Keuntungan Trading Saham

Peringkat broker opsi biner:

2 Penghasilan dari Saham – Berapa Keuntungan Trading/Bermain Saham Per Bulan?

Pemula dalam investasi saham wajib baca ini! Berapa keuntungan bermain saham per bulan?, atau penghasilan dari saham kira-kira berapa per tahun?. Nah ini yang akan kita bahas bersama. Kira-kira kalau teman Analis ikut investasi juga berapa keuntungan trading saham yang akan didapat ya?

Sebelum belajar lebih lanjut, pastikan kamu sudah belajar cara membeli saham online.

Jadi, beli saham di bursa efek Indonesia (BEI) itu tidak bisa langsung, harus lewat perantara yang dinamakan dengan perusahaan sekuritas. Setelah buat akun di sana, maka barulah bisa melakukan jual beli saham.

Adapaun keuntungan yang diperoleh jika berinvestasi saham adalah terdiri dari 2 macam, yaitu:

Untuk mendapatkannya, masing-masing ada cara dan tekniknya. Untuk yang pertama, yakni dividen, kita bisa mendapatkan keuntungan dengan memegang sahamnya pada hari khusus yang telah ditentukan oleh perusahaan. Lebih jelasnya, baca penjelasannya di bawah.

Asal tau saja, Warren Buffett yang dikenal sebagai rajanya Value Investor konon memulai investasinya dengan modal awal hanya $100 USD saja, dan karena kehebatannya beliau bahkan sudah pernah dinobatkan sebagai stock investor terkaya nomor 1 di dunia. Tentunya itu semua didapat dari dividen dan capital gain.

Peringkat broker opsi biner:

Saya yakin, teman Analis semua bisa seperti itu juga asal tau semua teknik bermain saham yang sudah saya share sebelumnya. Intinya, kumpulkan pengalaman sebanyak mungkin dan terus belajar tanpa henti.

Dan biar lebih jelas, mari kita ulas satu per satu dua keuntungan yang sudah disebut di atas.

2 Penghasilan dari Saham – Berapa Keuntungan Bermain Saham Per Bulan bagi Pelaku Trading?

Di atas sudah disebutkan, tapi mungkin belum jelas kalau tidak digambarkan secara detail mengenai jumlahnya dan cara mendapatkannya.

Yang jelas, untung dari saham itu tidak sulit, bahkan bisa dalam hitungan jam saja sudah bisa dapat untung. Selama, teman2 mau mempraktekkan Manajemen Resiko Investasi : Cara Mengatasi Kerugian dari Saham.

1. Dividen

Bagi perusahaan atau emiten sendiri, mereka membagi dividen minimal sekali setahun, kecuali kalau pembagiannya dilakukan bertahap maka bisa 2-3 kali.

Tapi, bagi trader saham beda lagi, karena mereka bisa dapat dividen tanpa harus menunggu setahun, bahkan bisa dalam hitungan menit saja. Kalau tidak percaya, baca: Bagaimana Investor Mendapatkan Dividen Saham.

Defenisi dividen sendiri adalah bagi hasil yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham dari laba bersih yang didapat dari hasil usahanya selama setahun terakhir. Lebih jelasnya, baca: Pengertian Dividen

Kunci utama untuk bisa mendapatkan dividen adalah si investor harus membeli sahamnya di hari cum date. Ya, cukup beli sahamnya di hari cum date tersebut, walau belinya di menit terakhir tepat sebelum jam perdagangan saham di bursa tutup (pukul 15:49:59, karena bursa tutup 15.50 sore).

Dan jika ia menjualnya di menit pertama bursa buka, jam 09.00 besoknya, maka tetap dihitung sebagai orang yang berhak mendapatkan dividen.

Hari penentuan cum date tersebut biasanya hanya sehari saja. Dan besoknya, sudah masuk hari ex cum date yang mana itu artinya hari cum date tersebut telah berakhir.

Adapun besaran keuntungan dari dividen tidak sebanyak deposito bank, yakni rata-rata antara 1-5% saja. Tapi jangan berkecil hati dulu, karena jika kamu sudah membeli sahamnya 10 tahun lalu sedang harganya sudah naik banyak, maka nilai segitu bahkan bisa lebih tinggi dari deposito.

Kok bisa begitu? Jadi begini contohnya, misalnya kamu beli saham MYOR (Mayora) di harga 1800 di tahun 2020 dan setelah setahun dipegang, atau mungkin kurang dari setahun, kamu dapat dividen 3%. Mungkin itu terlihat sedikit, tapi bila kamu tidak menjualnya dan di tahun 2020 harganya sudah naik Rp3.000an per lembar dan kamu dapat lagi keuntungan dividen senilai 3%, maka nilainya tentu bukan 3% lagi karena kita menghitungnya dari modal awal Rp1.800 tadi.

Itu artinya, jika harganya sudah sudah naik lebih dari 50% maka nilai dividennya juga demikian, yaitu sudah hampir senilai 5%. Dan demikian seterusnya, bila harganya naik terus maka nilai dividennya juga akan terus naik karena kita menghitung dari modal awal yang dikeluarkan untuk membeli saham MYOR tadi yang hanya Rp1.800 per lembar.

Artikel terkait soal dividen:

2. Capital Gain

Berbeda dengan dividen di atas, kalau keuntungan trading saham dari capital gain ini bisa kita dapatkan kapan pun, selama saham yang telah dibeli telah naik harganya dan dijual saat jam perdagangan saham BEI. Tapi, pastikan minimal lebih tinggi dari fee trading yang ditentukan oleh perusahaan sekuritas tempat kamu membuka rekening dan trading saham tersebut.

Pengertian capital gain sendiri adalah selisih harga saham antara harga beli dengan harga jualnya yang lebih tinggi. Lebih jelasnya baca: Defenisi Capital Gain.

Contoh dari keuntungan trading dari capital gain, misalnya seorang investor membeli saham LPCK senilai Rp1.600 per lembar dan ternyata setelah beberapa hari, anggaplah 3 hari kemudian, ternyata harganya naik menjadi Rp2.100 per lembar. Nah, selisih dari Rp2.100 dikurang Rp1.600 = Rp500 inilah yang dikatakan sebagai capital gain.

Untuk mengetahui total keuntungan bermain saham anda, maka tinggal kalikan saja dengan jumlah lembar saham yang Anda telah beli dengan capital gain per lembar yang didapat. Mislanya saja kamu memegang saham LPCK sebanyak 1000 lembar, tinggal kali saja 1000 lembar kali Rp500, maka hasilnya adalah Rp.500.000.

Jumlah segitu mungkin sedikit kalau harus menunggu setahun seperti halnya investasi dari deposito, tapi menariknya dalam trading saham, itu bisa didapatkan dalam hitungan hari bahkan jam saja. Lebih jelasnya, baca: Cara Mendapatkan Capital Gain

Jika aliran bermain saham yang kamu pilih adalah value investor yang membeli dan menjual saham berdasarkan dari hasil analisa fundamental perusahaan dan nilai wajar sahamnya, maka mungkin waktunya bisa minimal seminggu sampai tahunan.

Tapi, kalau aliran bermain saham yang dipilih adalah growth investor yang belinya hanya berdasar dari grafik atau pattern trendline harganya saja, maka waktunya bahkan bisa dalam hitungan menit saja sudah bisa dapat capaital gain.

Hanya saja, walau value investor untungnya tidak secepat growth investor, faktanya hingga saat ini hanya Warren Buffett yang beraliran value investing yang bisa sampai menjadi orang terkaya di dunia.

Kalau ditanya, bagus mana dividen atau capital gain? Maka saya menjawab kalau keduanya bagus dan sebaiknya bisa dapat untung dari keduanya agar dapat mempercepat dalam melipatgandakan nilai investasi Anda.

Video Youtube soal 2 Keuntungan dari Bermain Saham

Berikut adalah video penjelasan soal keuntungan berinvestasi saham di bursa efek Indonesia dan beberapa penjelasan lainnya:

Lalu, berapa hasilnya per bulan?

Main saham tidak seperti deposito. Nilai per bulannya tidak bisa ditentukan persisnya berapa, kadang untung kadang rugi juga. Tapi yang jelas, hasil akhirnya di akhir tahun kita bisa cuan banyak dan lebih tinggi dari nilai deposito bank.

Jika kamu sudah punya banyak ilmu dan pengalaman dari stock trading dan sudah bisa konsisten menghasilkan keuntungan antara 15-20% per tahun, maka kalau dirata-ratakan perbulannya bisa sampai 1,2-1,7%.

Bahkan, banyak juga yang bisa sampai 3% per bulan. Tapi, sekali lagi, itu kalau kamu sudah ahli dan sudah sering belajar panduannya di blog ini.

Terkadang juga, nilai imbal hasil dari saham bisa berkali-kali lipat, umumnya dipengaruhi juga dengan kondisi IHSG dan valuasi saham saat dibeli, dalam hal ini PBV dan PER nya saat pertama kali dibeli.

Itulah penjelasan singkat soal keuntungan bermain saham perbulan?. Jadi kalau ada yang tanya berapa keuntungan trading saham, maka tinggal jawab saja sesuai penjelasan artikel ini. Intinya, keuntungan investasi saham itu fluktuatif dan baru akan bisa konsisten kalau sudah punya pengalaman transaksi yang cukup.

Trading Saham: Cara Tepat Dapat Banyak Uang

Tim Edusaham

EDUSAHAM.COM — Siapa sih yang gak mau mendapatkan profit maksimal dari transaksi saham? Nah, salah satu cara yang bisa kamu lakukan yaitu dengan trading saham. Sebenarnya, apa sih trading saham itu? Lalu, apa saja keuntungan dan risiko melakukan trading saham? Bagaimana teknik dan strategi trading yang aman dan menguntungkan? Bagaimana pula tips melakukan trading untuk pemula? Well, semua pertanyaan itu akan kami bahas secara lengkap di artikel ini. Yuk, mari simak materi belajar trading saham berikut ini.

Apa Itu Trading Saham

Secara umum, trading saham adalah suatu aktivitas perdagangan saham yang dilakukan dengan frekuensi tinggi dan dalam jangka pendek. Umumnya, trading saham dilakukan dalam intraday. Trader adalah sebutan bagi orang yang melakukan trading saham. Dalam melakukan trading, seorang trader “mencuri” keuntungan dari perubahan harga saham. Ya, singkatnya membeli di harga low, dan menjual di harga high. Seorang trader biasanya telah menentukan berapa tingkat keuntungan dan kerugian yang ditargetkan. Sampai di sini sudah paham kan tentang pengertian trading saham?

Keuntungan dan Risiko Trading Saham

Apa sih yang diharapkan dari aktivitas trading saham? Tentu saja profit. Nah, profit dari trading saham adalah capital gain. Apa itu? Singkatnya, capital gain terjadi ketika harga jual saham lebih tinggi dari harga beli. Trader benar-benar fokus pada keuntungan ini. Tak jarang, mereka berpacu dengan waktu untuk memaksimalkan capital gain.

Lalu, apa risiko melakukan trading saham? Yang paling umum yaitu capital loss. Apa itu capital loss. Jadi, capital loss adalah kebalikan dari capital gain, di mana terjadi ketika harga jual saham lebih rendah dari harga beli. Selain itu, risiko lainnya yang memungkinkan terjadi yaitu risiko likuidasi. Ini terjadi ketika perusahaan mengalami kebangkrutan. Itulah pentingnya tetap memilih perusahaan yang bagus secara fundamental.

Prinsip dalam Trading Saham

Kamu harus memahami prinsip dalam trading saham. Dengan begitu, kamu bisa menerapkannya dengan benar. Apa sih prinsip dan konsep trading saham? Jadi, prisip seorang trader dalam trading saham adalah buy dan sell dalam waktu relatif singkat. Nah, trader biasanya lebih berfokus pada analisis teknikal saham untuk menentukan kapan buy dan sell. Namun, tak jarang pula juga menggunakan analisis fundamental saham sebagai suplemen transaksi.

Strategi Umum dalam Trading Saham

Ada beberapa strategi dalam melakukan trading saham yang perlu kamu pahami. Khusus bagi pemula, strategi umum ini sangat baik jika kamu terapkan. Nah, berikut ada lima strategi umum dalam trading saham.

#1. Buat Perencanaan dengan Baik

Agar klise sih kalau menyebutkan buat perencanaan yang baik. Tapi itu bener, loh! Tanpa perencanaan, kamu mau melangkah ke mana? Jadi, kamu harus membuat trading plan sendiri. Misalnya, kamu mau melakukan trading saham harian atau mingguan. Kemudian, berapa batas profit yang kamu tentukan, begitu juga dengan batas kerugian. Perusahaan seperti apa yang menjadi incaran kamu. Berapa modal yang kamu gunakan untuk trading saham. Kapan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual saham. Semua pertanyaan ini sudah semestinya bisa kamu jawab.

#2. Persiapakan Manajemen Emosi/Psikologi

Banyak trader yang siap dengan profit, tapi sedikit sekali yang siap dengan risiko. Kebanyakan pemula berguguran ketika merasakan kerugian dalam trading saham. Kenapa? Itu karena mereka tidak mempersiapkan manajemen emosi. Solusinya, kamu bisa membuat batasan kerugian yang sekiranya tidak membuat kamu stres. Begitu pun dengan batasan keuntungan, jangan serakah. Kestabilan emosi sangat penting dalam bermain saham, tapi sering kali diabaikan. Inilah poin yang penting kamu perhatikan.

#3. Ciptakan Aturan Sendiri untuk Membentuk Kedisiplinan

Dalam melakukan trading saham, ada baiknya kamu membuat suatu aturan tertentu. Hal ini bertujuan untuk menjaga perencanaan yang telah kamu buat sebelumnya. Sekaligus membentuk ketertiban dan kedisiplinan dalam trading. Kenapa ini penting? Ya, tidak jarang trader yang tidak jelas dalam melakukan trading. Ini karena mereka tidak punya aturan tertentu yang ditetapkan sebelumnya.

Sebagai contoh, kamu membuat aturan untuk menjual saham hanya ketika kenaikan sudah mencapai 4%. Di bawah itu, kamu akan tetap hold. Kemudian, kamu juga bisa menentukan batas penuruan harga saham. Seperti ketika harga saham sudah turun 4%, maka harus segera dijual. Kamu bisa menciptakan aturan lainnya yang penting bagi kamu. Kamu juga bisa membuat batas toleransi terhadap aturan tersebut agar aturan tidak terlalu kaku.

#4. Atur Manajemen Keuangan

Kamu disarankan untuk mengatur manajemen keuangan dalam melakukan trading saham. Tujuannya, agar kamu bisa membatasi tingkat risiko. Sebagai contoh, kamu punya modal Rp 50 juta. Jika kamu menggunakan 100% modal kamu untuk trading saham, maka ketika harga saham turun, kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan, psikologis kamu bisa saja terganggu. Pikiran jadi tidak jernih dan berdampak pada pengambilan keputusan yang tidak matang.

Nah, trader profesional umumnya memakai 10% – 20% dari modal yang dimiliki untuk trading saham. Untuk pemula, kamu bisa menggunakan maksimal 10% dari dana kamu untuk trading saham. Jadi, ketika terjadi penurunan harga saham, psikologis kamu tidak begitu terganggu. Ya, karena kamu masih memiliki banyak amunisi (baca: dana tunai).

#5. Persiapkan Segala Kemungkinan Buruk

Di bursa saham, ketidakpastian adalah keniscayaan. Meskipun kamu sudah membuat perencanaan baik, tetap saja kamu perlu mempersiapkan segala kemungkinan. Terutama kemungkinan buruk. Sebagai contoh, jika metode yang kamu buat tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di bursa, jangan ragu untuk mengubahnya. Jika terjadi penurunan harga saham yang melebihi perkiraan kamu, jangan segan untuk cut loss. Setelah itu, kamu bisa membuat rencana baru. Intinya, kamu harus mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi di bursa saham.

Teknik Trading Saham

Inilah salah satu materi belajar trading saham yang penting kamu pahami dengan baik. Teknik trading saham ini penting kamu kuasai. Tujuannya, agar kamu bisa memilih teknik seperti apa yang sesuai dengan karakter kamu. Nah, secara umum ada tiga teknik trading saham. Berikut penjelasannya.

#1. Teknik Scalping

Apa itu teknik scalping pada trading saham? Singkatnya begini, teknik scalping adalah kegiatan trading yang dilakukan jangka pendek. Biasanya, dengan memakai time frame harian dan maksimal mingguan. Bagi investor ritel, teknik ini sangat populer dan relatif sering menjadi andalan. Nah, trader yang memakai teknik scalping biasanya mengincar keuntungan 4% sampai 5% dari kenaikan harga saham. Setelah mencapai target keuntungan, trader akan menjual saham tersebut.

Berikut contoh cara menggunakan teknik scalping dalam trading. Pertama, kamu bisa memilih saham perusahaan yang tergolong Blue Chip. Kenapa? Karena saham Blue Chip lebih mudah dalam mengontrol tingkat volatilitas dan fluktuasi harga saham. Kemudian, penggunaan modal maksimal 20% untuk membeli saham satu (1) emiten. Batasi penurunan harga saham maksimal 3 sampai 4% dari nilai entry (harga saat masuk/beli saham). Pastikan kamu membeli saham ketika harga saham berada di tengah ke bawah, bukan di atas.

#2. Teknik Swing Trading

Inilah teknik trading saham selanjutnya, yaitu swing trading. Apa sih maksudnya? Swing trading adalah kegiatan trading yang dilakukan pada saat saham berada pada posisi sideways. Nah, trader yang memakai teknik ini biasanya melakukan trading pada jangka waktu menengah. Umumnya hitungan mingguan. Teknik ini lebih berfokus pada strategi average down. Jadi, ketika harga turun, trader tidak melakuan cut loss. Melainkan membeli kembali di harga penurunan tersebut. Dengan demikian, harga saham menjadi harga rata-rata.

Berikut contoh cara menggunakan teknik swing trading. Pertama, pastikan kamu memilih perusahaan yang bagus secara fundamental. Seperti memiliki kinerja keuangan yang baik, prospek bisnis yang potensial, dan sebagainya. Proses pembelian saham dilakukan secara bertahap. Bisa menggunakan konsep 10, 20, 30, 40. Maksudnya, untuk pembelian saham satu emiten, kamu beli dengan 10% dari modal kamu. Jika harga turun sekian persen (sesuai preferensi), kamu beli lagi saham tersebut dengan 20% dari modal kamu. Berikut lebih jelasnya.

Kamu punya modal Rp 50 juta. Hаrgа saham suatu emiten saat ini Rр 500. Tahap pertama, kamu beli dengan menggunakan 10% dari modal kamu yaitu Rp 5 juta. Tahap kedua, harga saham turun menjadi Rp 450 dan kamu beli lagi dengan 20% dari modal awal kamu yaitu Rp 10 juta. Harga saham turun menjadi Rp 400. Kamu beli lagi dengan 30% dari modal kamu yaitu Rp 15 juta. Ketika harga saham turun lagi menjadi Rp 350. Kamu beli lagi dengan sisa modal kamu yaitu Rp 20 juta.

#3. Teknik Rally

Inilah teknik trading saham yang ketiga. Ya, teknik rally adalah suatu kegiatan trading yang dilakukan dalam jangka waktu bulanan. Trader yang memakai teknik ini cenderung sabar dalam meraih profit maksimal. Biasanya, mereka akan menunggu ketika harga saham benar-benar di bawah (diskon). Kemudian membelinya. Dalam melakukan analisis teknikal, time frame yang dipakai yaitu monthly. Mereka akan mencari titik harga terendah dalam 3 tahun atau 5 tahun terakhir.

Sebagai contoh, kamu ingin membeli saham Bank BCA (BBCA), atau Bank BRI (BBRI), atau Telkomsel (TLKM). Nah, kamu bisa membuka chart saham perusahaan tersebut dan melihat posisi harganya sekarang. Setelah itu, kamu tarik atau lihat pergerakan harga saham dalam 3 sampai 5 tahun terakhir. Lalu, kamu cari harga saham terendah terletak di bulan dan tahun berapa.

Ketika pada suatu waktu harga saham mencapai titik terendah. Kamu bisa masuk untuk membeli saham di harga tersebut. Kemudian bersabar dan menunggu harga saham naik. Ingat, kamu wajib membeli perusahaan dengan fundamental yang bagus.

Simpulan

Well, itu informasi tentang materi belajar trading saham untuk pemula. Pada dasarnya, trading saham bisa dan sering dipakai sebagai salah satu cara bermain saham. Tidak sedikit trader yang berhasil meraup pundi-pundi rupiah dari aktivitas trading. Meskipun begitu, tidak jarang pula mereka merasakan kerugian. Bagi pemula, kamu harus bisa membiasakan diri untuk melihat penurunan harga saham. Bahkan, kamu juga harus siap untuk cut loss, menjual saham di harga yang lebih rendah dari harga beli.

Belajarlah merasakan kegagalan dan kerugian karena merakasan keutungan tak dipelajari. Melainkan, hanya butuh dinikmati. Yang terpenting, kamu harus paham seperti apa karakter kamu, khususnya dalam menghadapi risiko saham. Dengan demikian, kamu bisa menyesuaikan seperti apa cara kamu melakukan trading saham. Satu hal lagi, pastikan kamu tidak terlalu berambisi untuk secepat mungkin meraup keuntungan besar. Awali semuanya dengan pelan dan nikmati setiap proses. Semoga bermanfaat.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: