Penukaran Bitcoin Di Indonesia Strategi jangka waktu banyak forex

Peringkat broker opsi biner:

5 Tips Manajemen Risiko Bitcoin

Bitcoin

Setiap kegiatan trading pasti ada risikonya. Baik itu trading saham, forex, ataupun emas, selalu ada risiko kerugian yang perlu diwaspadai dan diperhitungkan baik-baik sehingga dapat diminimalisir. Trading Bitcoin pun demikian adanya.

Selain risiko umum yang mewarnai lika-liku trading, ada beberapa risiko spesifik yang perlu Anda perhatikan jika melakukan trading Bitcoin. Hal ini sangat berkaitan dengan model Bitcoin sebagai mata uang kripto yang terdesentralisasi dan harganya sangat volatil.

Lantas, apa sajakah cara yang bisa dilakukan untuk mengatur manajemen risiko dalam trading Bitcoin?

BERLIN, GERMANY – FEBRUARY 15: In this photo illustration model Bitcoins are seen on February 15, 2020 in Berlin, Germany. (Photo Illustration by Thomas Trutschel/Photothek via Getty Images)

1. Waspadai Risiko Counterparty
Dalam dunia hukum dan keuangan, counterparty juga dikenal sebagai mitra pengimbang atau pihak lawan. Trading Bitcoin nyatanya tak cuma melibatkan Anda sebagai trader, tapi juga memerlukan peran Exchange sebagai perantara. Nah, Exchange tak bisa memproses transaksi Bitcoin jika tidak memiliki private key Anda. Karena memiliki akses terhadap informasi personal sepenting itu, Anda perlu mencari Exchange yang benar-benar terpercaya. Sedikit saja terjadi kebocoran pada sistem keamanan Exchange, data private key Bitcoin Anda bisa dicuri oleh penjahat cyber.

Peringkat broker opsi biner:

Selain menerapkan langkah-langkah terukur dalam memilih Bitcoin Exchange terbaik, Anda dapat mengantisipasi risiko counterparty dengan mengaplikasikan kiat-kiat lanjutan berikut:
-Jangan sisakan Bitcoin di akun Exchange jika tidak sedang trading.
-Batasi ukuran trading, usahakan tidak melibihi 20 sampai 30% dari seluruh portofolio Anda.
-Lakukan diversifikasi risiko dengan membagi dana Anda di beberapa Exchange.

2. Hindari Overtrading
Saat trading Bitcoin, salah satu prinsip terpenting untuk mengamankan akun dari risiko adalah “utamakan kualitas daripada kuantitas”. Artinya, berapa besar ukuran trading dan berapa kali Anda membuka posisi tidaklah terlalu penting. Yang patut diprioritaskan adalah kapan Anda bisa entry di saat tepat. Kalau sudah menemukan caranya, profit akan dapat diraih tanpa Anda harus membuka posisi setiap waktu.

Misalnya saja, Anda adalah tipe news trader yang menganggap jika peluang terbaik ada saat harga dipengaruhi oleh berita berdampak besar. Anda tidak akan masuk ketika pasar sedang sepi karena tidak banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Jika Anda bisa selalu mematuhi aturan tersebut, berarti Anda sudah berhasil mengutamakan kualitas karena tidak asal mencari peluang di kondisi pasar yang kurang meyakinkan. Trader yang terjerat overtrading biasanya akan selalu beraksi di setiap kondisi, tak peduli bagaimana peluang yang sedang dihadapinya.

3. Atur Strategi Exit
Mengetahui posisi entry saja tak cukup untuk memastikan profit suatu order. Anda harus tahu kapan dan dimana posisi tersebut akan ditutup jika ingin mengunci keuntungan. Jangan sampai Anda menjadi trader yang sudah tahu cara masuk yang benar, tapi masih kebingungan mencari jalan keluar. Jika tidak hati-hati, profit yang sebelumnya terkumpul bisa ludes termakan pergerakan harga yang sudah berbalik dan melawan posisi Anda.

Pertimbangan mengatur strategi exit sebenarnya cukup pelik; jika keluar terlalu cepat artinya Anda tertipu oleh koreksi sementara, jika terlalu lambat Anda akan menderita kerugian besar karena keliru melihat sebuah reversal sebagai koreksi.

Karena kerumitan tersebut, strategi exit sebaiknya diatur dengan kepala dingin, bukan saat order sudah berjalan dan Anda panik melihat status transaksi yang sedang merah. Strategi exit bisa diatur sesuai metode yang Anda jalankan untuk mencari titik entry. Katakanlah Anda menerapkan strategi trend following yang mencari peluang dengan cara mengikuti trend saat ini, maka titik exit seharusnya ditempatkan di level yang diperkirakan menjadi poin reversal.

Selain cara di atas, strategi exit juga bisa disesuaikan langsung dengan batas toleransi risiko dan target keuntungan Anda. Sebagai contoh, Anda bisa menanggung kerugian terbesar 100 pip dan menginginkan profit 150 pip untuk setiap posisi. Maka strategi exit yang bisa direncanakan dari aturan tersebut adalah, tempatkan stop loss 100 pip dari level entry dan take profit 150 pip dari posisi open.

4. Jangan Sembarangan Memilih Leverage
Leverage memang bisa memberikan kemampuan trading melebihi dana yang Anda punya. Namun semakin besar leverage yang Anda gunakan, semakin kecil pula margin yang dapat difungsikan sebagai penahan dari risiko loss.

Dengan kata lain, percuma Anda menggunakan leverage yang bisa mengungkit kemampuan trading jadi 100 kali lipat lebih besar dari modal sebenarnya, jika 1% pergerakan harga yang melawan posisi Anda bisa melahap seluruh dana di akun trading.

Mengingat volatilitas harga Bitcoin yang cenderung liar, menggunakan leverage tinggi jelas sangat berisiko. Idealnya, leverage dalam trading Bitcoin berkisar di tingkatan 1:2, 1:3, dan sejenisnya. Leverage di atas 1:5 saja biasanya sudah dikatakan lumayan berisiko untuk trading Bitcoin.

5. Antisipasi Perubahan Sedini Mungkin
Kekhawatiran rugi dan melewatkan kesempatan adalah musuh terbesar trader. Seringkali, ketamakan membuat trader tak sadar telah melakukan buy saat harga sudah memuncak, atau membuka posisi sell ketika harga sudah terbenam di lantai dasar.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya belajar mengidentifikasi harga ketika ia sudah membentur level teratas atau terbawah. Dalam analisa teknikal, istilah ini bisa juga disebut sebagai overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual).

Setelah itu, Anda dapat merespon situasi tersebut dengan melakukan sell di puncak atau buy di dasar. Dengan demikian, Anda bisa meminimalisir risiko ketinggalan trend dan open posisi di saat yang tidak tepat.

Sejarah Bitcoin Indonesia

Dibaca Normal 4 menit

Inilah asal-usul bagaimana mata uang digital, Bitcoin bisa masuk sebagai alat pembayaran online paling hot di Indonesia. Tidak pakai sulap, tidak pakai sihir.

Akhir-akhir ini, Bitcoin di Indonesia mulai menjadi sorotan, sejalan dengan popularitasnya di seluruh dunia, karena kenaikan harganya yang fantastis. Bagaimana tidak, mata uang digital tersebut pernah mencapai rekor harga hingga USD 4,500 per satuannya. Padahal, waktu pertama kali dilepas ke pasar pada tahun 2020, Bitcoin hanya laku di bawah 1 sen.

Namun, tahukah Anda bagaimana Bitcoin pertama kali diperkenalkan di Indonesia hingga berkembang sebagai salah satu alternatif alat pembayaran online yang paling banyak diperbincangkan?

Bitcoin Indonesia, Pelopor Beredarnya Mata Uang Virtual Di Tanah Air

Agar Bitcoin dapat beredar luas, diperlukan bursa penukaran (exchanger) untuk melayani proses jual beli. Di Indonesia, Bitcoin Indonesia adalah salah satu sentra penukaran pertama yang mempelopori beredarnya mata uang virtual terpopuler tersebut.

Perusahaan Bitcoin Indonesia didirikan pada Desember 2020. Namun, sebelum menjadi perusahaan sentra penukaran aset digital, ketiga pendirinya; Oscar Darwaman, Ricky Andrian dan William Sutanto, merintis komunitas peminat Bitcoin melalui website bitcoin[dot]co[dot]id.

Selang satu tahun kemudian, Bitcoin Indonesia telah berkembang menjadi bursa penukaran Bitcoin dengan jumlah anggota sebanyak 50,000 member dan rata-rata volume transaksi harian mencapai hingga Rp. 500,000,000. Pencapaian tersebut sekaligus menjadikan Bitcoin Indonesia sebagai bursa penukaran Bitcoin terbesar se-Asia Tenggara.

Semakin maraknya permintaan masyarakat terhadap Bitcoin di Indonesia ditanggapi dengan bertambahnya sentra-sentra penukaran alternatif selain Bitcoin Indonesia. Beberapa kompetitor tersebut adalah Triv dan Luno.

Perkembangan Status Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Daring

Antusiasme masyarakat terhadap Bitcoin di Indonesia punya pasang-surutnya sendiri. Awalnya, peminat mata uang virtual tersebut sebagian besar hanya terbatas pada penggiat komunitas pada forum-forum daring saja.

Forum-forum daring tersebut umumnya terdiri dari beberapa anggota yang saling membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka terhadap manfaat dan perkembangan Bitcoin. Itulah awal mula kenapa forum bitcoin[dot]co[dot]id mampu berkembang pesat menjadi sentra penukaran Bitcoin Indonesia.

Kelebihan utama Bitcoin terletak pada kemudahan pembayaran tanpa mengenal jarak. Sehingga di manapun pengguna Bitcoin berada, mereka dapat dengan mudah melakukan pembayaran dengan memanfaatkan jaringan blockchain.

Bitcoin Indonesia memanfaatkan fitur utama tersebut untuk menggandeng beberapa online merchant (toko daring) agar produk-produk mereka dapat dengan mudah dibeli oleh member Bitcoin Indonesia kapanpun, di manapun.

Seiring waktu, jumlah online merchant yang berafiliasi dengan bursa-bursa penukaran Bitcoin mulai menjamur. Nah, perkembangan cepat seperti ini tentu saja akan mendapat respon dari para regulator keuangan.

Mengenai Bitcoin dan mata uang digital serupa, pemerintah untuk sementara ini mengambil posisi netral. Pada 6 Februari 2020, Bank Indonesia menyatakan bahwa Bitcoin dan mata uang virtual lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia. Meskipun begitu, pembayaran barang/jasa dengan Bitcoin tidak dikategorikan sebagai tindakan ilegal di Indonesia.

Misalnya saja pada Maret 2020, dilansir dari Wall Street Journal, seorang pengguna Bitcoin (dari luar negeri) membeli villa mewah di kawasan Seminyak, Bali seharga 800 Bitcoin (kisaran Rp5 Milyar pada saat itu) yang ditawarkan melalui situs web Bitpremier. Pembelian properti tersebut sekaligus menorehkan catatan nilai transaksi tertinggi dengan Bitcoin saat itu.

Intinya, hingga saat ini penerimaan status Bitcoin sebagai salah satu alternatif alat pembayaran masih berada dalam area abu-abu. Di satu sisi, Bitcoin menawarkan kecepatan dan kemudahan proses pembayaran yang lebih unggul dibandingkan mata uang konvensional (fiat currency). Di sisi lain, regulasi Bitcoin di Indonesia masih sangat terbatas dan rentan penyalahgunaan seperti misalnya praktek pencucian uang dan penyelundupan narkoba.

Bagaimana Prospek Bitcoin Indonesia Ke Depannya?

Saat ini, sudah mulai bermunculan alternatif cryptocurrency selain Bitcoin, mulai dari pesaing utamanya, Ethereum, hingga yang terbaru Ripple. Ke depannya, masih belum ada tanda-tanda bahwa trend kemunculan mata uang digital baru akan berhenti.

Menyadari perkembangan tersebut, sentra penukaran Bitcoin Indonesia melayani pula jual beli cryptocurrency selain Bitcoin. Jadi, bagi para peminat mata uang virtual alternatif, Bitcoin Indonesia akan terus berinovasi dengan menghadirkan pilihan-pilihan virtual currency populer. Per 29 September 2020, situs tersebut telah melayani transaksi dalam Bitcoin, Ethereum, Litecoin, Ripple, ZCoin, Dash, dan lain sebagainya.

Jumlah merchant yang menerima pembayaran dalam Bitcoin di Indonesia pun terus bertambah. Diantaranya ada platform majalah digital HIGO, laman e-commerce Asmaraku, lembaga perantara donasi Kitabisa, marketplace Ratakan, dan masih banyak lagi.

Ingin tahu berapa nilai Bitcoin dalam Rupiah saat ini? Periksa di halaman data kurs Bitcoin.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: