Kapitalisasi Dan Sistem Perdagangan 25 Tahun BEI, Kapitalisasi Pasar Tercatat Hampir Rp Triliun –

Peringkat broker opsi biner:

25 Tahun BEI, Kapitalisasi Pasar Tercatat Hampir Rp 6.500 Triliun

13 Jul 2020, 14:44 WIB Diperbarui 13 Jul 2020, 14:44 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) merayakan hari ulang tahun ke-25 pada 2020. Di umur yang seperempat abad ini, telah banyak hal-hal yang dilalui oleh lembaga yang sebelumnya bernama Bursa Efek Jakarta (BEJ) tersebut.

Angka 25 tahun dihitung sejak BEI mulai melakukan swastanisasi. Sebab sebelumnya BEI bernama Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM), dan ketika diswastanisasi di masa kepemimpinan Hasan Zein Mahmud pada 1992.

“BEI kini menjadi bursa yang berikan return terbesar di dunia. Ini tidak bisa terjadi kalau Pak Hasan Zein tidak memulai menswastanisasi,” ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (13/7/2020).

Setelah diswastanisasi, BEI pun langsung berkembang secara cepat. Jika sebelumnya sistem perdagangan saham di bursa efek ini masih manual, yakni menggunakan papan, pada 1995 sistemnya mulai berganti ke sistem komputer bernama Jakarta Automatic Trading Systems (JATS).

Direktur Utama PT BEJ periode 1999-2002 Mas Achmad Daniri mengungkapkan, transisi sistem dari manual ke komputerisasi ini membuat BEJ kinerja kala itu semakin efektif dan efisien. Hal ini juga merupakan salah satu titik balik berkembangnya BEI hingga saat ini.

‎”Saya kira saya kan termasuk yang transisi, dari bursa yang masih manual kemudian menjadi bursa yang otomasi dan scriptless, pindah buku gitu ya. Zaman dulu ada lantai, menurut saya kenapa sekarang masih ada lantai karena dulu orang dari manual nanti bisa kaget kalau langsung tidak kelihatan. Jadi makanya saya buat transisi, yaitu ada lantai perdagangan, persoalannya tinggal pindah buku pindah buku saja. Transaksi otomasi bisa dilakukan di mana saja, bursa kita itu bursa modern,” kenang dia.

Selain hal-hal yang menggembirakan, BEI juga pernah mengalami masa-masa sulit, salah satunya ketika terjadi ledakan bom mobil yang terjadi pada 13 September 2000. Selain itu, BEI juga sempat mengalami penghentian sementara perdagangan sahamnya (halting) pada 8 Oktober 2008 yang dipicu oleh krisis ekonomi yang terjadi kala itu.

Meski demikian, BEI bisa terus berkembang hingga saat ini. Bahkan pada 3 Juli 2020, pertama dalam sejarah BEI berhasil mencatatkan IHSG tertinggi di level 5.910,287.

“Selama 25 tahun ini makin maju, kapitalisasinya tadi Rp 6.500 triliun, saya kira 50 persen hampir GDP kita. Mudah-mudahan bisa terus meningkat dan mengalahkan Singapura dengan menaikkan kapitalisasi. Ini ujung tombak di depan yang sering dijadikan indikasi perekonomian suatu negara. Stabilitas politik juga bisa dilihat dari bursa efek,” ujar Mantan Presiden Komisaris BEJ Fuad Bawazier.

Sepanjang 2020, pertumbuhan kinerja IHSG 9,86 persen ke level 5.819 pada penutupan perdagangan saham Rabu 12 Juli 2020. Pertumbuhan kinerja IHSG berada di posisi ke-6 di antara bursa saham global.

Kapitalisasi pasar saham BEI mencapai Rp 6.365 triliun sepanjang 2020. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 7,61 triliun. Total frekuensi perdagangan saham 318.636 kali. Volume perdagangan saham 13,41 miliar saham.

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

Definisi Kapitalisasi Pasar Adalah

Kapitalisasi pasar adalah sebuah istilah bisnis yang menunjuk pada harga keseluruhan dari sebuah perusahaan yaitu harga yang harus dibayar seseorang bila ingin membeli 100% kepemilikan perusahaan tersebut.

Kapitalisasi pasar dihitung dengan mengalikan jumlah lembar saham beredar perusahaan tersebut dengan harga saham perusahaan pada saat ini .

Fungsi Istilah Kapitalisasi Pasar

Istilah kapitalisasi pasar cukup sering digunakan dalam topik keuangan. Di dalam dunia investasi saham, istilah ini disebut untuk menggambarkan nilai sebuah perusahaan.

Seberapa pentingkah data kapitalisasi pasar untuk dilampirkan dalam ulasan saham? Apakah kapitalisasi pasar mempunyai pengaruh besar terhadap proses pengambilan keputusan investor yang dilakukan investor? Mari kita bahas bersama.

Kapitalisasi pasar sebenarnya merupakan nilai dari saham perusahaan yang beredar di pasar. Harap dipahami bahwa nilai perusahaan berbeda dengan nilai aset perusahaan, sehingga kapitalisasi pasar sebuah perusahaan tidak menggambarkan nilai aset perusahaan.

Kapitalisasi pasar sangat mungkin nilainya lebih besar atau lebih kecil dari nilai aset perusahaan.

Bagi perusahaan publik, tentunya nilai kapitalisasi pasar ini sangat penting karena ia mencerminkan nilai total perusahaan. Besar dan pertumbuhan dari suatu kapitalisasi pasar perusahaan seringkali adalah pengukuran penting dari keberhasilan atau kegagalan perusahaan terbuka. Semakin besar kapitalisasi pasar, maka semakin mahal perusahaan tersebut dihargai oleh pasar.

Bila Anda sebagai pemilik perusahaan tertentu dan memegang saham perusahaan tersebut, tentunya besarnya kapitalisasi pasar perusahaan yang sahamnya Anda pegang akan berpengaruh pada nilai kekayaan Anda secara pribadi.

Menghitung Kapitalisasi Pasar Sebuah Saham

Bagaimana cara untuk menghitung kapitalisasi pasar? Caranya cukup sederhana, yaitu dengan mengalikan jumlah saham beredar dengan harga saham di pasar. Karena itu, bila Anda ingin menghitung kapitalisasi pasar sebuah perusahaan publik, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut.

#1 Carilah Informasi Mengenai Harga Sahamnya

Harga per lembar saham sebuah perusahaan publik biasanya dipublikasikan secara gratis dan transparan di berbagai situs finansial, seperti Bloomberg, Yahoo! Finance, Financial Times, Reuter, dan situs lain-lainnya.

Anda dapat mengetikkan kode saham, atau ketik kata saham dan nama perusahaan yang bersangkutan pada halaman mesin pencari Google untuk menemukan informasi harga saham, atau bila Anda telah mempunyai rekening efek di sekuritas yang menyediakan jasa online trading, Anda pun bisa mengecek harga sahamnya dari Aplikasi online tersebut.

Free Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham untuk Pemula

#2 Carilah Informasi Jumlah Saham Beredar

Berikutnya Anda bisa mencari berapa banyak jumlah lembar saham perusahaan tersebut yang beredar. Nilai ini mencerminkan banyaknya saham yang dimiliki oleh pemegang saham, baik masyarakat, maupun orang di dalam jajaran perusahaan.

Informasi mengenai jumlah lembar saham ini dapat ditemui di situs-situs keuangan, atau pada situs resmi Bursa Efek Indonesia, atau di situs resmi perusahaan terkait.

Menurut hukum, semua perusahaan yang sahamnya terdaftar di Bursa Efek Indonesia, diwajibkan mempublikasikan laporan keuangannya secara terbuka. Anda cukup mencari di mesin pencari seperti Google untuk mendapatkan informasi tentangnya.

#3 Kalikan Jumlah Saham Beredar dengan Harga Sahamnya

Setelah menemukan informasi harga saham dan jumlah lembar sahamnya, sekarang Anda bisa mengalikan jumlah lembar saham beredar dengan harga sahamnya saat ini untuk menentukan nilai kapitalisasi pasarnya saat ini. Hasil perkalian tersebut mencerminkan total nilai perusahaan, juga nilai total kepemilikan seluruh investor perusahaan tersebut.

Sebagai contoh, misalnya Bank BCA, PT Bank Central Asia Tbk telah mencatatkan sahamnya di bursa efek dan merupakan Bank yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Bank BCA memiliki jumlah lembar saham sebanyak 24.655.010.000 lembar.

Dari harga penutupan Selasa, 6 Juni 2020, Saham BBCA menutup perdagangan pada harga Rp17.550 per lembar, maka perhitungan nilai kapitalisasi pasarnya adalah:

Jumlah Lembar Beredar x Harga Saham = Kapitalisasi Pasar

24.655.010.000 lembar x Rp17.550 = Rp432.695.425.500.000

Maka nilai kapitalisasi pasar Bank BCA adalah sebesar Rp432,69 triliun, di mana bila seseorang ingin membeli 100% kepemilikan dari Bank BCA, maka orang tersebut harus membayar sejumlah Rp432,69 Triliun untuk dibayarkan kepada seluruh pemegang saham Bank BCA.

Disclaimer: Penyebutan merek hanya bertujuan untuk edukasi saja. Finansialku tidak berafiliasi dengan merek bank.

Faktor Yang Mempengaruhi Kapitalisasi Pasar

Dari perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai kapitalisasi pasar ditentukan oleh dua hal, yaitu jumlah saham beredar dan harga di pasar. Dari sini terlihat bahwa nilai kapitalisasi pasar perusahaan akan selalu berubah dari waktu ke waktu, naik ataupun turun.

Jika harga saham naik, berarti nilai perusahaan itu naik dan sebaliknya jika harga turun berarti nilai perusahaan itu turun.

Di Bursa Efek Indonesia sendiri terdapat lebih dari 500 saham yang tercatat yang memiliki nilai kapitalisasi yang berbeda satu sama lain. Dari sejumlah perusahaan yang tercatat tersebut, saham-sahamnya pun seringkali dibagi berdasarkan besar kecilnya kapitalisasi untuk memudahkan analisa.

Saham Berdasarkan Kapitalisasi Pasarnya

Sebetulnya tidak ada ketentuan atau kriteria tertentu untuk membagi kelompok saham berdasarkan kapitalisasi pasarnya, namun di berbagai bursa saham, sebuah perusahaan dianggap memiliki kapitalisasi yang besar bila nilainya berada di atas US$10 miliar, dianggap berukuran kapitalisasi sedang bila di antara US$2 – US$10 miliar, dan dianggap berkapitalisasi kecil bila lebih kecil dari US$2 miliar.

Peringkat broker opsi biner:

Sebetulnya pembagian tersebut tidak bisa diterapkan di Bursa Indonesia, karena bila ini diterapkan dalam Bursa Efek Indonesia, maka sebagian besar perusahaan yang tercatat akan tergolong sebagai perusahaan berkapitalisasi kecil. Dalam Bursa Saham Indonesia pun, pembagian besar kecilnya menggunakan tolak ukur angka yang berbeda. Secara umum, saham-saham di Bursa Efek Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasarnya juga dapat dibagi menjadi dalam 3 kategori:

#1 Saham Kapitalisasi Besar (Big Caps / Blue Chip)

Saham-saham jenis pertama ini dikenal dengan sebutan blue chip. Saham kategori ini memiliki kapitalisasi pasar yang besar untuk ukuran saham di Indonesia, yaitu di atas Rp10 triliun.

Perusahaan yang sahamnya tergolong blue chip adalah perusahaan besar yang dikenal luas oleh masyarakat dan memiliki penghasilan yang stabil. Contoh perusahaan ini adalah Astra, Bank BCA, Unilever, dan Telkom.

Saham jenis blue chip menjadi saham pilihan favorit para investor jangka panjang yang memiliki profil risiko konservatif dan mengutamakan keuntungan dari dividen yang dibagikan secara rutin. Perusahaan blue chip ini biasanya memiliki fundamental yang kuat dan mencetak laba yang besar, dan produknya dibutuhkan oleh banyak orang.

#2 Saham Kapitalisasi Sedang (Middle Caps / Second Liner)

Saham tipe kedua adalah saham yang mempunyai kapitalisasi sedang, di antara Rp1 triliun hingga Rp10 triliun. Perusahaan yang berada di kategori ini tidak mempunyai kekuatan sebesar perusahaan blue chip, namun saham lapis dua ini juga menarik untuk diinvestasikan karena profit yang didapatkan pun biasanya tak kalah menjanjikan.

Biasanya saham lapis dua (Second Liner) ini diisi oleh saham dari perusahaan yang sedang dalam fase berkembang. Pertumbuhan kinerja emiten lapis dua pun biasanya lebih agresif daripada emiten blue chip. Harga sahamnya pun biasanya lebih murah daripada saham big caps, dan sering menjadi incaran investor yang memiliki modal pas-pasan dan mengharapkan keuntungan dari pertumbuhan kinerjanya.

#3 Saham Kapitalisasi Kecil (Small Caps / Third Liner)

Saham jenis ketiga ini adalah saham yang memiliki kapitalisasi pasar yang kecil, biasanya berada di bawah Rp1 triliun. Meskipun harganya cukup murah, saham lapis ketiga ini biasanya cukup berisiko untuk dikoleksi karena pergerakan harganya dapat dimainkan dengan mudah oleh bandar yang memiliki modal besar. Istilah lain dari saham lapis tiga ini adalah saham gorengan, karena harganya seringkali digoreng oleh bandar saham.

Pengaruh Kapitalisasi Pasar Pada Keputusan Investasi

Dalam investasi portofolio, nilai kapitalisasi pasar memiliki makna yang penting bagi investor. Data kapitalisasi ini memiliki kekuatan yang mampu mempengaruhi minat investor untuk menjadikannya sebagai instrumen portofolio. Misalnya seperti yang disebut di atas, bahwa investor konservatif lebih condong memilih saham blue chip karena dirasa lebih aman.

Pada umumnya memang semakin besar nilai kapitalisasi pasar suatu saham, maka semakin besar juga daya pikat saham tersebut bagi investor. Begitu pula sebaliknya, semakin kecil nilai kapitalisasi semakin kurang menarik bagi investor.

Perusahaan pengelola dana atau fund manager pun, selalu mempertimbangkan besar kecilnya nilai kapitalisasi pasar untuk setiap saham yang akan dimasukkan ke dalam portofolio investasinya.

Kecenderungan seperti ini tidak hanya tertuju pada instrumen saham saja, tetapi juga tertuju pada pasar secara keseluruhan. Pasar yang memiliki kapitalisasi yang lebih besar juga biasanya selalu diramaikan oleh para fund manager.

Kapitalisasi Pasar Indeks Saham Indonesia (IHSG)

Saat ini, dengan IHSG telah mencapai nilai sebesar 5.707,831, kapitalisasi pasar IHSG pun telah meningkat hingga lebih dari Rp6.000 triliun. Dengan terus meningkatnya nilai IHSG dan meningkatnya kapitalisasi pasar IHSG, maka bukan mustahil para fund manager akan semakin deras menanamkan dana di Bursa Efek Indonesia. Ini bukan analisa kosong semata, karena memang begitulah karakter investasi portofolio.

20 Perusahaan Terbesar di Bursa Efek Indonesia

Inilah 20 perusahaan terbesar di Bursa Efek Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasarnya, beserta bobotnya di dalam IHSG, berdasarkan data harga penutupan Selasa, 6 Juni 2020:

Kode Saham Industri Harga (Rp) Market Cap (juta Rp) Bobot(%)
HMSP Rokok 3.860 448.987.776 7,19%
TLKM Telekomunikasi 4.310 434.447.984 6,96%
BBCA Bank 17.550 428.368.457 6,86%
ASII Otomotif 8.875 359.291.534 5,75%
BBRI Bank 14.675 358.399.752 5,74%
UNVR Consumer Goods 46.825 357.274.750 5,72%
BMRI Bank 12.500 288.749.999 4,62%
GGRM Rokok 74.400 143.152.147 2,29%
BBNI Bank 6.500 120.004.104 1,92%
ICBP Consumer Goods 8.750 102.041.695 1,63%
UNTR Jasa Alat Berat 26.950 100.527.141 1,61%
TPIA Industri Kimia 25.225 82.913.630 1,33%
INDF Consumer Goods 8.875 77.926.285 1,25%
KLBF Farmasi 1.555 72.890.814 1,17%
INTP Semen 17.950 66.078.108 1,06%
EMTK Media 10.800 60.912.350 0,98%
PGAS Energi 2.390 57.937.204 0,93%
SMGR Semen 9.300 55.163.136 0,88%
ADRO Batubara 1.605 51.337.469 0,82%
BDMN Bank 5.350 50.765.063 0,81%

Kapitalisasi Pasar

Kapitalisasi pasar merupakan salah satu tolak ukur yang biasa dipakai baik oleh investor maupun fund manager dalam keputusan pembelian suatu saham perusahaan. Besarnya kapitalisasi pasar sendiri merupakan sebuah nilai yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, semakin baik sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya maka semakin tinggi pula nilai kapitalisasi pasarnya.

Apakah Anda tertarik untuk menginvestasikan uang Anda pada perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar yang besar? Apakah Anda menggunakan besaran kapitalisasi pasar dalam menentukan saham untuk diinvestasikan? Silakan tuliskan komentar Anda dan juga bagikan artikel ini kepada teman-teman Anda, agar mereka juga tahu lebih lengkap mengenai kapitalisasi pasar. Terima Kasih.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: