Menjelaskan Tiga Kaki Dari Sistem Perdagangan Segitiga – Kedutaan Besar Republik Indonesia, DI

Peringkat broker opsi biner:

dunia perdagangan

Kamis, 28 Januari 2020

Pengertian dan Jenis-Jenis Perdagangan

Di dalam kehidupan sehari-hari, kamu mungkin tidak asing lagi dengan istilah perdagangan. Dalam lingkup sederhana, kamu pasti pernah menjadi salah seorang pelaku kegiatan perdagangan, misalnya sebagai pembeli atau pedagang.
Kegiatan perdagangan muncul karena adanya beberapa unsur perbedaan antarwilayah, seperti
a. perbedaan jenis kebutuhan;
b. perbedaan potensi alam;
c. perbedaan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia.

Perdagangan adalah kegiatan atau proses pertukaran barang dan jasa dari produsen ke konsumen antara satu wilayah dan wilayah lain. Kegiatan perdagangan dan pemasaran mempunyai peranan penting terhadap perkembangan suatu daerah. Usaha perdagangan dapat mempertinggi nilai suatu barang, mempertinggi tingkat konsumsi masyarakat dalam jenis dan kualitas barang, serta memperluas pergaulan hidup antarmanusia, antardaerah, dan antarnegara.

Untuk meningkatkan perdagangan di dalam negeri, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijaksanaan, yaitu
a. mengidentifikasi barang-barang yang dibutuhkan masyarakat;
b. menyederhanakan prosedur perdagangan
c. mengawasi arus mobilitas barang.

Jenis-Jenis Perdagangan
a. Berdasarkan jumlah barang yang diperjualbelikan, perdagangan dapat dibedakan atas tiga jenis, yaitu perdagangan besar, perdagangan sedang, dan perdagangan kecil.
1) Perdagangan besar adalah kegiatan perusahaan yang menjual atau membeli barang dari eksportir atau importir, misalnya ekspor kayu dan tekstil .
2) Perdagangan sedang adalah kegiatan jual beli barang dari pedagang besar ke grosir atau distributor .
3) Perdagangan kecil adalah kegiatan menjual dan membeli barang langsung ke konsumen, misalnya pedagang kaki lima, warung kecil, dan kios-kios.

b. Berdasarkan tempat tujuan barang dagangan yang dipasarkan, perdagangan dibagi menjadi perdagangan dalam negeri dan perdagangan luar negeri.
1) Perdagangan Dalam Negeri
Perdagangan dalam negeri adalah perdagangan yang dilakukan di dalam suatu negara. Perdagangan dalam negeri dibedakan menjadi dua macam, yaitu perdagangan lokal dan perdagangan interinsuler.
a) Perdagangan lokal adalah perdagangan antarwilayah didalam satu pulau, misalnya penjualan sayur-mayur dari Pangalengan (Jawa Barat) ke Jakarta.
b) Perdagangan interinsuler adalah perdagangan di dalam satu negara yang dilakukan dari satu pulau ke pulau lain, misalnya hasil industri yang diproduksi di Pulau Jawa dipasarkan ke Pulau Sumatra , Kalimantan, Sulawesi, dan pulau lainnya di Indonesia .

Peringkat broker opsi biner:

2) Perdagangan Luar Negeri
Perdagangan luar negeri adalah perdagangan yang dilakukan antara satu negara dan negara lain. Perdagangan luar negeri biasanya disebut perdagangan ekspor-impor. Kegiatan perdagangan luar negeri menggunakan alat pembayaran yang disebut devisa, yaitu alat pembayaran luar negeri yang dapat diuangkan dengan mata uang asing.

Perdagangan luar negeri dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu perdagangan bilateral, perdagangan regional , dan perdagangan internasional. Perdagangan bilateral adalah perdagangan yang dilakukan di antara dua negara, misalnya kegiatan ekspor-impor antara Indonesia dan Jepang atau antara Indonesia dan Korea. Perdagangan regional merupakan kegiatan perdagangan di dalam kawasan wilayah tertentu, seperti kerja sama perdagangan di Asia-Pasifik (AFTA = Asia-Pacific Free Trade Association dan APEC = Asia-Pacific Economic Communities). Perdagangan internasional adalah perdagangan antar negara-negara di dunia, misalnya WTO (World Trade Organization ).

Produk-produk perdagangan dari Indonesia yang dijual ke luar negeri, antara lain minyak dan gas bumi, karet, ikan laut, kelapa, kopra, dan garmen .

Perkembangan Sektor Perdagangan Indonesia Termasuk Perdagangan Luar Negeri

NAMA : ZULFAHMI

NIM : 1104020031

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bagi kebanyakan negara berkembang, sektor perdagangan khususnya perdagangan luar negeri memegang peranan penting dalam mendukung perekonomian negara tersebut. Sektor perdagangan yang berbasis pada industrialisasi memegang peranan kunci karena produk yang dihasilkan diharapkan mampu bersaing dengan produk industri negara lain dalam pasar global. Kemajuan pembangunan sektor industri maupun perdagangan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan pembangunan pertumbuhan ekonomi (Sudaryati, 2002: 2).

Prestasi pembangunan dapat dinilai dengan berbagai macam cara dan tolak ukur, baik dengan pendekatan ekonomi maupun dengan pendekatan non ekonomi. Salah satu cara tolak ukur untuk menilai prestasi pembangunan tersebut adalah dengan melihat tingkat pertumbyhan ekonomi daerah. Pada umumnya, laju pertumbuhan ekonomi suatu negara ditunjukkan dengan menggunakan tingkat pertumbuhan PDB/PNB. Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai kenaikan PDB/PNB tanpa memandang apakah kenaikan itu lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk atau apakah perubahan stuktur ekonomi terjadi atau tidak. Suatu perekonomian baru dapat dinyatakan dalam keadaan berkembang jika pendapatan perkapita menunjukkan kecenderungan jangka panjang yang meningkat (Lincolin Arsyad, 1999 : 7)

Stok modal atau investasi merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan tingkat pendapatan nasional. Kegiatan investasi memungkinkan suatu masyarakat terus menerus meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nasional dan taraf kemakmuran (Sukirno, 2000 : 367). Pada saat krisis ekonomi yang terjadi pada akhir tahun 1997 dan awal tahun 1998, proses pembangunan ekonomi di Indonesia terasa berhenti, bahkan pertumbuhan ekonomi negative pada awal tahun 1998. Hal tersebut mengakibatkan perkembangan pertumbuhan ekonomi nasional turun hingga 8% selama tahun 1998, dan perekonomian nasional secara keseluruhan mengalami kontraksi sebesar 12,64%.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Sektor Perkembangan Perdagangan di Indonesia

Tujuan reformasi perdagangan adalah membangun perekonomian yang berorientasi perdagangan untuk mencapai tambahan ekspor di masa datang di atas trend yang berlaku. Target jangka pendek dapat berupa menambah ekspor non-migas pada 2009 dan terus berkembang untuk pencapaian target jangka menengah selanjutnya pada tahun 2020. Di samping itu juga mengurangi ketergantungan perdagangan luar negeri Indonesia kepada negara tertentu seperti Amerika Serikat, sehingga keadaan ekonomi negera tersebut tidak terlalu memengaruhi perdagangan dan ekonomi Indonesia.

Pemerintah perlu terus melakukan strategi perdagangan komprehensif yang dapat:

• Memberi peluang untuk pengembangan industri.

• Memperbaiki akses Indonesia di pasar utama dunia.

• Mendukung perdagangan internal dengan menghilangkan kendala (bottleneck) infrastruktur dan hambatan regional dalam perdagangan internal dan antardaerah.

• Menggalakkan dan mendiversifikasi produksi dan basis ekspor Indonesia ke wilayah tujuan ekspor yang baru.BAB II PERDAGANGAN LUAR NEGERI B UTIR – BUTIR PEMIKIRAN PERDAGANGAN INDONESIA 2009 – 2020 26

• Memperbaiki formulasi dan koordinasi kebijakan perdagangan.

• Mendukung kebijakan perdagangan, industri, dan pertanian yang akan disatukan agar tercipta industri-industri berdaya saing.

Ada beberapa langkah pemerintah di bidang perdagangan antara lain:

  • Program Pemerintah mengenai harmonisasi tarif jangka menengah pada bulan Februari 2006 menuju kepada tingkat tarif rendah dan standar, mengkhususkan pada kerangka penurunan tarif periode 2005-2020.
  • Beberapa langkah non-tarif untuk kelompok produk pertanian.
  • Upaya perbaikan fasilitasi perdagangan.
  • National and ASEAN Single Window (satu jendela layanan pengurusan dokumen ekspor dan impor).
  • Penyempurnaan seluruh peraturan dengan melakukan upaya standarisasi proses dokumentasi/bisnis menuju satu sistem.
  • Prosedur ke-pelabuhanan harus terintegrasi dengan prosedur pengurusan perdagangan.
  • Terwujudnya penggunaan sistim dokumen on line dan elektronik.

B. Perdagangan Luar Negeri

Persaingan bisnis di era perdagangan bebas menunjukkan perkembangan yang pesat sehingga seolah tidak ada batas antarnegara. Indonesia harus berkompetisi dengan negara lain di bidang perdagangan, baik negara maju maupun negara berkembang. Perdagangan bebas membuka peluang bagi produsen Indonesia untuk menjual produknya ke luar negeri dan sebaliknya memberi pilihan produk yang lebih banyak kepada masyarakat. Penganjur perdagangan bebas berargumen bahwa liberalisasi menguntungkan semua negara dan keseluruhan ekonomi di dunia. Setiap negara dapat berkonsentrasi untuk memproduksi barang tertentu dengan seefisien mungkin untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dunia.

Peran pemerintah diharapkan sangat sedikit dalam perdagangan bebas dan seakan-akan ‘diharamkan’. Namun demikian, perdagangan bebas antar- negara yang tidak terkontrol oleh peran pemerintah dan negara dapat berakibat pada keadaan dimana pengusaha dalam negeri terutama sektor Usaha Kecil dan Menengah semakin terpuruk karena berkompetisi dengan pengusaha dari negara maju. Untuk itu tetap diperlukan peran pemerintah dan kalangan dunia usaha untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, agar semua pelaku usaha dapat tetap bertahan dan bersaing satu sama lain secara sehat.

Sistim perdagangan bebas meminta setiap negara membuka akses yang adil dan tidak diskriminatif terhadap satu sama lain. Akses terbuka ini menjadi tertutup jika terjadi ketimpangan teknologi dan informasi perdagangan sehingga dunia usaha negara berkembang seperti Indonesia menjadi dirugikan.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk dan daya beli yang terus meningkat sehingga menghasilkan potensi pasar yang sangat besar dan menarik minat pelaku usaha di luar negeri untuk masuk dan mengembangkan pasar. Banyak perusahaan baru bermunculan dan para investor asing mulai menanamkan modalnya dan meramaikan kompetisi bisnis di Indonesia. Pengusaha dalam negeri bersaing dengan rekannya dari negara lain. Demikian pula, dalam berbisnis di luar negeri pengusaha Indonesia dapat ikut serta mengambil bagian. Kalau di dalam negeri pengusaha Indonesia sukar bersaing dengan pengusaha asing, maka dalam perdagangan dengan negara lain akan lebih berat untuk pengusaha Indonesia.

Untuk dapat bersaing pada tingkat perdagangan dunia, maka dunia usaha dalam negeri harus tumbuh kuat. Untuk cepat tumbuh kuat tentu salah satunya diperlukan kebijakan pemerintah yang menguntungkan pengusaha dalam negeri. Meskipun perdagangan bebas berarti tidak ada batas negara, kebijakan yang menguntungkan masih dapat diciptakan dengan syarat tidak melawan hukum perdagangan bebas dunia.

Kebijakan yang menguntungkan pengusaha dalam negeri dilakukan oleh negara maju sebagaimana sikap negara industri maju yang secara tidak langsung melakukan proteksi terhadap industri dalam negerinya melalui berbagai isu seperti isu lingkungan hidup, ketenagakerjaan dan lain-lain. Menghadapi perdagangan bebas dunia, maka kalangan dunia usaha juga perlu untuk mengambil sikap dalam menjaga keseimbangan dunia usaha dalam negeri dan luar negeri.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Tujuan reformasi perdagangan adalah membangun perekonomian yang berorientasi perdagangan untuk mencapai tambahan ekspor di masa datang di atas trend yang berlaku. Target jangka pendek dapat berupa menambah ekspor non-migas pada 2009 dan terus berkembang untuk pencapaian target jangka menengah selanjutnya pada tahun 2020. Persaingan bisnis di era perdagangan bebas menunjukkan perkembangan yang pesat sehingga seolah tidak ada batas antarnegara. Indonesia harus berkompetisi dengan negara lain di bidang perdagangan, baik negara maju maupun negara berkembang. Perdagangan bebas membuka peluang bagi produsen Indonesia untuk menjual produknya ke luar negeri dan sebaliknya memberi pilihan produk yang lebih banyak kepada masyarakat. Penganjur perdagangan bebas berargumen bahwa liberalisasi menguntungkan semua negara dan keseluruhan ekonomi di dunia.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: