Hari Perdagangan Saham, IHSG anjlok 1,94% kemarin, asing obral saham senilai Rp 1,85 triliun!

Peringkat broker opsi biner:

Saham Sektor Perdagangan Terpuruk di Tengah Kenaikan IHSG

Penulis: Happy Fajrian

Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) hingga Rp 686,43 miliar. Saham bank BUKU 4 yang kemarin ramai-ramai dilepas asing, kembali laris.

Pasar modal Indonesia menutup perdagangan hari ini, Kamis (13/12) dengan optimisme tinggi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkerek naik hingga 62,14 poin ke posisi 6.177,72, atau naik 1,02%. Kendati IHSG finis dengan meyakinkan, ada satu indeks sektoral yang terperosok ke zona merah yaitu sektor perdagangan yang terkoreksi 0,11%.

Kendati ada satu sektor yang memerah, sembilan sektor lainnya mendorong pergerakan indeks dengan kuat. Sektor infrastruktur mencatatkan kenaikan paling tinggi 2,02% diikuti sektor aneka industri yang naik 1,94%, sektor industri dasar naik 1,48%, pertambangan 1,2%, manufaktur 1,09%, sektor keuangan 0,97%, properti 0,79%, pertanian 0,73% dan konsumer naik 0,66%.

Pergerakan nilai tukar rupiah menjadi salah satu sentimen domestik yang membuat IHSG begitu bertenaga hari ini. Walaupun mata uang utama Asia mayoritas menguat terhadap dolar AS, penguatan rupiah menjadi yang terbaik di Asia. Sore ini nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp 14.492 per dolar Amerika Serikat.

Sementara itu perkembangan negosiasi antara AS dengan Tiongkok sudah mulai menemui titik terang dengan pihak TIongkok yang sudah bersedia memodifikasi kebijakan perdagangannya terkait tarif, mencabut program “Made in China 2025” untuk memberikan kesempatan investor asing masuk ke perekonomian Tiongkok, serta mulai meningkatkan impornya terhadap komoditas pertanian AS.

Peringkat broker opsi biner:

AS pun merespon melalui pernyataan Presiden Donald Trump yang bersedia mengintervensi kasus penangkapan CFO Huawei, jika diperlukan, untuk mempermulus proses negosiasi dengan Tiongkok yang menurutnya sangat penting dan akan melahirkan kesepakatan perdagangan terbesar yang pernah dibuat di dunia.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pun cukup ramai dengan total nilai transaksi saham mencapai Rp 10,96 triliun dari 13,89 miliar saham yang diperjualbelikan. Investor asing juga turut mendukung kenaikan indeks dengan melakukan pembelian bersih hingga Rp 686,43 miliar di semua market.

Saham bank yang selama dua hari perdagangan kemarin banyak dilepas investor asing, hari ini kembali menjadi incaran. Seperti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang diborong oleh investor asing sebanyak 16,9 juta unit, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebanyak 106,3 juta unit, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebanyak 46,5 juta unit, serta saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebanyak 36,7 juta unit.

Dari jajaran saham top gainers, ada lima saham yang harganya naik lebih dari 5%. Saham-saham tersebut yaitu saham PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) yang memimpin di posisi terdepan dengan kenaikan 10,43% menjadi Rp 180 per saham, saham PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) mengekor dengan kenaikan 8,23% menjadi Rp 500 per saham, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) naik 6,92% menjadi Rp 6.950 per saham, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) naik 6,34% menjadi Rp 151 per saham, dan saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) yang naik 6,09% menjadi Rp 12.200 per saham.

BEI: Ada 29 perusahaan dalam pipeline IPO, sektor properti mendominasi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sepanjang tahun ini, delapan perusahaan resmi tercatat ( listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut BEI, masih ada 29 perusahaan dalam pipeline penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO).

Data BEI per 30 Januari 2020 menunjukkan, dari 29 perusahaan tersebut, sebelas calon emiten tergolong perusahaan besar. Merujuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53 Tahun 2020, klasifikasi tersebut diberikan pada perusahaan yang memiliki aset di atas Rp 250 miliar.

*Baca Juga: IHSG anjlok 1,94% kemarin, asing obral saham senilai Rp 1,85 triliun! *

Lalu, sebanyak 12 perusahaan masuk klasifikasi menengah dan enam calon emiten tergolong perusahaan kecil. Klasifikasi menengah diberikan pada perusahaan dengan aset Rp 50 miliar-Rp 250 miliar, sedangkan perusahaan kecil adalah yang beraset di bawah Rp 50 miliar.

Kemudian, apabila melihat dari sektor bisnisnya, maka properti, real estate, dan konstruksi bangunan menjadi sektor yang paling mendominasi pipeline IPO ini. Pasalnya, calon emiten dari sektor ini mencapai sebelas perusahaan. Sektor dominan selanjutnya adalah perdagangan, jasa, dan investasi yang mencatatkan sembilan calon emiten.

Untuk sektor keuangan, barang konsumsi, serta infrastruktur, utilitas, dan transportasi, masing-masingnya terdiri dua perusahaan. Disusul oleh sektor agrikultur, aneka industri, serta industri dasar dan kimia yang masing-masing satu perusahaan.

*Baca Juga: Terseret pelemahan IHSG, analis rekomendasikan wait and see saham big caps *

Selain pipeline IPO, BEI juga mencatatkan rencana penerbitan obligasi dan sukuk. Jumlahnya mencapai 12 penerbitan yang berasal dari sebelas penerbit. Total nilai dana yang dihimpun mencapai Rp 8,53 triliun.

  • Total count of Like 0
  • Total count of Comment 0
  • LINE share button
  • Facebook share button
  • Twitter share button

Lihat Lainnya

Mau deposito bunga 6% tenor sebulan? Ada beberapa tawaran bank

Update Virus Corona: Terjangkit 11.209, tewas 214, sembuh 214 (31/1 – 07:38 WIB)

Wall Street melorot dibayangi kekhawatiran virus corona

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: