Mendukung Strategi Merek – Pengertian Branding

Peringkat broker opsi biner:

Strategi Merek (Brand Strategy) dan Pengertiannya secara Umum

Secara umum merek atau brand adalah nama atau identitas dari sebuah produk baik yang berupa barang nyata maupun jasa, yang digunakan untuk membedakan satu produk dengan produk yang lain dalam kategori yang sama.

Sedangkan American Marketing Association mendefinisikan merek atau brand ini sebagai berikut :

“Merek adalah nama, istilah, tanda, simbol atau rancangan atau kombinasi dari hal-hal tersebut, dengan tujuan pemberian merek adalah untuk mengidentifikasi produk atau jasa yang dihasilkan sehingga berbeda dari prsoduk atau jasa yang dihasilkan oleh kompetitor atau pesaing”

PENGERTIAN MEREK

Sedangkan masyarakat umum akan mengenali sebuah merek melalui beberapa hal, diantaranya adalah :

  • Nama Merek atau Brand Name, merupakan bagian dari merek yang dapat diucapkan, ditulis dan dibaca oleh siapapun, sebagai contoh ‘Asus’, ‘Honda’, ‘Lux’, Innova’, ‘BMW’, ‘Mercy’, daln lainnya.
  • Tanda Merek atau Brand Mark, adalah bagian dari merek yang dapat dikenali (biasanya visual) namun tidak dapat diucapkan. Bentuk dari brand mark ada bermacam-macam, seperti lambang / logo, desain hurup, warna tunggal, khusus atau gabungan, suatu bentuk seperti packaging atau kemasan, dan lain sebagainya. Contoh lambang Mitsubishi “tiga berlian”, mobil Toyota “lambang toyota”, dan lain sebagainya.
  • Tanda Merek Dagang atau Trade Mark, adalah seluruh merek atau sebagian dari merek yang merupakan aset khusus yang mampu meningkatkan ekuitas merek dan dilindungi oleh hukum yang berlaku, artinya hanya mereka yang memang memiliki hal penggunaan merek dagang saja yang berhak menggunakan merek dagang ini.
  • Hak Cipta atau Copyright, adalah hak istimewa dari sebuah produk yang mendapatkan perlindungan dari undang-undang, contoh karya tulis, karya musik, logo, dan lain sebagainya.

PENENTUAN STRATEGI MEREK

Perusahaan biasanya pada suatu saat akan mengembangkan merek atau brand yang dimilikinya, entah dengan tujuan untuk melayani market segment yang berbeda, atau dalam rangka melindungi merek utama mereka dari serangan para pesaing.

Peringkat broker opsi biner:

Secara umum ada lima pilihan untuk menentukan strategi merek (brand strategy) perusahaan, yaitu :

  • Strategi Perluasan Lini Produk (Product Line Extension Strategy)
  • Strategi Perluasan Merek (Brand Extension Strategy)
  • Strategi Banyak Merek (Multi Brand Strategy)
  • Strategi Merek Baru (New Brand Strategy)
  • Strategi Merek Bersama (Co-Branding Strategy)

Strategi Perluasan Lini Produk (Product Line Extension Strategy)

Strategi perluasan lini produk artinya perusahaan membuat produk baru atau produk tambahan dalam lini produk yang sama dan juga menggunakan merek yang sama, tetapi dengan tambahan atau feature tertentu, seperti bentuk, rasa, kandungan, ukuran kemasan, dan lain sebagainya.

Strategi ini banyak diterapkan oleh perusahaan yang sudah berhasil dengan merek produk pertama, kemudian ingin meningkatkan volume penjualan atau memang masih memiliki kapasitas produksi, sehingga perusahaan memutuskan untuk menambah lini produk baru.

Dalam menggunakan strategi perluasan lini produk baru ini, ada yang harus diperhatikan, yaitu jangan semata-mata karena kelebihan kapasitas produk, tetapi harus juga benar-benar dipikirkan aspek pasarnya.

Jangan sampai dengan menambahkan perluasan lini produk, yang ada bukan omset penjualan yang meningkat, tetapi terjadi kanibalisme yang tidak terkendali, dan lebih berbahaya adalah pelemahan produk utama atau produk yang sudah terlebih dahulu eksis di pasar.

Kanibalisme bisa saja terjadi, jika dalam jumlah yang wajar tidak menjadi masalah, karena akan lebih baik konsumen yang tidak tertarik dengan produk utama diambil oleh produk kedua ini, dari pada dimakan kompetitor.

Contoh dari strategi perluasan lini produk adalah, Indomie Goreng dengan Indomie Goreng Ayam, Supermie Soto dengan Supermie Soto Banjar, Shampo Sunsilk dengan aneka variannya dan lain-lain.

Strategi Perluasan Merek (Brand Extension Strategy)

Strategi perluasan merek adalah saat perusahaan memutuskan untuk menggunakan merek yang sudah ada yang biasanya memang sudah berhasil di pasar untuk digunakan sebagai merek produk baru dalam lini produk yang berbeda.

Dengan menggunakan merek yang sudah ada, perusahaan berharap proses pengenalan produk ke pasar akan lebih mudah, karena brand atau merek tersebut sudah dikenal oleh konsumen.

Menggunakan merek yang sudah ada dan sudah dikenal luas oleh konsumen, memiliki banyak keuntungan, termasuk di dalamnya biaya untuk mengenalkan merek menjadi lebih kecil, biaya untuk promosi juga menjadi berkurang, karena reputasi merek yang sudah dikenal oleh konsumen (kesadaran merek tersebut / brand awareness sudah tinggi), sehingga tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk baru tersebut sudah kuat.

Yang perlu diwaspadai oleh pemasar dalam menggunakan brand extension strategy ini adalah produk baru jangan sampai gagal, karena jika produk baru tersebut yang nota bene menggunakan merek yang sudah dikenal luas sebagai merek produk yang sukses mengalami kegagalan, maka produk pertama akan ikut terpengaruh kinerjanya.

Contoh penggunaan strategi perluasan merek adalah penggunaan merek Dove, Shampo Dove, Sabun Mandi Dove, kemudian penggunaan merek Lifebuoy untuk shampo Lifebuoy dan sabun mandi Lifebuoy, dan lain sebagainya.

Strategi Banyak Merek (Multi Brand Strategy)

Strategi multi brand adalah strategi di mana perusahaan menggunakan banyak merek untuk setiap produknya, dalam kategori produk yang sama.

Ada berbagai alasan atau sebab mengapa perusahaan memilih strategi multi brand atau mengapa perusahaan memiliki banyak merek dalam kategori produk yang sama tersebut.

Kadang perusahaan memang tidak ingin mengganggu kinerja merek yang sudah ada, sehingga ketika akan memperluas lini produk maka digunakanlah merek yang baru, dengan demikian merek pertama akan aman, jika terjadi kegagalan pada merek kedua ini.

Bisa juga perusahaan dengan sengaja menciptakan second brand dengan maksud untuk melindungi merek pertama, jadi merek kedua ini sifatnya atau fungsinya adalah untuk berperang jika ada produk pesaing yang mengganggu, istilahnya sebagai fighting brand atau flanking brand.

Tetapi terjadinya multi brand bisa juga diakibatkan oleh proses akuisisi perusahaan dimana perusahaan yang diakuisisi juga memiliki merek untuk kategori produk yang sama.

Strategi Merek Baru (New Brand Strategy)

Penggunaan merek baru untuk meluncurkan produk baru biasanya dipilih oleh perusahaan dengan alasan tertentu, diantaranya adalah dikhawatirkan jika produk baru gagal, maka bisa mempengaruhi merek dan produk yang sudah ada, perusahaan tidak mau mengambil resiko dengan merek dan produk yang baru tersebut.

Atau perusahaan menganggap merek yang sudah dimiliki tidak ada yang cocok dengan produk baru tersebut (menurut penulis alasan ini masih kurang pas, karena banyak merek yang sebelumnya tidak cocok, ketika produk tersebut booming, mereknya terdengar enak juga diucapkan untuk produk tersebut)

Dengan menggunakan merek yang sama sekali baru, maka jika terjadi kegagalan produk, merek-merek yang sudah ada tidak akan terpengaruh, benar memang demikian, bahkan dalam prakteknya jika resiko kegagalan produk cukup tinggi, proses pemasaran dan distribusi merek tersebut di sendirikan, kalau nanti sudah eksis di pasar, baru diakuisisi kembali.

Anda sudah menggunakan KPI untuk Team Penjualan dan Pemasaran Anda?

Metrik apa saja yang seharusnya ada di KPI . . . ?

Telah tersedia Paket KPI Principal & Distributor yang cukup lengkap

Akan tetapi penggunaan merek produk yang sama sekali baru ini juga memiliki konsekuensi, yaitu biaya pemasaran yang cukup tinggi.

Produk baru dengan merek baru membutuhkan biaya untuk edukasi pasar, biaya komunikasi, biaya penjualan dan distribusi yang lebih besar dibandingkan dengan yang sudah existing (perhatikan product life cycle dan strategi untuk setiap tahapannya).

Strategi Merek Bersama (Co-Branding Strategy)

Merek bersama atau co-branding adalah penggunaan dua merek untuk satu produk, atau biasa disebut juga kerjasama branding, dan strategi ini ditempuh perusahaan untuk mendapatkan kekuatan dari masing-masing merek tersebut.

Biasanya strategi ini ditempuh oleh perusahaan besar yang sudah memiliki merek yang terkenal dan sudah sangat kuat, sehingga penggunaan dua merek tersebut akan semakin menguatkan posisi produk di pasar.

Penguatan merek tersebut akan memiliki dampak meningkatnya jumlah konsumen dari produk tersebut, karena adanya penambahan jumlah konsumen dari masing-masing merek yang sudah eksis di pasar tersebut.

Hal yang perlu diwaspadai dari penggunaan merek bersama atau co-branding adalah dalam memilih merek yang akan di ajak kerjasama, karena jika nanti salah satu merek mengalami kejatuhan di pasar, maka merek yang lain akan terpengaruh juga.

Contoh produk yang menggunakan strategi co-branding adalah air minum dalam kemasan – AMDK merek Aqua dengan merek dunia Danone, menjadi Aqua Danone.

Bagaimana Anda mengendalikan team Anda ?

Sudahkah apa yang seharunya Anda ketahui termuat dalam Laporan mereka ?

Telah tersedia Paket REPORTING STANDARD Principal & Distributor.

Demikian pembahasan kita mengenai pengertian merek dan strategi merek (brand strategy) secara umum, yang terdiri dari strategi perluasan lini produk, strategi perluasan merek, strategi banyak merek, strategi merek baru dan strategi merek bersama.

Strategi apapun yang dipilih perusahaan pasti memiliki alasan yang kuat dan tujuan tertentu, semua kembali ke para pebisnis, pemasar dan perusahaan itu sendiri.

Bagaimana dengan perusahaan Anda?, brand strategy apa yang Anda gunakan?

Terima kasih sudah berkunjung ke blog Distribusi Pemasaran Dotcom, semoga Anda mendapatkan manfaat, dan tuliskan komentar Anda dikolom dibawah ini.

Branding Strategy – Strategi Pengembangan Brand yang Sukses

Banyak perusahaan yang sudah lupa mengapa mereka memilih brand. Perhatian yang besar diberikan untuk proses branding ini, yang melibatkan partisipasi dari desainer, artis grafik, dan biro iklan. Aktivitas ini menjadi akhir dari dirinya sendiri, yaitu menerima perhatian yang paling banyak.

Dengan demikian, kita lupa bahwa itu hanya berarti untuk mencapai tujuan. Branding menjadi hak prerogatif eksklusif pemasaran dan staf komunikasi, sehingga meremehkan pentingnya fungsi perusahaan lain untuk manajemen brand yang sukses.

Sementara branding merupakan kegiatan yang sangat diperlukan, itu hanya tahap terakhir dalam proses yang melibatkan sumber daya perusahaan dan semua fungsinya, fokus mereka pada satu tujuan strategis: menciptakan perbedaan. Hanya dengan memobilisasi semua sumber internal dari nilai tambah perusahaan maka akan bisa berbeda dari para pesaingnya.

APA ARTI BRANDING ITU SEBENARNYA?
Branding ini lebih dari sekedar penamaan indikasi eksternal suatu produk atau layanan yang diterima dalam organisasi atau sasarannya.

Sasaran Brand adalah Segmen Pasar
Brand merupakan bagian dari strategi yang bertujuan membedakan pasokan. Perusahaan berusaha untuk lebih memenuhi harapan kelompok pelanggan tertentu.

Mereka melakukannya dengan konsisten dan berulang kali dalam memberikan kombinasi ideal dari atribut-kedua kondisi yang berwujud dan tidak berwujud, praktis dan simbolis, terlihat dan tak terlihat- ekonomis ¬ yang layak bagi perusahaan. Perusahaan ingin meninggalkan tanda pada bidang tertentu, dan mengatur jejak pada suatu produk. Bukan kebetulan bahwa kata “brand” juga berarti tindakan yang sebenarnya membakar tanda ke kulit binatang; penetapan kepemilikan adalah dengan cara ini.

Kumpulan Tabel KPI Manajer Pemasaran dan Semua Fungsi Perusahaan. Download Sekarang.

Ketika kita berbicara tentang komputer Atari, itu seperti berkata, “Ada Atari di komputer ini.” Memang, ini adalah tugas pertama dalam branding: mendefinisikan brand apa yang di tanamkan ke dalam produk atau layanan, dan bagaimana brand mengubahnya:

• Apa atribut yang diwujudkan dalam produk atau jasa?
• Apa keuntungan melakukannya ?
• Apa manfaat yang diberikan?
• Apa keinginan yang ingin ditunjukkan?

Ini makna yang mendasari sebuah brand sering terlupakan atau sengaja diabaikan. Beberapa distributor sering terdengar berkata, “Bagi kami, brand adalah sekunder Tidak perlu menempel sesuatu pada produk kami..” Dengan demikian, mereka mengurangi brand untuk aspek yang paling dangkal, label dan brand dagang di atasnya.

Branding, bagaimanapun, tidak didasarkan pada apa yang terjadi di luar, tetapi pada apa yang terjadi di dalam. Hasilnya adalah produk atau layanan yang dikenal yang ditunjukkan dengan satu cara atau lainnya jika ini diketahui oleh calon pembeli, dan jika perusahaan ingin memanen buah dari usaha mereka sebelum hal ini ditiru oleh orang lain.

Pada titik ini, sangatlah penting bahwa produk yang telah diberikan brand akan memberikan nilai yang lebih besar dari produk biasa. Jika benar bahwa brand adalah sesuatu yang tidak berarti, seperti label, maka suatu produk akan kehilangan nilai sesegera setelah dia kehilangan tanda-tanda identifikasi brand. Sebaliknya, jika terus menggunakan brand, maka brand ini akan melewati transformasi perubahan bentuk produk.

Hal ini menjelaskan tentang nilai dari kaos Lacoste jika tanpa label Lacoste , atau sepatu Adidas tanpa nama Adidas . Mereka jauh bernilai daripada imitasinya, karena kehadiran brand ini selalu tampil meskipun tidak terlihat. Dalam hal berlawanan, meskipun suatu brand terlihat di barang imitasi, ini akan benar-benar tidak terlihat.

Brand dibangun dengan ketahanan terhadap perbedaan dalam masa yang panjang. Ini sering kali terlihat dalam produk yang menggunakan dasar brand yang berbeda seperti terlihat sama. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa dalam kondisi ini, brand tidak berarti apa-apa, tetapi seperti gertakan, sebagai alat untuk mencoba sesuatu di pasar yang akan sulit untuk melakukan pemilahan produk.

Sikap ini mengabaikan faktor waktu dan konsep kompetisi. Brand menjadi terkenal melalui produk yang mereka ciptakan dan dibawa ke pasar. Setiap kali sebuah brand berinovasi, akan menghasilkan “keakuan”.

Kemajuan dibuat dengan cepat untuk menjadi standar bagi pembeli yang telah terbiasa. Persaingan brand harus diikuti jika mereka tidak ingin jatuh di bawah ekspektasi pasar. Untuk waktu yang singkat, brand yang inovatif akan menikmati monopoli, tetapi akan menjadi hal rapuh kecuali inovasi ini dipatenkan atau dapat dipatenkan. Sederhananya, peran nama brand adalah untuk melindungi inovasi dalam menciptakan “mental” paten.

Ambil contoh Kellogg, yang menciptakan sereal baru yang alami dan kaya serat, dua aspek yang sangat dihargai dalam makanan modern . Dalam cahaya kesuksesan, produsen lainnya akan menghasilkan produk sejenis.

Jika Kellogg telah memberikan sereal dengan nama generik seperti “sereal serat alami,” konsumen akan segera menemukan bahwa produsen seperti Quaker dan distributor seperti Marks & Spencer dan Aldi juga memiliki sereal serat alaminya.

Pemilihan nama Country Store membuat inovasi produknya lebih khusus. Seperti nama lain, ini dirancang untuk sesuatu yang unik. Nama produk membuatnya khusus dan melindunginya dari pemalsuan. Ini bukan saja menghargai inovasi ini, tetapi juga usaha dan resiko yang diambil. Dan kemudian, saat perusahaan ini berinovasi dengan mengenalkan produk baru mereka seperti Cocopops dan Smacks di suatu hari dan Country Store sesudahnya, maka tidak akan ada kapitalisasi yang muncul dari usaha ini saja.

Biskuit ini tidak membuat penemunya yang kreatif terkenal. Dibutuhkan sesuatu yang lebih dari nama produk tertentu untuk mendapatkan kapitalisasi seperti: dibutuhkan pembentukan nama brand seperti Kellogg.

Dengan menghasilkan inovasi seperti, Kellogg mengembangkan modal kepercayaan konsumen dan citra pencipta, menyenangkan berkualitas tinggi. Hal ini kemudian dapat menuai keuntungan dari inovasi berulang kali. Brand adalah apa yang membuatnya dimungkinkan untuk memanfaatkan inovasi, baik untuk pembeli dan penjual.

Sebuah snapshot dari pasar tertentu akan sering menampilkan produk-produk serupa. Sebuah visi yang dinamis, bagaimanapun, akan mengungkapkan inovasi dan kompetisi bersama di belakang keberhasilannya. Sebuah brand akan melindungi inovator, memberikan momen khusus dan penghargaan terhadap pengambilan resiko ini.

Makna dan arah brand dan tujuan ekonominya akan terlihat dalam akumulasi sepanjang waktu seperti dalam momen yang berbeda-beda tersebut.

Brand tidak dapat direduksi menjadi simbol pada produk atau gambaran dan kosmetik tindakan. Sebuah brand adalah tanda untuk pembaharuan yang terus menerus, proses kreatif yang melibatkan produk, saat ini produk A, produk B dan besuk produk C, dan seterusnya. Produk harus dikenalkan, mereka hadir dan menghilang, tetapi brand tidak demikian. Konsistensi dari tindakan kreatif ini yang memberikan brand ini makna, yaitu isi dan karakternya. Pembuatan sebuah brand memerlukan waktu dan identitas.

Brand akan tinggal di dalam memori
Semangat brand hanya dapat disimpulkan melalui produk dan iklannya. Isi dari sebuah brand adalah tumbuh. Keluar dari memori kumulatif tindakan ini, mereka diatur oleh ide pemersatu atau sebuah pedoman.

Kellogg, misalnya, tidak melampirkan nama untuk setiap produk: Frosties, All Bran, Special K, Rice Krispies semua menggunakan sebuah tanda tunggal, tanda yang menampilkan nilai-nilai tertentu, atribut, dan prinsip-prinsip panduan. Ini adalah asli, kreatif, produk sehat untuk zaman kita, produk universal yang dibuat dengan perbaikan besar. Ini adalah brand dengan bakat, cipta, dan hadiah untuk kualitas.

Pentingnya memori menjelaskan mengapa citra dapat bervariasi secara struktural dari generasi ke generasi. Orang yang tahu Gillette lima puluh tahun yang lalu, adalah dengan munculnya pisau biru seperti yang terkenal saat ini, tentu memiliki konsepsi yang berbeda dari brand dari penggemar muda Gillette yang sekali pakai.

Cara kita diperkenalkan terhadap brand yang diciptakan akan tetap terpaku di ingatan kita yang akan membentuk semua persepsi masa depan.

Ini adalah masalah dengan dua jalur brand seperti mobil Citroen: citra brand mereka yang menemukan Citroen 2CV melalui diametral bertentangan dengan individu yang pertama kali ditemui dalam bentuk DS yang ramping atau XM. Lalu ada pengendara yang masih ingat dengan model Traksi Avant, yang diperkenalkan sebelum Perang Dunia Kedua. Faktor memori juga membantu menjelaskan mengapa preferensi individu tetap bertahan. Dalam generasi tertentu, orang terus memilih brand yang mereka suka saat berusia tujuh dan delapan belas tahun, sebanyak dua puluh tahun kemudian (Guest, 1964; Fry et al, 1973; Jacoby dan Chestnut, 1978).

Bosan ngantor? Cape macet melulu? Donwload strategi untuk menjalankan online bisnis dari rumah DISINI.
Sebuah Brand adalah Program Genetis
Sebuah brand adalah baik memori maupun masa depan produk-produknya. Sebuah analogi genetis memberikan kunci untuk memahami bagaimana brand bekerja.

Memori yang mengembangkan brand berisi program bagi seluruh pengembangan di masa depan, atribut-atribut dari model selanjutnya, karakteristik yang akan mereka miliki secara umum, dan kemiripan keluarga mereka serta kepribadian mereka masing-masing. Dengan memahami program brand, kita dapat melacak area yang sah dan area yang dapat diperluas, di luar produk yang dibuat. Program implisit brand mengungkapkan makna dan arah baik masa lampau maupun masa depan produk.

Brand Memberikan Makna dan Arah Produk
Sebuah brand mengatakan mengapa produk itu ada, dari mana mereka berasal, dan ke mana mereka akan pergi. Ini juga mengatur pedoman mereka. Sebuah brand bukan fakta yang diatur pada sebuah batu. Namun harus mampu beradaptasi terhadap waktu, terhadap perubahan pembeli dan teknologi.

Melalui perubahan yang halus pada apa yang dihasilkan, baik dalam produk maupun layanannya, dan secara simbolis dalam komunikasinya, maka inilah cara agar tetap menjadi yang terbaru. Sebuah brand dibangun dari hari ke hari; tidak pernah ditetapkan sekali dan untuk semua. Tentu saja masa lalu tidak harus menentukan masa depan secara terlalu sempit. Namun ketika brand bergerak ke segala arah, maka dapat kehilangan makna dan menjadi konten yang tidak ada artinya.

Brand utama memiliki makna yang menggambarkan konten mereka dan rasa mereka terhadap arah. Misalnya di bidang peralatan rumah tangga, Siemen artinya daya tahan, keseriusan, dan kepercayaan; ini memunculkan gambaran kehati-hatian, pekerjaan orang Jerman yang teliti. Titik terpenting berpijak pada kepraktisan, digunakan dengan gembira, dan keakraban teman dekat yang melihat anak-anak tumbuh. Pilips mencapai reputasinya untuk berinovasi bagi masyarakat umum, menempatkan teknologi untuk melayani masyarakat umum. Jadi jelaslah bahwa setiap pasar, setiap brand utama memiliki makna tersendiri.

Brand adalah Kontrak
Sebuah brand menjadi kredibel melalui kesabaran dan pengulangan. Dengan waktu, program brand menjadi komitmen. Dengan menciptakan kepuasan dan loyalitas, brand memasuki kontrak virtual yang mengikat pasar.

Sebagai gantinya, brand mendapatkan pendapat yang menguntungkan secara otomatis dari berbagai produk baru yang dikenalkan. Komitmen timbal balik ini menjelaskan mengapa brand yang produknya telah menurun sementara tidak harus dihilangkan. Brand dinilai dalam jangka panjang: selalu ada margin untuk kegagalan. Loyalitas brand itu berhenti untuk pemulihan.

Tanpa ini, Jaguar akan menghilang lama; tidak ada brand lain yang dapat mempertahankan jalan mobilnya yang berkurang dalam kualitas selama tahun 1970-an. Ini merupakan salah satu manfaat brand yang dibawa perusahaan tersebut, sebagai tambahan untuk menggambarkan kapitalisasi yang membuatnya menjadi mungkin dan efek “paten mental” yang mengacu ke sebelumnya.

Kontrak sebuah brand menetapkan ekonomi, bukan legal. Brand berbeda dalam cara ini dari tanda-tanda kualitas lainnya, seperti label kualitas dan sertifikasi. Label kualitas atau segel yang membuktikan secara resmi dan secara legal bahwa produk sesuai dengan sejumlah karakteristik khusus yang sebelumnya ditetapkan oleh otoritas publik, produsen, dan konsumen.

Karakteristik ini menentukan tingkat superioritas dari kualitas yang membedakan produk dari barang lain yang serupa. Segel merupakan tanda kolektif yang dimiliki oleh lembaga sertifikasi yang melakukan verifikasi produksi sesuai dengan jadwal spesifikasi

Sertifikasi tidak pernah diperoleh secara definitif, dan dapat ditarik. Di Prancis, terdapat “Label Rouge”, sebuah segel kualitas pertanian nasional, jaminan tingkat objektivitas kualitas superior. Woolmark adalah jenis segel spesial: ini juga merupakan tanda kolektif, namun dikelola dan dimiliki oleh organisasi swasta, yaitu produsen wool Australia, yang hanya satu-satunya yang dapat memperoleh segel.

Baik brand maupun sertifikat menawarkan jaminan hukum dari tingkat kualitas obyektif. Hanya melalui keberadaannya dari waktu ke waktu dimana brand secara progresif menjadi kontrak virtual.

Sumber: Strategic Brand Management by Jean-Noel Kapferer.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: