Opsi Nama Dagang, Huawei Ajukan Merek Dagang untuk Smartphone Baru – Tekno aircanterbury.com

Peringkat broker opsi biner:

Huawei Ajukan Merek Dagang untuk Smartphone Baru?

05 Agu 2020, 14:00 WIB Diperbarui 05 Agu 2020, 14:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Huawei dilaporkan mengajukan merek dagang baru kepada Intelectual Property Office di Inggris. Merek dagang ini diperkirakan berkaitan dengan sejumlah varian smartphone.

Dilansir dari GSM Arena, Senin (5/8/2020), varian smartphone tersebut adalah P300, P400, dan P500. Skema penamaannya mirip dengan seri P premium Huawei, seperti seri P30.

Kendati demikian, sejauh ini belum ada konfirmasi apa pun dari Huawei mengenai merek dagang tersebut. Namun, nama tersebut diprediksi bukan disiapkan sebagai penerus seri P.

Seri P merupakan segmen smartphone premium dari Huawei. Selain seri P, perusahaan juga memiliki Mate dan keduanya dirilis dalam periode berbeda.

Peringkat broker opsi biner:

Seri smartphone Huawei P biasanya dirilis pada periode semester I, sedangkan Mate pada semester II.

Huawei Tak Bisa Pastikan Mate 30 Meluncur dengan Android

Lebih lanjut, Huawei sendiri saat ini sedang menyiapkan smartphone baru, Mate 30. Chairman Huawei, Liang Hua, beberapa waktu lalu menyingung soal smartphone tersebut.

Liang kala itu membicarakan soal hubungan perusahaan dengan Amerika Serikat (AS) dan dampaknya terhadap bisnis. Salah satu yang dibahas termasuk soal penggunaan OS Android pada Mate 30.

Pemerintah AS pada Mei lalu, sempat memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam perdagangan, sehingga perusahaan tidak bisa berbisnis dan menggunakan berbagai produk dari perusahaan-perusahaan AS. Namun menurut laporan, pemerintah AS telah melonggarkan kebijakan tersebut, selama Huawei dipastikan tidak mengancam keamanan negara.

Terkait permasalahan itu, Liang pun mengatakan kepastian Mate 30 menggunakan OS Android tergantung pada AS. Seperti diketahui, Android merupakan mobile OS milik Google, yang merupakan perusahaan AS.

“Jika pemerintah AS mengizinkan kami menggunakan Android, maka kami akan menggunakannya. Namun jika tidak, maka kami akan beralih ke opsi lain. Mengenai seberapa siap OS kami, Anda hanya perlu melihatnya secara langsung nanti,” ungkap Liang, seperti dikutip dari Forbes, Kamis (1/8/2020).

Liang pun mengungkapkan, masuknya perusahaan ke dalam daftar hitam, telah merusak penjualan ponsel Huawei di pasar internasional. Namun secara internal, katanya, perusahaan merasa lebih kuat.

“Di luar, ini sudah enam bulan penuh gejolak, tetapi di dalam perusahaan, kami melihat berbagai hal dengan cukup tenang. Di satu sisi, tekanan pemerintah AS membantu kami memahami tujuan kami dengan lebih baik, dan meningkatkan kerja sama kami secara internal,” tuturnya.

Huawei Ajukan Merek Dagang OS HongMeng

18 Jun 2020, 15:00 WIB Diperbarui 18 Jun 2020, 15:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Huawei sedang bekerja keras mengerjakan sistem operasi (OS) alternatif, dan bersiap merilis perangkat pertama dengan OS HongMeng pada Oktober 2020. Sebelum dirilis, perusahaan sedang mengurus merek dagang OS tersebut.

Dilansir GSM Arena, Selasa (18/6/2020), [Huawei]( 3991177 “”) dilaporkan mendaftarkan merek dagang HongMeng di World Intellectual Property Organization (WIPO). Hal ini terungkap database merek global WIPO.

Merek dagang HongMeng ini didaftarkan untuk berbagai wilayah, termasuk Australia, Kanada, Kamboja, Uni Eropa, Indonesia, India, Meksiko, Spanyol, Swiss, dan Thailand.

Pada bulan lalu, merek dagang HongMeng sudah mendapatkan persetujuan dari Chinese National Intellectual Property Administration (CNIPA). Pada merek dagang tersebut terdapat keterangan, HongMeng akan digunakan untuk berbagai perangkat, termasuk smartphone, tablet, dan PC.

Huawei sendiri saat ini sedang menyiapkan satu juta perangkat berbasis OS HongMeng, tapi bukan untuk dijual kepada konsumen. Seluruh produk tersebut bertujuan untuk proses pengujian.

Diblokir AS, Huawei Tunda Peluncuran Laptop Windows Baru

Masalah pemblokiran oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) membuat bisnis Huawei terkendala. Perusahaan kini dilaporkan terpaksa menunda peluncuran laptop baru berbasis OS Windows.

Dikutip dari Softpedia, The Information melaporkan, laptop tersebut sebelumnya diprediksi akan diumumkan di CES Asia 2020 di Shanghai, Tiongkok, pada 13 Juni 2020. Namun, pengumuman akhirnya ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Sejumlah karyawan mengatakan, tanggal peluncuran baru laptop tersebut masih belum ditentukan. Namun, kemungkinan Huawei terlebih dahulu ingin mencari cara untuk keluar dari daftar hitam AS. Masalah ini membuat Huawei tidak bisa menggunakan produk-produk buatan AS.

Pemerintah AS pada Mei lalu memasukkan Huawei dalam daftar hitam perdagangan, sehingga tidak bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan asal negara tersebut.

Perintah eksekutif tersebut sekaligus membuat Huawei tidak bisa menggunakan software seperti Android dan Windows. Seperti diketahui, Android dan Windows merupakan produk asal AS. Masing-masing dimiliki oleh Google dan Microsoft.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah resmi melarang perusahan di AS untuk bertransaksi dengan Huawei. Pelarangan ini tertuang lewat executive order (perintah eksekutif) agar ditaati perusahaan-perusahaan AS.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: