Metatrader 5 Macd 2 Lines, Apa itu MACD

Peringkat broker opsi biner:

Mengenal MACD (Moving Average Convergence Divergence) Pada Saham

Apakah yang dimaksud sebagai Moving Average Convergence Divergence? Bagaimana cara menggunakannya dalam bertransaksi saham? Finansialku akan menjelaskan lebih mendalam mengenai MACD pada artikel ini.

Trading Dengan Menggunakan Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Mempelajari trading untuk momentum jangka pendek termasuk salah satu kegiatan yang sulit. Akan tetapi lebih sulit lagi ketika seseorang tidak menggunakan alat indikator yang layak.

Dalam artikel ini Finansialku akan membahas indikator yang cukup populer di kalangan trader analis teknikal, yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD). Gerald Appel mengembangkan indikator ini pada tahun 1960, indikator ini termasuk salah satu yang cukup sederhana untuk digunakan.

Apa itu indikator MACD?

MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah indikator yang sangat sederhana dan berguna bagi seorang trader. MACD merupakan suatu indikator dari analisa teknikal. MACD juga adalah indikator untuk mendeteksi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold) dengan melihat hubungan antara Moving Average jangka panjang dan pendek.

Perbedaan antara MACD dan garis sinyal seringkali dihitung dan dinyatakan tidak dalam bentuk garis tetapi dalam bentuk grafik bar histogram. Konstruksi ini dibuat oleh Thomas Aspray pada tahun 1986.

MACD sebagai indikator memiliki 3 bagian, yang terdiri dari 2 garis, dan 1 histogram. Di dalam analisis MACD berikut 3 elemen tersebut:

Peringkat broker opsi biner:
  1. Signal Line. Biasanya berwarna merah. DIhitung dari EMA (Exponential Moving Average) dalam rentang waktu 9 hari. Periode Signal Line bisa diubah.
  2. MACD Line. Garis ini dihitung dari pengurangan EMA selama 26 hari dan 12 hari (EMA12 – EMA26). Periode dapat diubah sesuai preferensi.
  3. MACD Histogram. Grafik Bar MACD histogram ini dihitung dari pengurangan dari nilai MACD line dengan signal line (MACD line – Signal Line).

Dari contoh di atas, maka MACD tersebut ditulis: MACD (12, 26, 9). Periode standar yang disarankan oleh Gerald Appel sendiri pun pada tahun 1960-an adalah dengan menggunakan periode 12 dan 26 hari.

Pada contoh grafik di atas, menunjukkan ketiga elemennya secara bersamaan. Grafik yang atas adalah harga saham, grafik yang bawah memiliki MACD line dalam merah dan signal line putus-putus dalam warna merah muda dan yang berwarna hijau dalam bentuk histogram adalah selisih nilai antara keduanya.

Ada pun fungsi dan kegunaan dari indikator ini antara lain:

  1. Mengidentifikasi tren harga saham
  2. Mengetahui pembalikan arah tren, dan mendeteksi momentum
  3. Mengidentifikasi jenuh beli dan jenuh jual

#1 MACD Line dan Signal Line

MACD merupakan indikator yang bersifat Trend Following. Dirancang untuk mengindentifikasi perubahan tren, dan umumnya tidak direkomendasikan untuk digunakan dalam kondisi pasar yang bergejolak.

Indikator MACD berfungsi untuk menunjukkan tren yang sedang terjadi. MACD line dapat digunakan untuk mengetahui tren pasar. Selain itu MACD juga dapat digunakan untuk mengetahui kapan waktu untuk menjual dan membeli. Berikut dua bentuk sinyal perdagangan dari MACD yaitu:

MACD terhadap Nol

Jika nilai MACD positif (di atas nol), berarti pasar bersifat Bullish. Sedangkan bila nilai MACD negatif (di bawah nol), berarti pasar bersifat Bearish.

MACD terhadap Signal Line

Bila MACD line menembus ke atas atas signal line, maka saat itu adalah saat yang tepat untuk membeli karena pasar memulai trend Bullish. Sedangkan bila MACD line menembus ke bawah signal line, maka saat itu adalah saat untuk menjual karena pasar memulai trend Bearish.

Dengan menggabungkan kedua fungsi MACD di atas, saat untuk membeli atau menjual adalah sebagai berikut:

  1. Saat untuk membeli apabila MACD bernilai positif dan MACD line memotong signal line dari bawah ke atas (Golden Cross).
  2. Saat untuk menjual apabila MACD bernilai negatif dan MACD line memotong signal line dari atas ke bawah (Dead Cross).

Dengan mengembangkan kedua fungsi tersebut, investor dapat mengurangi risiko dan benar-benar yakin akan tren yang terjadi.

Free Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham untuk Pemula

#2 MACD Histogram

Selain menggunakan MACD line, data MACD histogram juga dapat dipakai untuk menentukan langkah transaksi. Data MACD histogram didapat dari nilai MACD line dikurangi signal line. Hasil grafik histogramnya adalah grafik bar yang berfluktuasi di atas dan di bawah garis nol.

Grafik MACD histogram menunjukkan saat terjadi perlintasan, sewaktu garis MACD melintasi menembus angka nol pada histogram maka dapat dikatakan bahwa MACD telah menembus garis sinyal.

Cara menggunakan MACD histogram juga sama mudahnya. Bila MACD histogram positif, itulah saat untuk membeli. Sedangkan bila MACD Histogram negatif, berarti saat untuk menjual.

MACD line menembus Golden Cross dapat terlihat dalam histogram yaitu saat MACD histogram menembus dari nilai negatif menjadi positif. Begitu pula sebaliknya MACD line menembus Dead Cross dapat terlihat dalam histogram yaitu saat MACD histogram menembus dari nilai positif menjadi negatif

Dalam beberapa kasus, data histogram dapat memberikan sinyal lebih cepat dibandingkan menggunakan grafik MACD line dan Signal line. Patokannya adalah apakah grafik histogram sudah membentuk puncak atau belum, dalam arti apakah pasar telah jenuh beli maupun jenuh jual. Setelah bar terpanjang terjadi satu atau dua penurunan, itulah saatnya untuk membeli atau menjual.

Cepat dan Mudah Mengidentifikasi Arah Tren

Indikator MACD adalah alat yang populer dalam analisis teknikal, karena memberikan trader kemampuan untuk dengan cepat dan mudah mengidentifikasi arah tren jangka pendek.

Sinyal transaksi yang jelas membantu meminimalkan subjektivitas dalam perdagangan dan persilangan yang terjadi pada garis sinyal memudahkan bagi para trader untuk memastikan bahwa mereka masuk pada momentum yang tepat.

Meskipun atribut MACD ini jelas, seperti halnya dengan setiap indikator, trader atau analis perlu berhati-hati. MACD tidak terikat untuk suatu range, sehingga apa yang dianggap sangat positif atau negatif dalam satu indikator mungkin tidak demikian dalam indikator lainnya.

Namun dengan waktu dan pengalaman yang cukup, siapa saja yang ingin menganalisis data grafik dapat memanfaatkan MACD.

Apakah Anda pernah melakukan Trading Saham, Forex maupun Komoditas? Apakah MACD (Moving Average Convergence Divergence) membantu Anda menentukan keputusan dalam aktivitas trading Anda? Silakan beri komentar atas pertanyaan tersebut pada kolom di bawah ini, terima kasih.

  • Wira, Desmond. 2020. Analisis Teknikal Untuk Profit Maksimal. Jakarta: Exceed Books
  • Buy and Sell – https://goo.gl/137Beq
  • Dice – https://goo.gl/la7i6E
  • Aplikasi HOTS Mirae Asset

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 a n (GRATIS)

Cara Membaca Indikator MACD Berdasarkan 4 Macam Fungsinya

MACD (Moving Average Convergence Divergence) merupakan salah satu indikator teknikal paling populer yang banyak diandalkan dalam trading forex. Dibandingkan indikator lain, MACD memang tergolong multi-fungsi, sehingga bisa diandalkan alat bantu dalam beberapa jenis strategi trading. Akan tetapi, banyak pemula ternyata merasa kesulitan saat pertama kali menggunakan MACD. Untuk mengatasi masalah tersebut, artikel ini akan mengungkap cara membaca indikator MACD berdasarkan fungsi-fungsi utamanya.

Sekilas Tentang Indikator MACD

MACD adalah indikator pilihan yang sejak lama telah menjadi fitur bawaan MetaTrader. Meski dimasukkan dalam kategori Oscillator, banyak ahli trading forex berpendapat jika MACD bukanlah murni Oscillator, melainkan indikator yang bisa difungsikan sebagai Oscillator.

Pada dasarnya, cara membaca indikator MACD perlu diawali dengan pemahaman terhadap komponen-komponen yang membentuknya. Indikator MACD di MetaTrader 4 terdiri dari dua aspek, yaitu Area MACD dan garis sinyal. Area MACD merupakan histogram yang dihitung dari selisih nilai EMA (Exponential Moving Average) periode 12 dengan EMA periode 26. Tampilan area ini bisa naik turun dan kadang-kadang melintasi batas netral di level 0.

Sementara itu, garis sinyal MACD tampil sebagai grafik yang bergerak beriringan dengan area MACD. Komponen ini merupakan penjelmaan dari garis SMA (Simple Moving Average) yang dihitung dari MACD periode 9, sehingga tampak lebih lagging dari area MACD itu sendiri.

Cara Membaca Indikator MACD Sebagai Penunjuk Arah Trend

Fungsi indikator MACD yang paling utama adalah untuk menunjukkan arah trend dan momentum pasar. Ketika trend harga sedang naik, area MACD berada di zona positif atau di atas level 0. Sementara ketika harga berada dalam downtrend, area MACD bergerak di zona negatif atau di bawah level 0.

Dari situ, Anda kemudian bisa menjadikan pergantian posisi area MACD sebagai sinyal perubahan arah trend. Jika ingin mengenali sinyal lebih awal, Anda dapat mengambil posisi sell ketika area MACD mulai menurun di area positif, atau open buy saat area MACD semakin menanjak di area negatif.

Untuk mengkonfirmasi, Anda bisa memperhatikan crossing garis sinyal dari area MACD. Dalam hal ini, tunggu hingga garis sinyal benar-benar memotong area MACD dari atas ke bawah sebelum entry sell, atau konfirmasikan crossing garis sinyal dari bawah ke atas untuk membuka posisi buy.

Cara membaca indikator MACD dengan sinyal EMA

Banyak trader juga menggunakan kombinasi indikator MACD dengan Exponential Moving Average (EMA) untuk mendapatkan konfirmasi entry yang lebih baik.

Aplikasi indikator MACD dan dua garis EMA di atas menunjukkan bahwa perubahan trend dari bullish ke bearish diiringi dengan pergeseran area MACD dari zona positif ke negatif. Sinyal itu kemudian dikonfirmasi oleh crossing garis sinyal MACD ke bawah level 0, serta perpotongan dua garis EMA (EMA periode besar memotong EMA periode kecil dari bawah ke atas).

Informasi yang didapat dari cara membaca indikator MACD tersebut seringkali dijadikan sebagai pedoman entry dalam trading forex. Trader akan memasang open sell ketika area dan garis sinyal MACD menyeberang ke zona negatif, serta terjadi perpotongan garis-garis EMA 26 dan EMA 12. Sebaliknya, trader bersiap open buy ketika area dan garis sinyal MACD melintas dari daerah negatif ke positif, serta EMA 12 memotong EMA 26 dari bawah ke atas.

Cara Membaca Indikator MACD Sebagai Pengukur Momentum

Tidak hanya arah trend, indikator MACD juga bisa menunjukkan momentum yang bisa menginformasikan kekuatan trend saat ini. Dengan mengetahui momentum, Anda bisa memperkirakan apakah trend masih akan menguat atau justru sedang melemah. Dalam trading forex, memahami cara membaca indikator MACD sebagai pengukur momentum dapat menghindarkan Anda dari kesalahan entry di penghujung trend.

Parameter momentum pada indikator MACD adalah ukuran batang-batang histogram yang membentuk area. Jadi, cara membaca indikator MACD sebagai pengukur momentum adalah dengan mengetahui tinggi rendah area yang terbentuk.

Contoh grafik di atas menunjukkan bahwa pergerakan harga yang kuat selalu diiringi dengan bentukan batang histogram yang panjang-panjang. Ketika trend baru terbentuk dan pasar masih mengumpulkan tenaga, area MACD tampil pendek-pendek namun semakin membesar. Puncak trend terjadi ketika kekuatan pasar terisi penuh dan ditandai oleh batang histogram MACD yang tampil paling panjang.

Sedangkan cara membaca indikator MACD untuk momentum yang mulai melemah adalah dengan mewaspadai histogram yang terus mengecil. Ketika pasar bersiap untuk beralih posisi, area MACD mulai melandai dan tampak semakin mengecil. Pada akhirnya, pola histogram akan mengulang siklus yang sama di area berlawanan.

Cara Membaca Indikator MACD Sebagai Oscillator

Metode ini berkaitan erat dengan cara membaca indikator MACD sebagai pengukur momentum, sebab masih melibatkan pengamatan pada batang histogram di area MACD. Indikator MACD sebenarnya tidak mempunyai standard oversold dan overbought, dua hal yang menjadi syarat utama Oscillator. Namun demikian, banyak trader menggunakan puncak area MACD di zona positif sebagai batas overbought, dan dasar area MACD di zona negatif sebagai titik oversold.

Cara Membaca Indikator MACD Sebagai Penunjuk Sinyal Divergence

Dalam trading forex, divergence adalah perbedaan harga dengan indikator penunjuk momentum dan merupakan sinyal reversal. Cara membaca indikator MACD dalam hal ini tidak jauh berbeda dengan strategi divergence pada umumnya. Ketika harga cenderung naik (membentuk higher high) tapi area MACD justru menurun (menciptakan formasi lower high), maka uptrend tak lama lagi akan berbalik menurun. Hal ini karena kenaikan harga tidak didukung oleh penguatan momentum.

Sebaliknya, downtrend yang tampak di chart harga (ditandai oleh lower low) bisa berbalik ke atas apabila area MACD di zona negatif justru semakin meningkat (membentuk higher low). Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun seller masih berkuasa, momentum bullish terus menguat. Pada akhirnya, downtrend harga akan berubah menjadi uptrend ketika area MACD benar-benar menyebrang ke zona positif.

Kesimpulan

MACD adalah salah satu indikator forex terbaik yang bisa dimanfaatkan untuk menunjukkan berbagai sinyal. Meski belum terhindar dari kekurangan perangkat teknikal yang bersifat lagging, indikator MACD bisa memberikan sinyal leading jika digunakan sebagai penanda divergence. Dengan demikian, Anda bisa mengantisipasi reversal seawal mungkin, bahkan sebelum pembalikan itu benar-benar terjadi.

Meskipun demikian, Anda tetap dianjurkan untuk mencari tool pelengkap saat trading forex dengan indikator MACD. Sinyal MACD yang bisa memberikan beragam manfaat nyatanya tidak selalu benar 100%. Jadi, akan lebih baik jika indikator MACD dikombinasikan dengan tool atau metode teknikal lain, seperti EMA, teknik price action, atau analisa chart pattern.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: