Opsi Kesalahan Perdagangan Untuk Dihindari Bagaimana cara menjadi kaya dengan cepat

Peringkat broker opsi biner:
Contents

Pengertian Opsi, Jenis, Perhitungan Beserta Contohnya

Option atau Opsi adalah kontrak untuk membeli atau menjual aset sekuritas dengan harga tetap pada atau sebelum jatuh tempo.

Opsi adalah hak untuk melakukan sesuatu.

Karena merupakan hak (rights), maka pemodal atau manajer keuangan bisa melakukan atau tidak.

Apa saja tipe opsi?

Apa saja faktor yang mempengaruhi nilai opsi?

Bagaimana cara untuk menentukan harga opsi?

Peringkat broker opsi biner:

Yuks ikuti pembahasan lengkapnya berikut ini…

01: Pengertian dan Jenis Opsi (option)

A: Karakteristik dan Pengertian Opsi

Opsi sering disebut sebagai financial derivatives.

Penyebutan ini menunjukkan bahwa instrumen keuangan yang disebut opsi adalah instrumen keuangan yang muncul karena telah ada instrumen keuangan lain.

Dan penerbitan opsi adalah dikaitkan dengan instrumen keuangan tersebut.

Karakteristik opsi dapat di-identifikasikan pada berbagai keputusan keuangan yang menimbulkan pilihan bagi pemodal.

Sebagai contoh:

Dalam keputusan investasi, kita dihadapkan pada adanya kemungkinan atau pilihan untuk membatalkan investasi tersebut.

Dalam memilih sumber pendanaan, pemberi pinjaman bisa memberikan opsi bagi kita untuk membatalkan perjanjian, bila kita menginginkan.

Hak untuk memilih tersebut akan mempunyai nilai, dan bagaimana menaksir nilai hak – right adalah perlu dikuasai oleh manajer keuangan.

Hal ini disebabkan karena perusahaan akan menerbitkan sekuritas yang mempunyai karakteristik opsi, seperti:

Atau manajer keuangan ingin melakukan investasi pada sekuritas yang mempunyai karakteristik opsi.

B: Jenis Opsi

Apa saja jenis opsi (option)?

Jenis opsi dibedakan menjadi dua tipe, adalah sebagai berikut:

Mari diuraikan satu per satu ya…

#01: Opsi Beli atau Opsi Call (Call Option)

Apa itu opsi call atau call option?

Opsi beli atau call option adalah kontrak untuk membeli aset.

Opsi call adalah menunjukkan hak untuk membeli suatu saham dengan harga tertentu (harga ini disebut sebagai exercise price) pada tanggal tertentu.

Tanggal jatuh tempo tersebut disebut sebagai exercise date.

Perhatikan contoh opsi saham berikut:

Misalkan seseorang menawarkan opsi call sebagai berikut:

Bila kita membeli opsi call tersebut, maka satu tahun yang akan datang kita bisa memperoleh opsi adalah saham A dengan harga Rp 10.000 dari penerbit opsi tersebut.

Terlepas dari berapa harga yang tersedia kita bayar untuk opsi tersebut.

Maka diagram posisi dalam gambar berikut ini menunjukkan nilai call pada saat opsi call tersebut jatuh tempo.

Gambar: Nilai opsi call dengan exercise price Rp 10.000

Bila pada saat opsi call jatuh tempo harga saham A di bawah Rp 10.000, maka nilai call tersebut sama dengan nol rupiah.

Bila harga saham di atas Rp 10.000, maka kita akan memperoleh keuntungan jika meng-exercise-kan kontrak opsi saham tersebut.

Dalam keadaan seperti ini nilai call akan sebesar harga pasar opsi adalah dikurangi dengan execise price.

Perhatikan contoh opsi saham 02:

Misalkan harga saham A saat ini adalah Rp 9.000.

Kita bersedia membayar opsi call yang ditawarkan tersebut dengan premi opsi adalah sebesar Rp 500.

Bila pada tahun depan, yaitu saat exercise date, harga saham menjadi sebesar Rp 11.000, maka kita akan memperoleh keuntungan Rp 500.

Keuntungan ini diperoleh dari:

#1: Nilai opsi pada saat di-exercise-kan:

= Rp 11.000 – Rp 10.000
= Rp 1.000

#2: Premi yang kita bayar = Rp 500

= Rp 1.000 – Rp 500
= Rp 500

Bila harga saham tahun depan menjadi Rp 12.000, maka kita akan memperoleh laba Rp 1.500.

Pada saat harga saham hanya Rp 10.000, kita rugi Rp 500.

Berapa Laba (rugi) kita seandainya harga saham hanya Rp 9.500?

Kita tetap rugi sebesar Rp 500.

Maksimum kerugian kita adalah jumlah uang yang kita bayarkan dalam kontrak opsi untuk membeli opsi tersebut.

Bila diasajikan dalam bentuk tabel, maka akan nampak sebagai berikut:

Tabel: Laba (rugi) karena membeli opsi call dengan harga Rp 500 pada berbagai tingkat harga, untuk exercise price sebesar Rp 10.000

Kolom terakhir pada tabel di atas, bila digambarkan dalam grafik dengan sumbu datar harga saham.

Dan sumbu tegak laba (rugi) akan nampak seperti pada gambar berikut ini:

Gambar: Laba (rugi) membeli opsi call dengan harga Rp 500, dengan exercise price Rp 10.000 pada berbagai harga saham.

Gambar tersebut menunjukkan bahwa kerugian maksimum yang diderita adalah Rp 500, yaitu sebesar harga (atau premi) opsinya.

#2: Opsi Jual atau Opsi Put (Put Option)

Apa itu opsi jual atau put option?

Pengertian opsi put adalah hak untuk menjual suatu saham dengan harga tertentu pada waktu tertentu (atau sebelumnya).

Jadi, opsi jual atau put option adalah kontrak untuk menjual aset.

Perhatikan contoh put option sebagai berikut:

Misalkan seseorang menawarkan opsi put sebagai berikut:

Dengan membeli opsi put tersebut anda bisa menjual saham A kepada orang tersebut dengan harga Rp 10.000 satu tahun yang akan datang.

Kapan opsi put tersebut mempunyai nilai, artinya anda akan meng-exercise-kan opsi tersebut?

Jawabannya sederhana sekali.

Yaitu bila harga saham A pada saat jatuh tempo di BAWAH Rp 10.000.

Pada saat harga saham A misalnya Rp 8.000, akan datang ke pihak yang menerbitkan opsi put tadi dan memintanya untuk membeli saham A sebesar Rp 8.000.

Maka sesaat sebelum opsi put di-exercise-kan, nilai opsi tersebut adalah Rp 2.000 (selisih antara Rp 10.000 dengan Rp 8.000).

Sebaliknya pada saat harga saham di atas exercise price, maka nilai opsi put akan sama dengan NOL.

Keadaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Nilai tertinggi opsi put (put option) adalah pada saat harga saham sebesar nol rupiah.

Pada saat itu nilai put akan sebesar Rp 10.000 sama dengan exercise price-nya.

Hal yang sama dapat dilakukan bila misalkna harga opsi put adalah sebesar Rp 500.

Pada berbagai tingkat saham, maka laba (rugi) dengan membeli opsi put dengan harga premi Rp 500 disajikan pada tabel berikut:

Tabel: laba (rugi) dengan membeli opsi put dengan harga premi Rp 500

Dengan cara yang sama dengan opsi call di atas, maka tabel tersebut dapat digambarkan dengan sebuah grafik sebagai berikut:

Gambar: Laba (rugi) membeli opsi put dengan harga Rp 500, exercise price, pada berbagai tingkat harga saham.

Gambar-gambar tersebut adalah nilai opsi bagi pihak yang membeli opsi-opsi tersebut.

Bagi pihak yang menerbitkan, atau menjual opsi tersebut maka nilai bagi penerbit opsi adalah kebalikan dari nilai opsi bagi pembeli opsi.

Bagi penjual opsi call dan opsi put nilainya ditunjukan pada gambar berikut ini:

02: Kombinasi Tipe Opsi Calls, Puts, dan Saham

A: Persamaan dasar antara call, put, dan saham

Penjual bisa melakukan diversifikasi dengan membeli call, put, dan saham secara bersamaan.

Bila pemodal membeli put dan saham.

Maka nilai investasinya, apapun yang terjadi dengan harga saham tersebut akan sama dengan nilai call ditambah dengan PV exercise price.

Perhatikan contoh berikut ini:

Seorang penjual membeli satu opsi put dengan harga exercise Rp 10.000 dan saham.

Nilai investasinya pada saat opsi put tersebut jatuh tempo pada berbagai harga saham, disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel: Nilai investasi satu saham dan satu opsi put, pada berbagai tingkat harga.

Secara grafis keadaan tersebut ditunjukkan dalam gambar berikut ini:

Gambar: Nilai opsi put dan saham pada berbagai harga saham.

Perhatikan bahwa apapun yang terjadi dengan harga saham.

Maka nilai investasinya sama dengan nilai opsi call ditambah dengan Rp 10.000 (exercise price).

Dengan demikian maka:

Nilai Call + PV Exercise Price = Nilai Put + Harga Saham

Hubungan ini berlaku karena pay-off dari:

  • Membeli call, melakukan investasi pada aktiva yang aman untuk memperoleh nilai sebesar exercise price pada saat jatuh tempo.

Akan menghasilkan pay-off yang sama dengan:

  • Membeli put, dan saham

Dengan memahami hubungan tersebut, kita bisa menaksir nilai put bila kita mengetahui nilai call atas saham tersebut.

03: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nilai Opsi

Sejauh ini kita membahas tentang berapa harga opsi pada waktu jatuh tempo. Misalnya harga opsi call dengan exercise price Rp 10.000.

Apabila harga saham pada waktu jatuh tempo di bawah Rp 10.000 pada saat jatuh tempo, call tersebut tidak punya nilai.

Bila harga saham di atas Rp 10.000, maka nilai call tersebut akan sebesar Rp 10.000 dikurangi harga saham tersebut.

Hubungan ini ditunjukkan oleh garis tebal pada gambar berikut:

Gambar: Nilai opsi call sebelum jatuh tempo.

Pada saat sebelum jath tempo nilai call tersebut tidak bisa di bawah garis tebal.

Sebagai misal, jika harga saham adalah sebesar Rp 20.000 dan harga opsi adalah Rp 5.000 (opsi dengan exercise price sebesar Rp 10.000).

Maka pemodal akan membeli opsi tersebut.

Meng-exercise-kannya dengan tambahan uang Rp 10.000.

Dan kemudian menjual saham yang mereka peroleh, yang bisa dijual dengan harga Rp 20.000.

Bila hal tersebut terjadi, permintaan akan opsi adalah meningkat yang akan memaksa nilai opsi mninimal naik.

Menjadi sebesar nilai yang ada pada garis tebal tersebut.

Karena itu untuk opsi call yang masih mempunyai waktu atau belum jatuh tempo, garis TEBAL pada grafik di atas adalah lower limit dari harga opsi call.

Bagaimana dengan Upper limit?

Upper limit nilai opsi adalah garis diagonal yang ada pada grafik di atas.

Mengapa garis diagonal ini merupakan batas atas harga opsi call?

Nilai maksimum suatu opsi adalah nilai saham tersebut.

Tidak mungkin investor mau membeli opsi call dengan harga yang justeru lebih besar dari harga sahamnya.

Karena itu harga opsi call atas saham yang belum jatuh tempo akan berada di antara garis tebal dan garis diagonal.

Harga opsi call akan berada pada garis lengkung dengan kurva ke atas (curved upward-sloping line).

Sebagaimana ditunjukkan oleh garis putus-putus pada gambar grafik di atas.

Garis ini akan bermula dari titik di mana batas atas dan batas bawah bertemu (yaitu titik NOL).

Garis tersebut kemudian meningkat dan akhirnya menjadi sejajar dengan garis batas bawah.

Garis ini menunjukkan bahwa nilai opsi call meningkat kalau harga saham meningkat, bila exercise price dipegang konstan.

Dengan demikian maka harga opsi adalah dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Antara lain oleh 5 faktor berikut ini:

  1. Harga saham
  2. Harga exercise
  3. Tingkat bunga
  4. Jangka waktu akan jatuh tempo
  5. Volatility harga saham.

Bila faktor (1), (3),(4) dan (5) meningkat maka nilai opsi call akan meningkat, sedangkan bila faktor (2) meningkat maka nilai opsi call akan menurun.

04: Model Penentuan Harga Opsi

Model discounted cash flow yang digunakan untuk menentukan harga saham tidak dapat diterapkan untuk penilaian opsi.

Alasan utamanya karena risiko opsi adalah berubah setiap saat harga saham berubah.

Pada saat kita membeli call kita mengambil posisi dalam saham tersebut.

Tetapi menaruh jumlah uang yang lebih sedikit daripada seandainya kita membeli saham tersebut secara langsung.

Sebagai akibatnya, suatu opsi adalah akan selalu lebih berisiko dibandingkan dengan saham yang bersangkutan.

Opsi tersebut akan mempunyai beta dan deviasi standar yang lebih tinggi dibandingkan dengan saham yang bersangkutan.

Seberapa jauh risiko opsi adalah tergantung pada saham relatif terhadap exercise.

Suatu opsi yang “in the money” di mana harga saham lebih besar dari harga exercise,

Akan lebih aman dari pada opsi yang “out of the money” di mana harga saham lebih kecil dari harga exercise.

Sebaliknya, pada saat harga saham turun, harga opsi akan turun dan meningkatkan risiko opsi.

Karena itulah, tingkat keuntungan yang diinginkan oleh investor akan berubah pada saat harga saham berubah.

Terdapat 2 (dua) model untuk menaksir harga opsi, yaitu:

  1. Binominal Option Pricing Modal
  2. Rumus Black and Scholes

Mari diuraikan satu per satu ya…

#1: Binominal Option Pricing Model (BOPM)

Apa yang dimaksud Binominal Option Pricing Model?

Binominal Option Pricing Model adalah suatu model opsi di mana suatu harga saham saat ini, harga saham tersebut diharapkan dapat berubah menjadi dua harga saham pada periode berikutnya dengan peluang yang sama.

Untuk menjelaskan pengertian tersebut, perhatikan contoh berikut ini:

Misalkan ada opsi call yang akan jatuh tempo satu tahun lagi atas saham B.

Harga exercise opsi tersebut adalah Rp 11.000.

Untuk menyederhanakan persoalan, misalkan untuk tahun depan harga saham diperkirakan bisa berubah menjadi Rp 8.000 atau Rp 13.000.

(Karakter inilah yang menyebabkan model ini diberi nama model binomial)

Harga saham saat ini Rp 9.000.

Anggaplah bahwa risk free rate of return sebesar 15% per tahun.

Bila harga saham B menjadi Rp 8.000, maka opsi call tersebut tidak ada harganya.

Tapi bila harga saham menjadi Rp 13.000, nilai opsi adalah menjadi Rp 2.000.

Kemungkinan pay-off dari persoalan tersebut adalah:

Bandingkan jika Anda meminjam sebesar Rp 6.957 dan membeli selembar saham:

Perhatikan bahwa hasil dari investasi di saham dengan meminjam ini identik dengan 2,5X hasil kali kita membeli opsi.

Karena itu kedua investasi tersebut harus memberikan nilai yang sama, yaitu:

Nilai 2,5 call = nilai saham – Rp 6,957 pinjaman
= Rp 9.000 – Rp 6.957
= Rp 2.043

Nilai 1 call = Rp 817

Sayangnya pendekatan ini sangat kompleks dan menentukan bantuan komputer.

Kalau kemungkinan (periode) perubahan harga saham cukup banyak.

Jumlah saham yang diperlukan untuk mereplikakan satu call disebut sebagai option adalah delta atau hedge ratio.

Dalam contoh kita option delta-nya adalah ½,5 atau 0,40.

Rumus sederhana yang digunakan adalah:

Option delta:
= (2.000 – 0) / (13.000 – 8.000)
= 0,40

#2: Rumus Black and Scholes

Rumus Black and Scholes pada dasarnya adalah menggunakan trick di atas.

Trick yang digunakan adalah membuat ekuivalen opsi adalah dengan cara mengkombinasikan investasi pada saham biasa dan meminjam net cost membeli ekuivalen opsi tersebut haruslah sama dengan nilai opsi tersebut.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

C = P N (d1) – Xe -rt N(d2)

Rumus yang nampak complicated ini lebih mudah digunakan dengan memanfaatkan Tabel Nilai Call, persentase harga saham.

Jika kita ingin menghitung nilai opsi put yang mempunyai exercise price dan jangka waktu jatuh tempo yang sama.

Maka kita kembali pada persamaan dasar yang bisa dimodifikasi menjadi:

Nilai put = nilai call + PV harga exercise – harga saham

= 846 + 9,565 – 9.000
= 1,411

Bila saham yang dikaitkan dengan opsi tersebut membayarkan dividen, maka perhitungan nilai opsi mengalami perubahan.

Dengan memiliki saham investor berhak memperoleh dividen, tapi kalau mereka memiliki opsi , mereka tidak berhak atas dividen tersebut.

Karena itu, nilai opsi call akan berkurang bila saham tersebut membayarkan dividen.

Untuk opsi tipe Eropa, maka rumus Black and Scholes perlu dirubah.

Yaitu dengan mengurangi harga saham saat ini dengan present value dividen yang dibayarkan.

Misalkan saham dengan harga saat ini sebesar Rp 9.000 (kita menggunakan contoh yang sama) diharapkan akan membayarkan dividen dengan present value Rp 900.

Dengan demikian maka harga saham saat ini perlu disesuaikan menjadi:

= Rp 9.000 – Rp 900
= Rp 8.100

Dengan demikian maka:

Harga saham / PV harga exercise
= 8.100 – 9.565
= 0,84

Dan melengkapi pembahasan tentang opsi (option) ini, saksikan video singkat berikut ini…

Bagaimana video di atas menurut Anda?

05: Kesimpulan

Option Pricing Theory atau teori penentuan harga opsi adalah suatu teori yang dapat digunakan untuk menaksir harga yang wajar dari suatu opsi.

Opsi adalah hak untuk melakukan sesuatu.

Teori penentuan harga opsi adalah termasuk materi manajemen keuangan yang cukup penting dipahami oleh para manajer keuangan.

Dan siapa saja yang terlibat dalam pengelolaan keuangan.

Teori ini dikembangkan dari keadaan pasar financial derivatives, di mana diperdagangkan opsi yang ditarik atas sekuritas tertentu.

Ada dua jenis opsi adalah opsi call (opsi beli) dan opsi put (opsi jual)

Yang pertama opsi call, adalah opsi yang menunjukkan hak untuk membeli saham dengan harga tertentu pada waktu tertentu (atau sebelumnya).

Sedangkan yang kedua adalah hak untuk menjual.

Bila hak tersebut hanya dapat dilakukan pada saat jatuh tempo, maka opsi tersebut bertipe Eropa.

Sedangkan bila opsi dapat dilaksanakan pada saat jatuh tempo atau sebelumnya disebut tipe Amerika.

Nilai opsi call tergantung pada:

  1. Harga saham saat ini
  2. Harga exercise
  3. Tingkat bunga
  4. Jangka waktu akan jatuh tempo
  5. Votality harga saham

Bila faktor (1), (3), (4), dan (5) meningkat maka nilai opsi call akan meningkat.

Sedangkan bila faktor (2) meningkat, nilai opsi call akan menurun.

Dengan menggunakan persamaan dasar yang menjelaskan hubungan antara nilai call dan nilai put, maka sekali dapat ditaksir nilai call, dapat pula ditaksir nilai put.

Untuk menaksir nilai opsi call dan put sebelum saat exercise, Black and Scholes merumuskan suatu model.

Penggunaan model tersebut akan lebih mudah jika dipergunakan Tabel Nilai Opsi, Persentase Harga Saham, atau menggunakan program komputer.

Pengelola keuangan perlu memahami teori penentuan harga opsi ini, karena perusahaan mungkin berniat menerbitkan sekuritas yang mempunyai karakteristik opsi

Atau meng-investasikan dana jangka pendek pada sekuritas yang berciri tersebut.

Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai opsi (option) sebagai financial derivatives dengan jenis, contoh dan cara sederhana perhitungannya.

Ingin Kaya? Hindari 8 Kebiasaan Ini

Berbicara mengenai kekayaan, definisi yang dianut oleh setiap orang pastinya tidak sama. Perbedaan anggapan satu dengan orang lainnya tergantung dari sudut pandang dan cara berpikir masing-masing terhadap sebuah makna. Kekayaan sendiri tidak terbatas pada kepemilikan materi berupa uang. Akan tetapi dari sudut pandang orang ekonomi, kekayaan sendiri memiliki makna sebagai kegiatan untuk memperbanyak atau melipatgandakan jumlah harta yang dimiliki serta menjaga kepemilikannya melalui satu atau lebih kegiatan yang mengatur tata cara penyampaian atau distribusi harta milik seseorang.

Parameter Seseorang Disebut “Kaya”

Standar untuk mengklaim seseorang kaya menurut pandangan umum antara orang satu dengan lainnya pun jelas tidak sama. Lagi-lagi hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terdapat dalam diri masing-masing orang seperti sudut pandang dan pendidikan yang dia dapatkan baik itu pendidikan formal, informal, maupun non formal. Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa kekayaan dapat tampak dari gaya hidup yang dijalaninya, sikap loyalitas kepada keluarga dan rekan-rekannya, tidak pernah diketahui terlilit permasalahan hutang, dan berbagai pendapat lainnya.

Pendapat ini jelas tidak bisa menjadi patokan untuk mengukur kekayaan seseorang. Pada kenyataannya, gaya hidup tidak selalu berbanding lurus dengan kekayaan yang dimilikinya. Ada orang biasa saja yang memiliki gaya hidup tinggi serta terdapat orang mampu yang hidup dengan cara sederhana. Loyalitas bukan lambang dari kemapanan seseorang dari segi ekonomi namun lebih kepada kebiasaan dan nilai-nilai hidup yang ditanamkan kepada seseorang sejak dini. Orang kaya tak selalu terbebas dari lilitan hutang, bahkan justru kebanyakan orang kaya terlibat dalam hutang besar untuk membangun bisnis yang bisa dibilang tidak memberi kepastian keamanan baginya dari segi finansial.

Terlepas dari segala pendapat orang mengenai definisi dan parameter mengenai kekayaan dan orang kaya, setiap orang sebenarnya memiliki kesempatan yang sama untuk membuat hidupnya masuk dalam taraf yang lebih baik atau secara umum dikatakan menjadi kaya. Namun hal yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana cara seseorang untuk mewujudkan dirinya menjadi orang kaya juga bergantung dari kebiasaan dan gaya hidup masing-masing. Maka, seperti yang disebutkan di atas bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi kaya karena kaya bukanlah suatu pemberian yang tidak jelas asalnya dari mana. Kaya didapat dari segala usaha seseorang yang dikerahkan dengan motivasi memiliki kehidupan yang lebih baik.

Hal yang Harus Dihindari

Anda tertarik untuk menjadi orang kaya? Jika iya, sebagai dasar untuk persiapan menjadi orang kaya, sebaiknya Anda menyadari adanya 8 hal berikut yang berpotensi menggagalkan mimpi Anda menjadi orang kaya.

1. Mengeluh, Bukan Berkomitmen

Selalu Mengeluh via huffpost.com

Memiliki kebiasaan yang satu ini? Anda sebaiknya berhati-hati dan jangan menggantungkan mimpi terlalu tinggi untuk menjadi orang kaya bila memiliki sifat satu ini. Kebiasaan mengeluh menelurkan ‘kecerdasan’ untuk membuat alasan atau excuse dalam menghindari sesuatu. Tidak bisa menabung karena gaji tidak cukup, tidak mau berinvestasi karena biaya pendidikan anak lebih penting, asuransi terlalu mahal padahal kebutuhan sehari-hari pun terkadang belum terpenuhi. Berbagai macam alasan keluar ketika sebenarnya dalam diri Anda sendiri belum siap sepenuhnya untuk berjuang dan menerima resiko menjadi orang kaya. Ingat, menjadi orang kaya juga butuh perjuangan, bukan hanya duduk diam dan menunggu keberuntungan.

2. Prinsip Jangka Pendek: Hidup Saya Untuk Hari Ini

Selalu Menghamburkan Uang via credit.com

Prinsip buruk satu ini sebenarnya integral dari kebiasaan mengeluh. Anda telah merasa bahwa pendapatan Anda tidak cukup untuk menabung, mengikuti program asuransi, apalagi memutuskan untuk berinvestasi. Anda selalu memiliki prinsip bahwa “hari esok, urusan esok”. Hati-hati, Anda hidup tidak hanya untuk hari ini, rencanakan dengan sebaik mungkin. Tidak ada yang bisa memastikan apa yang akan terjadi hari esok dan persiapkan diri Anda bila menghadapi unexpected event yang mungkin akan menuntut pengeluaran yang jauh lebih besar daripada pengeluaran kebutuhan harian Anda.

3. Tidak Memiliki Rencana Jangka Panjang

Rencana Jangka Panjang Membutuhkan Proses via dubchamber.ie

Hampir sama dengan prinsip hidup jangka pendek yang dijabarkan pada poin 2. Tidak memiliki rencana jangka panjang bisa menghambat Anda untuk menjadi orang kaya. Masalahnya terletak pada ketidaksiapan ketika menghadapi kejadian yang tidak terduga. Kebiasaan ini juga membuat Anda untuk bersikap boros dengan menghamburkan uang untuk kepentingan yang sejatinya bukan sebuah kebutuhan.

Kebiasaan ini mungkin akan berpengaruh ‘sedikit’ bila Anda masih berstatus lajang. Akan tetapi bila Anda sudah berkeluarga, kebiasaan ini sebaiknya dibuang. Tanggungan Anda tidak hanya hidup Anda sendiri. Anda juga harus memikirkan kebutuhan dan masa depan anak-anak Anda. Bagaimana Anda hidup nanti ketika telah tua dan tidak bekerja lagi bila dari sekarang Anda tidak memiliki rencana jangka panjang? Menggantungkan kebutuhan harian kepada anak ketika Anda telah berusia lanjut bukan sebuah alternatif karena nantinya anak juga akan berkeluarga dan harus merencanakan kehidupan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarganya sendiri.

4. Menghabiskan Uang Layaknya Orang Kaya

Merasa Jadi Orang Kaya via lifehack.org

Kebiasaan satu ini banyak diidap oleh kaum perempuan terutama bila sedang berkumpul bersama rekan-rekan di sebuah mall dan tidak mau terkesan paling sederhana. Sikap persaingan yang muncul diam-diam ini berbuntut pada kebiasaan untuk membeli barang-barang yang sebenarnya bukan kebutuhan, hanya sekedar keinginan yang sebenarnya beralasan dangkal.

Prinsip bila Anda ingin menjadi orang kaya adalah ‘selalu merasa tidak cukup’. Prinsip ini bermaksud untuk terus memotivasi orang untuk bekerja dan mengumpulkan pundi-pundi rupiah serta berusaha menjaganya dengan memiliki kebiasaan tidak membuang-buang uang untuk kepentingan yang sebenarnya bisa dicoret dari daftar prioritas kebutuhan. Jangan termakan oleh rasa gengsi. Ingat, gengsi tidak bisa mendorong Anda menjadi orang kaya, justru akan menjatuhkan Anda dalam lubang serba kekurangan.

5. Tidak Memiliki Dana Darurat

Dana Darurat via top10spy.com

Ada sebuah kutipan, “Dalam rekening harus terdapat nominal sebesar enam kali gaji bulanan seseorang”. Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memiliki dana darurat?

Dana darurat memang menjadi alternatif yang lebih baik daripada kartu kredit ketika terjadi kejadian tidak terduga, seperti perbaikan rumah dan mobil atau adanya tagihan rumah sakit. Daripada Anda buang untuk keinginan tidak penting (apalagi didasari dengan alasan dangkal), lebih baik Anda simpan untuk kejadian tidak terduga. Orang kaya terlihat selalu mempunyai dana untuk berbagai kejadian yang tidak terduga karena mereka telah mempersiapkannya bila suatu hari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Baca juga: Mengapa Dana Darurat Penting Untuk Anda?

6. Terlambat Memulai

Selalu Terlambat via midlifemixtape.com

Semakin lama Anda memulai untuk menabung dan menyimpan sebagian pendapatan Anda, semakin lama (dan sulit juga) Anda menjadi orang kaya. Kebiasaan untuk menabung dan investasi terasa berat di awal pada waktu-waktu tertentu yang dijadwalkan bagi Anda untuk menyisihkan sebagian harta. Tanpa disadari, bila Anda terlambat memulai untuk menabung atau berinvestasi, Anda akan merasa serba kekurangan untuk memenuhi kebutuhan esok hari. Apalagi hidup di lingkungan yang sedang berkembang, kondisi ekonomi bisa dikatakan tidak cukup aman bila Anda hidup tanpa memiliki dana simpanan karena terlambat memulai.

7. Tidak Disiplin Berinvestasi

Jarang Berinvestasi via cabreracapital.com

Anda memutuskan untuk menyisihkan sebagian pendapatan Anda dan mencoba berinvestasi dengan cara menabung. Sayangnya, Anda masih memiliki kebiasaan jelek lain yaitu tidak disiplin. Sehingga dana simpanan Anda dalam tabungan tidak kunjung bertambah dan justru terkadang menyusut karena keperluan-keperluan yang tidak terduga. Buang jauh-jauh sikap tidak disiplin itu. Masa depan Anda tidak memberikan toleransi pada ketidakmampuan Anda ketika menghadapi situasi yang mendesak untuk mengeluarkan dana.

8. Tidak Bisa Berinvestasi

Akibat Terlalu Boros via sooverthis.com

Dalam ilmu manajemen keuangan, cara atau alternatif untuk meminalisir risiko ketika berinvestasi di sebuah perusahaan adalah dengan memiliki portofolio. Portofolio merupakan kombinasi kepemilikan investasi yang tidak hanya pada satu sektor saja. Hal ini bertujuan untuk menghindari kerugian yang sangat mungkin terjadi pada pasar saham yang dipengaruhi oleh kejadian dalam kehidupan masyarakat.

Hal ini juga bisa berlaku bagi Anda yang memiliki mimpi menjadi orang kaya. Investasikan dana yang telah Anda sisihkan tidak hanya pada satu sektor seperti menabung pada satu bank. Anda bisa mengumpulkan dana dan menginvestasikannya dalam bentuk kepemilikan tanah atau diwujudkan dalam bentuk perhiasan logam mulia emas yang dikenal sangat jarang mengalami penurunan nilai.

Baca juga: Investasi Condotel: Instrumen Investasi Menguntungkan

Jadilah Orang Kaya Dengan Berusaha

Setidaknya 8 hal di atas harus Anda perhatikan bila tengah mempersiapkan diri dan mental Anda untuk menjadi orang kaya. Jangan melihat orang yang Anda anggap kaya dari luarnya saja yang terlihat glamor dan begitu mudah untuk mengeluarkan uang hingga bisa bersikap sangat loyal kepada keluarga dan rekan-rekannya. Di balik sikapnya, ia juga berusaha untuk mengumpulkan dan sangat menjaga pundi-pundi rupiahnya. Anda sudah siap untuk berjuang seperti mereka untuk sepenuhnya menjadi orang kaya?

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: