Etrade Roth Ira Promotion, Sistem perdagangan kode aw

Peringkat broker opsi biner:

ERWIN EDWAR

Search This Blog

Perdagangan Internasional

  • Get link
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Email
  • Other Apps
  1. Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri.
  2. Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara.
  3. Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi.
  4. Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
  5. Adanya perbedaan keadaan seperti SDA (Sumber Daya Alam), Iklim, Tenaga Kerja, Budaya dan Jumlah Penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.
  6. Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
  7. Keinginan membuka kerja Sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
  8. Terjadinya Era Globalisasi sehingga tidak ada satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.

  1. Penghambat alami yaitu jarak antar negara.
  2. Penghambat yang dibuat sendiri yaitu Tarif dan Non Tarif.
  3. Penghambat Non Tarif bisa berupa : Kuota, Embargo, Kebijakan pengadaan Pemerintah, Standarisasi pemerintah, Prosedur Bea masuk dan keluar.

  1. Meningkatnya Devisa.
  2. Terpenuhinya kebutuhan.
  3. Memberikan peluang pada produk dalam negeri untuk Go Internasional.
  4. Spesialisasi.
  5. Produk Budaya Indonesia semakin dikenal.
  6. Kualitas produk dalam negeri meningkat (Inovasi Produksi).
  7. Mendorong kemajuan IPTEK.
  8. Memperluas lapangan kerja.
  9. Menjalin hubungan kerjasama yang baik.
  1. Hancurnya industri dalam negeri.
  2. Pengangguran.
  3. Menyempitnya pasar hasil produksi.
  4. Ketergantungan pada negara maju.
  1. Perdagangan Bilateral : Perdagangan yang dilakukan antar dua negara.
  2. Perdagangan Regional : Perdagangan yang dilakukan oleh negara – negara yang berada dalam satu kawasan tertentu, misalnya negara – negara ASEAN.
  3. Perdagangan antar Regional : Perdagangan antar Kawasan tertentu, misalnya ASEAN dengan NAFTA.
  4. Perdagangan Multilateral : Perdagangan yang dilakukan oleh lebih dua negara yang tidak terbatas pada kawasan tertentu.
  • Teori ini dikemukakan oleh Adam Smith.
  • Teori ini mengatakan bahwa negara – negara yang berbeda dapat memproduksi beberapa jenis barang secara efisien dari pada negara lainnya sehingga efisiensi global dapat ditingkatkan melalui perdagangan bebas.
  • Suatu negara dikatakan memiliki keunggulan komparatif terhadap negara lainnya apabila dalam memproduksi suatu komoditi bisa mengerjakannya dengan biaya oportunitas (Opportunity Cost) yang lebih rendah dibandingkan dengan komoditi alternatif yang tidak diproduksi.
  • Setiap negara memiliki keunggulan komparatifnya masing – masing, keunggulan tersebut tergantung pada sumber daya yang dimiliki oleh suatu negara. Dengan demikian setiap negara akan berspesialisasi dalam produksi dan mengeksor barang dan jasa yang biayanya relatif lebih rendah (artinya lebih efisien dibanding negara lain).
  • Sebaliknya setiap negara akan mengimpor barang dan jasa yang biaya produksinya relatif lebih tinggi (artinya kurang efisien dibandingkan negara lain).

Melalui spesifikasi, negara dapat memperbaiki efisiensi mereka dengan alasan :

  1. Tenaga Kerja menjadi lebih cakap karena melaksanakan pekerjaan yang sama secara berulang – ulang.
  2. Efisiensi waktu bagi tenaga kerja karena tidak berpindah – pindah produksi.
  3. Dalam jangka panjang, produksi akan memberikan insentif unuk pembuatan metode kerja yang lebih efektif.

2. TEORI KEUNGGULAN KOMPARATIF DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL.

  • Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo.
  • Teori ini mengatakan bahwa meskipun sebuah negara sanggup menghasilkan semua barang pada harga – harga yang lebih rendah dari pada negara lain, perdagangan masih tetap akan menguntungkan kedua negara tersebut berdasarkan biaya komparatif.
  • Dengan demikian, negara harus berkonsentrasi pada produk dengan keunggulan komparatif paling tinggi atau produk dengan kerugian komparatif paling rendah. Sebaliknya, Pengimor Produk dengan keunggulan komparatif paling rendah atau produk dengan kerugian komparatif paling tinggi.
  • Keunggulan Komparatif adalah keunggulan relatif suatu barang dengan perdagangan internasional yang diukur berdasarkan rasio nilai tukar suatu barang terhadap barang lain yang diproduksi suatu negara dibandingkan dengan nilai tukar barang – barang yang sama yang di produksi negara lainnya.
  • Teori ini dikemukakan oleh Raymond Vernon.
  • Teori ini memusatkan diri pada Ekspansi / perluasan Pusat dan Inovasi Teknologi yang relatif kurang diperhatikan dalam “Teori Keunggulan Komparatif”.
  • Teori ini bermanfaat dalam menjelaskan pola – pola perdagangan dari kalangan Manufaktur, serta Ekspansi penjualan dan produksi dari anak perusahaan Multinasional.
  • Teori ini memiliki 2 (dua) prinsip penting, yaitu :
  1. Teknologi merupakan faktor kritis dalam menciptakan dan membuat produk baru.
  2. Ukuran dan Struktur pasar penting dalam menentukan pola perdagangan.
  • Siklus hidup Produk Internasional, meliputi tahap – tahap sebagai berikut :
  1. Pengenalan.
  2. Pertumbuhan.
  3. Kedewasaan.
  4. Penurunan.

5. TEORI SIMILARITAS NEGARA DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL.

  • Teori ini dikemukakan oleh Steffan Linder.
  • Menurut Teori ini, “Sebagian besar perdagangan barang – barang pabrikan sebaiknya dilakukan diantara negara – negara dengan pendapatan perkapita serupa dan perdagangan intra Industri dalam barang – barang pabrikan sebaiknya sama. Perusahaan – perusahaan pada mulanya memproduksi barang untuk melayani pasar domestik mereka. Pada saat mereka mengeksplorasi peluang ekspor, mereka menemukan bahwa pasar asing yang paling menjanjikan di negara – negara yang didalamnya preferensi konsumen mirip dengan yang ada di Pasar Domestik mereka.

Pengertian Kebijakan Perdagangan Internasional.

Peringkat broker opsi biner:
  • Kebijakan Perdagangan Internasional adalah Tindakan dan peraturan yang dikeluarkan pemerintah untuk mempengaruhi struktur, komposisi, dan arah Perdagangan Internasional.
  • Jadi dapat dikatakan arah Kebijakan Perdagangan Internasional itu untuk mengatur perdagangan Internasional agar sesuai dengan yang dikehendaki pemerintah.

KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL DI BIDANG IMPOR DAN EKSPOR.
Kebijakan Perdagangan Internasional adalah suatu tindakan yang diambil pemerintah untuk mengatasi kesulitan atau masalah hubungan perdagangan internasional guna melindungi kepentingan nasional.
Kebijakan Perdagangan Internasional, diantaranya :

  1. Kebijakan Impor : Kuota, Tarif, Subsidi, Larangan Impor.
  2. Kebijakan Ekspor : Diskriminasi Harga, Premi / Subsidi, Dumping, Politik Dagang Bebas, Larangan Ekspor

Perdagangan

Perdagangan

info layanan perdagangan akan diupdate segera

Tobias Asserlaan 8,
2517 KC Den Haag, Belanda

kontak & pelayanan

Buka Kantor:
Senin – Jumat
10.00 – 15.00

Paspor / Visa:
Hari RABU & JUMAT saja
11.00 – 12.00

Kekonsuleran:
Hari RABU & JUMAT saja
11.00 – 12.00

KBRI tutup pada hari libur nasional Indonesia dan Belanda

Peringkat broker opsi biner:
Penghasilan di Internet
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: