Pelarangan Mata Uang Digital Di Indonesia, Perdagangan keuangan biner

Peringkat broker opsi biner:

Menakar Masa Depan Bitcoin dan Mata Uang Digital di Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia — Bitcoin dan mata uang digital (cryptocurrency) belakangan kian populer di Indonesia. Bahkan pada Mei silam, nilai tukar satu keping BitCoin setara dengan 20 juta rupiah.

Namun begitu, tidak sedikit orang yang mempertanyakan masa depan mata uang digital, terutama terkait dengan fluktuasi harga dan keamanan bertransaksi.

Menanggapi hal itu, CEO Bitcoin Indonesia, Oscar Dermawan menyatakan bahwa cryptocurrency adalah pencapaian teknologi luar biasa. Sebelumnya, pendapat senada juga diutarakan pendiri Microsoft, Bill Gates.

Oscar mengungkapkan ada beberapa alasan yang membuat mata uang digital berbeda dengan versi konvensional. Salah satu alasannya, lantaran BitCoin dan mata uang digital lainnya memanfaatkan sistem yang bisa berjalan tanpa bergantung kepada server yang terpusat. Seluruh servernya terdesentralisasi dan seluruh transaksinya terverifikasi secara otomatis tanpa campur tangan manusia.

Lihat juga:

Sistem desentralisasi ini juga mengunci pasokan BitCoin yang ada pada jumlah tertentu saja, tidak dapat bertambah lebih dari yang sudah ditentukan.

“Cara kerja sistem ini bahkan dikomentari oleh Bill Gates dengan sebutan “BitCoin is a technological tour de force” yang berarti sebagai sebuah pencapaian teknologi yang luar biasa. Selama masih ada 1 pengguna saja, pengguna BitCoin di internet maka jaringan bitcoin tidak akan down karena sifat servernya yang terdesentralisasi,” terangnya dalam pesan surel kepada CNNIndonesia.com.

Peringkat broker opsi biner:

Sementara itu, peredaran BitCoin di seluruh dunia terdata oleh algoritma blockchain yang memungkinkan setiap pengguna dapat mengawasi atau melihat total pasokan BitCoin yang beredar dan transaksi yang ada di dalam jaringan digitalnya secara transparan.

“Karena servernya terdesentralisasi (tidak terpusat) sehingga tidak ada yang mampu mencurangi/mengubah data transaksi,” lanjutnya.

Karena perkembangannya yang pesat di beberapa negara maju seperti Jepang, negara-negara Eropa maupun AS, saat ini industri yang bergerak di bidang bitcoin diawasi oleh FSA (Financial Services Agency), badan serupa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia. Hal yang sebaliknya justru terjadi di Indonesia.

Lihat juga:

“Transaksi di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan transaksi BitCoin di dunia, mungkin belum ada 5 persen. Terutama jika dibandingkan dengan volume transaksi BitCoin di Jepang, Korea Selatan maupun China,” kata Oscar ketika ditanyai mengenai kondisi pertukaran BitCoin di Tanah Air.

Sebagai bentuk investasi, sayangnya harga BitCoin tidak bisa diprediksi akan naik atau turun dalam jangka waktu tertentu. Oscar mengatakan bahwa nilai tukar mata uang ini selalu bergerak mengikuti pasar.

“Saya kira tidak ada yang bisa memprediksi harga BitCoin dengan tepat karena semua tergantung kondisi pasar. Kita lihat saja bagaimana pasar memutuskan ke mana harga bitcoin akan bergerak hingga akhir 2020 ini,” tandasnya.

Namun seperti diketahui, lima tahun lalu harga BitCoin hanya 120ribu rupiah. Pada 2020 BitCoin menyentuk rekor tertingginya yakni mencapai 2.000 dolar AS (sekitar 26,6juta rupiah). Saat ini, bitcoin.co.id melego sekeping bitcoin senilai 50,6 juta rupiah.

Selain BitCoin, popularitas mata uang digital seperti Ethereum, Ripple, dan Litecoin juga mulai menggerogoti pangsa pasar. Transaksi BitCoin yang semakin besar dan transaksi yang semakin lambat disebut sebagai alasan meningkatnya permintaan terhadap mata uang digital lain.

JENIS MATA UANG DIGITAL

duniafintech.com – Melihat perkembangan mata uang digital, tentu menarik perhatian masyarakat. Bagi mereka yang telah mengenal potensi dan manfaatnya, tentu tidak akan berpikir panjang untuk berinvestasi dengan aset tersebut. Tapi bagaimana dengan mereka yang mungkin saja baru tahu atau baru mendengar tentang mata uang digital? Berbagai pertanyaan akan muncul, seperti apa itu mata uang digital? bagaimana menggunakannya? apakah aman? apa saja jenis mata uang digital? Dalam artikel ini mencoba untuk menjawabnya.

Mata uang digital atau virtual merupakan jenis mata uang yang dewasa ini menghebohkan dunia. Sifatnya yang terdesentralisasi dan terenkripsi membuatnya memiliki beberapa keunggulan apabila dibandingkan dengan mata uang fiat atau konvensional. Teknologi Blockchain adalah tulang punggung mata uang digital yang memungkinkan adanya sifat-sifat tersebut. Terdesentralisasi artinya, mata uang digital ini tidak memiliki server terpusat, atau bersifat peer to peer sehingga setiap transaksi yang terjadi tidak bergantung dengan pihak manapun. Sementara enkripsi merupakan suatu sistem yang berupaya untuk mengamankan informasi dengan penyediaan autentikasi dan perlindungan integritas pada algoritma agar tidak dapat dikenali atau dibaca tanpa pengetahuan khusus tertentu, sehingga kerahasiaan data terjamin. Mata uang digital juga tidak dimiliki oleh pemerintah atau lembaga keuangan manapun sehingga terbebas dari inflasi.

Bitcoin adalah jenis mata uang digital yang pertama kali muncul pada tahun 2009 dan paling populer di antara mata uang digital lainnya. Dewasa ini bisnis Bitcoin semakin dianggap menjanjikan karena harganya yang diprediksi akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari Bitcoin Indonesia (www.bitcoin.co.id), harga Bitcoin pada awal Januari lalu hanya sekitar Rp 13 juta/BTC, tapi pada Juli ini telah mencapai sekitar Rp 33 juta/BTC. Menakjubkan bukan?

Selain Bitcoin, muncul pula beberapa jenis cryptocurreny lainnya, seperti Ethereum, Doge, Ripple, dan lain-lain. Untuk mengenal jenis mata uang tersebut, dan membantu Anda menentukan pilihan ingin berinvestasi pada cryptocurreny yang mana, berikut ini penjabarannya:

Bitcoin

Bitcoin adalah mata uang digital pertama dan terkuat di dunia dengan nilai kenaikan yang fantastis dari tahun ke tahun. Ditemukan oleh seseorang bernama Satoshi Nakamoto pada tahun 2009, Bitcoin menjadi mata uang digital yang paling digemari, dan ditradingkan oleh masyarakat di seluruh dunia. Bitcoin bisa disimpan dalam tablet, smartphone, atau PC, dan dapat ditransaksikan di berbagai negara di dunia dengan biaya pengiriman sekitar di bawah Rp 10 ribu. Selama Anda terkoneksi dengan jaringan internet, Anda bisa menggunakan Bitcoin ke manapun dan kapanpun yang Anda inginkan tanpa bantuan dari pihak ketiga. Telah banyak negara yang mengadopsi Bitcoin sebagai mata uang digital yang sah di negaranya, di antaranya Jepang dan Rusia. Di Indonesia sendiri, Bitcoin bisa dikatakan sebagai komoditi, dan termasuk ke dalam save haven asset.

Ethereum

Ethereum adalah jenis cryptocurrency yang juga bergerak di atas teknologi peer-to-peer seperti halnya Bitcoin. Platform desentralisasi yang dimiliki Ethereum diciptakan khusus untuk digunakan sebagai tempat menyimpan, menyebarkan, dan menjelaskan smart contacts. Melalui platform Ethereum, para developer dapat menciptakan berbagai bentuk pasar baru, menyimpan data-data penting seperti perjanjian kerjasama, hutang, akta perusahaan, dan lain-lain, serta mengirimkan uang ke manapun dan kapanpun yang mereka mau tanpa harus bergantung pada pihak ketiga. Ethereum sekarang ini dinilai sebagai cryptocurrency peringkat kedua setelah Bitcoin, menyusul kemudian adalah Ripple.

Ripple

Ripple merupakan cryptocurrency yang kini berada di posisi ketiga dalam tingkat kepopularitasan setelah Bitcoin dan Ethereum. Ripple muncul dengan sistem yang sangat berbeda dengan Bitcoin. Ripple sebenarnya didesain seperti sejenis internet protocol, sebagaimana HTPP dan TCP/IP yang digunakan untuk mengatur website dan data, namun desainnya dibuat khusus untuk mengirim dan menerima pembayaran. Tidak hanya berfungsi sebagai e-currency, Ripple juga memiliki fungsi sebagai exchanger terhadap currency dan e-currency lain serta payment gateway.

Dogecoin

Dogecoin muncul sebagai salah satu cryptocurrency terpopuler di dunia. Sejarah munculnya nama Dogecoin bermula dari Icon dan nama Doge diambil dari joke meme yang terdapat di internet mengenai seekor anjing Shiba Inu. Kepopulerannya menginspirasi peluncuran Dogecoin pada tahun 2020 dan kini coin ini sudah banyak ditradingkan di berbagai exchange di dunia. Nilai Dogecoin jauh lebih kecil dibandingkan Bitcoin, namun proses transfer antar wallet berjalan lebih cepat bila dibandingkan dengan Bitcoin.

DASH, yang sebelumnya dikenal dengan nama Darkcoin adalah bentuk altcoin yang termasuk dalam peringkat 10 besar mata uang digital dengan market cap terbesar di dunia. Cryptocurrency yang diciptakan oleh Evan Duffield dan Kyle Haga pada awal Januari 2020 ini menawarkan tingkat privasi yang lebih tinggi daripada Bitcoin dengan adanya jaringan desentralisasi baru bernama Masternodes. DASH memiliki fitur DarkSend yang menggabungkan setiap transaksi dengan dua transaksi lain yang ada di public ledger sehingga menjadi sangat sulit untuk dilacak. Fitur DarkSend dapat dinonaktifkan jika pengguna tidak menginginkannya.

Litecoin

Litecoin adalah cryptocurrency yang merupakan versi sederhana dari Bitcoin. Saat ini Litecoin termasuk ke dalam peringkat lima besar cryptocurrency terpopuler di dunia. Litecoin memiliki jarak antar blok yang lebih pendek, yaitu hanya 2,5 menit, yang berarti tingkat kemampuan transaksinya berjalan lebih cepat daripada Bitcoin. Penggunaan algoritmanya pun berbeda dari Bitcoin, di mana Litecoin menggunakan scrypt, sedangkan Bitcoin menggunakan SHA2.

XEM adalah mata uang digital yang dikeluarkan dari platform peer-to-peer bernama NEM. NEM, adalah singkatan dari New Economy Movement, sebuah gerakan yang bertujuan untuk menciptakan sebuah perekonomian baru yang berjalan berdasarkan prinsip keadilan, desentralisasi dan kebebasan dalam dunia finansial. Selain memiliki fitur-fitur utama yang dimiliki Bitcoin, NEM juga menawarkan fitur peer-to-peer messaging dan proses mining yang memakan sumber daya jauh lebih rendah daripada Bitcoin.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: