Penasihat Untuk Ulasan Deposito Kecil – Tips Menyiapkan Pensiun Sejak Dini Dengan Deposito

Peringkat broker opsi biner:

Tips Menyiapkan Pensiun Sejak Dini Dengan Deposito

Dibaca Normal 6 menit

Usia produktif sebaiknya juga dimanfaatkan untuk persiapan masa tua. Sayangnya, hanya segelintir orang yang tahu tentang cara menyiapkan dana pensiun.

Manusia bekerja di usia produktif-nya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan juga untuk menyiapkan masa tua. Akan tetapi, tak banyak yang mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menyiapkan pensiun sejak dini.

Lebih Banyak Yang Deposito Daripada Investasi

Survei HSBC yang dipublikasikan bulan April 2020 lalu menyebutkan bahwa 84% masyarakat Indonesia menyiapkan dana pensiun dalam produk tabungan atau deposito. Sisanya menjual atau menyewakan properti, investasi reksadana, obligasi, atau unit link, serta ada pula yang hanya mengandalkan Jamsostek dan harta warisan. Situasi ini sangat tidak ideal, mengingat dana yang disimpan dalam tabungan atau deposito seringkali tak mampu berkembang akibat digerogoti inflasi.

Tentu saja Anda akan mendapatkan bunga deposito yang tidak sedikit, tetapi inflasi di negeri ini juga tidak kecil. Bunga yang Anda peroleh pun paling-paling hanya mampu menjaga nilai riil deposito Anda, tetapi tak mampu meningkatkan daya belinya.

Bayangkan saja apabila Anda bekerja dengan gaji 3,500,000 sebulan, lalu menyisihkan 250,000 per bulan dalam dana pensiun. Setelah bekerja 30 tahun dari usia 25 tahun sampai 55 tahun, Anda hanya akan berhasil mendapatkan 90 juta Rupiah saja. Asumsikan kebutuhan bulanan Anda setelah pensiun adalah 2 juta rupiah per bulan, maka dana 90 juta tersebut hanya akan bertahan (90,000,000 / 2,000,000) = 45 bulan saja. Akhirnya, Anda bekerja keras 30 tahun, tetapi dana pensiun habis dalam waktu kurang dari 4 tahun. Itu ironis.

Apalagi, saat ini masih banyak karyawan muda yang belum memikirkan rencana pensiunnya. Mereka mengira, pensiun bisa dipikir kelak kalau gaji sudah tinggi, atau kalau usia sudah kepala tiga. Padahal, dana pensiun harus sudah dipikirkan sejak dini. Kecelakaan bisa terjadi, penyakit bisa muncul kapan saja. Masa depan itu tidak pasti, maka kita harus merencanakan mulai dari hari ini.

Namun masalahnya, banyak orang tidak memahami konsep investasi untuk masa depan. Contohnya, dana pensiun dibelikan apartemen dengan anggapan bahwa kelak bisa pensiun dengan menikmati perolehan hasil sewa atau penjualan aset tersebut. Namun ternyata, posisi apartemen tersebut tidak strategis dan tidak laku untuk dijual maupun disewakan. Atau contoh lain, dana pensiun diinvestasikan di perusahaan yang menjanjikan return besar, tetapi ternyata perusahaan itu cuma investasi bodong.

Peringkat broker opsi biner:

Ketidakpahaman akan investasi membuat banyak orang terjerumus memilih investasi yang salah, hingga masa tua yang santai dan bebas kerisauan hanya jadi ilusi. Oleh karena itu, pada dasarnya, kami berpendapat bahwa apabila Anda kurang memahami investasi, maka lebih baik merencanakan dana pensiun dengan deposito daripada investasi lain yang risikonya lebih tinggi. Tetapi deposito untuk dana pensiun tersebut harus dirancang sedemikian rupa hingga mampu menawarkan masa pensiun yang cukup lama dan nyaman dijalani.

Tips Menyiapkan Pensiun Dengan Deposito

Di sini kami telah menyusun sejumlah tips agar rencana pensiun sejak dini dengan deposito dapat dilaksanakan secara lebih baik.

1. Jangan hanya mengandalkan pensiun yang dijamin perusahaan.

Sistem pensiun yang dirancang perusahaan biasanya memberikan alokasi dana yang jumlahnya lebih kecil daripada gaji Anda saat ini. Padahal, seiring bertambahnya usia, kebutuhan kita pun akan bertambah, baik karena masalah kesehatan, anak yang minta dibiayai S2, bertambahnya tanggungan keluarga, atau faktor lainnya.

2. Mendaftarlah ke program pensiun di bank yang akan langsung meng-autodebet rekening kita setiap bulan.

Kebanyakan orang menyusun pengeluaran persis sejumlah pemasukan bulanannya. Apabila ada sisa di akhir bulan, barulah sisa itu dimasukkan tabungan. Ini adalah sikap yang tidak bijak. Bagaimana mungkin Anda bisa menyiapkan masa tua dengan cara demikian?

Para penasehat keuangan biasanya menyarankan agar orang menabung di awal bulan sebelum membuat pengeluaran yang lain. Namun realitanya, kita masih saja sering tergoda untuk menggunakan uang yang sudah disisihkan tersebut untuk membeli barang diskon atau sejenisnya. Oleh karena itu, pilihan yang tepat adalah autodebet rekening langsung ke deposito dana pensiun.

Dengan sistem autodebet, sejumlah dana yang telah ditentukan akan langsung dipindah dari rekening koran ke rekening deposito dana pensiun secara otomatis. Sehingga, dana pensiun akan terjaga hingga tiba saatnya Anda akan menjalani masa pensiun.

Saat ini sudah banyak bank yang menawarkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dengan beragam manfaat. Iuran bulanannya pun bisa Anda atur sendiri, mulai dari Rp 50,000 per bulan hingga tak terbatas.

3. Gaji meningkat, berarti tabungan juga harus meningkat.

Kenaikan gaji harus dimanfaatkan untuk meningkatkan jumlah tabungan untuk dana pensiun. Apabila dulu saat bergaji 2,500,000 Anda menabung 250,000, maka ketika gaji Anda menjadi 3,500,000, selayaknya tabungan dana pensiun Anda lebih dari 250,000. Jangan hanya memikirkan kenyamanan sekarang, tetapi juga masa depan.

4. Pisahkan dana pensiun dengan dana cadangan untuk kebutuhan darurat.

Banyak juga orang yang hanya membagi pemasukannya menjadi dua: dana kebutuhan sehari-hari dan dana tabungan. Ini keliru. Dana tabungan yang hanya satu itu bisa lenyap ketika Anda membutuhkan dana darurat, dan menyisakan 0 ketika Anda pensiun. Oleh karena itu, pisahkanlah alokasi pemasukan Anda menjadi minimal 3 pos: dana kebutuhan sehari-hari, dana cadangan untuk kebutuhan darurat, dan dana pensiun.

5. Jangan gunakan dana pensiun untuk investasi.

Dalam contoh-contoh kegagalan investasi yang telah kami sebutkan di atas, dana hangus karena investasinya merugi. Sebenarnya, ini bisa dihindari. Caranya mudah, yaitu dengan tidak menggunakan dana pensiun untuk investasi. Apabila Anda berminat untuk membeli saham atau properti, jangan gunakan dana pensiun. Susunlah satu pos alokasi pemasukan baru yang dilabeli “Dana Untuk Investasi”.

Ini memang tidak mudah, terutama apabila Anda bergaji di bawah lima juta Rupiah per bulan, namun bukannya tidak mungkin. Alternatifnya, Anda bisa berinvestasi dengan menggunakan pemasukan tak terduga seperti bonus, Tunjangan Hari Raya (THR), hadiah undian, atau warisan. Bonus 1,000,000 rupiah misalnya, sudah bisa Anda gunakan untuk mendaftar ke broker saham dan membeli saham-saham yang berharga murah sebagai investasi masa depan. Dengan demikian, meski investasi tersebut merugi, hari tua Anda masih terjamin dan kebutuhan sehari-hari masih dapat terpenuhi.

Demikian sejumlah tips kami mengenai menyiapkan pensiun sejak dini dengan deposito. Apakah Anda memiliki tips lain yang bisa jadi akan bermanfaat bagi rekan-rekan pengunjung seputarforex.com? Bagilah tips Anda di kolom komentar di bawah ini.

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2020. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

Menyiapkan Dana Pensiun Dengan Deposito

Mulai mempersiapkan dana pensiun itu, mungkin sejak pertama Anda bekerja. Deposito bisa menjadi salah satu persiapan menjelang hari tua Anda.

Dengan menyiapkan dana pensiun selama usia produktif, menjadikan Anda di saat hari tua nanti dapat berkehidupan layak seperti di saat usia produktif

Menjalani kehidupan hari demi hari di usia produktif memang menjadi rutinitas bagi kebanyakan orang. Tetapi, mau sampai kapan Anda bekerja seperti itu, atau Anda memang belum berpikir untuk menyiapkan dana pensiun ? Sebaiknya Anda sudah mulai mempersiapkan dana pensiun itu, mungkin sejak pertama Anda bekerja. Deposito bisa menjadi salah satu persiapan menjelang hari tua Anda.

Dengan menyiapkan dana pensiun selama usia produktif, menjadikan Anda di saat hari tua nanti dapat berkehidupan layak seperti di saat usia produktif. Kebutuhan hidup yang selalu meningkat menjadikan Anda harus mempunyai perencanaan yang matang di kemudian hari, tidak terkecuali saat Anda hidup di masa tua nanti.

Menurut survey HSBC pada April 2020 lalu, 84% masyarakat Indonesia menyiapkan dana pensiun dalam produk tabungan atau deposito. Sisanya hanya dengan menjual atau menyewakan properti, investasi reksadana, obligasi atau unit link, serta ada yang hanya mengandalkan Jamsostek dan harta dari warisan. Keadaan seperti ini sangatlah tidak ideal, mengingat dana yang disimpan dalam tabungan sering kali tidak mampu berkembang secara signifikan akibat digerogoti inflasi.

Pastinya Anda mendapatkan bunga deposito yang tidak sedikit, tetapi inflasi di negeri ini juga tidak kecil. Bunga yang Anda dapatkan hanya mampu menjaga nilai riil deposito Anda, namun tidak mampu mengembangkan daya belinya.

Misalnya saja, Anda bekerja dengan penghasilan tetap per bulan sebesar Rp 4.000.000, lalu menyisihkan Rp 200.000 per bulannya untuk dana pensiun. Setelah kurang lebih bekerja selama 30 tahun dan pensiun di usia 55 tahun, maka Anda hanya akan mendapat dana pensiun sebesar Rp 72.000.000. Bayangkan jika per bulan untuk kehidupan sehari-hari saja, Anda membutuhkan Rp 2.000.000, berarti dana tersebut hanya cukup untuk 3 tahun saja, belum tentu Rp 2.000.000 sudah pasti cukup untuk sebulan, jika harga kebutuhan pokok semakin naik, bisa jadi dana tersebut hanya cukup untuk setahun saja.

Terlebih lagi, untuk para pekerja fresh graduate yang mungkin masih banyak berpikir hanya untuk kesenangan sesaat. Kebanyakan belum memikirkan tentang dana pensiun tersebut, karena untuk dana tersebut bisa dimulai jika pendapatan sudah tinggi dan umur sudah berada di kepala 3. Padahal dana pensiun sebaiknya dipersiapkan sejak dini. Hal-hal yang tidak terduga bisa terjadi kapan pun, memang tidak ada yang mau dengan kejadian seperti itu, tetapi tidak ada salahnya untuk mempersiapkannya dengan se matang mungkin.

Masalah yang kerap terjadi adalah banyak orang yang tidak memahami konsep investasi masa depan. Contohnya, dana pensiun dibelikan properti, dalam hal ini adalah apartemen. Pembelian tersebut beranggapan bahwa kelak saat pensiun dapat menikmati hasil dari menyewakan atau menjual aset tersebut. Tetapi ternyata lokasi apartemen itu tidak strategis dan tidak laku untuk disewakan terlebih untuk dijual kemudian. Contoh lainnya, dana pensiun tersebut diinvestasikan di perusahaan yang menjanjikan retur besar, namun kenyataannya perusahaan itu cuma investasi bodong.

Ketidakmengertian terhadap investasi membuat banyak orang terjerumus memilih investasi yang salah karena sangat berkeinginan hidup santai di masa tua yang bebas dengan finansial serta waktu, itu semua hanya menjadi impian semata. Oleh sebab itu, jika Anda memiliki pengetahuan yang kurang terhadap investasi, Anda lebih baik merencanakan dana pensiun tersebut dengan deposito daripada investasi lainnya yang lebih tinggi. Deposito tersebut haruslah dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menawarkan masa pensiun yang pastinya membuat nyaman Anda dan keluarga kelak.

Berikut beberapa tips yang terangkum agar Anda bisa menyiapkan dana pensiun sejak dini melalui deposito :

1. Tidak mengandalkan pensiun yang dijamin oleh perusahaan

Sistem pensiun yang dirancang perusahaan biasanya memberikan alokasi dana yang jumlahnya lebih sedikit daripada pendapatan yang Anda terima sekarang. Padahal, seiring bertambahnya usia, kebutuhan Anda juga akan bertambah, baik karena masalah kesehatan, anak yang ingin melanjutkan kuliah sampai S3, meningkatnya tanggungan keluarga atau faktor keluarga.

2. Daftarlah menjadi nasabah ke program pensiun di bank yang akan langsung meng-autodebet rekening Anda setiap bulan

Mayoritas orang menyusun pengeluaran hampir sama dengan pendapatan bulanannya. Terlebih lagi, di akhir bulan jika ada sisa, baru itu dimasukkan sebagai tabungan. Sikap demikian tidaklah bijak. Bagaimana mungkin masa tua Anda bisa disiapkan dengan cara demikian ?

Banyak penasihat keuangan menyarankan agar menabung di saat Anda menerima pendapatan, sisihkan sebesar 10%-20% sebelum dikeluarkan untuk anggaran lainnya. Namun, Anda masih tergoda dengan membeli barang diskon atau pun sejenisnya menggunakan uang tersebut. pilihan yang terbaik adalah auto debit, rekening langsung ke deposito dana pensiun.

Dengan sistem auto debit, sejumlah dana yang telah ditentukan akan langsung dipindahkan ke rekening deposito secara otomatis dari rekening koran. Dengan demikian dana pensiun Anda terjaga sampai saat Anda benar-benar menjalani masa pensiun. Sampai saat ini sudah banyak bank yang menawarkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dengan berbagai manfaatnya. Iuran yang bisa disesuaikan mulai dari Rp 50.000 hingga tak terbatas tiap bulannya.

3. Gaji naik, tabungan juga naik

Kenaikan gaji harus digunakan untuk peningkatan jumlah tabungan yang bisa Anda simpan. Jika saat bergaji Rp 4.000.000 Anda bisa menabung sekitar Rp 400.000 – Rp 800.000, saat Anda mengalami kenaikan gaji ke Rp 5.000.000, selayaknya tabungan dana pensiun Anda bisa disimpan di kisaran Rp 500.000 – Rp 1.000.000. Pikirkan selalu kenyamanan untuk masa depan, jangan hanya untuk saat ini saja.

4. Pisah kan dana pensiun dengan dana cadangan untuk kebutuhan darurat

Kebanyakan orang memisahkan pemasukannya menjadi dua, yaitu; dana kebutuhan sehari-hari dan dana tabungan. Hal tersebut keliru, dana tabungan yang hanya ada satu itu bisa lenyap ketika Anda membutuhkan dana darurat dan menyisakan Rp 0 ketika Anda pensiun. Oleh sebab itu, bagi pendapatan Anda menjadi 3 pos, yaitu; dana kebutuhan sehari-hari, dana cadangan untuk kebutuhan darurat dan dana pensiun.

5. Tidak menggunakan dana pensiun untuk investasi

Dalam contoh-contoh kegagalan investasi yang telah dijabarkan di atas, dana habis karena investasinya merugi. Sebenarnya ini bisa dihindari dengan tidak menggunakan dana pensiun untuk investasi. Jika memang Anda berminat untuk membeli saham atau properti, usahakan jangan menggunakan pensiun apalagi jika investasi tersebut belum menjaminkan sebuah keuntungan. Anda bisa membuat satu pos lagi dengan judul ‘Dana Investasi’.

Terlihat tidak mudah terutama bagi Anda yang berpenghasilan di bawah Rp 5.000.000 per bulannya. Tetapi tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa Anda lakukan jika memang memiliki niat yang kuat. Alternatif hal tersebut, Anda bisa menggunakan pemasukan seperti bonus, THR atau warisan sekalipun. Dengan uang sebesar Rp 1.000.000 Anda sudah bisa menggunakan untuk mendaftar ke broker saham dan membeli saham yang berharga murah sebagai investasi masa depan. Dengan demikian, meski investasi tersebut merugi, namun hari tua Anda masih terjamin dan kebutuhan sehari-hari Anda masih dapat terpenuhi.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: