Kontrol Perdagangan Dan Sistem Pakar Eropa – Sebuah laporan menemukan celah pengamanan perdagangan

Peringkat broker opsi biner:

KABAR HUTAN

KABAR HUTAN

Bacaan terkait

Q+A: Seharusnya Deforestasi Tinggal Separuh Tahun ini

Pandemik COVID-19: Langkah alam untuk mengisi ‘hutan kosong’ ketika satwa menghilang

Restorasi lahan gambut yang inovatif, kunci mitigasi perubahan iklim

Kelapa sawit: Meningkatnya ekspansi petani ke lahan gambut

BOGOR, Indonesia — Kayu yang ditebang secara ilegal di Afrika, Asia dan Amerika Latin tetap dijual di pasar dunia, meski ada upaya internasional membatasi perdagangan tersebut. Sistem internasional yang dimaksudkan untuk mengontrol perdagangan ilegal harusnya bekerja sama lebih erat jika ingin membendungnya, demikian menurut laporan baru terbitan Chatham House, sebuah lembaga kebijakan berbasis di London, dan Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR).

Regulasi yang berlaku di Uni Eropa (UE) sejak Maret 2020 melarang penjualan kayu ilegal dan produk dari kayu ilegal di pasar UE. Mereka juga mewajibkan pembeli dan pedagang menjamin produk mereka bisa dijejak melalui rantai suplai.

Tindakan tersebut, dikenal sebagai Regulasi Kayu Uni Eropa, melengkapi Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Terancam (CITES), sebuah pakta internasional yang ditujukan menjamin perdagangan binatang liar dan tanaman tidak membahayakan keberlangsungan mereka.

Para pakar menyatakan bahwa dua sistem ini saling melengkapi.

“CITES berkaitan dengan kumpulan sangat spesifik perundangan untuk melindungi flora dan fauna, sementara Regulasi Kayu UE terfokus mengurangi risiko produk ilegal memasuki rantai suplai, secara umum,” kata Jade Saunders dari Chatham House, salah seorang penulis kajian.

Regulasi Kayu Uni Eropa dirancang untuk menjaga kayu ilegal dan produk kayu ilegal tidak masuk pasar UE. CITES mengharuskan negara-negara menjamin perdagangan spesies terancam tidak mengancam populasi spesies tersebut dalam wilayah mereka, kata Rosalind Reeve, mitra peneliti senior CIFOR dan salah seorang penulis kajian.

Peringkat broker opsi biner:

Regulasi UE mengincar perdagangan ilegal, sementara CITES dimaksudkan untuk menjamin pemanfaatan berkelanjutan, kata Reeve.

Dua sistem ini bisa bekerja bersama, mengingat pendekatan mereka meninggalkan celah regulasi, kata Reeve. Lemahnya koordinasi antar lembaga terkait dalam penegakkan peraturan dua sistem ini dapat pula mengurangi efektivitasnya, tambah Saunders.

Regulasi Kayu UE mengembangkan Rencana Aksi Penegakkan Hukum, Tata Kelola dan Perdagangan Hutan (FLEGT), diluncurkan pada 2020. Regulasi Kayu mensyaratkan semua penjual produk kayu di pasar Uni Eropa melakukan “pemeriksaan seksama,” melibatkan penyediaan informasi mengenai produk dan penyuplai serta patuh pada hukum di negara asal.

Di bawah peraturan Eropa, bagaimanapun, import kayu yang patuh dengan persyaratan CITES bebas dari persyaratan “pemeriksaan seksama”, seperti juga produk di bawah FLEGT melalui Kesepakatan Kemitraan Sukarela (VPAs). Kesepakatan perdagangan bilateral seperti itu menawarkan akses istimewa pasar Eropa pada negara penghasil kayu yang bisa menjamin legalitas ekspor kayu mereka.

Indonesia dan lima negara Afrika – Kamerun, Republik Afrika Tengah, Ghana, Liberia dan Republik Kongo – memiliki VPAs dan mengembangan regulasi pendamping untuk pemantauan dan lisensi. Sembilan negara lain tengah merundingkan kesepakatan dengan Uni Eropa, sementara 11 lain mengungkapkan minat, menurut lembaga Eropa yang mengawasi FLEGT.

Membebaskan import yang telah disetujui CITES dari persyaratan pemeriksaan seksama menciptakan celah, kata Reeve, karena Regulasi Kayu UE (EUTR) dan CITES menggunakan pendekatan pengukuran berbeda untuk menentukan apakah kayu dipanen secara ilegal.

Dinyatakan, lebih dari setahun setelah diterapkan, beberapa negara UE mengambil langkah konkrit memperkuat EUTR, menurut Andrew Wardell, mantan direktur program hutan dan tata kelola CIFOR. “Masih ada ketidaksepahaman meluas terkait dengan lingkup tugas yang harus dilakukan di bawah EUTR, dan bagaima mengatur pengerahan sumber daya yang sesuai,” katanya.

Di bawah CITES, sebuah negara penghasil kayu tropis dapat mengeluarkan ijin ekspor untuk kayu yang ditebang sesuai dengan hukum perlindungan flora dan fauna, sepanjang penebangan tidak mengancam keberlangsungan spesies tersebut. Aturan untuk menentukan apakah penebangan legal tidak sama di antara negara-negara CITES, kata Reeve.

Aturan Uni Eropa lebih ekstensif, mempersyaratkan pedagang menjamin bahwa kayu ditebang secara legal di bahwa legilasi lingkungan dan kehutanan negara produsen; bahwa hak lahan dan kesehatan pekerja serta hukum keselamatan dijunjung; dan bahwa eksportir dan importir mematuhi hukum perdagangan dan bea cukai.

Dengan membebaskan kayu berlisensi CITES dari pemeriksaan seksama, Uni Eropa bisa mengimpor kayu atau produk yang tidak memenuhi standar lebih ketat regulasi perdagangan, kata Reeve.

“Sangat penting bahwa implementasi dan otoritas penegakkan EUTR dan CITES dikomunikasikan secara efektif dan akrab satu sama lain,” katanya.

Salah satu risiko ekspor kayu menggunakan perijinan curang – sebuah masalah dengan mahoni daun besar (Swieteniamacrophylla) dari Peru, menurut sebuah studi kasus dalam laporan Reeve dan Saunders – bisa terhindar dari pemeriksaan. Hal lain adalah produk tertentu spesies daftar CITES bisa diimpor secara bebas, mengingat CITES tidak secara spesifik mensyaratkan ijin eksport untuk item-item tersebut.

Lisensi FLEGT seharusnya membantu mengurangi penyalahgunaan ijin CITES dengan mensyaratkan negara membangun sistem kontrol yang dipantau oleh lembaga pemerintah dan auditor independen, tetapi sistem tersebut belum berjalan, kata Reeve.

Untuk menjamin bahwa Regulasi Kayu UE dan sistem CITES saling memperkuat, otoritas yang bertanggungjawab dalam menerapkan hal tersebut di beragam negara Eropa harus saling berbagi dan membandingkan informasi, kata Saunders.

Lembaga penegakkan aturan CITES di beberapa negara Eropa sudah berbagi basis data secara on-line, EU TWIX, dan Saunders menyerukan penggabungan sistem informasi bagi otoritas CITES dan Regulasi Kayu UE.

Dia dan Reeve memberi tambahan rekomendasi, termasuk membuat peringkat negara eksportir di mana legalitas produk CITES dipertanyakan; mengembangkan daftar CITES dengan memasukkan lebih banyak produk kayu olahan; menyusun panduan konsisten menilai apakah kayu “legal”; dan mengembangkan upaya termasuk melibatkan negara-negara Asia – sebagian terlihat memunculkan institusi sertifikasi baru – dalam menjejak produk ilegal.

Jika beberapa pendekatan ini diimplementasikan, bersama dengan panduan perilaku pedagang dan kesepakatan sukarela yang mendefinisikan kayu “legal” lebih jelas dan membangun sistem pemantauan di negara penghasil kayu, kata Reeve, “Anda akan melihat berkurangnya kayu ilegal diperdagangkan di Uni Eropa.”

Perdagangan Internasional – Pengertian, Manfaat, Teori, Faktor, Jenis Dan Contohnya

Perdagangan Internasional – Pengertian, Manfaat, Teori, Faktor, Jenis Dan Contohnya – DosenPendidikan.Com – Sebelum kita ke topik yang utama atau membahas tentang perdagangan internasional dan yang terkait dengan transaksi internasional, sebaiknya terlabih dahulu kita ketahui pembahasan tentang Ekonomi Internasional.

Ilmu Ekonomi Internasional Ialah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari segala sesuatu menganai hubungan ekonomi antara sebuat negara. Hubungan ekonomi tersebut telah mencakup tiga bentuk hubungan.

  • Berupa pertukaran hasil atau output negara satu dengan negara lain.
  • Berupa pertukaran atau aliran sarana produksi atau faktor produksi
  • Dan terakhir berupa hubungan utang piutang antar negara atau hubungan kredit.

Bentuk hubungan tersebut ialah pemasalahan ekonomi internasional yang secara garis besar menyangkut aspek : pola atau bentuk perdagangan, harga ekspor dan impor barang dagangan/barang modal, manfaat perdagangan, pengaruh pendapatan nasional, mekanisme neraca pembayaran, politik perdagangan luar negeri, persekutuan perdagangan, modal luar negeri ( investasi ) dan transfer teknologi.

Pengertian Perdagangan Internasional

Daftar Isi Artikel Ini :

Proses tukar-menukar yang dilakukan atas kehendak sukarela dari pihak masing-masing yang terlibat. Pada kenyataannya, didalam memenuhi kebutuhannya suatu negara belum mampu memproduksi barang sendiri tanpa menerima bantuan dari negara lain, dengan seiring berkembangnya teknologi, dapat memungkinkan suatu negara mengadakan hubungan dagang dengan negara lainnya atau dengan mengadakan kegiatan ekspor dan impor. Oleh karena itu dalam proses tukar-menukar tersebut dapat dilakukan antar negara maka disebut dengan perdagangan internasional.

Dari penjabaran diatas, bahwa perdagngan internasional ( international trade ) bisa didefinisikan yang merupakan kegiatan transaksi dagang antar satu negara dengan negara lain, baik yang mengenai sebuah barang ataupun jasa-jasa, dan dilakukan dengan melewati batas daerah suatu negara. Contoh : Indonesia mengadakan hubungan dagang dengan Prancis, Jepang, Cina, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia dan lain-lain.

Dengan begitu perdagangan antara negara memungkinkan terjadinya :

  • Tukar-menukar barang-barang dan jasa-jasa.
  • Pergerakan sumber daya yang melalui batas suatu negara, baik sumber daya alam, sumber daya manusia maupun sumber daya modal.
  • Saling pertukaran dan perluasan penggunaan teknologi, sehingga hal ini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi negara-negara yang terlibat didalamnya.
  • Mempengaruhi perkembangan ekspor dan impor serta neraca pembayaran internasional ( NPI ) atau Balance of payment.
  • Kerja sama ekonomi antar negara di dunia.

Teori Perdagangan Internasional

Teori Perdagangan Internasionalmenurut :

Bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan, misalnya dengan adanya bea, tarif, atau quota barang impor. Selain itu, kesulitan lainnya timbul karena adanya perbedaan budaya, bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, dan hukumdalam perdagangan.

  • Model Adam Smith

Memfokuskan pada keuntungan mutlak yang menyatakan bahwa suatu negara akan memperoleh keuntungan mutlak dikarenakan negara tersebut mampu memproduksi barang dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan negara lain. Menurut teori ini jika harga barang dengan jenis sama tidak memiliki perbedaan di berbagai negara maka tidak ada alasan untuk melakukan perdagangan internasional.

  • Model Ricardianmodel Ricardian

Memfokuskan pada kelebihan komparatifdan mungkin merupakan konsep paling penting dalam teori pedagangan internasional. Dalam Sebuah model Ricardian, negara mengkhususkan dalam memproduksi apa yang mereka paling baik produksi. Tidak seperti model lainnya, rangka kerja model ini memprediksi di mana negara-negara akan menjadi spesialis secara penuh dibandingkan memproduksi bermacam barang komoditas. Juga, model Ricardian tidak secara langsung memasukan faktor pendukung, seperti jumlah relatif dari buruh dan modal dalam negara.

  • Model Heckscher-Ohlinmodel

Heckscgher-Ohlin dibuat sebagai alternatif dari model Ricardian dan dasar kelebihan komparatif. Mengesampingkan kompleksitasnya yang jauh lebih rumit model ini tidak membuktikan prediksi yang lebih akurat. Bagaimanapun, dari sebuah titik pandangan teoritis model tersebut tidak memberikan solusi yang elegan dengan memakai mekanisme harga neoklasikal kedalam teori perdagangan internasional.

Teori ini berpendapat bahwa pola dari perdagangan internasional ditentukanoleh perbedaan dalam faktorpendukung. Model ini memperkirakan kalau negara-negara akan mengeksporbarang yang membuat penggunaan intensif dari faktor pemenuh kebutuhan dan akan mengimpor barang yang akan menggunakan faktor lokal yang langka secara intensif. Masalah empiris dengan model H-o, dikenal sebagai Pradoks Leotief, yang dibuka dalam uji empiris oleh Wassily Leontief yang menemukan bahwa Amerika Serikat lebih cenderung untuk mengekspor barang padat karya dibanding barang padat modal dan sebagainya.

Manfaat Perdagangan Internasional

Manfaat perdagangan internasional menurut Sadono Sukirno, manfaat perdagangan internasional adalah sebagai berikut.

Menjalin persahabatan antar negara

Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri. Banyak faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara. Faktor-faktor tersebut di antaranya : Kondisi geografi, iklim, tingkat penguasaan iptek dan lain-lain. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.

Memperoleh keuntungan dari spesialisasi

Sebab utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah untuk memperoleh keuntungan yang diwujudkan oleh spesialisasi. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi adakalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negeri.

Memperluas pasar dan menambah keuntungan

Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang mengakibatkan turunnya hargaproduk mereka. Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri.

Transfer teknologi modern

Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efesien dan cara-cara manajemen yang lebih modern.

Untuk memenuhi kebutuhan akan barang/jasa

Barang/jasa yang tidak dapat dihasilkan dalam suatu negara dapat diperoleh dengan mengadakan perdagangan dengan negara penghasil barang/jasa tersebut.

Dapat memperoleh barang/jasa dengan harga yang lebih murah

Biaya untuk menghasilkan suatu jenis barang/jasa tidak sama pada setiap negara. Ada jenis barang yang dapat dihasilkan suatu negara dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan biaya yang dikeluarkan di negara lain.

Mendorong kegiatan ekonomi dalam negeri

Terbukanya perdagangan antarnegara akan medorong setiap negara meningkatkan produksi atau memperluas usahanya. Di samping itu, akan muncul usaha-usaha lain yang berkaitan dengan perdagangan antarnegara. Misalnya, pengangkutan, penyimpanan, periklanan, pengepakan, dan lain-lain.

Memperluas lapangan kerja

Dengan bertambahnya kegiatan-kegiatan ekonomis di dalam negeri, lapangan kerja semakin luas, dan beraneka ragam.

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Berbagai faktor yang dapat menyebabkan terjadinya perdagangan internasional dapat diuraikan sebagai berikut :

Perbedaan Sumber Alam

Suatu negara memiliki kekayaan alam yang berbeda-beda, sehingga hasil pengolahan alam yang dinikmati juga berbeda. Oleh karena itu sumber kekayaan alam yang dimiliki suatu negara sangat terbatas, sehingga diperlukan tukar-menukar atau perdagangan.

    Perbedaan Faktor Produksi

    Salin dari faktor produksi alam, pada suatu negara juga memiliki perbedaan dengan kemampuan tenaga kerja, besarnya modal yang dimiliki dan keterampilan seorang pengusaha. Oleh karena itu, produk yang dihasilkan oleh suatu negara juga mengalami perbedaan, sehingga dengan demikian dibutuhkan adanya perdagangan.

    Kondisi Ekonomi Yang Berbeda

    Karena adanya perbedaan dari faktor produksi yang mengakibatkan perbedaan biaya produksi yang dikeluarkan untuk membuat barang, maka bisa jadi dalam suatu negara sangat memerlukan biaya yang tinggi untuk memproduksi barang tertentu. Sehingga negara tersebut dapat mengimpor barang dari luar negeri karena biayanya yang dianggap lebih terjangkau atau murah.

    Tidak Semua Negara Bisa Memproduksi Sendiri Suatu Barang

    Suatu negara memiliki keterbatasan kemampuan, baik kekayaan alam maupun yang lainnya, maka tidak semua barang yang dibutuhkan oleh suatu negara mampu untuk diproduksi sendiri, untuk itulah adanya tukar-menukar antar bangsa.

    Adanya Motif Keuntungan Dalam Perdagangan

    Suatu biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang selalu terdapat perbedaan, adakalanya suatu negara labih utung melakukan impor dari pada dalam memproduksi sendiri. Namun adakalanya lebih menguntungkan bila dapat memproduksi sendiri barang tersebut, karena biaya produksinya lebih mudah. Oleh karena itu, negara-negara tersebut akan mencari keuntungan dalam memperdagangkan barang dari hasil produksinya.

    Adanya Persaingan Antar Pengusaha Dan Antar Bangsa

    Dengan adanya persaingan ini akan berakibat suatu negara meningkatkan kualitas barang hasil produksi dengan biaya yang terbilang ringan, sehingga bisa bersaing dalam dunia perdagangan.

Peraturan Perdagangan Internasional

Peraturan/Regulasi Perdagangan InternasionalUmumnya perdagangan diregulasikan melalui perjanjian bilateral antara dua negara.Selama berabad-abad dibawah kepercayaan dalam Merkantilisme kebanyakan negara memiliki tariftinggi dan banyak pembatasan dalam perdagangan internasional.pada abad ke 19, terutama di Britania, ada kepercayaan akan perdagangan bebas menjadi yang terpenting dan pandangan ini mendominasi pemikiran di antaranegara barat untuk beberapa waktu sejak itu di mana hal tersebut membawa mereka ke kemunduran besar Britania.

Pada tahun-tahun sejak Perang Dunia II, perjanjian multilateral kontroversial seperti GATTdanWTO memberikan usaha untuk membuat regulasi global dalam perdagangan internasional.Kesepakatan perdagangan tersebut kadang-kadang berujung pada protes dan ketidakpuasan dengan klaim dari perdagangan yang tidak adil yang tidak menguntungkan secara mutual.

Perdagangan bebas biasanya didukung dengan kuat oleh sebagian besar negara yang berekonomi kuat, walaupun mereka kadang-kadang melakukan proteksi selektif untuk industri-industri yang penting secara strategis seperti proteksi tarif untuk agrikultur oleh Amerika Serikat dan Eropa. Belanda dan Inggris Raya keduanya mendukung penuh perdagangan bebas di mana mereka secara ekonomis dominan, sekarang Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Jepang merupakan pendukung terbesarnya.

Bagaimanapun, banyak negara lain (seperti India, Rusia, dan Tiongkok) menjadi pendukung perdagangan bebas karena telah menjadi kuat secara ekonomi,karena tingkat tarif turun ada juga keinginan untuk menegosiasikan usaha non tarif, termasuk investasi luar negri langsung, pembelian, dan fasilitasi perdagangan. Wujud lain dari biaya transaksi dihubungkan dengan perdagangan pertemuan dan prosedur cukai.

Umumnya kepentingan agrikultur biasanya dalam koridor dari perdagangan bebas dan sektor manufaktur seringnya didukung oleh proteksi.Ini telah berubah pada beberapa tahun terakhir, bagaimanapun.Faktanya, lobi agrikultur, khususnya di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang, merupakan penanggung jawab utama untuk peraturan tertentu pada perjanjian internasional besar yang memungkinkan proteksi lebih dalam agrikultur dibandingkan kebanyakan barang dan jasa lainnya.

Selama reses ada seringkali tekanan domestik untuk meningkatkan tarif dalam rangka memproteksi industri dalam negri.Ini terjadi di seluruh dunia selama Depresi besar membuat kolapsnya perdagangan dunia yang dipercaya memperdalam depresi tersebut.

Regulasi dari perdagangan internasional diselesaikan melalui World Trade Organization pada level global, dan melalui beberapa kesepakatan regional seperti MERCOSUR di Amerika Selatan, NAFTA antara Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, dan Uni Eropa antara 27 negara mandiri. Pertemuan Buenos Aires tahun 2005 membicarakan pembuatan dari Free Trade Area of America (FTAA) gagal total karena penolakan dari populasi negara-negara Amerika Latin.Kesepakatan serupa seperti MAI (Multilateral Agreement on Invesment) juga gagal pada tahun-tahun terakhir.

Jenis-Jenis Perdagangan Internasional

  1. Perdagangn bilateral : adalah perdagangn yang dilakukan antar dua Negara. Contohnya : Perdagangan yang dilakukan anatara Indonesia dengan Singapura.
  2. Perdagangan regional : adalah perdagangan yang dilakukan dalam atu kawasan tertentu. Contohnya : Perdagangan dalam ASEAN.
  3. Perdagangan antar-regional : adalah perdagangan yang dilakukan antar satu kawasan tertentu dengan kawasan lainnya. Contohnya : ASEAN dengan MEE.
  4. Perdagangan multilateral : adalah perdagangan yang dilakukan oleh banyak Negara.

Kebijakan Perdagangan Internasional

Pengertian kebijakan perdagangan internasional diartikan sebagai tindakan dan peraturan yang dikeluarkan pemerintah untuk memengaruhi struktur, komposisi, dan arah perdagangan internasional. Jadi dapat dikatakan arah kebijakan perdagangan internasional itu untuk mengatur perdagangan internasional agar sesuai dengan yang dikehendaki pemerintah.

Banyak macam atau ragam kebijakan yang bisa diambil oleh pemerintah dalam bidang perdagangan internasional adapun tujuan kebijakan perdagangan internasional yang ingin dicapai oleh pemerintah dari kebijakan perdagangan internasional itu antara lain:

  1. Melindungi kepentingan ekonomi nasional dari berbagai kemungkinan pengaruh buruk/negatif dari berbagai negara lain.
  2. Melindungi kepentingan industri di dalam negeri dari berbagai kemungkinan persaingan yang tidak sehat maupun kondisi yang kurang menguntungkan.
  3. Melindungi lapangan kerja agar bisa tetap bersedia.
  4. Menjaga keseimbangan dan stabilitas neraca pembayaran internasional.
  5. Mampu mendorong laju ekspor.
  6. Menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil.
  7. Menjaga stabilitas nilai tukar atau kurs.

Adapun macam-macam kebijakan perdagangan internasional yaitu kebijakan perdagangan bebas dan kebijakan perdagangan proteksionis.

Kebijakan perdagangan bebas

Kebijakan perdagangan bebas adalah kebijakan perdagangan yang menginginkan adanya kebebesan dalam perdagangan, sehingga tidak ada rintangan yang menghalangi arus produk dari dan ke luar negeri. Kebijakan perdagangan ini berkembang seiring dengan adanya arus globalisasi di mana antara negara satu dengan negara lain dalam kehidupannya lebih transparan tidak terbatasi oleh batas-batas teritorial tiap-tiap negara.

Karena perdagangan bebas ini tidak ada rintangan maka harga produk ditentukan oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran) sesuai dengan hukum ekonomi. Manfaat dari perdagangan bebas menurut teori klasik adalah sebagai berikut:

  1. Dapat mendorong persaingan antarpengusaha, sehingga nantinya akan tercipta kualitas produk dengan dasar teknologi tinggi.
  2. Mendorong terjadinya efisiensi biaya (cost) sehingga mampu menghasilkan produk dengan harga yang mampu bersaing.
  3. Meningkatkan mobilitas modal, tenaga ahli dan investasi (faktor produksi) ke berbagai negara sehingga dapat mempercepat pertumbuhan eknomi.
  4. Meningkatkan perolehan laba sehingga memungkinkan para pengusaha berinvestasi lebih luas.
  5. Konsumen dapat lebih bebas dalam menentukan variasi dan pilihan produk yang diinginkan.

Saat ini perdagangan bebas belum berlaku secara menyeluruh dan masih terbatas pada kawasan-kawasan tertentu saja karena masih adanya keterbatasan pada permasalahan kebijakan tarif, kuota, diskriminasi harga dan lain-lain, sehingga hanya berlaku bagi negara yang masih termasuk dalam kawasan tersebut.

Contoh Perdagangan Internasional

Contoh organisasi perdagangan bebas diantaranya adalah NAFTA (organisasi perdagangan bebas untuk negara di kawasan Amerika Utara), AFTA (organisasi perdagangan bebas untuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara) dan EETA (Organisasi perdagangan bebas untuk negara-negara anggota masyarakat Uni Eropa).

Kebijakan Perdagangan Proteksionis

Kebijakan perdagangan proteksionis adalah kebijakan perdagangan yang melindungi produk-produk dalam negeri agar mampu bersaing dengan produk asing yang dilakukan dengan cara membuat berbagai rintangan/hambatan arus produksi dari dan ke luar negeri. Alasan negara menganut kebijakan perdagangan proteksionis antara lain:

  • Dari adanya perdagangan bebas, yang diuntungkan adalah negara-negara maju saja, karena merek memiliki modal dan teknologi yang maju. Selain itu harga jual produk dari negara-negara maju dinilai terlalu tinggi dibanding dengan harga bahan baku yang dihasilkan oleh negara-negara berkembang.
  • Untuk melindungi industri dalam negeri yang baru tumbuh.
  • Untuk membuka lapangan kerja. Dengan adanya proteksi maka industri dalam negeri dapat tetap hidup dengan demikian akan mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
  • Untuk menyehatkan neraca pembayaran. Upaya kebijakan proteksi melalui peningkatan ekspor produksi dalam negeri akan mampu mengurangi defisit neraca pembayaran.
  • Untuk meningkatkan penerimaan negara. Dengan cara mengenakan tarif tertentu pada produk impor dan ekspor sehingga negara dapat meningkatkan penerimaan.

Adapun macam-macam kebijakan perdagangan proteksionis antara lain:

Kebijakan yang menetapkan batas jumlah barang yang boleh diimpor dengan tujuan untuk melindungi produsen dan produk dalam negeri.

Kebijakan dengan menetapkan batas jumlah barang yang diekspor dengan tujuan untuk menjamin persediaan barang tersebut guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Kebijakan dengan cara memberikan tunjangan kepada perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang untuk keperluan ekspor, sehingga harga barang tersebut bisa bersaing dengan barang luar negeri.

Kebijakan dengan mengenakan tarif/bea impor yang tinggi terhadap barang yang datang dari luar negeri sehingga harga barang impor akan menjadi lebih mahal.

Kebijakan dengan mengenakan tarif atau bea terhadap barang yang diekspor dengan nilai yang lebih rendah dengan tujuan untuk merangsang kegiatan ekspor.

Kebijakan berupa pemberian hadiah atau penghargaan kepada perusahaan yang mampu memproduksi barang dengan kuantitas dan kualitas yang tinggi. Pemberian premi ini diharapkan dapat menghasilkan produk-produk yang berkualitas tinggi.

Kebijakan melalui penetapan harga produk secara berlainan dengan negara tertentu, yang dilakukan dalam rangka perang tarif agar negara tertentu yang dijadikan target mau menurunkan harga.

Kebijakan larangan ekspor untuk mengekspor jenis barang-barang tertentu dilakukan dengan pertimbangan ekonomi, politik, sosial dan budaya dalam negeri.

Kebijakan melarang impor untuk barang-barang tertentu dilakukan dengan alasan untuk melindungi produk-produk dalam negeri atau dengan alasan untuk menghemat devisa.

Dumping merupakan kebijakan menjual barang ke luar negeri dengan harga lebih murah dibandingkan dengan harga penjualan didalam negeri. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk memperluas dan menguasai pasar. Dumping ini bisa dilakukan jika terdapat aturan/hambatan yang jelas dan tegas sehingga konsumen di dalam negeri tidak mampu membeli barang yang didumping dari luar negeri.

Demikianlah peembahasan mengenai Perdagangan Internasional – Pengertian, Manfaat, Teori, Faktor, Jenis Dan Contohnya semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. �� ��

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: