari Kamis dengan sistem lelang. Keuntungan yang didapat dari pembelian sertifikat ini adalah bunga yang berkisar antara 1 – 2 % yang dipotong pada pembelian sertifikat. Bunga dari sertifikat ini ditentukan pada saat lelang. Cara pemberian bunga ini juga disebut sebagai bunga diskonto. Contohnya, untuk membeli Sertifikat Bank Indonesia senilai Rp 1 miliar dengan bunga 1% cukup membayar Rp 990 juta. Pada Saat jatuh tempo, barulah uang yang didapat senilai Rp 1 miliar. Investasi ini merupakan investasi bebas resiko dan dapat diperjualbelikan.

4. Surat Berharga

Surat berharga adalah dokumen legitimasi atas kepemilikan uang untuk perdagangan, perlindungan bagi pemberi hutang dan orang yang melakukan perjalanan, Contoh-contoh surat berharga yang termasuk dalam investasi uang adalah wesel, cek, celen dan kwitansi.

Investasi di Pasar Modal

1. Obligasi

Obligasi merupakan surat hutang yang diterbitkan oleh perusahaan. Suatu perusahaan menerbitkan obligasi atau surat hutang dalam rangka mencari pinjaman modal dengan bunga yang lebih ringan daripada suku bunga kredit. Investasi ini menarik bagi para investor karena dapat menghasilkan bunga yang lebih tinggi dari bunga bank. Secara singkat, obligasi memotong rantai perjalanan uang menjadi lebih pendek sehingga keuntungan yang didapat kedua belah pihak yaitu pemberi utang atau investor dan peminjam atau perusahaan menjadi lebih tinggi. Sebelum jatuh tempo, Obligasi dapat diperjualbelikan dengan kisaran harga dari nilainya yang dipengaruhi oleh kondisi pasar.

2. Saham

Saham merupakan salah satu investasi yang tergolong high risk high return. Saham secara singkat dapat diartikan sebagian kepemilikan atas suatu perusahaan yang dijual oleh perusahaan itu sendiri. Pembeli saham akan merasakan keuntungan maupun kerugian yang diderita oleh perusahaan tersebut. Pada umumnya, keuntungan yang didapat dari investasi saham lebih tinggi dari bunga bank. Hal ini dikarenakan perusahaan memperoleh modal dari berbagai sumber, salah satunya adalah pinjaman bunga bank. Karena itu, perusahaan harus menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dari bunga bank agar dapat membayar hutangnya. Keuntungan perusahaan dibagikan dalam bentuk dividen pada akhir tahun kepada setiap pemegang saham sesuai besar saham yang dimilikinya. Investasi saham membutuhkan keahlian yang tinggi untuk dapat terus memprediksi iklim pasar. Selain itu, investasi ini juga harus terus menerus dipantau.

3. Reksadana

Reksadana adalah bentuk inventasi di mana dana atau modal dari sekelompok investor dikumpulkan untuk dikelola oleh seorang manajer investasi dalam bentuk portofolio efek. Investasi ini tidak sulit dan dapat dimiliki masyarakat umum karena untuk berinvestasi di reksa dana tidak perlu memiliki keahlian investasi ataupun modal yang besar. Reksadana dijual dengan harga yang relatif murah yaitu sekitar Rp 100.000 sampai dengan Rp 250.00. Investasi ini memiliki resiko rendah dan likuiditas tinggi karena dapat diperjualbelikan dan dicairkan setiap hari.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: