Investasi Dalam Syariah Yang Sesuai Dengan Valas, Dapatkan di forex

Peringkat broker opsi biner:

Akun Forex Syariah Alternatif Untuk Trader Muslim

Penulis: Dwiya Freelancer ( January 27, 2020 – 11:15 pm ) Filed Under: Artikel Tagged With: akun forex syariah

Akun Forex Syariah – Saat ini ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menginvestasikan uang dan mendapatkan keuntungan dari investasi yang dilakukan. Ada investasi berupa emas, properti, tanah, saham sampai dengan forex atau valas. Banyaknya pilihan investasi yang tersedia seringkali membuat Anda bingung bukan?

Tapi dari sekian banyak cara berinvestasi tadi, trading forex adalah salah satu yang cukup populer dan diminati oleh masyarakat. Untuk Anda para trader muslim yang masih ragu dengan hukum forex dalam Islam, maka akun forex syariah adalah pilihan yang paling tepat untuk menjawab keraguan Anda.

Trading forex adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan membeli dan menjual mata uang yang berbeda-beda. Dalam trading jenis ini, orang-orang biasanya membeli sejumlah mata uang dan membayarnya menggunakan mata uang lainnya.

Modal yang dibutuhkan dalam trading forex juga tidak sebesar kebutuhan investasi di bidang lainnya. Salah satu pilihan keuangan yang bisa diselesaikan dalam trading forex adalah transaksi yang akan datang, di mana kedua belah pihak setuju untuk menukar mata uang di waktu yang telah ditentukan di masa depan dengan tarif pertukaran yang telah disetujui.

Peringkat broker opsi biner:

Transaksi yang akan datang mungkin juga dilakukan sebagai sebuah “swap”, di mana kedua belah pihak menukar mata uang untuk periode waktu tertentu dan mengembalikan (membalikkannya) di akhir periode waktu itu. Dalam “swap” bagaimanapun ada sejumlah bunga yang harus dibayar.

Tentu kondisi ini berlawanan dengan ajaran agama Islam di mana seseorang tidak diizinkan untuk membayar atau menerima bunga untuk atau dari orang lainnya. Sementara itu, trading forex selalu terbuka untuk siapapun tanpa peduli keyakinan atau latar belakang yang dimilikinya.

Kabar baiknya, saat ini beberapa website broker forex telah mengenalkan regulasi baru untuk memenuhi kebutuhan trader muslim yang berkaitan dengan hukum keuangan dalam islam. Regulasi baru ini hadir dalam bentuk akun forex bebas “swap” atau lebih dikenal dengan akun forex syariah, di mana dalam akun ini pengguna bisa menggunakan fitur pelayanan forex tanpa harus berhubungan dengan “swap” dan bunga.

Fitur Umum Dari Akun Forex Syariah

Tergantung dengan penyediia layanan, akun forex syariah memiliki fitur yang berbeda lho. Bagaimanapun, seperti yang telah dikatakan di atas, akun tipe ini secara umum tidak akan membiarkan pengguna untuk membayar bunga yang bisa terjadi pada suatu transaksi tertentu. Ada beberapa broker forex yang menawarkan akun seperti ini, tapi bagi Anda yang ingin menggunakan layanan ini haruslah mengetahui tentang fitur dari akun forex syariah ini sendiri. Berkaitan dengan tujuan utama, ada beberapa broker forex yang membebaskan kliennya dari beban bunga. Tapi sebaliknya broker akan memperlebar spread atau memindahkan bunga ke biaya lainnya. Jadi secara umum, akun ini sebenarnya sama dengan akun biasa lain dan tidak sepenuhnya menjadi tanda baik untuk permulaan trading Anda. keuntungan lain dari akun forex syariah adalah pertukaran mata uang dapat ditahan selama yang diinginkan oleh pengguna atau klien.

Bagaimana Cara Mendaftar?

Bagi Anda trader muslim ataupun trader non muslim yang berniat untuk mendaftar akun forex syariah tidak perlu khawatir lagi. Hal ini karena saat ini sudah cukup banyak broker forex yang menyediakan layanan ini demi memenuhi permintaan pasar. Tentunya untuk Anda yang ingin mendaftar sebaiknya mencari broker forex yang terpercaya dan kredibel. Untuk masalah pendaftaran dan persyaratannya setiap broker forex bisa saja tidak sama. Karena itulah sebelum mengambil keputusan, Anda sebaiknya melakukan sedikit riset kecil. Tidak hanya dalam trading forex, namun langkah preventif ini juga berlaku di bidang lainnya.

Nah, itu tadi informasi seputar hukum forex dalam Islam dan akun forex syariah yang berhasil dirangkum oleh Valas Online. Semoga bermanfaat!

Hukum Forex Dalam Syariah Islam

Dewasa ini, transaksi keuangan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Salah satu transaksi keuangan yang berkembang pesat adalah valas (valuta asing) atau disebut juga forex (foreign exchange). Pasar forex adalah pasar uang internasional. Sebutan forex adalah berasal dari kegiatan pertukaran mata uang asing: FOReign EXchange. Forex adalah salah satu dari pasar keuangan termuda dan muncul sejak tahun 1970an. Dikarenakan volume pasar uang yang sangat besar, Forex adalah pasar yang paling berkembang secara dinamis. Bagi muslim, setiap muamalah yang kita lakukan harus sesuai dengan rambu-rambu syariat. Lalu, bagaimanakah hukum forex atau valas itu sendiri dalam Islam?

Dalam Islam, forex / valas disebut juga Sharf. Menurut bahasa, al sharf memiliki beberapa arti.

Dari arti ini, ibadah nafilah (sunah) disebut sharf sebab ia merupakan tambahan untuk ibadah yang fardu. Disebutkan dalam sebuah hadits,

Jaminan orang muslim (dalam memberikan keamanan kepada orang nonmuslim) itu satu, (mesti dipelihara meskipun hanya) berasal dari satu orang. Orang-orang yang mengkhianati seorang muslim, maka baginya laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia. Allah tidak akan menerima ibadah sunah maupun ibadah fardhu darinya.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits di atas menggunakan kata al-sharf yang berarti sunah, sedangkan al ‘adlu artinya yang fardu.

  • Menolak (Al-rad wa al daf), memindahkan serta memalingkan. Dalam Al Quran disebutkan :

34. Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Yusuf : 34)

Kata al sharf dalam ayat ini artinya menolak tipu daya mereka dari nabi Yusuf.

127. dan apabila diturunkan satu surat, sebagian mereka memandang kepada yang lain (sambil berkata): “Adakah seorang dari (orang-orang muslimin) yang melihat kamu?” sesudah itu merekapun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti. (QS At Taubah : 127)

Kata al sharf dalam ayat ini berarti memalingkannya dari kebenaran.

Menurut istilah, al sharf adalah pertukaran dua jenis barang berharga atau jual beli uang dengan uang. Yang dimaksud barang berharga dan uang adalah dirham, dinar, atau yang sejenisnya termasuk mata uang yang berlaku pada zaman sekarang.

Mata uang zaman sekarang posisinya sama dengan transaksi dirham dan dinar pada zaman dahulu. Oleh karena itu, harus diberlakukan pula padanya hukum syar’i, bahkan sekalipun tidak memiliki cadangan emas. Ia sudah menjadi barang bernilai yang dipertukarkan di antara dua pihak yang bertransaksi, maka harus diberlakukan pula padanya hukum-hukum yang berlaku bagi benda bernilai.

Transaksi ini disebut sharf karena biasanya setiap pihak yang bertransaksi berharap ada keuntungan atau karena secara khas dikembalikan dalam bentuk serupa dan sering berpindah tangan. Transaksi ini boleh diistilahkan sebagai ba’I (jual beli) atau sharf (pertukaran mata uang).

Hukum Transaksi Sharf (Forex atau Valas)

Menurut Fatwa DSN Nomor: 28/DSN-MUI/III/2002, menyatakan bahwa transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)

b. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)
c. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (attaqabudh).
d. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi
dilakukan dan secara tunai.

Adapun ada beberapa jenis Transaksi Valuta Asing:
a. Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.

b. Transaksi Forward, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa’adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).

c. Transaksi Swap, yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

d. Transaksi Option, yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

Dewasa ini, banyak pedagang valas menyalahi syarat-syarat sahnya transaksi valas. Seringkali seseorang membeli uang, namun diserahkan beberapa saat kemudian atau diterima beberapa saat kemudian. Sering juga seseorang membeli uang dari pihak kedua, kemudian menjualnya pada pihak ketiga sebelum ia menerima uang tersebut dari pihak kedua. Semua praktek ini menyalahi syarat-syarat sahnya transaksi valas.

Dengan demikian, semua praktek tersebut rusak (fasid). Kepemilikan yang dihasilkan dari transaksi semacam ini adalah sesuatu yang buruk dan akan menghilangkan keberkahan. Bahkan, transaksi semacam ini akan mengakibatkan kerugian. Oleh karena itu, seorang muslim sudah seharusnya lebih memilih yang halal sesuai dengan syariat Allah Swt. sehingga Allah memberinya berkah dalam keluarga dan hartanya. Semoga Allah member kita taufik.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: