Pengertian Larutan Biner Dan Contohnya Pengertian Larutan

Peringkat broker opsi biner:

Pengertian Larutan Dan Kelarutan Dalam Kimia Beserta Contohnya

Pengertian Larutan

Larutan adalah campuran yang bersifat homogen antara molekul, atom ataupun iondari dua zat atau lebih. Disebut campuran karena susunannya atau komposisinya dapat berubah. Disebut homogen karena susunanya begitu seragam sehingga tidak dapat diamati adanya bagian-bagian yang berlainan, bahkan dengan mikroskop optis sekalipun. Fase larutan dapat berwujud gas, padat ataupun cair. Larutan gas misalnya udara. Larutan padat misalnya perunggu, amalgam dan paduan logam yang lain. Larutan cair misalnya air laut, larutan gula dalam air, dan lain-lain. Komponen larutan terdiri dari pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Pelarut merupakan komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak, sedangkan komponen minornya merupakan zat terlarut. Larutan terbentuk melalui pencampuran dua atau lebih zat murni yang molekulnya berinteraksi langsung dalam keadaan tercampur. Semua gas bersifat dapat bercampur dengan sesamanya, karena itu campuran gas adalah larutan.

Larutan merupakan suatu campuran yang terdiri dari dua atau lebih zat (dalam kimia). Zat yang jumlahnya lebih sedikit yang ada didalam larutan itu (zat) solut atau terlarut, sedangkan zat yang memiliki jmlah zat lebih banyak dibandingkan dengan zat-zat lain dalam larutan juga disebut solven atau pelarut.

Takaran atau komposisi zat terlarut serta pelarut dalam sebuh larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan, dan sedangkan proses campuran zat terlarut dan pelarut disebut pelarutan (solvasi). Sebagai contoh larutan yang biasa dijumpai ialah padatan yang dilarutkan didalam sebuah cairan, contohnya gula atau garam yang dilarutkan kedalam air. Gas juga bisa dilarutkan dalam sebuah cairan, misalkan karbon dioksida atau oksigen dalam air. selain itu juga, cairan juga dapat larut dalam cairan lain, sementara gas larut dalam gas lain. Terdapat pula larutan padat, misalnya aloi (campuran logam) serta mineral yang tertentu.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Larutan Garam

Sifat-sifat Larutan

Sifat fisik larutan pada umumnya terbagi menjadi 3 Yaitu:

  1. Sifat koligatif. tergantung pada jumlah partikel dalam larutan
  2. Sifat aditif. tergantung pada atom total dalam molekul atau pada jumlah sifat konstituen dalam larutan,
  3. Sifat konstitutif, tergantung pada atom penyusun molekuk (pada jenis atom dan jumlah atom)

Sedangkan larutan nyata, tidak mengikuti hukum Roult,, atau terjadi penyimpangan, Penyimpangannya dapat positif dan negatif,, Penyimpangan negatif jika Penyimpangan cukup besar, kurva tekanan uap total memperlihatkan minimum, mengikuti hukum Roult, kecenderunagn melepaskan diri, Sedangkan untuk penyimpangan positif jikakurva tekanan uap total maksimum, tekanan parsial lebih besar daripada hukum Roult, kecenderungan melepaskan diri akibat ketidaksamaan kepolaran atau tekanan dalam dari konstituen

Peringkat broker opsi biner:

Larutan ideal

Jika interaksi antarmolekul komponen larutan sama besar terhadap interaksi antarmolekul komponen tersebut pada keadaan murni, maka terbentuklah idealisasi yang disebut larutan ideal. Larutan ideal mematuhi hukum Raoult, yaitu tekanan uap pelarut (cair) berbanding tepat lurus terhadap fraksi mol pelarut dalam larutan.

Larutan yang benar-benar ideal tidak ada dialam, tetapi larutan memenuhi hukum Raoult sapai batas tertentu. Contoh larutan yang pas dianggap ideal ialah campuran benzana serta toluena. Cairan lain larutan ideal merupakan volumenya ialah jumlahan tepat volume komonen-komponen penyusunnya. Pada larutan non-ideal, penjumlahan volue zar terlarut murni serta pelarut murni tidaklah sama terhadap volume larutan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Larutan Basa

Komponen dan Pembuatan Larutan

Komponen Larutan

Suatu larutan terdiri atas dari dua komponen yang penting. Biasanya salah satu komponen yang mengandung jumlah zat yang lebih banyak disebut pelarut (solvent). Pelarut dipandang sebagai pembawa atau medium zat terlarut yang dapat berperan serta dalam reaksi kimia. Kemudian, komponen lainnya yang mengandung zat yang lebih sedikit disebut zat terlarut (solute). Kedua komponen dalam larutan dapat sebagai pelarut atau terlarut tergantung komposisinya. Larutan di bagi menjadi tiga jenis yitu:

  1. Larutan tak jenuh yaitu larutan yang mengandung solute kurang dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh.
  2. larutan jenuh yaitu suatu larutan yang mengandung sejumlah solute yang larut dan mengadakan kesetimbangan dengan solute padatnya.
  3. Larutan lewat jenuh yaitu larutan yang mengandung lebih banyak solute yang diperlukan dari pada solvent.

Berdasarkan banyak sedikitnya zat terlarut dibedakan menjadi dua yaitu:

  • Larutan pekat merupakan larutan yang mengandung relatif lebih banyak solute.
  • Larutan encer merupakan larutan yang relatif sedikit mengandung solute.

Pembuatan Larutan

Proses pengenceran adalah mencampur larutan pekat (konsentrasi tinggi) dengan cara menambahkan pelarut agar diperoleh volume akhir yang lebih besar. Jika suatu larutan senyawa kimia yang pekat diencerkan, kadang-kadang sejumlah panas dilepaskan. Hal ini terutama dapat terjadi pada pengenceran asam sulfat pekat. Agar panas ini dapat dihilangkan dengan aman, asam sulfat pekat yang harus ditambahkan ke dalam air, tidak boleh sebaliknya. Jika air ditambahkan ke dalam asam sulfat pekat, panas yang dilepaskan sedemikian besar yang dapat menyebabkan air mendadak mendidih dan menyebabkan asam sulfat memercik. Jika kita berada di dekatnya, percikan asam sulfat ini merusak kulit.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Larutan Buffer / Penyangga

Konsentrasi Larutan

Untuk menyatakan komposisi larutan secara kuantitatif digunakan konsentrasi. Konsentrasi adalah perbandingan jumlah zat terlarut dan jumlah pelarut, dinyatakan dalam satuan volume (berat, mol) zat terlarut dalam sejumlah volume tertentu dari pelarut. Berdasarkan hal ini muncul satuan-satuan konsentrasi, yaitu fraksi mol, molaritas, molalitas, normalitas, ppm serta ditambah dengan persen massa dan persen volume.

Banyak cara menentukan konsentrasi larutan yang semuanya menyatakan kuantitas zat terlarut dalam kuantitas pelarut atau larutan. Dengan demikian, setiap sistem konsentrasi harus menyatakan hal-hal sebgai berikut :

  1. Satuan yang digunakan untuk zat terlarut
  2. Kuantitas kedua dapat berupa pelarut atau larutan keseluruhan
  3. Satuan yang digunakan untuk kuantitas kedua konsentrasi.

Untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu harus diperhatikan:

  • Apabila dari padatan, pahami terlebih dahulu satuan yang diinginkan. Berapa volum atau massa larutan yang akan dibuat.
  • Apabila larutan yang lebih pekat, satuan konsentrasi larutan yang diketahui dengan satuan yang diinginkan harus disesuaikan. Jumlah zat terlarut sebelum dan sesudah pengenceran adalah sama, dan memenuhi persamaan :
  • M1 : Konsentrasi larutan sebelum diencerkan
  • V1 : Volume larutan atau massa sebelum diencerkan
  • M2 : Konsentrasi larutan setelah diencerkan
  • V2 : Volume larutan atau massa setelah diencerkan

Konsentrasi dapat dinyatakan dengan beberapa cara, yaitu:

1. Molaritas

Molaritas ialah jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan. Dimensi molaritas ialah mol/L atau mol L -1 , disingkat M dan diucapkan molar. Larutan yang mengandung 1 mol zat terlarut dalam 1 liter larutan disebut 1 molar dan ditulis 1 M.

Molaritas ialah cara yang paling lazim untuk menyatakan komposisi larutan encer. Untuk pengukur yang cermat cara ini kurang menguntungkan karena sedikit ketergantungan pada suhu. Jika larutan dipanaskan atau didinginkan, volume berubah sedangkam mol akan tetap sehingga molaritas akan berubah.

2. Molalitas

Molalitas ialah jumlah zat terlarut pada tiap kilogram pelarut, dalam molalitas tidak ada volume, namun massa yang tidak berepengaruh pada suhu.

3. Persen Massa

Persen massa atau sering disebut persen bobot per bobot (% b/b), menyatakan jumlah massa zat terlarut dalam 100 bagian massa larutan Rumus persen massa :

4. Persen Volume

Persen volume atau persen volum per volum (% V/V) menyatakan jumlah zat terlarut dalam 100 bagian volume larutan. Rumus persen volume

5. PPM (part per million)

ppm (part per million) menyatakan jumlah bagian komponen dalam sejuta bagian campuran.

6. Fraksi mol

Fraksi mol menyatakan perbandingan mol zat terlarut dengan jumlah mol seluruh larutan (mol terlarut + mol pelarut). Rumus Fraksi mol :

larutan terhadap jumlah seluruh zat dalam larutan.

7. Normalitas

Normalitas menyatakan jumlah garam ekuivelen zat terlarut dalam 1 liter larutan. Satuannya dilambangkan dengan N dan disebut Normal.

Valensi menyatakan banyaknya ion H + atau OH – (dalam larutan asam dan basa) yang dilepaskan.

Jenis-jenis Larutan

1. Berdasarkan kemampuannya menghantarkan listrik

Berdasarkan kemampuannya menghantarkan listrik, larutan dapat dibedakan sebagai larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. Larutan elektrolit mengandung zat elektrolit sehingga dapat menghantarkan listrik, sementara larutan non-elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik.

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik Zat elektrolit dapat berupa senyawa ion atau senyawa kovalen polar yang dapat terhidrolisis (bereaksi dengan air). Larutan elektrolit terbentuk dari suatu zat yang larut atau terurai kedalam bentuk ion-ion dan membuat larutan menjadi konduktor elektrik. Ion merupakan atom-atom yang bermuatan elektrik. Contoh : larutan HCl.

Arus listrik adalah aliran muatan. Arus listrik melalui logam adalah aliran elektron, dan arus listrik melalui larutan adalah aliran ion-ion. Ion-ion ini berasal dari zat-zat yang terlarut dan terionisasi menjadi atom-atom bermuatan. Karena itu, larutan elektrolit dapat berupa asam, basa maupun garam.

  • Larutan asam adalah larutan dimana zat terlarutnya terdisosiasi melepaskan ion hidrogen (H + ) di dalam larutan.
  • Larutan basa adalah larutan dimana zat terlarutnya terdisosiasi melepaskan ion hidroksida (OH – ) di dalam larutan.
  • Larutan garam adalah larutan dimana zat terlarutnya bersifat netral dan terdisosiasi menjadi ion-ion pembentuk garamnya di dalam larutan.

Jenis dan konsentrasi (kepekatan) suatu larutan dapat berpengaruh terhadap daya hantar listriknya. Untuk menunjukkan kekuatan elektrolit digunakan derajat ionisasi yaitu jumlah ion bebas yang dihasilkan oleh suatu larutan. Derajat ionisasi (a) didapat dari perbandingan antara jumlah zat yang mengion dengan jumlah zat yang dilarutkan. Makin besar harga a , makin kuat keelektrolitan larutan tersebut. Dari nilai derajat ionisasi tersebut, larutan elektrolit dapat dibedakan menjadi elektolit kuat dan lemah.

Larutan elektrolit lemah adalah larutan elektrolit dimana zat yang terlarut tidak terionisasi seluruhnya (ionisasi sebagian 0

    Asam Lemah
    Asam lemah adalah zat asam yang tidak terionisasi seluruhnya ketika zat asam tersebut dilarutkan dalam air. Tetapan ionisasinya dituliskan dalam bentuk Ka. Ka didefinisikan sebagai:

Basa Lemah
Basa lemah adalah zat basa yang tidak berubah seluruhnya menjadi ion hidroksida dalam larutan. Tetapan ionisasinya dituliskan dalam bentuk Kb. Kb didefinisikan sebagai:

Larutan Non Elektrolit

3. Dapat menghantarkan listrik

Terjadi proses ionisasi
(terurai menjadi ion-ion)
Lampu dapat menyala terang atau redup dan ada gelembung gas

Contoh:
Garam dapur (NaCl)
Cuka dapur (CH3COOH)
Air accu (H2SO4)
Garam magnesium (MgCl2) 1.

3. Tidak dapat menghantarkan listrik
Tidak terjadi proses ionisasi
Lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung gasContoh:
Larutan gula (C12H22O11)
Larutan urea (CO NH2)2
Larutan alkohol C2H5OH (etanol)
Larutan glukosa (C6H12O6)

2. Berdasarkan fase zat terlarut dan pelarutnya.

Tabel berikut menunjukkan contoh-contoh larutan berdasarkan fase komponen-komponennya.

Contoh larutan

Zat terlarut

Gas

Cairan

Padatan

Pelarut Gas Udara (oksigen dan gas-gas lain dalam nitrogen) Uap air di udara (kelembapan) Bau suatu zat padat yang timbul dari larutnya molekul padatan tersebut di udara Cairan Air terkarbonasi (karbon dioksida dalam air) Etanol dalam air; campuran berbagai hidrokarbon (minyak bumi) Sukrosa (gula) dalam air; natrium klorida (garam dapur) dalam air; amalgam emas dalam raksa Padatan Hidrogen larut dalam logam, misalnya platina Air dalam arang aktif; uap air dalam kayu Aloi logam seperti baja dan duralumin

Pengertian Kelarutan

Kelarutan atau solubilitas adalah kemampuan suatu zat kimia tertentu, zat terlarut (solute), untuk larut dalam suatu pelarut (solvent). Kelarutan dinyatakan dalam jumlah maksimum zat terlarut yang larut dalam suatu pelarut pada kesetimbangan. Larutan hasil disebut larutan jenuh. Zat-zat tertentu dapat larut dengan perbandingan apapun terhadap suatu pelarut. Contohnya adalah etanol di dalam air. Sifat ini lebih dalam bahasa Inggris lebih tepatnya disebut miscible.

Pelarut umumnya merupakan suatu cairan yang dapat berupa zat murni ataupun campuran. Zat yang terlarut, dapat berupa gas, cairan lain, atau padat. Kelarutan bervariasi dari selalu larut seperti etanol dalam air, hingga sulit terlarut, seperti perak klorida dalam air. Istilah “tak larut” (insoluble) sering diterapkan pada senyawa yang sulit larut, walaupun sebenarnya hanya ada sangat sedikit kasus yang benar-benar tidak ada bahan yang terlarut. Dalam beberapa kondisi, titik kesetimbangan kelarutan dapat dilampaui untuk menghasilkan suatu larutan yang disebut lewat jenuh (supersaturated) yang metastabil.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tabel Periodik Unsur Kimia

Faktor Yang Mempengaruhi Kelarutan

Faktor Yang Mempengaruhi Kelarutan tergantung pada sebagai berikut :

Sifat solvent

Kelarutan yang besar terjadi bila molekul-molekul solute mempunyai kesamaan dalam struktur dan sifat-sifat kelistrikan dari molekul-molekul solvent. Bila ada kesamaan dari sifat-sifat kelistrikan, misalnya momen dipol yang tinggi, antara solvent-solvent, maka gaya-gaya tarik yang terjadi antara solute solvent adalah kuat. Sebaliknya, bila tidak ada kesamaan, maka gaya-gaya terik solute solvent lemah.
Secara umum, padatan ionik mempunyai kelarutan yang lebih tinggi dalam solvent polar daripada dalam pelarut non-polar. Juga, jika solvent lebih polar, maka kelarutan dari padatan-padatan ionik akan lebih besar.

Suhu

Kelarutan gas dalam air biasanya menurun jika suhu larutan dinaikkan. Gelembung-gelembung kecil yang dibentuk bila air dipanaskan adalah kenyataan bahwa udara yang terlarut menjadi kurang larut pada suhu-suhu yang lebih kecil. Hal yang serupa, tidak ada aturan yang umum untuk perubahan suhu terhadap kelrutan cairan-cairan dan padatan-padatan.

Tekanan

Kelarutan dari semua gas naik jika tekanan saham dari gas yang terletak di atas larutan dinaikkan. Secara kuantitatif, hal ini dinyatakan dalam hukum Henry, yang menyatakan bahwa pada suhu tetap perbandingan dari tekanan saham dari solute gas dibagi dengan mol fraksi dari gas dalam larutan adalah tetap.

Satuan Kelarutan

Kelarutan (khususnya untuk zat yang sukar larut) dinyatakan dalam mol L. Jadi kelarutan sama dengan kemolaran dari larutan jenuhnya.

S = n/v dimana n adalah jumlah mol dan v = volume (liter)

Sifat Koligatif Larutan Non-elektrolit

Sifat larutan berbeda dengan sifat pelarut murninya. Terdapat empat sifat fisika yang penting yang besarnya bergantung pada banyaknya partikel zat terlarut tetapi tidak bergantung pada jenis zat terlarutnya. Keempat sifat ini dikenal dengan sifat koligatif larutan. Sifat ini besarnya berbanding lurus dengan jumlah partikel zat terlarut. Sifat koligatif tersebut adalah :

  1. tekanan uap
  2. titik didih
  3. titik beku
  4. tekanan osmosis.

Menurut hukum sifat koligatif, selisih tekanan uap, titik beku, dan titik didih suatu larutan dengan tekanan uap, titik beku, dan titik didih pelarut murninya, berbanding langsung dengan konsentrasi molal zat terlarut. Larutan yang bisa memenuhi hukum sifat koligatif ini disebut larutan ideal. Kebanyakan larutan mendekati ideal hanya jika sangat encer.

Tekanan Uap Larutan

Tekanan uap larutan lebih rendah dari tekanan uap pelarut murninya. Pada larutan ideal, menurut hukum Raoult, tiap komponen dalam suatu larutan melakukan tekanan yang sama dengan fraksi mol kali tekanan uap dari pelarut murni

  • PA = tekanan uap yang dilakukan oleh komponen A dalam larutan.
  • XA = fraksi mol komponen A.
  • P0 = tekanan uap zat murni A.

Dalam larutan yang mengandung zat terlarut yang tidak mudah menguap (tak-atsiri atau nonvolatile), tekanan uap hanya disebabkan oleh pelarut, sehingga PA dapat dianggap sebagai tekanan uap pelarut maupun tekanan uap larutan.

Titik Didih Larutan

Titik didih larutan bergantung pada kemudahan zat terlarutnya menguap. Jika zat terlarutnya lebih mudah menguap daripada pelarutnya (titik didih zat terlarut lebih rendah), maka titik didih larutan menjadi lebih rendah dari titik didih pelarutnya, atau dikatakan titik didih larutan turun. Contohnya larutan etil alkohol dalam air titik didihnya lebih rendah dari 100˚C tetapi lebih tinggi dari 78,3˚C (titik didih etil alkohol 78,3˚C dan titik didih air 100˚C). Jika zat terlarutnya tidak mudah menguap (tak-atsiri atau nonvolatile) daripada pelarutnya (titik didih zat terlarut lebih tinggi), maka titik didih larutan menjadi lebih tinggi dari titik didih pelarutnya, atau dikatakan titik didih larutan naik. Pada contoh larutan etil alkohol dalam air tersebut, jika dianggap pelarutnya adalah etil alkohol, maka titik didih larutan juga naik. Kenaikan titik didih larutan disebabkan oleh turunnya tekanan uap larutan.

Berdasar hukum sifat koligatif larutan, kenaikan titik didih larutan dari titik didih pelarut murninya berbanding lurus dengan molalitas larutan.

  • Δtb = kenaikan titik didih larutan.
  • kb = kenaikan titik didih molal pelarut.
  • m = konsentrasi larutan dalam molal.

    Titik Beku Larutan

    Penurunan tekanan uap larutan menyebabkan titik beku larutan menjadi lebih rendah dari titik beku pelarut murninya. Hukum sifat koligatif untuk penurunan titik beku larutan berlaku pada larutan dengan zat terlarut atsiri (volatile) maupun tak-atsiri (nonvolatile).

    Berdasar hukum tersebut, penurunan titik beku larutan dari titik beku pelarut murninya berbanding lurus dengan molalitas larutan.

    • Δtf = penurunan titik beku larutan.
    • kf = penurunan titik beku molal pelarut.
    • m = konsentrasi larutan dalam molal.

      Tekanan Osmose Larutan

      Peristiwa lewatnya molekul pelarut menembus membran semipermeabel dan masuk ke dalam larutan disebut osmose. Tekanan osmose larutan adalah tekanan yang harus diberikan pada larutan untuk mencegah terjadinya osmose (pada tekanan 1 atm) ke dalam larutan tersebut. Hampir mirip dengan tekanan pada gas ideal, pada larutan ideal, besarnya tekanan osmose berbanding lurus dengan konsentrasi zat terlarut.

      • π= tekanan osmose (atm).
      • n = jumlah mol zat terlarut (mol).
      • R = tetapan gas ideal = 0,08206 L.atm/mol.K
      • T = suhu larutan (K).
      • V = volume larutan (L).
      • M = molaritas (M = mol/L).

      Jika tekanan yang diberikan pada larutan lebih besar dari tekanan osmose, maka pelarut murni akan keluar dari larutan melewati membran semipermeabel. Peristiwa ini disebut osmose balik (reverse osmosis), misalnya pada proses pengolahan untuk memperoleh air tawar dari air laut.

      Istilah Kelarutan

      Istilah Kelarutan

      Jumlah bagian pelarut yang diperlukan untuk melarutkan 1 bagian zat

      Very soluble Sangat mudah larut

      Contoh Larutan dan Kelarutan

      Larutan Asam, Basa dan Garam

      1. ASAM
      Buah-buahan yang masih muda pada umumnya berasa masam. Sebenarnya rasa masam dalam buah-buahan tersebut disebabkan karena zat kimia yang terkandung di dalamnya yang biasa disebut asam. Secara kimia, asam adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidrogen (H+). Asam akan terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif.
      Contoh Asam Dalam larutan :

      1. Asam Askorbat terdapat dalam tomat,jeruk dan sayuran (
      2. Asam Asetat terdapat dalam larutan cuka
      3. Asam Sitrat terdapat dalam jeruk
      4. Asam Borat terdapat dalam larutan pencuci mata
      5. Asam Klorida terdapat dalam asam lambung dan obat tetes mata
      6. Asam Nitrat terdapat dalam pupuk dan peledak
      7. Asam Fosfat terdapat dalam deterjen
      8. Asam Sulfat terdapat dalam baterai mobil
      9. Asam Laktat terdapat dalam keju
      10. Asam Benzoat terdapat dalam bahan pengawet makanan

      2.BASA
      Basa adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH–). Ion hidroksida terbentuk karena senyawa hidroksida dapat mengikat satu elektron pada saat dimasukkan ke dalam air. Basa dapat menetralisir asam (H+) sehingga dihasilkan air (H2O).
      Contoh Basa Dalam larutan:

      • Aluminium Hidroksida terdapat dalam deodoran dan antasid
      • Kalsium Hidroksida terdapat dalam mortar dan plester
      • Magnesium Hidroksida terdapat dalam antasid
      • Natrium Hidroksida terdapat dalam bahan sabun

      3.GARAM
      Garam adalah senyawa yang terbentuk dari reaksi asam dan basa. Terdapat beberapa contoh garam, antara lain: NaCl, CaCl2, ZnSO4, NaNO2, dan lain-lain.
      Contoh Garam Dalam larutan:

      1. Natrium Klorida terdapat dalam garam dapur (NaCI)
      2. Natrium Bikarbonat terdapat dalam baking soda (NaHCO3)
      3. Kalsium Karbonat terdapat dalam cat tembok dan bahan karet (CaCO3)
      4. Kalsium Nitrat terdapat dalam pupuk dan bahan peledak (KNO3)
      5. Kalium Karbonat terdapat dalam sabun dan kaca (K2CO3)
      6. Natrium Fosfat terdapat dalam deterjen (Na3PO4)
      7. Amonium Klorida terdapat dalam baterai kering (NH4CI)

      Adapun Contoh Lain dalam Larutan adalah sebagai berikut :

      • Contoh Kaloid :
        -Larutan gula, larutan garam, udara bersih
        -Tepung kanji dalam air, mayones, debu di udara
        -Campuran air dan pasir, sel darah merah dan plasma putih dalamplasma darah
      • Contoh Suspensi:
        -Air sungai yang keruh
        -Campuran air dengan kopi
        -Campuran minyak dengan air

      Larutan: Pengertian, Jenis, Komponen, Sifat dan Contoh Larutan

      Bagi kamu pelajar, khususnya pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah larutan. Larutan memiliki peranan yang sangat penting salah satu di antaranya adalah cairan tubuh kita yang mengandung komponen larutan dari berbagai zat kimia, mineral yang ada pada kulit bumi kebanyakan ditemukan dalam bentuk larutan, serta juga reaksi kimia pada laboratorium dan industri kebanyakan berlangsung dalam bentuk larutan.

      Nah, pada kesempatan kali ini pintarnesia akan memaparkan mengenai larutan mulai dari pengertian larutan, jenis larutan, komponen – komponenen larutan, sifat larutan, dan contoh larutan.

      Sebelum kita membahas lebih dalam ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu pengertian dari larutan, nah berikut ini adalah pengertian larutan.

      Pasti di antara kalian pernah membuat segelas kopi yang manis? Nah, untuk menambah rasa manis pada kopi tersebut, diberikan beberapa sendok gula pasir lalu diaduk hingga gula tersebut larut semua.

      Air kopi merupakan slah satu contoh larutan, gula pasir merupakan zat yang terlarut pada air kopi tersebut. Bisakah kamu melihat gula pasir dalam larutan tersebut?

      Pengertian Larutan

      Larutan adalah istilah yang menyatakan suatu benda berbentuk campuran zat homogen. Di alam, kebanyakan reaksi berlangsung dalam larutan air atau pelarutnya air. Sebenarnya larutan bisa juga berbentuk gas atau bahkan bisa berbentuk gas.

      Contoh dari larutan berbentuk gas adalah udara yang biasa kita hirup setiap hari, yang merupakan campuran dari beberapa gas yang ada, terutama gas nitrogen (N2) dan gas oksigen (O2). Sedangkan contoh larutan dalam bentuk padat adalah kuningan yang merupakan campuran atau perpaduan dari seng dan tembaga.

      Suatu larutan terdiri atas zat terlarut (Solute) dan zat pelarut (Solvent). Contoh pada larutan gula di atas, gula pasir merupakan zat yang terlarut, sedangkan air merupakan zat pelarutnya. Dalam larutan kita sudah tidak bisa lagi membedakan partikel zat pelarut dan partikel zat terlarut.

      Pelarut merupakan komponen dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan zat yang terlarut di dalamnya. Larutan juga bisa bersifat sebagai penghantar arus listrik, maksudnya larutan yang berbentuk cair dengan pelarut air.

      Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa pengertian dari larutan adalah sebagai campuran dua atau lebih zat yang membentuk satu macam fase (homogen) dan sifat kimia setiap zat yang membentuk larutan tidak bisa berubah.

      Arti homogen di sini adalah menunjukkan tidak ada kecenderungan zat-zat dalam larutan terkonsentrasi pada bagian tertentu, melainkan menyebar secara merata pada seluruh campuran.

      Sifat Larutan

      Sifat-sifat fisika zat yang dicampur kan bisa berubah atau tidak tetapi sifat-sifat kimianya tidak bisa berubah, Berikut adalah sifat larutan.

      1. Larutan dari campuran gula pasir dan lahir, sifat kimianya tidak berubah, sedangkan sifat gula berubah dari kristalin menjadi molekuler.
      2. Larutan dari campuran air dan NaCI, sifat kimia NaCI tidak berubah, sedangkan sifat fisika NaCI berubah dari kristalin menjadi ion-ionnya.
      3. Larutan dari campuran air dan alkohol, sifat kimia dan fisika setiap saat tidak berubah.

      Seperti yang sudah pintarnesia sebutkan sebelumnya, jika ada 2 (dua) komponen yang berhubungan dengan larutan, yakni adalah zat pelarut dan zat terlarut.

      Pelarut merupakan zat yang digunakan sebagai media untuk melarutkan zat lain (zat terlarut). Sedangkan zat terlarut merupakan komponen dari larutan yang jumlahnya lebih sedikit dari zat pelarut.

      Selain ditentukan dari kuantitas, istilah terlarut dan pelarut juga ditentukan oleh sifat fisiknya. Zat terlarut memiliki struktur yang bisa berubah sedangkan zat pelarut memiliki struktur yang tidak bisa berubah. Contohnya saja adalah Sirup, pada sirup jumlah air lebih banyak dibandingkan gula.

      Oleh karena itu struktur air tidak berubah, sedangkan struktur gula berubah dari crystalline menjadi molekuler. Air disebut pelarut sedangkan bola disebut sebagai zat terlarut.

      Jenis-Jenis Larutan dan Contoh Larutan

      Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, larutan juga bisa berbentuk padat atau gas. Dalam bentuk padat, logam kuningan merupakan contohnya yang terbentuk dari campuran tembaga dan seng. Sedangkan dalam bentuk gas, udara merupakan contohnya.

      Selain itu, larutan juga bisa digolongkan berdasarkan wujud pelarutnya, tingkat kejenuhan, zat terlaru, fase zat terlarut dan pelarutnya serta daya hantar listrik. Berikut ini adalah masing – masing dari penjelasan di atas.

      1. Jenis Larutan Berdasarkan Wujud Pelarutnya

      Dalam jenis ini larutan bisa dibedakan menjadi 3 (tiga) macam, yakni larutan padat, larutan cair, serta larutan gas. Berikut ini adalah penjelasan dari 3 jenis wujud pelarut larutan.

      • Larutan cair, merupakan larutan yang wujud pelarutnya berupa zat cair. Contohnya saka adalah larutan gila, larutan garam dan masih banyak lagi lainnya.
      • Larutan padat, merupakan larutan yang wujud pelarutnya berbentuk padat. Contohnya saja adalah emas 22 karat yang merupakan campuran dari campuran antara perak dan emas atau logam lain.
      • Larutan gas, merupakan larutan yang wujud pelarutnya berupa gas. Contohnya saja adalah udara yang bisa kita hirup sehari-hari untuk bernafas.

      2. Jenis Larutan Berdasarkan Zat Terlarutnya

      Berdasarkan banyak sedikitnya zat terlarut (solute), larutan bisa dibedakan menjadi 2 (dua) macam, yakni larutan encer dan larutan pekat. Berikut ini adalah kedua penjelasan tersebut.

      • Larutan Encer, merupakan larutan yang lebih sedikit mengandung solute (zat terlarut) dibandingkan dengan solvent (zat pelarut)
      • Larutan pekat, merupakan larutan yang lebih banyak mengandung solute (zat terlarut) dibandingkan dengan solvent (zat pelarut)

      3. Jenis Larutan Berdasarkan Fase Zat Pelarut dan Terlarutnya

      Berdasarkan zat terlarut dan pelarutnya larutan bisa dibedakan menjadi 9 (sembilan) jenis, di antaranya adalah:

      • Larutan gas dalam gas, contohnya saja adalah udara.
      • Larutan gas dalam cairan, contohnya saja adalah air terkarbonisasi.
      • Larutan gas dalam padatan, contohnya saja adalah hidrogen dalam logam
      • Larutan gas dalam padatan, contohnya saja adalah uap air di udara
      • Larutan cairan dalam cairan, contohnya saja adalah alkohol dalam air
      • Larutan cairan dalam padatan contohnya saja adalah air dalam kayu, air dalam buah, dan lain sebagainya.
      • Larutan padat dalam gas, contohnya saja adalah aroma atau bau
      • Larutan padat dalam cairan, contohnya saja adalah air gula
      • Larutan padat dalam padatan, contohnya saja adalah campuran besi dan karbon

      4. Jenis Larutan Berdasarkan Daya Hantar Listrik

      Berdasarkan daya hantar listrik, larutan bisa dibedakan menjadi 2 (dua) macam, yakni larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Berikut ini adalah penjelasan jenis larutan tersebut.

      • Larutan elektrolit, merupakan jenis larutan yang bisa menghantarkan arus listrik, contohnya saja adalah amonia, larutan cuka, larutan HCI, air laut, air kapur dan lain sebagainya.
      • Larutan non elektrolit, merupakan jenis larutan yang tidak bisa menghantarkan arus listrik, contohnya saja adalah larutan urea, alkohol, dan larutan glukosa.

      5. Jenis Larutan Berdasarkan Tingkat Kejenuhan

      Berdasarkan tingkat kejenuhan, larutan bisa dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis, yakni larutan tak jenuh, jenuh dan larutan sangat jenuh. Berikut ini adalah pemaparan dan penjelasan ketiga larutan di atas.

      a. Larutan Tak Jenuh

      Merupakan larutan yang mengandung zat terlarut kurang dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh. Dengan kata lain, larutan yang partikelnya tidak tepat habis bereaksi dengan pereaksi atau bisa juga disebut dengan masih bisa melarutkan zat. Larutan ini bisa terjadi jika hasil kali konsentrasi ion Ksp berarti larutan lewat jenuh (mengendap).

      Komponen Larutan

      Berbagai zat yang ada pada laboratorium sebelum direaksikan, umumnya sudah dibuat dalam bentuk larutan. Larutan termasuk ke dalam campuran homogen yang komponennya terdiri atas zat terlarut dan pelarut. Pelarut yang biasa digunakan adalah air, sedangkan zat terlarut terdiri dari berbagai senyawa baik ion maupun kovalen.

      Contoh senyawa kovalen adalah HCI, NH3, C 6 H 12 O 6 serta C 2 H 5 OH , sedangkan contoh senyawa ion adalah KCl, NaCl, NaOH. Untuk penelitian, jumlah zat terlarut di dalam pelarutnya ditentukan dalam satuan tertentu, misalnya dalam molaritas dan % volum. Dengan demikan larutan menjadi 2 (dua) komponen, yakni komponen pelarut dan terlarut.

      • Pelarut merupakan komponen yang jumlahnya lebih banyak atau strukturnya tidak berubah.
      • Komponen dengan jumlah yang sedikit biasanya dinamakan zat terlarut.

      Tabel Daya Hantar Listrik Beberapa Larutan

      Larutan Rumus Senyawa Nyala Lampu Gelembung Gas
      Air suling H2O
      Alkohol 70% C2H5OH
      Larutan hidrogen klorida HCl Terang Ada
      Larutan natrium hidroksida NaOH Terang Ada
      Larutan amonia NH3 Terang Ada
      Larutan natrium klorida NaCl Terang Ada
      Larutan asam sulfat H2SO4 Terang Ada

      Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai larutan, mulai dari pengertian larutan, sifat-sifat larutan dan jenis-jenisnya. Semoga artikel ini bisa membantu kamu dan menambah wawasan kita mengenai larutan. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi

      Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: