Kami Broker Forex Tidak Ada Setoran Minimum – FAQs

Peringkat broker opsi biner:

Jenis Broker Forex

FOREX BROKER – FOREX, EMAS, PERAK, dll

KETAHUILAH JENIS BROKER FOREX ANDA SEBELUM ANDA TRADE DAN MENEMPATKAN DANA KEPADA MEREKA. WASPADALAH TERHADAP BROKER CURANG / NAKAL !

Persiapan Trading Forex dan Pemilihan Broker

Sebelum anda memilih suatu Broker Forex, kami akan memberikan kepada anda perihal informasi dalam mengetahui broker anda. Pada umumnya terdapat 4 jenis broker forex yang paling sering dipakai oleh para Trader dalam bertransaksi atau bertrading forex, yaitu broker Konvensional, Non Dealing Desk (ECN / STP / DMA), Dealing Desk, dan Hybrid.

Bertrading Forex juga bisa dilakukan dengan cara anda menuju ke bank anda ataupun ke tempat penukaran uang (money changer) untuk bertransaksi dengan uang fisik. Cara tradisional itu adalah disebut bertrading forex secara konvensional (non online), yang tentunya banyak sekali keterbatasannya dan tidak realtime.

Di halaman ini kami hanya membahas dan memperkenalkan jenis-jenis broker yang dipakai untuk Bertading Forex secara Online (non fisik), yaitu :

BROKER NON DEALING DESK

Yaitu suatu broker yang dimana order adalah diteruskan langsung kepada pasar, lembaga keuangan atau bank-bank besar, ataupun kepada broker lain. Biasanya spread di broker jenis Non Dealing Desk adalah bersifat berubah-ubah (fluktuatif) bergantung kepada pasar yang sesungguhnya.

Broker jenis Non Dealing Desk sangat cocok digunakan untuk para trader profesional , karena sangat adil, tanpa manipulasi dan user bertrading melawan pasar yang sesungguhnya dan bukan melawan broker atau bandar.

Jenis broker Non Dealing Desk dibagi menjadi 3 , yaitu ECN Broker, STP Broker dan DMA Broker.

    ECN Forex Broker (Electronic Communication Network)
    Di broker jenis ECN adalah para user dapat terjun secara langsung dan ikut berpartisipasi ke dalam pasar yang sesungguhnya yang dimana ikut bercampur pula dengan partisipan lain di dalam pasar tersebut seperti para Bank, Pemerintah, Institusi maupun Trader Perorangan yang dimana mereka saling berinteraksi Jual dan Beli secara bersamaan tanpa adanya suatu intervensi dari pihak broker ataupun dealer (dealing desk). Biasanya pihak perusahaan broker hanya mendapatkan keuntungan dari komisi ataupun dari mark-up spread. Di jenis broker ECN kondisi yang digunakan adalah kondisi sesungguhnya yang terjadi di pasar dan tanpa dibuat-buat. Broker ECN bekerja dengan mempertemukan penjual dan pembeli secara nyata (via online, realtime), serta bukan melawan broker/bandar dalam melakukan Buy dan Sell nya.

Kelemahan broker yang jenis ECN (yang 100% ECN) adalah anda tidak akan bisa hedging, leverage yang sangat rendah, dan terbatas dengan aturan FIFO, selain itu anda juga akan dibebani biaya komisi trading. Keunggulan dari broker jenis ECN hanya di faktor Spread saja sebenarnya, tetapi kalau anda tidak terbiasa maka seringkali juga bisa merepotkan karena fiturnya yang lebih terbatas daripada yang berjenis STP Non Dealing Desk. Seringkali perusahaan broker pada umumnya yang menyatakan dia adalah ECN padahal bukan 100% Fully ECN. Contoh broker yang 100% ECN adalah di Interactive Brokers.

  • STP Forex Broker (Straight Through Processing)
    Broker jenis ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan dengan perusahaan broker lain selaku likuiditornya . Biasanya eksekusi order dari broker jenis STP adalah diteruskan kepada para broker besar (institusi besar) ataupun kepada beberapa broker ECN . Tetapi jika order dari broker STP tersebut diteruskan kepada broker yang berjenis Dealing Desk maka order dari broker STP tersebut bergantung kepada broker yang ditujunya tersebut. Dan untuk broker jenis STP sistem transaksi ordernya menggunakan basis quota dari para liquiditornya
  • DMA Forex Broker (Direct Market Access)
    yaitu suatu broker yang cara kerjanya hampir sama dengan broker berjenis ECN dengan campuran STP, tetapi bedanya di broker DMA adalah terikat kontrak dengan suatu liquiditor tertentu, serta menggunakan sistem transaksi dengan basis Best Rate dari para liquiditornya.

Seringkali para broker (terutama yang tidak legal atau yang tidak teregulasi/unregulated) menyebut STP dengan ECN ataupun DMA, tetapi pada dasarnya agak berbeda, karena STP adalah menggunakan pihak broker lain sebagai liquiditornya (dilempar ke broker lain) ataupun bisa ke beberapa bank besar, sehingga eksekusi dan segalanya dari broker jenis STP adalah BERGANTUNG kepada kualitas broker liquiditornya tersebut dan kualitas jalur koneksi routingnya. Sedangkan di jenis yang benar-benar broker ECN adalah tidak dilempar lagi ke broker lain, tetapi langsung kepada beberapa bank besar (multi inter-bank), para Trader lain, dan pasar yang sesungguhnya yang mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung TANPA intervensi dari broker dealer atau bandar (no middle men).

Untuk broker berjenis ECN (yang benar-benar Full ECN atau True ECN) itu biasanya kurang fleksibel, dan mereka membutuhkan modal yang lebih besar, terdapat komisi trading, tidak bisa hedging dan terdapat aturan FIFO (first in first out). Broker jenis ECN hanya unggul di spread dan tingkat kecepatan eksekusinya. Untuk broker benar-benar berjenis ECN tidak menggunakan platform Metatrader.

Kami lebih menyarankan menggunakan broker berjenis STP Non Dealing Desk, ataupun jenis DMA untuk kenyamanan anda bertrading dan lebih fleksibel

BROKER DEALING DESK

Yaitu suatu broker yang dimana mereka membuat suatu pasar tersendiri dengan kondisi yang mereka tentukan sendiri (Bandar). Di dalam kasus ini para user bertrading melawan broker atau bandar. Pada dasarnya broker dealing desk mendapatkan keuntungan terbesarnya dari kekalahan para usernya, sehingga bila user menghasilkan profit maka broker akan membayar dari kas broker tersebut sendiri (bukan murni didapat dari pasar yang sesungguhnya). Bila anda bertrading di jenis broker Dealing Desk maka pastikan anda menempatkan dana anda di broker Dealing Desk yang legal dan terdaftar (teregulasi) oleh pemerintah sebagai perusahaan pialang dan telah bereputasi baik.

Peringkat broker opsi biner:

Broker Dealing Desk tidak selamanya buruk, ASALKAN mereka teregulasi dengan benar . Karena Broker Dealer tersebut berarti mereka juga bisa menciptakan pasar dari para usernya sendiri, oleh karena itu dinamakan Dealer (Dealing Desk).

Jadi unsur BUY dan SELL di broker Dealing Desk sebenarnya adalah diambil dari pembeli dan penjual yang dari kumpulan para user mereka sendiri, tetapi bila volumenya tidak mencukupi maka barulah perusahaan broker yang menghandlenya (tetapi tidak boleh curang/nakal). Biasanya ini bisa dilakukan di broker yang memiliki jumlah user yang sangat banyak dan bervolume memadai, tentunya HARUS yang teregulasi benar juga (ada lembaga pemerintah yang mengawasinya) agar mereka beroperasi dan menjalankan bisnis sesuai dengan peraturan legal dan tidak merugikan para user/nasabahnya tersebut. Jadi Broker Dealer TIDAK SELAMANYA BURUK, asalkan Teregulasi benar.

Regulasi yang benar dan kredibel untuk suatu perusahaan Broker dengan pasar Internasional yaitu (pastikan terdaftarnya di kategori pialang / FCM) : NFA, CFTC, FSA (FCA UK), MFSA, MiFID, ASIC (selengkapnya lihat di daftar regulasi). Broker dealing desk seringkali disebut sebagai para bandar (dealers).

Broker Dealers terdiri dari 2 jenis:

  • Dealer Besar
    Broker berjenis ini biasanya telah mempunyai reputasi yang baik dan terdaftar legal (teregulasi) sebagai perusahaan pialang (Futures Commission Merchant atau FCM) seperti teregulasi di NFA, CFTC, FCA UK, ataupun ASIC, serta bukan terletak di tempat yang terpencil atau tidak jelas. Sama seperti halnya anda bermain di kasino maka sebaiknya anda mencari kasino yang besar seperti di Macau ataupun di Las Vegas. Hal ini bertujuan agar jika anda mendapatkan profit maka dipastikan broker tersebut dapat membayar kemenangan anda dan simpanan investasi dana anda tetap aman. Karena di broker dealing desk yang teregulasi ini terdapat suatu badan pengawas (umumnya dari pemerintah setempat) yang bertujuan untuk mengontrol ataupun menjamin bahwa broker tersebut telah menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak menipu para nasabah.
  • Dealer Kecil atau Unregulated Broker (Bucket Shop atau broker kaki lima, yang biasanya BERKANTOR PUSAT di tempat terpencil / Offshore)
    Broker jenis ini adalah broker yang harus anda hindari, karena mereka berpotensi besar untuk memanipulasi transaksi anda ataupun bertindak curang sehingga anda akan mudah mengalami kekalahan yang semestinya tidak terjadi. Umumnya broker bucket shop tidak berijin sebagaimana mestinya, dan hanya berijin sebagai perusahaan biasa atau lainnya (bukan sebagai perusahaan pialang) dan hal ini sering mengecoh para calon nasabah yang masih awam.
    • Ciri-ciri broker bucket shop adalah terletak di tempat-tempat yang tidak jelas atau terpencil (negara offshore yang tidak jelas) dan tidak berijin regulasi sebagaimana mestinya (ini yang biasanya dilakukan). Disamping itu ciri-ciri lain dari broker bucket shop adalah mereka 98% pasti memperbolehkannya transfer uang dengan pihak ke 3 / perorangan, ataupun menggunakan Voucher, boleh menggunakan Money Changer bank lokal, pendaftaran yang sangat mudah dan terkesan sembarangan serta TANPA Verifikasi yang memadai , kemudian terdapat batasan ataupun melarang suatu teknik trading tertentu (Seperti scalping, martingale dan sebagainya) ada juga broker bucket shop yang memperbolehkan segala macam teknik trading tetapi di dalam sistemnya sebenarnya sudah terpasang suatu script otomatis yang dapat menghambat teknik tersebut(script tersebut biasanya bernama Virtual Dealer). Kondisi yang ditawarkan broker bucket shop seringkali diluar kondisi normal dari keadaan pasar yang sesungguhnya, seperti leverage yang terlalu tinggi (misal 1:1000 keatas), spread rendah yang tidak masuk akal (contoh: 1 pip fixed bahkan 0 pip fixed, padahal di pasar sesungguhnya spread adalah SELALU BERUBAH atau berfluktuatif terus setiap detiknya), dan juga terdapat bonus-bonus besar (biasanya 20% keatas) yang tujuannya bersifat pancingan / menjebak para nasabah agar mau menempatkan dananya (yang pada akhirnya adalah untuk “dimakan” oleh bandar curang tersebut). Berhati-hatilah dengan broker yang menawarkan hal-hal terlalu fantastis ataupun bonus yang terlihat sangat menarik diluar logika, karena semakin besar bonusnya maka perlu anda waspadai lebih seksama, daripada nantinya terjebak dan anda akan mengalami kerugian yang tidak sebanding dengan bonus yang ditawarkan. (hati-hati juga dengan broker yang menawarkan welcome bonus yang sangat besar semisal 20%, 30%, 50% bahkan 100% , karena itu pasti tergolong broker jenis ini, karena bonus sebesar itu hanya mungkin didapat dari loss nasabah. Semakin besar bonusnya maka semakin berbahaya perusahaan broker tersebut !)
    • Hal-hal curang yang biasa dilakukan oleh broker berjenis Bucket Shop yaitu: requote yang berlebihan, eksekusi order yang lambat, jika terkena TP (target profit) sulit untuk dieksekusi tetapi sebaliknya jika terkena SL (stop loss) maka mudah sekali dieksekusi, server yang sering down, manipulasi atau rekayasa harga quote, menghilangkan transaksi profit secara sepihak dengan dalih trading anda tidak sah, penarikan dana seringkali tertahan atau tidak bisa dilakukan, pernyataan yang tidak benar, dan hal-hal penipuan (Scam) lainnya. Hati-hati dengan pernyataan dari broker bucket shop yang seringkali memberikan pernyataan salah dan menyesatkan mengenai sistem mereka, seperti mereka menyatakan bahwa mereka adalah broker berjenis ECN, DMA ataupun STP tetapi kenyataannya mereka adalah Dealing Desk yang bersistem bandar bahkan lebih parah, hal ini semata-mata bertujuan untuk menipu dan menarik minat masyarakat awam agar bertrading di tempat mereka, padahal kenyataannya mereka BUKAN ECN , DMA ataupun STP yang sebenarnya. Oleh karena itu peran Legalitas Pemerintah / Regulasi SANGATLAH PENTING agar sebagai PENGAWAS broker atau pialang untuk tidak sembarangan dan tidak memberikan pernyataan salah yang dapat menyesatkan masyarakat.
    • Waspada pula dengan Award , Sponsor, dan penghargaan yang mereka klaim (biasanya dilakukan oleh broker Ilegal & Bucket Shop untuk menarik perhatian). Contoh: sebagai the best broker. Penghargaanitu tidak menjamin broker tersebut aman. Periksa pula dari lembaga mana yang memberi rating perusahaan tersebut . Cari di Google mengenai kredibilitas dari perusahaan rating tersebut. Contoh broker forex Prime4x yang scam tersebut juga sebelumnya mengklaim sebagai “The Best Broker 2009” padahal lembaga pemberi ratingnya adalah lembaga yang tidak kredibel, dan buktinya broker tersebut nyatanya scam dan membawa lari uang nasabah. Hati-hati pula dengan rating yang dibeli (atau istilahnya KKN / penyogokan), dan hati-hati pula dengan yang seolah-olah itu penghargaan padahal itu hanya artikel iklan dari broker itu sendiri yang menulis, tetapi dibuat seolah-olah itu penghargaan dari media tersebut, padahal itu bukan (pernah terjadi di suatu broker yang mengaku penghargaannya adalah dari CNBC, padahal setelah diteliti ternyata itu hanyalah artikel iklan yang ditulis sendiri). Waspada dengan trik-trik “nakal”danpernyataan / iklan yang tidak benar dari broker forex ilegal tersebut.

HYBRID BROKER

Broker ini adalah merupakan kombinasi antara jenis broker ECN/STP/DMA dengan broker Dealing Desk. Umumnya broker Hybrid mempunyai suatu aturan dalam melempar order ataupun berdasarkan dari jenis akun yang digunakan.

Sebagai Contoh: Jika besaran Lot anda , ataupun Frekuensi , ataupun Equity anda dibawah nilai XXX maka anda dieksekusi di sisi Dealer, tetapi jika diatas itu akan dieksekusi di jenis STP ataupun ECN atau DMA. Sebenarnya sulit untuk mengetahui bahwa broker ini termasuk bertipe Hybrid ataupun tidak. Hal ini hanya dapat anda rasakan dengan mencobanya ataupun berdasarkan dari reputasi broker tersebut dan regulasinya.

AKUN DEMO vs REAL ACCOUNT

Akun di demo TIDAK AKAN SAMA dengan penggunaan di akun yang sesungguhnya (live real account) , sehingga jika kondisi di demo anda berjalan dengan baik maka Tidak Menjamin bahwa real account anda juga akan sama, terutama di broker yang berjenis bucket shop. Sehingga untuk mengetahui benar broker tersebut maka haruslah dicoba melalui kondisi live account.

Baca pula artikel kami mengenai Daftar perijinan (regulasi) yang seharusnya dimiliki oleh perusahaan Forex yang benar . Dan periksa pula alamat KANTOR PUSAT dari broker forex yang ingin anda pergunakan (bukan alamat IB , Agen atau Resellernya), apakah kantor pusat mereka terletak di negara yang tidak aman, PO BOX (kotak surat saja) / sewaan, alamat tidak jelas (dari negara offshore), ataukah di negara yang bereputasi bagus. Hal ini penting untuk anda cermati sebelum terjerumus ke broker atau perusahaan forex yang tidak benar.

(bila perusahaan Broker Forex anda termasuk di dalam daftar Regulator Resmi tersebut, terutama yang di daftar NFA/CFTC, mereka lebih aman. Karena biaya untuk bisa terdaftar di regulasi NFA/CFTC di kategori FCM membutuhkan setidaknya $20 juta. Dan bila melanggar maka mereka berpotensi kehilangan $20 juta tersebut (Rp.200 Millyar), sehingga mereka lebih aman dan lebih berkualitas daripada yang tidak terdaftar) Untuk regulator lain juga boleh, asalkan masuk di regulator MiFID, MFSA, FCA UK, dan ASIC

Hati-hati dengan Regulasi palsu atau Perijinan palsu yang dapat mengecoh, yang kadang juga dipampang oleh para broker bucket shop (padahal itu bukan regulasi yang sebenarnya).

Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan menghindari anda agar tidak terjebak di broker-broker bucket shop yang marak beredar.

Baca pula artikel akan 14 broker forex luar negeri yang dituntut karena menghimpun dana secara ilegal. (sumber dari Reuters, Yahoo, dan koran Kompas)

Broker Forex Terbaik dan Terpercaya untuk Trader Indonesia

Tahukah Anda bahwa ada ratusan broker forex di seluruh dunia!? Broker forex yang tercatat di regulator Indonesia, Bappebti, sudah lebih dari 60 perusahaan. Ditambah lagi broker forex dari Amerika Serikat, Inggris, Australia, Rusia, Siprus, dan masih banyak lagi. Di satu sisi, hal ini menguntungkan trader karena setiap broker tentu akan bersaing untuk menawarkan kondisi trading paling baik dan bonus menggiurkan agar makin banyak trader yang bergabung. Namun, hal ini juga memancing banyak oknum dan penipu untuk menjebak orang dengan berkedok sebagai broker forex. Bagaimana cara memilih broker forex yang aman dan terpercaya di tengah situasi seperti ini?

Cara memilih broker forex yang aman dan terpercaya dapat dirangkum dalam empat langkah sederhana saja, yaitu: memeriksa kelengkapan situs broker, memeriksa ijin atau lisensi broker (regulasi), memeriksa reputasi broker di komunitas trader, dan terakhir, mencoba layanan broker. Berikut ini ulasan selengkapnya.

  • Memeriksa Kelengkapan Situs Broker Forex

Jaman sekarang, membuat website itu semudah order makanan di restoran. Oleh karenanya, sekedar ada website saja tak menjamin kredibilitas broker. Anda perlu memeriksa apakah situs itu memberikan informasi lengkap mengenai layanan broker sebagaimana mestinya atau tidak. Beberapa hal yang dapat ditilik:

  • Apakah ada alamat perusahaan broker forex yang jelas dan dapat ditengok dengan Google Map? Sebuah broker forex yang terpercaya selayaknya tak ragu mencantumkan alamat jelas, walau lokasinya di negara manapun, bukan sekedar PO BOX, email, atau nomor telepon saja. Kalau sudah ada alamat, barulah berbagai cara kontak lain untuk menghubungi Customer Support (CS), mulai dari telepon, live chat, hingga email, dapat dianggap meningkatkan kredibilitasnya.
  • Apakah broker forex menyampaikan secara terperinci data-data seperti minimal modal awal (initial deposit), aturan spread dan leverage, serta metode apa saja yang dapat dipakai untuk mengirim dan menarik dana? Semakin lengkap keterangannya, berarti broker forex tersebut makin bagus karena mereka benar-benar transparan. Sebaliknya, jika broker menyembunyikan aturan spread dan tak menjelaskan bagaimana trader bisa setor dan tarik dana, maka Anda patut mencurigainya.
  • Apakah broker forex menampilkan janji-janji manis seperti pasti untung sekian puluh atau sekian ratus persen dalam waktu singkat? Anda harus tahu, kesuksesan dalam trading forex itu tergantung pada trader. Fungsi broker forex hanya sebagai perantara yang menghubungkan trader dengan pasar, sehingga mereka takkan bisa menjamin keuntungan berapapun. Apabila ada yang memberi janji semacam itu, maka ada kemungkinan kalau mereka punya tujuan yang tak baik.

inilah Rekomendasi 10 Broker Forex yang Terpercaya

  • $100 No-Deposit Bonus, 100% Deposit Bonus
    • Min.Deposit $1
    • Leverage Sampai 1:3000
    • Spread Mulai 0 Pips
    • Regulated by CySEC, IFSC, CRFIN.
    • MetaTrader 4 dan MetaTrader 5 Platform
    • Tersedia Copy Trading

    Daftar Sekarang

  • 50% Bonus Deposit
    • Min.Deposit $5
    • Leverage Sampai 1:500
    • Spread Mulai 0 Pips
    • Regulated by IFSA (St. Vincent and Grenadines), 19776 IBC 2020
    • MetaTrader 4 dan MetaTrader 5 Platform
    • Tersedia Copy Trading

    Daftar Sekarang

  • Welcome Bonus hingga $500
    • Min.Deposit $5
    • Leverage Sampai 1:888
    • Spread Mulai 0 Pips
    • Regulated by IFSC, FCA UK, CySEC, BaFin, ASIC, CNMV
    • MetaTrader 4 dan MetaTrader 5 Platform

    Daftar Sekarang

    • Min.Deposit 5 juta Rupiah
    • Leverage Sampai 1:100
    • Spread Mulai 0 Pips
    • Regulated by BAPPEBTI, KBI, BBJ Indonesia
    • MetaTrader 4, Android MT4, and Mobile Platform
    • Bisa untuk Scalping dan Trading Robot EA

    Daftar Sekarang

    • Min.Deposit $1
    • Leverage Sampai 1:2000
    • Spread Mulai 0 Pips
    • Regulated by CySEC, FCA UK, FSP, BaFin, CRFIN
    • MetaTrader 4 dan MetaTrader 5 Platform

    Daftar Sekarang

    • Min. Deposit 100 USD
    • Leverage Sampai 1:500
    • Spread Mulai 1 Pips
    • Regulated by BAPPEBTI, KBI, BBJ Indonesia
    • Bebas Swap (Syariah)
    • MetaTrader 4, Android and iOS MT4
    • Bisa untuk Scalping dan Trading Robot EA

    Daftar Sekarang

    • Min.Deposit 5 juta Rupiah
    • Leverage Sampai 1:100
    • Spread Mulai 2,3 Pips
    • Regulated by BAPPEBTI, KBI, BBJ Indonesia
    • MetaTrader 4, Android MT4, and Mobile Platform
    • Bisa untuk Scalping dan Trading Robot EA
    • Tersedia Forex Copy – Askap Social Trade

    Daftar Sekarang

  • Memeriksa Ijin atau Lisensi Broker Forex

Apabila Anda sudah memastikan bahwa situs broker forex nampak kredibel, langkah selanjutnya adalah memeriksa ijin broker. Pada situs broker forex, soal perijinan ini seharusnya telah dicantumkan pada footer (catatan kaki website) atau deskripsi perusahaan (About Us/Company). Broker forex Indonesia biasanya akan mencantumkan beberapa perijinan sekaligus dari Bappebti, JFX (Bursa Berjangka Jakarta), PT Kliring Berjangka Indonesia, dan ICDX. Sedangkan broker mancanegara akan mencantumkan kata-kata “licensed” atau “regulated”, diikuti dengan nama lembaga regulator yang menaunginya.

Sebagai keterangan, tak semua regulator broker forex memberikan jaminan keamanan sama baiknya. Regulator broker forex terbaik adalah dari NFA dan CFTC Amerika Serikat, FCA Inggris, JFSA Jepang, dan ASIC Australia. Jaminannya dianggap bagus sekali, karena disertai dengan asuransi bagi trader yang sudah terbukti. Asuransi di sini berarti apabila broker bangkrut hingga gulung tikar, maka uang trader tetap bisa dikembalikan (walau mungkin tidak sampai seluruhnya dan akan membutuhkan waktu lama). Jaminan semacam itu tidak diberikan oleh lembaga regulator lain.

Meski demikian, ada banyak regulator broker lain yang pengawasannya cukup ketat. Misalnya instansi-instansi yang dicakup dalam MiFID Eropa, seperti AMF Prancis, BaFIN Jerman, CONSOB Italia, CySEC Siprus, MFSA Malta, dan FINMA Swiss. Kemudian ada pula DFSA Dubai, FMA New Zealand, dan lain sebagainya. Apabila Anda ragu mengenai kebenarkan klaim broker bahwa mereka teregulasi, Anda bisa melakukan crosscheck dengan mencari situs regulator yang disebutkan dan menghubungi kontak yang tercantum.

  • Memeriksa Reputasi Broker di Komunitas Trader

Langkah ketiga untuk memilih broker forex yang aman adalah dengan mencari tahu reputasinya di kalangan trader. Walaupun Anda tak punya teman yang aktif sebagai trader, Anda masih dapat memeriksanya secara online. Caranya:

  • Bukalah situs-situs seperti forexpeacearmy.com, forexfactory.com, kaskus.com, dan forum online tempat berkumpulnya para trader forex lain.
  • Ketikkan nama broker forex pada kolom pencarian yang tersedia di forum online tersebut.
  • Baca hasil pencarian.

Dari hasil pencarian, apabila tak muncul nama broker tersebut atau testimonial terkait, maka boleh jadi broker ini masih baru beroperasi, sehingga belum banyak trader yang bergabung. Namun, jika sudah ada banyak testimoni, maka broker ini boleh dibilang sudah cukup punya nama. Pertanyaannya, apakah namanya baik atau buruk?

Secara sepintas, jika ada testi bagus maka broker itu punya reputasi bagus, sedangkan jika testi jelek berarti broker itu bereputasi buruk. Namun, kadang-kadang dalam bisnis ada pula orang-orang yang sengaja melakukan sabotase ataupun memberikan testi palsu. Jadi, Anda juga harus teliti dan membedakan apakah suatu cerita jujur atau mengada-ada. Untuk membedakan ini, akan lebih baik lagi bila sudah ada rekan atau komunitas yang bergabung dengan broker tersebut, sehingga rekomendasi lebih dapat dipercaya.

  • Mencoba Layanan Broker Forex

Anda sudah cek situs broker forex, cek regulasinya, dan cek reputasinya. Semuanya bagus. Namun, itu saja belum membuktikan kalau broker forex tersebut benar-benar aman dan terpercaya. Sebagai pembuktian terakhir, cobalah beberapa fitur broker berikut ini:

  • Customer Service (CS): Banyak trader mengabaikan CS saat mendaftar ke suatu broker karena proses pendaftaran bisa dilakukan dengan mudah secara online tanpa bertanya apa-apa. Tetapi mereka kemudian kebingungan ketika ada kendala, karena CS tidak responsif dan lama sekali menjawab keluhan. Untuk menghindari kejadian semacam ini, Anda harus mencoba bertanya-tanya pada CS dulu sebelum mendaftar. Tanyakan apa saja, walaupun sudah tercantum di situs broker terkait. Tujuannya hanya untuk memastikan bahwa CS responsif dan bisa berbicara dengan bahasa yang dapat Anda pahami.
  • Akun Demo: Akun demo memungkinkan Anda untuk mencoba layanan trading secara gratis tanpa menyetorkan dana terlebih dahulu. Ada yang mengatakan kalau percobaan trading pada akun demo tidak mengindikasikan kalau akun riil akan lancar, karena server trading demo dan riil itu berbeda. Prasangka ini ada benarnya. Namun, coba bayangkan jika akun demo suatu broker itu saja sudah sering error, maka akan seperti apa pula akun riil-nya? Jadi, tak ada salahnya Anda mencoba akun demo terlebih dahulu, meski hanya satu-dua minggu.

Selesai cek CS dan akun demo, berikutnya apa? Bukalah akun riil di broker forex tersebut.

Membuka akun riil merupakan tahap terakhir, setelah Anda memastikan tak ada masalah dalam berbagai pemeriksaan sebelumnya. Akan tetapi, jangan langsung setorkan dana besar (lebih dari 1000-2000 Dolar AS) saat baru mulai mendaftar. Masa antara setoran dana pertama hingga trading dan penarikan dana pertama masih termasuk dalam masa percobaan. Apabila Anda sudah membuktikan lancar menarik dana dari broker forex tersebut, barulah dapat dikatakan bahwa ini adalah broker forex yang aman dan terpercaya.

Beri rating halaman ini:

(7 votes, average: 5,00 out of 5)

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: