Forex Hanya Satu Indikator

Peringkat broker opsi biner:

Kumpulan Indikator Forex Untuk Metatrader

Metatrader sudah dilengkapi dengan berbagai indikator teknikal yang dapat digunakan oleh trader untuk melakukan analisa dan memprediksi pergerakan harga berikutnya. Namun, jika indikator yang sudah terintegrasi dalam Metatrader (Built-in Indicator) saja kurang memadai bagi Anda, maka beberapa Custom Indicator ini bisa ditambahkan pada platform Metatrader 4 maupun Metatrader 5.

Mencoba indikator kustom seperti yang terdapat di halaman ini dapat memberikan wawasan tambahan yang tidak dapat Anda peroleh dari indikator standar bawaan Metatrader. Selain itu, bereksperimen dengan beragam indikator teknikal dapat memperluas cakrawala Anda tentang beragam alat bantu analisa yang bisa melengkapi strategi trading.

Variable Moving Average

Indikator Metatrader ini memiliki model perhitungan mirip Moving Average biasa. Akan tetapi, Variable Moving Average menambahkan variabel dengan periode yang berbeda-beda dan mampu mendeteksi crossing (persilangan indikator terhadap harga) dan menampilkannya dengan perubahan warna, sehingga dapat menghasilkan sinyal yang lebih mudah dibaca. Menariknya lagi, Variable Moving Average dilengkapi alarm suara yang akan berbunyi bila terjadi crossing. Fasilitas suara ini bisa diaktifkan ataupun dinonaktifkan.

TZPivots

Indikator Metatrader ini bisa menampilkan level-level Pivot Point secara otomatis di layar MetaTrader, sehingga Anda tak perlu menghitung dan memasang garis-garis Pivot secara manual. Karena dihitung berdasarkan level harga pada hari sebelumnya (Daily Pivot), maka TZPivots paling baik digunakan di time frame H1 ke bawah (M30, M5, atau M1).

Quantitative Qualitative Estimation (QQE)

Bagi para pengguna indikator RSI, QQE bisa menjadi alternatif bermanfaat. Sebabnya, indikator Metatrader ini dikembangkan dari fungsi RSI sebagai pengukur momentum, tetapi memunculkan sinyal Buy dan Sell yang lebih jelas.

Sinyal QQE merekomendasikan order Buy saat garis biru memotong titik-titik kuning dari bawah ke atas, dan posisi keduanya berada di atas level 50. Sebaliknya, open Sell dapat dilakukan ketika garis biru memotong titik-titik kuning dari atas ke bawah, dan posisi keduanya sedang berada di bawah level 50.

Peringkat broker opsi biner:

Schaff Trend Cycle

Indikator Metatrader yang satu ini dinamakan sesuai dengan nama penciptanya, yaitu Doug Schaff. Karena menggabungkan fungsi Stochastic dan MACD, maka Schaff Trend Cycle merupakan indikator oscillator yang lebih sensitif dibandingkan kedua indikator tersebut. Sinyal yang dihasilkan menunjukkan perubahan trend dan overbought-oversold. Sedangkan untuk sinyal buy atau sell, masih memerlukan konfirmasi price action.

Aroon Up And Down

Indikator Aroon Up And Down menghitung nilai maksimum dan minimum dalam suatu periode tertentu. Selain diyakini sangat efektif dalam menebak perubahan tren, indikator MetaTrader ini juga memiliki fitur tambahan berupa alarm suara untuk mengirim peringatan pada trader ketika sinyal indikator terpicu.

Murrey Math Line X

Indikator Murrey Math Line X memiliki tampilan dan cara kerja mirip Pivot Point, yaitu dengan menghitung nilai Support dan Resistance, lalu menampilkan level-levelnya secara langsung pada grafik harga. Perbedaannya, indikator Metatrader ini paling cocok diterapkan di time frame Daily dan sudah menampilkan keterangan mengenai apakah pergerakan harga berikutnya ada kecenderungan tembus turun atau menanjak.

Pattern Recognition Master

Apakah Anda ingin bisa trading berdasarkan pola-pola Candlestick saja? Jika demikian, maka tak perlu menghafalkan setiap pola satu per satu. Pattern Recognitian Master akan memantau grafik harga untuk Anda, lalu menampilkan label penanda di layar MetaTrader ketika suatu formasi Candlestick terbentuk, sekaligus mencantumkan apakah itu pola bearish atau bullish.

Price Alert

Indikator MetaTrader ini tidak menampilkan sinyal trading, karena hanya bertugas untuk memberi peringatan dini ketika suatu level harga tercapai. Alarm peringatan bisa dikirim dalam bentuk suara atau email, tergantung pengaturan Anda sendiri.

Meski tidak didasarkan pada perhitungan apapun untuk menampilkan suatu sinyal trading, Price Alert tetap bermanfaat, khususnya bagi Anda yang tidak bisa memonitor layar MetaTrader setiap saat. Level harga yang tidak ingin dilewatkan bisa diatur sendiri, sehingga ketika harga sudah berada di suatu level penting, Anda bisa menyesuaikan posisi trading dengan cepat.

Selain indikator-indikator yang sudah ada di sini, masih ada banyak sekali ragam lainnya, karena setiap orang yang menguasai bahasa pemrograman Metatrader dapat membuat Custom Indicator sendiri. Seputarforex.com juga memiliki folder Bank Indikator tempat Anda bisa menemukan indikator forex khusus untuk Scalping, Swing Trading, dan lain sebagainya.

Bila Anda kurang memahami istilah khusus dalam forex di halaman ini seperti price action serta overbought dan oversold, Anda bisa mengunjungi Kamus Forex. Manfaatkan Kamus Forex saat Anda menemui kosakata baru demi pemahaman yang lebih optimal.

Indikator Teknis Terbaik untuk Trading Harian

Di dalam dunia trading forex kita cukup mengenal Moving Average Convergence Divergence (MACD), RSI, moving average (MA), Bollinger Bands, stochastics, dan beberapa lainnya, tetapi apa indikator teknis terbaik untuk trading harian? Trader harian harus bertindak cepat, jadi untuk memantau banyak indikator terlalu memakan waktu, kontra produktif dan sebenarnya cenderung memperburuk kinerja. Gunakan hanya beberapa indikator, kemudian maksimalkan. Pertimbangkan tips ini untuk menemukan indikator trading harian terbaik untuk Anda.

Trading harian dengan Indikator atau Tanpa Indikator

Indikator hanyalah manipulasi data harga atau volume data, oleh karena itu banyak trader harian tidak menggunakan indikator sama sekali. Indikator tidak diperlukan untuk trading yang menguntungkan. Berlatih melakukan trading berdasarkan aksi harga dan hanya ada sedikit kebutuhan untuk indikator.

Misalnya, harganya cenderung lebih tinggi, tetapi kehilangan momentum. Untuk seseorang yang tidak terbiasa membaca aksi harga (menganalisis bagaimana harga bergerak), ini mungkin sulit untuk dilihat, tetapi indikator dapat membuatnya lebih jelas. Sayangnya, indikator datang dengan sejumlah masalah mereka sendiri, menandakan reverse terlalu cepat atau terlambat.

Banyak Indikator Trading yang Redundan

Banyak indikator hampir sama persis, dengan sedikit variasi. Satu dapat didasarkan pada persentase gerakan sementara yang lain didasarkan pada pergerakan dolar (PPO dan MACD). Juga, indikator dapat menjadi bagian dari “keluarga” yang sama. Contohnya termasuk diantaranya adalah MACD, stochastics, dan RSI. Meskipun mereka mungkin tampak sedikit berbeda, biasanya hanya menggunakan satu saja sudah cukup. Memiliki ketiganya di grafik Anda tidak akan meningkatkan peluang trading Anda, karena semua indikator ini akan memberi Anda informasi yang hampir sama pada sebagian besar waktu.

Bahkan MA dan MACD dapat memberikan informasi yang sama. Jika Anda menggunakan indikator MACD (12,26) dan juga menambahkan 12 dan 26-periode MA ke grafik harga Anda, indikator MACD dan MA akan memberi tahu Anda hal yang sama. Faktanya, semua MACD menunjukkan seberapa jauh rata-rata pergerakan 12 periode di atas atau di bawah MA 26 periode.

Ketika MACD melintasi di atas atau di bawah nol garis, itu berarti MA 12 periode melintas di atas atau di bawah periode 26. Jika Anda menambahkan indikator ini ke grafik Anda, mereka akan selalu saling mengkonfirmasi satu sama lain, karena mereka menggunakan input yang sama.

Jika Anda memilih untuk menggunakan indikator, hanya pilih satu dari masing-masing dari empat kelompok berikut (jika diperlukan, ingat indikator tidak diperlukan untuk melakukan trading yang menguntungkan). Bahkan memilih hanya satu dari setiap grup dapat menyebabkan redudansi dan kekacauan, tanpa memberikan wawasan tambahan.

  • Osilator: Ini adalah sekelompok indikator yang mengalir naik dan turun, sering kali antara batas atas dan bawah. Osilator populer termasuk RSI, Stochastics, Commodity Channel Index (CCI) dan MACD.
  • Volume: Selain volume dasar, ada juga indikator volume. Ini biasanya menggabungkan volume dengan data harga dalam upaya untuk menentukan seberapa kuat tren harga. Indikator volume populer termasuk Volume (biasa), Aliran Uang Chaikin, On Balance Volume, dan Aliran Uang.
  • Overlay: Ini adalah indikator yang tumpang tindih dengan pergerakan harga, tidak seperti indikator MACD misalnya yang terpisah dari grafik harga. Dengan overlay, Anda dapat memilih untuk menggunakan lebih dari satu, karena fungsinya sangat beragam. Overlay populer termasuk Bollinger Bands, Keltner Channels, Parabolic SAR, Moving Average, Pivot Point dan FibonacciRetracementdan Extensions.
  • Indikator Breadth: Kelompok ini termasuk indikator yang harus dilakukan dengan sentimen trader atau apa yang dilakukan pasar yang lebih luas. Ini sebagian besar terkait pasar saham dan termasuk Trin, Ticks, Tiki dan Advance-Decline Line.

Ada sedikit kebutuhan untuk lebih dari satu indikator oscillator, Breadth, atau volume. Namun, Anda dapat menggunakan beberapa overlay, membantu menunjukkan perubahan tren, tingkat trading, dan area dukungan atau resistensi potensial.

Menggabungkan Indikator Trading Harian

Pertimbangkan memilih satu atau dua indikator untuk membantu entri (masuk) dan exit (keluar), masing-masing. Misalnya, RSI dapat digunakan untuk membantu mengisolasi tren dan titik entri. Dalam tren naik, RSI harus memperpanjang di atas 70 pada reli dan tetap di atas 30 pada pullback. Panduan sederhana ini dapat membantu mengkonfirmasi tren, menyoroti peluang trading, dan melihat kapan pasar mungkin mengubah arah tren.

MA, ATR Stops (Chandelier Exits) atau Moving Average Envelopes dapat diterapkan pada bagan (overlay) untuk membantu keluar. Sebagai contoh, salah satu dari ini dapat digunakan sebagai kerugian trailing stock pada tren trading. Jika tren naik, lihat untuk keluar jika harga turun di bawah garis (yang akan berada di bawah harga saat harga naik).

Ini hanyalah satu contoh bagaimana indikator dapat digabungkan. Indikator mana yang dipilih tergantung pada bagaimana seorang trader melakukan trading, dan pada jangka waktu berapa lama. Kalibrasikan setiap indikator (melalui pengaturan indikator) ke aset spesifik, kerangka waktu dan strategi yang diperdagangkan. Pengaturan standar pada indikator mungkin tidak ideal, jadi ubah mereka untuk memastikan mereka memberikan sinyal terbaik untuk trading yang diambil. Pengaturan indikator mungkin memerlukan penyesuaian sesekali karena kondisi pasar berubah seiring waktu.

Penutup

Sayangnya, tidak ada indikator tunggal yang terbaik untuk trading harian. Indikator teknis hanyalah alat, mereka tidak dapat menghasilkan keuntungan. Keuntungan membutuhkan seorang trader untuk menggunakan indikator mereka dan keterampilan analisis harga dengan cara yang benar. Hal ini membutuhkan latihan.

Ketahui indikator Anda dengan baik: Apa saja kelemahannya? Kapan biasanya menghasilkan sinyal palsu? Trading bagus apa yang bisa jadi miss (gagal sinyal)? Apakah itu cenderung memberikan sinyal terlalu cepat atau terlambat? Dapatkah indikator digunakan untuk memicu trading, atau apakah itu hanya mengingatkan Anda untuk melakukan trading potensial (waktu yang baik atau waktu yang buruk)? Ketahui hal-hal tersebut tentang indikator yang Anda gunakan, dan Anda akan berada di jalan untuk menggunakannya dengan lebih produktif.

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: