Lord Abbett Diversifikasi Kelas Dana Strategi Pendapatan Peringkat 4 dan Bintang Bintang oleh

Peringkat broker opsi biner:

STRATEGI PERUSAHAAN (DIVERSIFIKASI DAN PERUSAHAAN MULTIBUSINESS)

CHAPTER 8 – CORPORATE STRATEGY (DIVERSIFICATION AND THE MULTIBUSINESS COMPANY)

Tugas-tugas dalam membuat strategi korporat perusahaan yang terdiversifikasi secara keseluruhan melibatkan 4 aspek yang jelas, yaitu:

  1. Menemukan atau menciptakan industri baru yang akan dimasuki dan mencari cara untuk masuk dalam industri tersebut. Memasuki Industri baru dengan 3 cara yaitu akuisisi, internal development (membuat unit bisnis baru dari awal) dan joint venture (biasanya tidak bertahan lama, karena patner bisnis sudah menemukan cara sendiri dalam usahanya).
  2. Mencari peluang dan kesempatan untuk meningkatkan hubungan value chain lintas bisnis, dimana strategi cocok kedalam competitive advantage ;
  3. Menentukan prioritas investasi dan mengarahkan resources perusahaan ke unit bisnis yang paling atratktif;
  4. Menginisiasi aksi untuk mendorong performa dari kombinasi bisnis-bisnis perusahaan. Pilihan strategis untuk meningkatkan performa keseluruhan perusahaan meliputi (1) tetap terikat dengan lini bisnis existing dan mengejar peluang dari tiap bisnis. (2) memperluas diversifikasi dengan masuk ke industri lain. (3) mengecilkan lingkup diversifikasi dengan mengeluarkan unit bisnis yang underperform. (4) restrukturisasi perusahaan secara keseluruhan dengan melakukan divestasi bisnis dan invest ke bisnis lain.

Selama perusahaan memiliki banyak kesempatan untuk pertumbuhan profit pada suatu industri saat ini, mengejar diversifikasi bukan lah menjadi hal yang mendesak. Namun kesempatan pertumbuhan umumnya terbatas pada industri dewasa (mature) dan pasar yang menurun.

Waktu yang tepat untuk melakukan diversifikasi adalah saat:

  1. Industri di fase mature dengan growth yang terbatas dan market yang turun
  2. Perubahan selera pembeli
  3. Peningkatan intensitas persaingan

Diversifikasi dilakukan dengan masuk ke bisnis yang berhubugan, atau bisnis yang tidak berhubungan dengan exisiting business (unrelated diversification). Perusahaan dapat meraih diversifikasi dengan cara melakukan akuisisi perusahaan yang sudah ada, memulai bisnis baru, atau membentuk perusahaan patungan (joint ventures) dengan satu atau lebih perusahaan untuk memasuki bisnis baru

Diversifikasi juga menentukan apakah melakukan diversifikasi pada bisnis yang berhubungan, tidak berhubungan, atau campuran keduanya. Bisnis terkait adalah suatu bisnis yang memiliki value chain lintas bisnis yang bernilai secara kompetitif dan kesamaan sumber daya. Bisnis tidak terkait adalah memiliki value chain dan kebutuhan sumber daya yang tidak mirip, dengan tidak ada kemiripan lintas bisnis secara kompetitif pada level value chain.

Peringkat broker opsi biner:

Strategi diversifikasi terkait meliputi membangun perusahaan dimana terdapat kecocokan strategis di aktivitas value chain yang sesuai. Kecocokan strategis eksis kapanpun satu atau lebih aktivitas merupakan bisnis berbeda yang cukup mirip dengan kesempatan saat ini untuk berbagi dan mentransfer lintas bisnis sumber daya dan kapabilitas dimana memungkinkan aktivitas ini. Contoh kesempatan seperti ini meliputi:

  1. Menyalurkan keahlian, pengetahuan, atau aset penting lain dari suatu value chain bisnis ke bisnis lain.
  2. Sharing costs antar bisnis dengan mengkombinasikan aktivitas value chain yang berhubungan dalam satu operasi tunggal.
  3. Memanfaatkan penggunaan brand name yang terkenal.
  4. Sharing resources lain yang mendukung value chaing activities antar bisnis
  5. Melibatkan kolabirasi cross-business dan knowledge sharing untuk membuat resources dan capabilites baru yang berharga.

Beberapa perusahan terdiversifikasi secara narrowly diversified sekitar dua hingga lima bisnis yang related atau unrelated. Ada juga yang broadly diversified yang sifat diversifikasinya luas dalam sekumpulan related business, unrelated business, atau campuran keduanya. Sejumlah perusahaan multibisnis terdiversifikasi ke area yang unrelated tetapi meiliki sekumpulan related businesses dalam tiap area – sehingga memberikan business portfolio yang terdiri atas beberapa unrelated groups dari related business. Kombinasi related-unrelated diversification cocok untuk perusahaan yang memiliki campuran valueable competitive assets, yang melingkupi general hingga specialized resources and capabilites.

Analisis strategis perusahaan diversifikasi dibangun pada konsep dan metode yang digunakan untuk bisnis tunggal. Namun terdapat aspek tambahan yang perlu dipertimbangkan dan dihadapi. Prosedur mengevaluasi strategi diversifikasi perusahaan dan menentukan aksi yang diambil untuk meningkatkan performa perusahaan meliputi enam langkah:

  1. Menilai seberapa atraktif industri yang ingin dimasuki untuk diversifikasi, secara individual dan group;
  2. Menilai keuatan unit bisnis dan menggambar 9 kolom matrix untuk menggambarkan tingkat atraktif industri dan kekuatan unit bisnis;
  3. Mengevaluasi sejauh mana cross-business strategic fit di dalam value chain perusahaan yang memiliki berbagai unit bisnis;
  4. Memeriksa apakah resources perusahaan memenuhi kebutuhan unit-unit bisnis;
  5. Memberikan peringkat prospek perfoma bisnis dari yang terbaik ke terburuk dan menentukan prioritas perusahaan induk dalam mengalokasikan resources di tiap bisnis;
  6. Membuat strategi baru untuk meningkatkan performa koroprasi secara keseluruhan.

Pilihan strategis dipersingkat menjadi empat aksi kategori luas seperti gambar dibawah ini

  1. Tetap dekat dengan lini bisnis existing dan mengejar peluang dari bisnis itu.

Pilihan ini logis saat bisnis perusahaan yang telah berjalan menawarkan kesempatan pertumbuhan atraktif dan dapat diperhitungkan untuk membuat nilai ekonomis bagi pemegang saham.

  1. Memperluaslingkupbisnis perusahaan dengan membuat akuisisi baru dalam industri baru.

Motivasi penting adalah untuk melengkapi dan memperkuat posisi pasar dan kapabilitas satu atau lebih bisnis perusahaan saat ini. Sebagai contoh P&G mengakuisisi Gillette (meliputi Oral-B dan Duracell).

  1. Divestasi pada bisnis tertentu dan memperkecil basis operasi bisnis.

Menjual unit bisnis ke perusahaan lainnya adalah cara umum untuk melakukan divestasi bisnis. Seperti contoh Nike Inc. menjual Umbro dan Cole Haan dan lebih berfokus pada brand Converse dan Jordan.

  1. Melakukan restruktur lini bisnis dan membuat tampilan baru bisnis.

Restrukturisasi meliputi divestasi beberapa bisnis dan/atau akuisisi lainnya. Melaksanakan restrukturisasi lini bisnis suatu perusahaan cocok saat performa finansial menjadi buruk dikarenakan:

  • Ketidaksesuaian serius antara sumber daya dan kapabilitas perusahaan dengan tipe diversifikasi yang dikejar.
  • Terlalu banyak bisnis dengan pertumbuhan lambat, menurun, marjin yang rendah, atau industri tidak menarik lainnya.
  • Terlalu banyak bisnis lemah secara kompetitif.
  • Munculnya teknologi baru yang mengancam kebertahanan satu atau lebih bisnis penting
  • Penurunan berkelanjutan pada pangsa pasar satu atau lebih unit bisnis utama dimana terjerumus ke pesaing yang lebih cerdas di pasar.
  • Beban hutang yang berkelebihan dengan biaya bunga melahap profitabilitas.
  • Melakukan akuisisi yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

Dalam beberapa kejadian, restrukturisasi perusahaan dilakukan karena keadaan khusus- seperti ketika perusahaan dihadapkan peluang unik yang memerlukan akuisisi besar-besaran dan memaksa beberapa unit bisnis exsiting mendanai akuisisi yang baru itu atau perusahaan terpaksa menjual beberapa bisnis agar mendapatkan dana untuk masuk ke industri potensial yang besar. Seiring bisnis didivestasikan, corporate restructuring umumnya melibatkan menyesuaikan dan mensejajarkan sisa unit bisnis ke grup dengan strategic fit terbaik kemudian menyebarkan cash flows dari bisnis yang didivestasikan atau untuk membayat hutang atau membuat akuisisi baru untuk menguatkan posisi perusahaan induk di industri.

Cara Meningkatkan Profitabilitas dan Mengurangi Resiko Dengan Diversifikasi

Pada operasional perusahaan khususnya mengenai produksi dan pemasarannya sering anda mendengar istilah diversifikasi produk. Pengertian diversifikasi adalah tindakan membuat segala sesuatu menjadi lebih beragam dengan tujuan agar tidak terpaku pada satu hal saja. Pada usaha hal ini dikaitkan dengan operasional produksi yang tidak tergantung pada penjualan satu jenis saja dengan tujuan menambah profitabilitas dan mengurangi risiko.

Kotler menyatakan konsep ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kinerja bisnis yang ada dengan jalan mengidentifikasi peulang untuk menambah bisnis menarik yang tidak berkaitan dengan bisnis perusahaan saat ini

Effendi mendefinisikannya sebagai suatu perluasan pemilihan barang dan jasa yang dijual oleh perusahaan dengan jalan menambah produk baru atau jasa ataupun memperbaiki tipe, warna, mode, ukuran, jenis dari produk yang sudah ada dalam rangka memperoleh laba maksimal

Tjiptono mengemukakan definisinya yaitu upaya mencari dan menciptakan produk atau pasar yang baru, atau keduanya, dalam rangka mengejar pertumbuhan, peningkatan penjualan, profitabilitas, dan fleksibilitas.

Apa yang Menjadi Tujuan Perusahaan Melakukan Diversifikasi ?

Ada beberapa alasan sebuah perusahan melakukan diversifikasi terhadap produknya yang pada umumnya menyangkut dua hal terpenting, yaitu meningkatkan keunungan dan pembagian resiko. Kemudian, Harberg dan Rieple menyatakan diversifikasi dilaksanakan dengan beberapa tujuan, yakni:

  • Pertumbuhan dan nilai tambah => Tujuan ini dapat terpenuhi ketika investasi yang dilakukan perusahaan memberikan keuntunga bagi perusahaan, misalnya mengakuisisi perusahaan yang memiliki sumber daya strategis seperti pemasok yang memproduksi bahan baku utama perusahaan atau merupaka distributor yang telah memiliki saluran distribusi yang luas. Diversifikasi usaha seperti ini akan memberikan nilai tambah secara tidak langsung dari perusahaan yang diakuisisi tersebut
  • Meratakan resiko => Tujuan ini dimaksudkan bahwa dengan berinvestasi pada beberapa usaha maka resiko yang dimiliki satu usaha tidak berpengaruh secara total terhadap perusahaan karena dapat diimbangi oleh return dari usaha lainnya
  • Mencegah monopoli pesaing => Penguasaan pada usaha yang memiliki sumber daya strategis selain dapat memberikan nilai tambah juga mencegah penguasaan oleh pesaing
  • Mencapai sinergi => Kombinasi antara segmen usaha diharapkan memiliki kemampuan untuk mencapai sesuatu, yang tidak mungkin dicapai bila usaha tersebut bekerja sendiri-sendiri
  • Mengendalikan pemasok dan distributor => Ini bertujuan memudahkan perusahaan dalam mengendalikan harga dan mutu agar dapat bersaing
  • Pemenuhan ambisi dari personel manajer => Hal ini berkaitan dengan penghargaan yang akan diterima oleh manajer tersebut. Saat perusahaan melakukan diversifikasi usaha, maka ruang lingkup tugas manajer juga biasanya semakin besar.

Bentuk Strategi Diversifikasi Perusahaan dan Produknya

Terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan sebuah perusahaan terkait diversifikasi atas produknya. Untuk memudahkan pemahaman anda, saya bagi dua; dilihat dari bentuk dan strateginya. Tentunya segala bentuknya disesuaikan dengan pertimbangan kepentingan dan kemampuan perusahaan.

2 Bentuk Diversifikasi

Dilihat dari bentuknya dapat dibagi menjadi dua, vertikal dan horizontal:

Diversifikasi Vertikal

Bentuk vertikal adalah diversifikasi dari atas ke bawah. Anda bisa melihat dari gambar diatas bahwa setiap perusahaan secara bebas memasarkan produknya (tidak harus ke bawahnya). Misalkan perusahaan peternakan tiak harus hanya menjual hasil ternaknya ke perusahaan kulit milik anda, bisa juga ke perusahaan olahan kulit yang lainnya bahkan pesaing. Kemudian usaha toko juga tidak terpaku hanya menjual produk sepatu perusahaan anda, bisa saja menjual produk sepatu pesaing.

Diversifikasi Horizontal

Berbeda dengan vertikal, horizontal adalah membagi usaha anda baik konsentris dan konglomerasi (masing-masing dijelaskan dibawah) ke samping. Artinya bahwa setiap unit produksi / usaha memiliki tingkatan dan derajat yang sama, yang membedakannya adalah target pasar dan kebutuhan calon pembeli. Pada gambar diatas menunjukan perusahaan anda memproduksi 3 jenis barang yang berbeda, tentu saja dengan kebutuhan calon pembeli yang berbeda.

2 Strategi Diversifikasi

Strategi diversifikasi adalah bagaimana perusahaan melakukan membagi produknya, apakah dengan produk / usaha yang berhubungan atau sama sekali berbeda. Strategi ini dibagi menjadi dua Konsentris dan Konglomerasi.

Strategi diversifikasi konsentris

Merupakan strategi penambahan produk baru yang masih ada kaitannya dalam hal kesamaan teknologi, fasilitas bersama, atau jaringan pemasaran yang sama dengan produk yang ada saat ini. Kemudian Strategi diversifikasi ini bisa berbentuk vertikal maupun horizontal. Strategi konsentris akan berhasil jika :

  • Bersaing dalam industri yang rendah pertumbuhannya.
  • Menaikkan penjualan produk yang sudah ada dengan memproduksi produk baru yang berkaitan dengan .produk yang sudah ada itu.
  • Menawarkan harga produk baru yang kompetitif.
  • Daur hidup produk saat ini yang mengalami penurunan memiliki team manajemen yang kuat.

Strategi diversifikasi konglomerasi

Penambahan produk baru yang dipasarkan di pasar baru yang tidak berkaitan dengan yang ada saat ini. Agar berjalan efektif, ada beberapa pedoman strategi diversifikasi konglomerasi untuk diikuti, yakni:

  • Terjadi penurunan penjualan dan keuntungan.
  • Kemampuan manajerial dan modal untuk berkompetisi dalam industri baru.
  • Tercipta sinergi yang financial antara dua perusahaan (yang mengakuisisi dan yang diakuisisi) bagi produk saat ini yang sudah jenuh.
  • Adanya peluang untuk memperoleh bisnis baru yang tidak berkaitan namun memiliki memiliki peluang investasi yang menarik.
  • Adanya tindakan antitrust atas bisnis yang terkonsentrasi pada bisnis tunggal.

Apa Manfaat Melakukan Diversifikasi ?

Sebenarnya manfaat dari melakukan diversifikasi tidak jauh berbeda dengan apa yang menjadi tujuan dilakukannya. Dari semua tujuan perusahaan melakukan diversifikasi, terdapat dua manfaat yang berpengaruh besar terhadap operasional dan daya tahan perusahan itu sendiri.

Meningkatkan Profitabilitas dan Daya Saing

Dengan memiliki perusahaan (investasi) di berbagai jenis produk akan mencegah pesaing anda memonopoli pasar. Kemudian, bisa juga mempersepit ruang gerak para pesaing baru. Market share yang berhasil diraih dari berbagai produk akan menambah pemasukan untuk usaha anda.

Meminimalisir Resiko

Resiko selalu ada di segala aktifitas hidup, termasuk selalu menjadi ancaman perusahaan. Dengan dilakukannya diversifikasi secara tidak langsung akan mengurangi dampak resiko di masa yang akan datang. Jika satu unit usaha anda mengalami kerugian, bahkan hingga gulung tikar, masih ada unit usaha lainnya sehingga anda masih bisa “survive”.

Ketika anda bepergian, sebaiknya anda tidak menyimpan uang pada satu tempat (misal pada dompet), sebagian anda simpan di saku baju, sebagian di saku celana bagian depan dan belakang, sisanya boleh dititipkan ke istri atau pacar anda. Jika terjadi terkena musibah pencopetan, anda masih punya uang untuk melanjutkan aktifitas tersebut, setidaknya ongkos untuk pulang.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: